Lingkungan Hidup
( 5820 )7 Dampak El Nino di Bidang Pertanian yang Perlu Diwaspadai
ANOMALI cuaca yang disebabkan El Nino diperkirakan masih berlangsung di Indonesia. Ancaman El Nino diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2023. El Nino sendiri memiliki dampak yang beragam di tingkat global. Pertanian merupakan salah satu sektor utama ekonomi yang dapat terkena dampak parah dari fenomena El Nino. Kekeringan yang disebabkan El Nino menjadi ancaman utama terhadap produksi pangan. Lalu, apa yang dimaksud dengan El Nino? Apa saja dampaknya di bidang pertanian yang perlu diwaspadai? Lebih jelasnya simak infomasi berikut ini. El Nino adalah fenomena alam berupa pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normal di Samudra Pasifik bagian tengah. Pemanasan ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan di wilayah tersebut dan mengurangi curah hujan di Indonesia.El Nino menimbulkan dampak beragam di seluruh belahan dunia. Saat terjadi El Nino, beberapa negara di kawasan Amerika Latin, seperti Peru, akan mengalami peningkatan curah hujan. Sedangkan dampak El Nino di Indonesia secara umum adalah berkurangnya curah hujan. Dengan kata lain, El Nino menyebabkan kekeringan di wilayah Indonesia secara umum. (Yetede)
Terkendala Rig, Produksi Belum Optimal
Upaya Indonesia mengejar target produksi minyak dan gas bumi melalui pengeboran sumur pengembangan secara masif terkendala keterbatasan rig. Dibutuhkan solusi jitu dari masalah ini agar industri hulu migas nasional bisa fokus mencapai target produksi. Problem itu mengemuka dalam jumpa pers kinerja hulu migas semester I-2023 oleh Satker Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), di Jakarta, Selasa (18/7). Pada semester I-2023, realisasi pengeboran sumur pengembangan sebanyak 354 sumur. Adapun target 2023 sebanyak 991 sumur.
Dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM, Yogyakarta, Fahmy Radhi, saat dihubungi Rabu (19/7), mengatakan, kendala dalam industri pendukung migas, termasuk alat-alat pengeboran, seharusnya segera teratasi. Itu juga terkait pemenuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang berpotensi jadi kendala mengingat peralatan teknologi canggih tersebut berasal dari luar negeri. Menurut Fahmy, fleksibilitas mesti dikedepankan terkait hal-hal yang bersifat pendukung agar tak ada kendala lagi untuk segera memulai produksi dan meningkatkan produksi migas dalam negeri. Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo, Selasa, mengatakan, ”Masalahnya karena (ketersediaan) dari industri pendukung tidak ada. Rig tidak ada, SDM kurang, kendala pembebasan lahan, dan lainnya. Meski lebih baik dari tahun lalu, pengeboran masih menjadi PR (pekerjaan rumah),” kata Wahju. (Yoga)
Ketar-ketir Menjelang Musim Kering
PREDIKSI puncak musim kering akibat El Nino pada Agustus hingga September mendatang membuat Sutikno ketar-ketir. Petani di Desa Ngampel, Madiun, itu khawatir padi yang akan ia tanam pada musim kemarau kedua tahun ini tidak berbuah maksimal. Padahal, tanpa adanya El Nino pun, ia mesti merogoh kocek lebih dalam untuk biaya produksi pada masa tanam musim kemarau kedua ketimbang pada masa tanam di musim hujan dan musim kemarau pertama setiap tahun. Ongkos mahal tersebut dikeluarkan Sutikno dan para petani lainnya untuk biaya irigasi dengan sistem bergilir dari sumur pompa yang berada di kawasan lahan sawahnya. Berdasarkan hitung-hitungannya, modal yang diperlukan untuk menggarap sepetak lahan pada musim kemarau kedua mencapai Rp 13 juta. Nominal itu lebih tinggi Rp 4 juta dibandingkan dengan masa tanam musim kemarau pertama pada Mei lalu. “Karena airnya harus beli dan butuh beberapa kali irigasi,” ujar dia kepada Tempo, kemarin, 19 Juli 2023. Ongkos itu belum termasuk biaya untuk pupuk. Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Kabupaten Madiun, Suharno, menyatakan, mayoritas petani di daerahnya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemarau panjang. Mereka berencana mengajukan surat keterangan pembelian solar bersubsidi lewat pemerintah desa masing-masing. Solar itu digunakan untuk mengoperasikan mesin pompa pada sumur dangkal yang masih ada di kawasan persawahan mereka. Mereka tak bisa mengandalkan mesin pompa sumur dalam yang menggunakan listrik karena jumlahnya terbatas. "Se-Kabupaten Madiun jumlah (pompa listrik) hanya 200-300 unit. Idealnya ada ribuan. "Tak hanya di Madiun, para petani di sentra produksi padi lainnya juga bersiap menghadapi musim kering dalam beberapa bulan ke depan. Abdul Somad, petani di Kecamatan Patampanua, Pinrang, mengatakan bahwa para petani di kampungnya telah menyiapkan pompa air untuk mengairi lahan atau sawah, apalagi saat ini tanaman padi di sana sudah berumur sebulan lebih. “Saya sudah siapkan pompa air,” ujar Comat—sapaan akrab Abdul. (Yetede)
Harga Emas Berkilau Laba Emiten Bersinar
Harga emas bergerak fluktuatif. Senin (17/7), harga emas untuk perdagangan kontrak Agustus 2023 mencapai US$ 1.961,50 per ons troi. Harga ini turun 0,15% dibandingkan akhir pekan lalu (14/7) yang masih ada di level US$ 1.964,40 per ons troi.
Meski begitu, jika dihitung secara mingguan, harga emas dunia masih menguat 1,65%. Ini sekaligus menjadi kenaikan terbesar harga emas dalam tiga bulan terakhir. Pada pekan pertama April 2023 (7/4), harga emas sempat menyentuh 2.044 per ons troi atau menguat sebesar 2,01%.
Kenaikan harga logam mulia, tak pelak, akan jadi sentimen positif bagi emiten emas di dalam negeri. Salah satunya PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Thomas Radityo menilai, kenaikan harga emas akan mendorong harga rata-rata atau
average selling price (ASP)
emas MDKA.
Thomas mengatrol estimasi harga rata-rata emas MDKA tahun ini jadi US$ 1,982 per oz, naik 11,1% dari estimasi US$ 1.784 per ons troi.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga bakal kecipratan berkah dari kenaikan harga emas. Analis MNC Sekuritas, Alif Ihsanario, menilai, emas masih akan jadi kontributor terbesar bagi emiten tambang pelat merah itu.
Alif merekomendasi beli saham ANTM dan HRTA dengan target masing-masing Rp 2.400 dan Rp 560. Thomas juga merekomendasi MDKA dengan target harga Rp 4.300.
INVESTASI MIGAS : MENCARI TUAN DI BLOK ANDAMAN
Keputusan Repsol Andaman B.V. yang memilih mengembalikan keseluruhan hak pengelolaan Blok Andaman III kepada negara, membuat blok yang berlokasi di Aceh itu berstatus open area. Dengan demikian, blok tersebut saat ini tak bertuan. Pemerintah siap untuk membuka lelang bagi investor yang berminat mengelola blok yang memiliki wilayah kerja hingga 8.517 km tersebut dengan kandungan minyak diperkirakan 1.893 juta barel oil (MMBO). “Kalau prosesnya sudah dikembalikan, termasuk data-datanya, maka statusnya menjadi open area dan pemerintah berhak melelangnya kepada investor lainnya,” kata Wakil Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf kepada Bisnis, Senin (17/7). Nanang menuturkan raksasa minyak dan gas (migas) asal Spanyol itu enggan mengajukan tambahan waktu eksplorasi (TWE) yang berakhir pada 29 Juni 2023. Sikap Repsol itu lantas membuat kontrak pengelolaan lapangan otomatis dikembalikan ke negara atau terminasi. Kendati terbuka untuk dilakukan lelang, pendekatan berbeda akan dilakukan oleh Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA). Menurut Kepala BPMA Teuku Mohamad Faisal, Petronas Andaman B.V tertarik untuk mengakuisisi saham mayoritas Blok Andaman III yang belakangan dilepas Repsol. “Karena partner-nya kan Petronas perusahaan internasional, dia kan masih ada share di situ 49%, bisa saja Petronas mau akuisisi tapi ini kan perlu proses,” kata Faisal kepada Bisnis. Repsol yang bertindak sebagai operator memegang hak partisipasi mayoritas mencapai 51%, sisanya hak partisipasi dipegang Petronas Andaman B.V setelah akuisisi pada 2019. Sebelumnya, Stakeholders Relations Manager Repsol Indonesia Amir Faisal Jindan menyatakan keputusan mundur dari hak pengelolaan lapangan Andaman III dengan pertimbangan pengeboran Sumur Rencong-1X yang tidak memuaskan atau dry hole pada akhir tahun lalu. Sumur eksplorasi lepas pantai itu terletak dengan kedalaman air laut sekitar 1.100 meter dengan mengambil jarak sekitar 42 kilometer dari garis pantai Aceh Utara.
