Lingkungan Hidup
( 5781 )Saat Tambang Belum Mampu Tekan Kemiskinan di Sulteng
Pertambangan nikel yang tumbuh pesat di Sulteng di satu sisi membawa investasi modal triliunan rupiah dan menghasilkan aktivitas ekonomi luar biasa. Di sisi lain, tingkat kemiskinan bertambah pula. Darma Kusuma (32), warga Desa Bente, Kabupaten Morowali, Sulteng, mengaku sejak beberapa bulan terakhir harga sejumlah kebutuhan pokok melonjak tinggi, harga elpiji ukuran 3 kg Rp 70.000 per tabung, jauh di atas harga normal sekitar Rp 20.000 per tabung. ”Bahkan, pernah sampai Rp 100.000 per tabung. Sayur-mayur, seperti kangkung dan bayam, sebelumnya Rp 10.000 per tiga ikat, sekarang seikat kecil Rp 5.000. Harga mulai tinggi sejak kenaikan harga BBM,” katanya. Darma mengaku, walau kondisinya demikian, hingga saat ini hampir setiap hari gelombang pencari kerja selalu berdatangan. Keberadaan industri nikel membuat orang-orang dari luar Morowali, bahkan luar Sulteng, berdatangan mencari kerja. ”Rumah-rumah kos penuh. Setiap hari di lokasi proyek orang-orang antre memasukkan lamaran kerja. Banyak yang berdatangan walau tidak serta-merta mereka diterima bekerja,” ujarnya.
Pemprov Sulteng menyatakan, inflasi, tingkat pengangguran terbuka, hingga belum tuntasnya penyaluran bantuan sosial adalah penyebab meningkatnya angka kemiskinan. Intervensi kebijakan penguatan UMKM sebagai upaya pemulihan pascabencana dan pandemi Covid-19 juga belum mampu mendorong produktivitas sumber daya di kawasan perdesaan. Hal itu dikatakan Kepala Bappeda Sulteng Christina Shandra Tobondo, Jumat (21/7), ”Ada banyak faktor penyebab naiknya angka kemiskinan, di antaranya kinerja perekonomian daerah Sulteng triwulan I-2023 tumbuh minus 0,79 %. Selain itu, progres penyaluran bantuan sosial untuk program sembako tahap I-2023 baru 88,2 %,” katanya. Berdasarkan data BPS, penduduk miskin di Sulteng pada Maret 2023 sebesar 395.660 orang, bertambah 5.950 orang dibandingkan dengan September 2022. Persentase penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 12,41 %, naik 0,11 % ketimbang September 2022, dan naik 0,08 % daripada Maret 2022. (Yoga)
Kemiskinan Meningkat di Sentra Nikel
Kendati berstatus wilayah pusat pengolahan nikel dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, persentase penduduk miskin di Sulawesi dan Maluku justru naik ketika angka kemiskinan turun di wilayah lain di Indonesia. Hilirisasi tambang yang gencar dijalankan selama tiga tahun terakhir belum berhasil mengerek kesejahteraan warga setempat. Efek ganda hilirisasi ini masih perlu dioptimalkan. Data Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2023 yang dirilis BPS awal pekan ini menunjukkan, persentase penduduk miskin di Sulawesi mencapai 10,08 % total populasinya atau 2,04 juta orang. Sulawesi mencatat tingkat kemiskinan tertinggi ketiga nasional setelah Maluku dan Papua (19,68 %) serta Bali dan Nusa Tenggara (13,29 %). Berdasarkan kelompok pulau, Sulawesi adalah satu-satunya wilayah yang mengalami peningkatan kemiskinan per Maret 2023, naik 0,02 % poin dari 10,06 % pada September 2022.
Padahal persentase penduduk miskin secara nasional turun dari 9,57 % menjadi 9,36 %, kemiskinan tercatat naik paling tinggi di sentra penghasil dan pengolah nikel terbesar di Sulawesi, yaitu Sultra, yang kemiskinannya naik dari 11,27 % pada September 2022 jadi 11,43 % pada Maret 2023. Peningkatan persentase kemiskinan tertinggi kedua ada di Sulteng, yang juga sentra pengolahan nikel, kemiskinan naik dari 12,30 % menjadi 12,41 %. Di Sulsel, wilayah penghasil nikel lainnya, kemiskinan juga naik dari 8,66 % menjadi 8,70 %. Persentase penduduk miskin pun terpantau naik di wilayah penghasil dan pengolah nikel lainnya, seperti Maluku dan Maluku Utara. Per Maret 2023, kemiskinan di Maluku naik dari 16,23 % pada September 2022 menjadi 16,42 %.
