Lingkungan Hidup
( 5781 )INDUSTRI MIGAS DAN EBT : INVESTASI SEKTOR ENERGI BERTAJI
Kegiatan investasi di sektor energi Tanah Air masih menjanjikan. Sejumlah investor memastikan untuk menggelontorkan penanaman modal hingga ratusan triliun, baik untuk sektor minyak dan gas maupun energi baru terbarukan. Komitmen investasi tersebut menjadi satu strategi meyeimbangkan tata kelola energi di Indonesia, baik yang masih bersumber dari migas maupun energi terbarukan.PT Pertamina Hulu Borneo, misalnya mengumumkan sebagai pengelola Wilayah Kerja Peri Mahakam bersama dengan Eni Peri Mahakam Ltd. Kontrak kerja sama ditandatangani pada 30 Mei 2023.Eni akan menjadi operator selama masa eksplorasi, lalu Pertamina akan menjadi operator untuk masa pengembangan. Kontrak kerja sama WK Peri Mahakam akan berlaku selama 30 tahun dengan menggunakan skema cost recovery.Nilai investasi pada 3 tahun pertama masa eksplorasi sebesar US$7,2 juta setara dengan Rp107,67 triliun (asumsi kurs Rp14.955 per dolar AS) yang meliputi kegiatan studi G&G, akuisisi, dan processing150 km2 data seismik 3D, serta pengeboran satu sumur eksplorasi.
Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Wiko Migantoro mengatakan pengelolaan WK Peri Mahakam akan menjadi salah satu fokus eksplorasi PHE demi menunjang ketahanan energi dan penguatan portofolio perusahaan.
WK Peri Mahakam yang berada di Kalimantan Timur memiliki posisi strategis dengan potensi besar untuk bersinergi dengan lapangan-lapangan migas lain di sekitarnya yang juga dioperasikan oleh Pertamina dan Eni. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menjelaskan bahwa dalam rangka menjaga ketahanan energi Pertamina mendorong Anak Usaha sektor hulu meningkatkan produksi dan cadangan di lapangan Migas dalam Negeri, termasuk di Wilayah Kerja Peri Mahakam.
Dalam perkembangan lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan kerja sama pengembangan panas bumi dengan Selandia Baru. Nilai investasi yang digelontorkan senilai 15,6 juta dolar Selandia Baru atau sekitar Rp147,8 miliar.Direktur Panas Bumi ESDM Harris Yahya mengatakan komitmen pendanaan tersebut antara Indonesia dan Selandia Baru tidak dalam dalam bentuk uang tunai.
RESTRIKSI UNI EROPA : HARAP-HARAP CEMAS KOMODITAS
Pemerintah Indonesia menyodorkan adopsi sertifikasi lokal dalam verifikasi komoditas ekspor bebas deforestasi Uni Eropa guna mencegah potensi kerugian hingga Rp104 triliun. Sebanyak 17 juta pekebun asal Indonesia tengah harap-harap cemas dengan langkah pemerintah dalam merespons penerapan undang-undang baru antideforestasi yang disahkan Komisi Eropa. Regulasi baru bernama European Union Deforestation Free Regulation (EUDR) itu mewajibkan komoditas seperti minyak sawit, daging sapi, kayu, kopi, coklat, hingga karet tidak berasal dari lahan hasil deforestasi. Beleid EUDR yang diterapkan sejak 16 Mei 2023 dan berlaku efektif 18 bulan mendatang atau Desember 2024 bisa mengancam nasib 17 juta pekebun yang mengandalkan ekspor produk kehutanan ke Eropa. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyadari keresahan para pekebun itu. Dia mengatakan EUDR memang bisa berdampak langsung kepada 15 juta pekebun—17 juta pekebun Indonesia. Tak hanya itu, produk ekspor Indonesia senilai US$7 juta atau sekitar Rp104,7 triliun (kurs Rp14.962 per dolar AS) pada ekspor komoditas perkebunan dan peternakan Indonesia bisa menguap. Selain itu, negara juga akan diklasifikasikan menjadi tiga kategori berdasarkan risikonya, yaitu risiko tinggi (high risk), risiko standar (standard risk), dan risiko rendah (low risk). Dampak lainnya dari EUDR yaitu pengenaan bea tambahan produk sesuai dengan risiko deforestasi yaitu produk berisiko tinggi mendapatkan bea tambahan sebanyak 8%, risiko sedang 6%, dan risiko rendah 4%. Dalam kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif Koordinator ESG PT Bank UOB Indonesia Susanto Lukman menuturkan sektor kelapa sawit masih memiliki prospek bisnis cerah di tengah risiko El Nino pada akhir 2023.Fenomena El Nino memang berisiko menurunkan suplai crude palm oil (CPO). Namun, di sisi lain juga berpotensi mengerek harga CPO lebih tinggi. Riset UOB memperkirakan harga CPO pada tahun ini akan tembus RM4.000 per ton.