PENYALURAN GAS BUMI : Pemerintah Cari Mitra Pengelola Pipa Cisem
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pemerintah akan melakukan lelang terbatas untuk menjaring satu badan usaha yang akan menjadi mitra Badan Layanan Umum (BLU) Lemigas. “Jadi operatornya adalah gabungan badan usaha pemerintah, Lemigas, dan perusahaan terpilih yang sudah mendaftar ikut beauty contest,” katanya, Senin (17/7). Nantinya, BLU Lemigas dan badan usaha pemenang lelang akan membentuk kerja sama operasi atau KSO. Artinya, aset yang sudah terbangun dari infrastruktur transmisi Cirebon—Semarang (Cisem) ruas Semarang—Batang sepenuhnya bakal dipegang oleh pemerintah. Terkait dengan tarif penyaluran gas bumi atau toll fee pipa transmisi Cisem ruas Semarang—Batang, Laode membeberkan bahwa hal itu masih dikonteskan dalam kegiatan lelang yang diikuti oleh empat anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Potensi pemanfaatan Pipa Gas Cisem meliputi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, dengan proyeksi kebutuhan gas hingga 2026 sebesar 39,42 MMscfd, dan Kawasan Industri Terpadu Batang dengan proyeksi kebutuhan gas hingga 2028 sebesar 25,83 MMscfd.
Vale Berpeluang Kuasai 30% Saham Pabrik Nikel Baterai EV
JAKARTA,ID-PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berpeluang menguasai 30% saham pabrik nikel berteknologi high pressure acid leach (HPAL) di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara milik PT Kolacka Nikel Indonesia (KNI), lima tahun setelah KNI merampungkan pembangunan fasilitas itu. Pabrik itu akan menghasilkan mixed hydroxide preciptate (MHP), produk nikel antara yang digunakan sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Dalam pohon bisnis nikel, MHP diolah lagi menjadi nikel sulfat, material (prekursor) kutub positif (katoda) baterai EV bersama lithium, mangan/aluminium, dan kobalt sulfat. Bayu Aji, head of communications Vale Indonesia, menegaskan, perseroan memiliki opsi untuk meningkatkan porsi saham di KNI. Apabila Vale memilih mengeksekusi opsi tersebut, komposisi pemegang saham KNI adalah Hauyou (secara tidak langsung) 53%, Ford 17% dan vale Indonesia 30%. "Saat ini Huayou adalah pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan HPAL, karena pemegang saham mayoritas KNI, sedangkan PT Vale pemegang saham minoritas," ujar dia kepada Investor Daily, Senin (17/7/2023).
10 Komoditas Ekspor Indonesia yang Jadi Produk Unggulan dan Penopang Devisa
INDONESIA memiliki sejumlah komoditas ekspor unggulan. Menurut data Kemendag, elama periode Januari-April 2023, produk bahan bakar mineral masih menjadi komoditas unggulan di sektor nonmigas dengan nilai ekspor US$ 16,79 miliar. Selain bahan bakar mineral, ada beberapa komoditas ekspor Indonesia yang saat ini menjadi penopang devisa. Karena itu, pemerintah aktif mendorong peningkatan ekspor berbagai produk tersebut ke luar negeri guna meningkatkan devisa negara.