Kemiskinan di Maluku Utara naik dari 6,37 % menjadi 6,46 %. Naiknya angka kemiskinan itu kontras dengan pertumbuhan ekonomi tinggi yang dicapai wilayah-wilayah itu setelah gencarnya hilirisasi nikel. Kepala Center of Trade Investment and Industry Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho, Kamis (20/7) menilai, angka kemiskinan yang tinggi di sentra-sentra pengolahan nikel itu berkaitan dengan dampak penciptaan lapangan kerja dari hilirisasi tambang yang kurang inklusif. Hal itu membuat efek pengganda (multiplier) dari hilirisasi belum terlalu terasa bagi masyarakat sekitar meskipun berdampak signifikan secara makro bagi pertumbuhan produk domestik regional bruto dan pertumbuhan ekonomi nasional. Akibatnya, angka pengangguran di wilayah-wilayah sentra nikel masih tinggi dan kemiskinan meningkat. (Yoga)
Sektor Hulu Migas Masih Dibutuhkan
Sektor hulu migas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam transisi energi, terutama pada program ketahanan energi. Oleh sebab itu, investasi hulu migas perlu digalakkan agar produksi dapat mencapai target yang dibutuhkan selama transisi energi berlangsung. Wakil Presiden Asosiasi Perminyakan Indonesia (IPA) Ronald Gunawan, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/7) mengatakan, transisi energi adalah suatu keniscayaan dan tidak terhindarkan. Dalam proses peralihan itu, migas masih dibutuhkan sembari pemerintah mengembangkan energi baru dan terbarukan. ”Ketahanan energi atau energy security adalah hal utama dalam transisi energi. Transisi dari energi fosil ke energy bersih memerlukan waktu. Di situlah peran migas meski nantinya gas yang akan berperan penting untuk transisi energi, tapi minyak akan tetap dipakai,” kata Ronald. Berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional, kebutuhan minyak pada 2050 mencapai 3,97 juta barel per hari, meningkat 250 % dibandingkan dengan konsumsi saat ini.
Oleh sebab itu, pemerintah melalui SKK Migas menargetkan produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari pada 2030 dalam rangka mencapai ketahanan energi. Selain ketahanan energi, upaya untuk mengurangi emisi sebagai bagian dari transisi energi juga dilakukan dengan menerapkan teknologi carbon capture storage/carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS). Teknologi ini digunakan untuk menangkap karbon dioksida, sekaligus meningkatkan produksi migas dengan menyuntikkan karbon dioksida ke dalam reservoir. Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong menambahkan, CCS/CCUS dapat menjadi peluang bisnis baru mengingat Indonesia memiliki banyak reservoir. Hal ini turut menjadi usulan dalam bentuk dokumen kajian (white paper) dari para pemangku kepentingan di ajang IPA Convention and Exhibition 2023 yang digelar pada 25-27 Juli mendatang di ICE BSD, Tangerang, Banten. (Yoga)
Tanggap Darurat Kelaparan di Papua Tengah
Warga di dua kecamatan atau distrik, yaitu Agandugume dan Lambewi, di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, kesulitan pangan. Bupati Puncak Willem Wandik dalam siaran pers, Kamis (20/7/2023), mengatakan, sekitar 3.000 warga di Distrik Agandugume dan 4.000 warga di Distrik Lambewi terdampak. Cuaca ekstrem dengan suhu udara sangat dingin dan tanpa hujan melanda dua distrik itu sejak Mei. Akibatnya tanaman warga, seperti ubi dan keladi, rusak. Pemkab Puncak telah menetapkan status tanggap darurat dua bulan. Namun, pengiriman bantuan makanan ke dua distrik ini terkendala faktor keamanan. (Yoga)
Efek Harga Gandum ke Kinerja Emiten
Rusia kembali berulah. Awal pekan ini, Rusia menolak memperpanjang perjanjian Black-Sea Grain Initiative atau Perjanjian Biji-bijian Laut Hitam. Kesepakatan tersebut berakhir pada 17 Juli 2023 lalu, sejak pertama kali diberlakukan pada 27 Juli 2022 dan bisa diperbarui secara bertahap.
Perjanjian tersebut merupakan inisiasi Turki dan PBB, yang ditandatangani bersama Rusia dan Ukraina. Lewat perjanjian ini, Ukraina bisa mengekspor komoditas biji-bijian melintasi Laut Hitam. Ini pasca serangan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Sebelumnya, akibat serangan awal Rusia, pengiriman jagung, gandum, jelai serta minyak bunga matahari Ukraina, diblokade pasukan Rusia dan membuat harga pangan dunia mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di Maret 2022.
Equity Research Analyst
Mirae Asset Sekuritas, Rut Yesika Simak menilai, keputusan Rusia mengakhiri perjanjian
Black-Sean Grain Initiative
bisa berdampak terhadap keamanan ekspor pangan Ukraina.