Kapasitas Industri Kertas Melesat Jadi 19,4 Juta Ton
JAKARTA,ID-Indonesia akan makin memperoleh posisi sebagai 10 besar negara produsen pulp dan kertas dunia seiring rampung pabrik kertas kemasan (paperboard) Asia Pacifik Resource International Limited (APRIL Group) di Pangkalan Kerinci, Riau pada kuartal IV-2023. Pabrik dengan nilai investasi Rp33,4 triliun tersebut, akan menambah kapasitas industri kertas nasional menjadi 19,4 juta ton per tahun. "Konstruksinya masih berjalan mudah-mudahan di kuartal IV tahun ini bisa selesai pembangunannya," kata Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit usaha APRIL Group, Sihol Aritonang dalam acara kontribusi APRIL Group terhadap Perekonomian Indonesia di Jakarta, Kamis (13/07/2023). Dengan nilai investasi jumbo yang merupakan yang terbesar bagi RAPP selama 30 tahun terakhir, APRIL Group akan mampu menghasilkan 1,2 juta ton kertas kemasan lipat bersifat mudah terurai dan di daur ulang, tiap tahunnya. Selain itu, investasi senilai puluhan triliun tersebut juga akan berpengaruh pada peningkatan produk kraft pulp sebanyak 1,06 juta ton, serta 600 ribu ton Bleached Chemi-Thermo Mechanical Pulp (BCMO). (Yetede)
Di Balik Harga Minyak yang Tertukar
Melesetnya realisasi dengan asumsi harga minyak mentah dalam APBN 2022 memaksa pemerintah merogoh kocek lebih dalam untuk pembiayaan energi. Pada tahun ini, setidaknya hingga semester I, situasinya terbalik. Harga asumsi justru lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi. Pada triwulan I-2022, di tengah tren peningkatan harga-harga komoditas seiring pulihnya pandemi Covid-19, konflik bersenjata Rusia-Ukraina meletus. Harga energi, termasuk minyak mentah, pun kian bergejolak. Pada kurun Maret-Juli 2022, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian crude price/ICP) yang ditetapkan Kementerian ESDM selalu di atas 100 USD per barel. Puncaknya terjadi pada Juni 2022, yakni 117,62 USD per barel. Bandingkan dengan asumsi ICP pada APBN 2022 yang hanya 63 USD per barel. Di tengah harga minyak mentah yang membubung tinggi kala itu, pemerintah coba menahan harga jual eceran solar (disubsidi) dan pertalite (dikompensasi) demi menjaga daya beli masyarakat.
Pada 26 Agustus 2022, dengan kurs Rp 14.700 per USD, Kemenkeu mencatat, harga jual solar Rp 5.150 per liter atau hanya 37 % dari harga keekonomian. Sementara harga pertalite Rp 7.650 per liter atau 53 % dari harga keekonomian. Artinya, selisihnya ditanggung kas negara. Karena keterbatasan anggaran dan kenaikan konsumsi BBM, pemerintah akhirnya menaikkan harga kedua jenis BBM itu pada 3 September 2022. Harga pertalite dinaikkan menjadi Rp 10.000 per liter, sementara harga solar jadi Rp 6.800 per liter. Setelah itu, di tengah harga dan situasi yang belum pasti harga ICP justru cenderung turun. Pada April 2023, misalnya, ICP tercatat 79,12 USD per barel, lalu turun menjadi 70,12 USD per barel pada Mei 2023 dan 69,36 USD per barel pada Juni 2023. Harga ICP pada Juni 2023 tercatat sebagai yang terendah sejak Mei 2021 (65,49 USD per barel). Kendati berada di level yang lebih rendah, Menteri ESDM Arifin Tasrif, pekan lalu, mengisyaratkan bahwa pemerintah belum akan menurunkan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat. Selain karena kurs rupiah yang masih sekitar Rp 15.000 per USD, konflik Rusia-Ukraina juga belum jelas kapan mereda. (Yoga)
Harga CPO Diprediksi Naik
Harga CPO pada semester II-2023 diproyeksikan naik hingga 3.800-4.200 ringgit Malaysia. Hal ini didorong meningkatnya permintaan CPO akibat penurunan stok dan produksi minyak nabati lainnya. Di sisi lain, kemampuan Indonesia untuk menyuplai CPO berpotensi terganggu. Merujuk data Refinitiv, per- usahaan penyedia data pasar finansial dan infrastruktur global, harga CPO hanya bergerak dalam kisaran 3.000-4.000 ringgit Malaysia (RM) per ton sejak Juli 2022. Nilai CPO belum pernah menyentuh di atas 4.000 RM per ton hingga saat ini. Director Asean Plantation Research UOB Kay Hian, Leow Huey Chuen, mengatakan, harga CPO akan berangsur-angsur pulih. Hal ini berdampak positif bagi dua negara produsen CPO terbesar di dunia, yakni Indonesia dan Malaysia.