Daftar 10 Komoditas Ekspor
Indonesia
1) Udang, nilai ekspor udang pada periode
Januari-April 2023 mencapai US$ 567 juta. Ekspor udang menyumbang 32,5 % total
ekspor produk perikanan Indonesia, dengan pasar Jepang, Hong Kong, AS, Cina,
Korsel, Inggris, Kanada, dan Belanda. 2) Kopi, komoditas perkebunan
yang sangat diminati di dunia. Indonesia merupakan produsen kopi dengan
varietas robusta yang sangat populer. Pada 2022, nilai ekspor kopi Indonesia
mencapai US$ 1,15 miliar, dengan produksi 794,8 ribu ton. Tujuan utama ekspor
kopi Indonesia : Mesir, Spanyol, Brasil, Italia, Turki, dan Iran. 3) Minyak Sawit. Indonesia adalah produsen terbesar minyak sawit di dunia
dengan 59 %i total produksi global atau sekitar 45,5 juta ton per tahun. Pada
2022, Indonesia mengekspor sekitar 25,01 juta ton CPO dan produk turunannya ke
Uni Eropa, India, Pakistan, dan Afrika .
4) Kakao, tanaman penghasil bahan baku cokelat yang tumbuh di daerah tropis, komoditas ekspor utama dari sektor perkebunan. Pada 2022, ekspor kakao Indonesia 385.981 ton dengan nilai Rp 19,8 triliun. Tujuan ekspor kakao : Malaysia, Thailand, Taiwan, Jerman, Rusia, Belgia, dan Cina. 5) Karet dan Produk Karet. Indonesia merupakan produsen karet alam terbesar kedua di dunia dengan luas area perkebunan karet 3,6 juta hektare. Pada 2021, total produksi karet di Indonesia 3,03 juta ton. Tujuan ekspornya : Jepang, Malaysia, Filipina, Australia, Thailand, Arab Saudi, dan Mesir. Industri pengolahan karet, dari hulu maupun hilir, memberi kontribusi devisa Indonesia US$ 7,1 miliar atau Rp 109 triliun pada 2021. 6) Tekstil dan Produk Tekstil. Indonesia dikenal sebagai produsen tekstil dan produk tekstil (TPT) dengan berbagai jenis produk, termasuk pakaian jadi, kain, benang, dan aksesori tekstil. Produk TPT Indonesia memiliki reputasi kualitas yang baik dan kompetitif di pasar internasional. Tujuan ekspor TPT : AS, Jepang, Uni Eropa, dan negara-negara di Asia Tenggara. 7) Alas Kaki. Produk alas kaki yang diekspor mencakup sepatu, sandal, sepatu olahraga, dan sepatu kulit. Adidas Indonesia merupakan kontributor terbesar ekspor industri TPT dan alas kaki dengan ekspor US$ 2,54 miliar pada 2022. Tujuan ekspor alas kaki Indonesia : AS, Belgia, Inggris, Italia, Meksiko, dan Panama.