"Permintaan
grain
tetap tinggi. Tapi pasokan dapat berkurang karena ada ancaman dari Rusia yang dapat menghambat proses ekspor," kata Rut, kemarin.
Founder
Traderindo.com, Wahyu Triwibowo Laksono sepakat, ada potensi harga gandum dunia bisa kembali menguat. "Adanya isu pasokan, berpotensi menaikkan harga gandum," ujar dia.
7 Dampak El Nino di Bidang Pertanian yang Perlu Diwaspadai
ANOMALI cuaca yang disebabkan El Nino diperkirakan masih berlangsung di Indonesia. Ancaman El Nino diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2023. El Nino sendiri memiliki dampak yang beragam di tingkat global. Pertanian merupakan salah satu sektor utama ekonomi yang dapat terkena dampak parah dari fenomena El Nino. Kekeringan yang disebabkan El Nino menjadi ancaman utama terhadap produksi pangan. Lalu, apa yang dimaksud dengan El Nino? Apa saja dampaknya di bidang pertanian yang perlu diwaspadai? Lebih jelasnya simak infomasi berikut ini. El Nino adalah fenomena alam berupa pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normal di Samudra Pasifik bagian tengah. Pemanasan ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan di wilayah tersebut dan mengurangi curah hujan di Indonesia.El Nino menimbulkan dampak beragam di seluruh belahan dunia. Saat terjadi El Nino, beberapa negara di kawasan Amerika Latin, seperti Peru, akan mengalami peningkatan curah hujan. Sedangkan dampak El Nino di Indonesia secara umum adalah berkurangnya curah hujan. Dengan kata lain, El Nino menyebabkan kekeringan di wilayah Indonesia secara umum. (Yetede)
Terkendala Rig, Produksi Belum Optimal
Upaya Indonesia mengejar target produksi minyak dan gas bumi melalui pengeboran sumur pengembangan secara masif terkendala keterbatasan rig. Dibutuhkan solusi jitu dari masalah ini agar industri hulu migas nasional bisa fokus mencapai target produksi. Problem itu mengemuka dalam jumpa pers kinerja hulu migas semester I-2023 oleh Satker Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), di Jakarta, Selasa (18/7). Pada semester I-2023, realisasi pengeboran sumur pengembangan sebanyak 354 sumur. Adapun target 2023 sebanyak 991 sumur.
Dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM, Yogyakarta, Fahmy Radhi, saat dihubungi Rabu (19/7), mengatakan, kendala dalam industri pendukung migas, termasuk alat-alat pengeboran, seharusnya segera teratasi. Itu juga terkait pemenuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang berpotensi jadi kendala mengingat peralatan teknologi canggih tersebut berasal dari luar negeri. Menurut Fahmy, fleksibilitas mesti dikedepankan terkait hal-hal yang bersifat pendukung agar tak ada kendala lagi untuk segera memulai produksi dan meningkatkan produksi migas dalam negeri. Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo, Selasa, mengatakan, ”Masalahnya karena (ketersediaan) dari industri pendukung tidak ada. Rig tidak ada, SDM kurang, kendala pembebasan lahan, dan lainnya. Meski lebih baik dari tahun lalu, pengeboran masih menjadi PR (pekerjaan rumah),” kata Wahju. (Yoga)
Ketar-ketir Menjelang Musim Kering
PREDIKSI puncak musim kering akibat El Nino pada Agustus hingga September mendatang membuat Sutikno ketar-ketir. Petani di Desa Ngampel, Madiun, itu khawatir padi yang akan ia tanam pada musim kemarau kedua tahun ini tidak berbuah maksimal. Padahal, tanpa adanya El Nino pun, ia mesti merogoh kocek lebih dalam untuk biaya produksi pada masa tanam musim kemarau kedua ketimbang pada masa tanam di musim hujan dan musim kemarau pertama setiap tahun. Ongkos mahal tersebut dikeluarkan Sutikno dan para petani lainnya untuk biaya irigasi dengan sistem bergilir dari sumur pompa yang berada di kawasan lahan sawahnya. Berdasarkan hitung-hitungannya, modal yang diperlukan untuk menggarap sepetak lahan pada musim kemarau kedua mencapai Rp 13 juta. Nominal itu lebih tinggi Rp 4 juta dibandingkan dengan masa tanam musim kemarau pertama pada Mei lalu. “Karena airnya harus beli dan butuh beberapa kali irigasi,” ujar dia kepada Tempo, kemarin, 19 Juli 2023. Ongkos itu belum termasuk biaya untuk pupuk. Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Kabupaten Madiun, Suharno, menyatakan, mayoritas petani di daerahnya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemarau panjang. Mereka berencana mengajukan surat keterangan pembelian solar bersubsidi lewat pemerintah desa masing-masing. Solar itu digunakan untuk mengoperasikan mesin pompa pada sumur dangkal yang masih ada di kawasan persawahan mereka. Mereka tak bisa mengandalkan mesin pompa sumur dalam yang menggunakan listrik karena jumlahnya terbatas. "Se-Kabupaten Madiun jumlah (pompa listrik) hanya 200-300 unit. Idealnya ada ribuan. "Tak hanya di Madiun, para petani di sentra produksi padi lainnya juga bersiap menghadapi musim kering dalam beberapa bulan ke depan. Abdul Somad, petani di Kecamatan Patampanua, Pinrang, mengatakan bahwa para petani di kampungnya telah menyiapkan pompa air untuk mengairi lahan atau sawah, apalagi saat ini tanaman padi di sana sudah berumur sebulan lebih. “Saya sudah siapkan pompa air,” ujar Comat—sapaan akrab Abdul. (Yetede)
Harga Emas Berkilau Laba Emiten Bersinar
Harga emas bergerak fluktuatif. Senin (17/7), harga emas untuk perdagangan kontrak Agustus 2023 mencapai US$ 1.961,50 per ons troi. Harga ini turun 0,15% dibandingkan akhir pekan lalu (14/7) yang masih ada di level US$ 1.964,40 per ons troi.