”Perdagangan CPO pada semester II tahun 2023 diprediksi terjadi pada harga 3.800-4.200 RM per ton,” ujarnya dalam diskusi yang diselenggarakan UOB dan South Pole, di Jakarta, Rabu (12/7). Mengutip data UOB Kay Hian, produksi CPO Indonesia diperkirakan 47,2 juta ton dan Malaysia 18,5 juta ton pada 2023. Total produksi kedua negara itu setara 81,6 persen produksi CPO dunia pada 2023, yakni 80,5 juta ton. Pada saat bersamaan, permintaan CPO dunia diperkirakan mencapai 78,5 juta ton pada 2023, meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu 75,3 juta ton. Kenaikan permintaan CPO disebabkan harganya yang kian kompetitif terhadap minyak nabati lainnya, seperti kanola, kedelai, dan bunga matahari. Di sisi lain, penurunan hingga 50 % stok minyak nabati di China diperkirakan memantik impor CPO. Hal yang sama juga dapat dilakukan India mengingat pertumbuhan industri pengolahan CPO yang kian gencar. Sementara itu, meningkatnya harga minyak kanola di Eropa sehingga kini lebih tinggi ketimbang harga CPO membuka peluang permintaan baru. (Yoga)
MENJELANG EL NINO : JURUS BERKELIT DARI ANCAMAN DEFISIT BERAS
Rencana pemerintah mendongkrak produksi beras nasional sudah waktunya dieksekusi secepatnya, seiring dengan fenomena El Nino yang akan memangkas produktivitas pangan. Tidak ada rasa khawatir yang melebihi kekhawatiran kekurangan beras. Hal itu terungkap dalam Rapat Terbatas di Komplek Istana Kepresiden Jakarta pada Senin (10/7). Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menginstruksikan Kementerian Pertanian untuk menggenjot produksi beras. Ancaman El Nino pada tahun ini dianggap nyata sehingga perlu kerja keras guna mencegah krisis pangan di Tanah Air. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menceritakan bahwa Presiden telah memberikan peringatan kepada bawahannya untuk menggenjot produksi beras guna menjaga ketersediaan pangan di dalam negeri. “Jelas, pak Mentan diminta menggenjot produksi ,” ujarnya di Istana Kepresidenan. Penanaman padi, lanjutnya, harus dipercepat selagi masih ada hujan pada beberapa bulan terakhir menjelang El Nino yang diprediksi terjadi pada Agustus—September 2023. Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) yang dihimpun Bisnis, produksi beras dalam negeri mulai menunjukkan penurunan dari puncak panen pada Maret 2023. Adapun, realisasi produksi beras pada Maret 2023 sebesar 5,12 juta ton, kemudian anjlok pada April menjadi 3,6 juta ton. Tren penurunan produksi beras masih berlanjut pada bulan berikutnya yaitu Mei 2023 menjadi sebesar 2,7 juta ton. Secara total, produksi beras sepanjang Januari—Mei 2023 sebanyak 15,68 juta ton, sedangkan konsumsi beras selama periode tersebut sebanyak 12,69 juta ton. Dalam kesempatan terpisah, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menengarai harga beras kualitas medium sedang naik, kendati tidak signifikan. Menyitir panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan rata-rata harga beras medium secara nasional sebesar Rp11.890 per kilogram. Harga tersebut melampaui harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp10.900 per kilogram.