8) Elektronik, Kualitas yang kompetitif dan biaya produksi yang lebih rendah membuat produk elektronik Indonesia diminati berbagai negara. AS, Taiwan, Korsel, Jepang, Singapura, Uni Eropa, dan negara-negara Asia Tenggara menjadi tujuan utama ekspor elektronik Indonesia. Pada periode Januari-Juli 2022, ekspor elektronik Indonesia US$ 9,43 miliar, naik 18,9 % dibanding tahun sebelumnya. 9) Komponen Kendaraan Bermotor. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pertumbuhan ekspor mobil dalam bentuk utuh (completely built-up/CBU) dari Indonesia. Total ekspor CBU 166.176 unit. Ekspor komponen mobil juga meningkat signifikan pada awal 2023, hingga April lalu, mencapai 55,57 juta buah. Tujuan utamanya : AS, Inggris, Jerman, Cina, dan Pakistan. 10) Furnitur, sektor padat karya yang menjadi penopang kemajuan ekspor Indonesia. Data per Desember 2022 mencatat utilisasi industri furnitur berada di angka 74,16 %. Sepanjang lima tahun terakhir, kinerja ekspor industri furnitur Indonesia terus meningkat. Pada 2022, nilai ekspor industri furnitur kayu dan rotan terpantau cukup stabil di angka US$ 2,9 miliar. Tujuan ekspornya : Denmark, Kanada, Swedia, Australia, Afsel, dan Italia. (Yetede)
Produksi Migas Terus Meningkat, Kinerja Pertamina Hulu Energi Kian Kokoh
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan tulang punggung produksi minyak dan gas (migas) nasional. Mengemban peran penting ini, PHE tak pernah surut menggelontorkan investasi dan berinovasi untuk terus mendongkrak produksi. Sepanjang tahun ini, PHE menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$ 5,7 miliar atau sekitar Rp 86,07 triliun. Berbekal dana itu, manajemen PHE optimistis mampu mencapai target produksi minyak sebanyak 595 ribu barel per hari (bph) dan gas 2.763 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) di tahun 2023 ini. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, pihaknya memiliki dua strategi untuk mendongkrak kinerja sektor hulu migas ini. Strategi yang pertama adalah meningkatkan kegiatan pengeboran non-konvensional. Melengkapi strategi yang pertama, Pertamina menyiapkan akuisisi blok migas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Wiko Migantoro menjelaskan, guna mendongkrak produksi migas sepanjang tahun ini, PHE akan mengebor 32 sumur eksplorasi. Sebanyak 28 sumur berada di dalam negeri dan empat di luar negeri.
Saatnya Mengevaluasi Program Hilirisasi Mineral
IMF dalam laporan terbarunya meminta Indonesia menghapus kebijakan pembatasan ekspor nikel secara bertahap karena dinilai akan merugikan Indonesia. Permintaan yang tertuang dalam dokumen "IMF Executive Board Concludes 2023" itu menyebutkan kebijakan penghiliran, terutama untuk nikel, harus berlandaskan analisis biaya dan manfaat lebih lanjut. Presiden Jokowi melarang ekspor bijih nikel mulai 1 Januari 2020 dengan tujuan mendapatkan nilai tambah melalui program penghiliran dengan mengolahnya di dalam negeri. Setelah nikel, larangan ekspor juga berlaku untuk bijih bauksit, bahan baku aluminium, mulai tahun ini. Hasilnya, nilai ekspor produk nikel Indonesia mencapai US$ 30 miliar (Rp 450 triliun) pada 2022, melonjak sepuluh kali lipat lebih ketimbang perolehan pada 2013. Fasilitas peleburan nikel dikembangkan di banyak tempat dan pembangunan pabrik pembuat baterai kendaraan listrik disiapkan.
Kendati nilai ekspor naik drastis, tujuan utama program penghiliran mineral tidak serta-merta sepenuhnya tercapai. Sebab, Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi yang mengkaji data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menemukan masih masifnya penyelundupan bijih nikel dari Indonesia ke Cina. Sepanjang Januari 2020-Juni 2022, satuan tugas itu mencatat ekspor bijih nikel ilegal lebih dari 5 juta ton. Fakta lain, lonjakan drastis nilai ekspor produk nikel tidak berdampak pada cadangan devisa Indonesia. Terbukti, nilai cadangan devisa merosot US$ 7,7 miliar pada 2022 dibanding pada tahun sebelumnya. Maraknya tambang nikel ilegal di sejumlah daerah, dan mudahnya barang “haram” itu dikirim ke luar negeri, dicurigai menjadi penyebab gagalnya kita mendapat berkah dari naiknya permintaan global atas komoditas tersebut. Belum lagi jika menghitung kerugian besar berupa kerusakan lingkungan, seperti dampak pencemaran dari limbah tailing dan pembukaan hutan serta sisa lubang tambang dari eksploitasi penambangan mineral di banyak daerah di Indonesia. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