Meski begitu, jika dihitung secara mingguan, harga emas dunia masih menguat 1,65%. Ini sekaligus menjadi kenaikan terbesar harga emas dalam tiga bulan terakhir. Pada pekan pertama April 2023 (7/4), harga emas sempat menyentuh 2.044 per ons troi atau menguat sebesar 2,01%.
Kenaikan harga logam mulia, tak pelak, akan jadi sentimen positif bagi emiten emas di dalam negeri. Salah satunya PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Thomas Radityo menilai, kenaikan harga emas akan mendorong harga rata-rata atau
average selling price (ASP)
emas MDKA.
Thomas mengatrol estimasi harga rata-rata emas MDKA tahun ini jadi US$ 1,982 per oz, naik 11,1% dari estimasi US$ 1.784 per ons troi.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga bakal kecipratan berkah dari kenaikan harga emas. Analis MNC Sekuritas, Alif Ihsanario, menilai, emas masih akan jadi kontributor terbesar bagi emiten tambang pelat merah itu.
Alif merekomendasi beli saham ANTM dan HRTA dengan target masing-masing Rp 2.400 dan Rp 560. Thomas juga merekomendasi MDKA dengan target harga Rp 4.300.
INVESTASI MIGAS : MENCARI TUAN DI BLOK ANDAMAN
Keputusan Repsol Andaman B.V. yang memilih mengembalikan keseluruhan hak pengelolaan Blok Andaman III kepada negara, membuat blok yang berlokasi di Aceh itu berstatus open area. Dengan demikian, blok tersebut saat ini tak bertuan. Pemerintah siap untuk membuka lelang bagi investor yang berminat mengelola blok yang memiliki wilayah kerja hingga 8.517 km tersebut dengan kandungan minyak diperkirakan 1.893 juta barel oil (MMBO). “Kalau prosesnya sudah dikembalikan, termasuk data-datanya, maka statusnya menjadi open area dan pemerintah berhak melelangnya kepada investor lainnya,” kata Wakil Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf kepada Bisnis, Senin (17/7). Nanang menuturkan raksasa minyak dan gas (migas) asal Spanyol itu enggan mengajukan tambahan waktu eksplorasi (TWE) yang berakhir pada 29 Juni 2023. Sikap Repsol itu lantas membuat kontrak pengelolaan lapangan otomatis dikembalikan ke negara atau terminasi. Kendati terbuka untuk dilakukan lelang, pendekatan berbeda akan dilakukan oleh Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA). Menurut Kepala BPMA Teuku Mohamad Faisal, Petronas Andaman B.V tertarik untuk mengakuisisi saham mayoritas Blok Andaman III yang belakangan dilepas Repsol. “Karena partner-nya kan Petronas perusahaan internasional, dia kan masih ada share di situ 49%, bisa saja Petronas mau akuisisi tapi ini kan perlu proses,” kata Faisal kepada Bisnis. Repsol yang bertindak sebagai operator memegang hak partisipasi mayoritas mencapai 51%, sisanya hak partisipasi dipegang Petronas Andaman B.V setelah akuisisi pada 2019. Sebelumnya, Stakeholders Relations Manager Repsol Indonesia Amir Faisal Jindan menyatakan keputusan mundur dari hak pengelolaan lapangan Andaman III dengan pertimbangan pengeboran Sumur Rencong-1X yang tidak memuaskan atau dry hole pada akhir tahun lalu. Sumur eksplorasi lepas pantai itu terletak dengan kedalaman air laut sekitar 1.100 meter dengan mengambil jarak sekitar 42 kilometer dari garis pantai Aceh Utara.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