Terkait dengan komoditas beras, Ketua Komunitas Industri Beras Rakyat (Kibar) Syaiful Bahari menyatakan Indonesia terancam defisit beras pada tahun ini. Dia memperkirakan produksi beras tahun ini bakal menyusut dari tahun lalu. Syaiful menyatakan produksi beras nasional tahun ini hanya sebesar 24,15 juta ton, sementara angka konsumsi diperkirakan mencapai 31 juta ton. “Kita akan mengalami defisit beras sekitar 6,85 juta ton,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (11/7). Syaiful memperkirakan produksi gabah kering giling (GKG) pada musim tanam II yang berlangsung selama Mei hingga Agustus 2023 sebanyak 14,7 juta ton atau setara dengan beras sekitar 7,35 juta ton. Selain disebabkan ancaman El Nino, penurunan beras disinyalir turut dipicu oleh faktor produksi lainnya. Faktor itu seperti keterbatasan akses petani terhadap pupuk dan bibit yang berkualitas. Dalam kesempatan terpisah, Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas) Yusuf Wibisono mengatakan bahwa produksi beras nasional menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Alasannya, produksi beras cenderung stagnan terjadi sejak 2018.
PENGEBORAN SUMUR BARU : Kandungan Minyak SLC Lampaui Target
Hasil uji yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) untuk pengeboran sumur baru dengan kandungan minyak Sumatera Light Crude (SLC) di wilayah kerja (WK) Rokan, Riau menghasilkan kapasitas produksi yang melampaui target.Pertamina, melalui anak usahanya yakni PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil melakukan tes awal pengeboran di sumur tersebut.Executive Vice President Upstream Business PHR WK Rokan Edwil Suzandi mengatakan bahwa sumur baru tersebut yakni Sikladi 34 atau disebut SD034 (NW1) yang berada di Lapangan Sikladi, Riau. Dari tes sumur yang dilakukan pada Minggu (9/7) didapati hasil produksi sumur ini menunjukkan hasil yang baik. Edwil menambahkan, hasil yang positif itu makin memacu PHR untuk terus mencari peluang baru dan mengoptimalkan produksi yang ada.
Selain keberhasilan sumur Sikladi, hasil positif juga datang dari lapangan Pinang yakni dari sumur workover(perbaikan) Pinang 52 yang didapati hasil produksi pada Minggu (9/7) sebanyak 614 BOPD, meningkat 572 BOPD dari produksi sebelumnya yakni 42 BOPD.
Presiden Minta Mentan Genjot Produksi Beras
JAKARTA,ID-Presiden Joko Widodo (Jokowi) memrintahkan menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Lampo menggenjot produksi beras guna menjaga stok nasional seiring perkiraan fenomena El Nino atau musim cuaca abnormal yang terjadi pada kuartal III-2023. "Yang jelas, Pak Mentan diminta menggenjot produksi. jadi mumpung masih ada hujan, kemudian boleh tanam, sehingga 110 hari kemudian masih punya beras," kata Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi usai rapat yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, jakarta, Senin (10/07/2023). Menurut Arief, Kepala Negara juga memerintahkan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso untuk terus menyerap beras produksi petani. Pemerintah juga sudah mengamankan pengadaan beras dari impor 2 juta ton untuk 2023, namun baru terealisasi 500 ribu ton. Sepanjang Januari-Juli 2023, Bulog telah menyalurkan cadangan beras pemerintah (CBP) diantaranya sekitar 639 ribu ton untuk bantuan pangan beras kepada 21,35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan 600 ton lainnya untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan. (Yetede)
Komoditas Karet Dianggap Hanya ”Anak Tiri”
Ketua Umum Dewan Karet Indonesia Azis Pane mengatakan, Indonesia merupakan negara penghasil karet terbesar nomor dua di dunia setelah Thailand. Namun, perhatian pemerintah seolah tak terlihat pada komoditas karet. ”Karet menjadi ’anak tiri’ ketimbang komoditas perkebunan lainnya. Rentetan masalah yang menerpa industri karet tak akan kunjung selesai jika pemerintah tidak memberikan perhatian serius,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (9/7/2023). (Yoga)
Java Coffee Culture
Acara Java Coffee Culture diselenggarakan di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (9/7/2023). Acara yang diinisiasi Bank Indonesia ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang kekayaan kopi Nusantara. Selain itu, mendorong kemunculan produsen kopi skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan produk berkualitas ekspor. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









