Listrik Penambah Legit Gula Saka Lawang
Nagari Lawang di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, telah lama dikenal sebagai sentra penghasil gula saka atau gula merah dari tebu di Sumbar. Seiring perkembangan zaman, tempat penggilingan atau kilang tebu di sana bertransformasi. Dari semula menggunakan tenaga ternak lalu ke diesel, kini beralih ke energi listrik yang membuat gula saka Lawang semakin ”legit”. ”Kalau dulu, saat pakai diesel, berisik. Kalau ngobrol tidak akan terdengar. Selain itu, bapak saya (Syafrizal) pasti tidak akan sanggup menghidupkannya. Sekarang, beliau cukup menekan tombol di boks panel,” kata Desriyanto (28) saat dijumpai di Nagari Lawang, Rabu (14/6.
Desriyanto adalah Ketua KelompokTani Inovatif, yang beranggotakan pemilik penggilingan tebu di Nagari Lawang, 22 km barat daya Kota Bukittinggi atau 103 kilometer utara Padang, ibu kota Sumbar, yang terkenal sebagai sentra penghasil gula saka. Sebagian besar wilayah nagari berpenduduk 3.790 jiwa itu adalah perkebunan tebu yang diwariskan turun-temurun. Tidak hanya menanam, mereka juga mengolahnya menjadi gula saka. Ada 140 kilang tebu di wilayah tersebut. Desriyanto bersama dua anggota kelompoknya, yakni Datuk Syafri Jamal (54) dan Syaiful Bahri (38), menjadi yang pertama beralih ke listrik, sejak Mei 2022, melalui program penggunaan listrik untuk perkebunan dan pertanian atau electrifying agriculture dari PLN.
Keputusan menggunakan listrik untuk penggilingan tebu berbuah manis. Sebelumnya, untuk menggiling 1 ton bahan baku tebu menjadi 100 kilogram gula saka butuh biaya Rp 250.000 untuk membeli solar. Setelah berpindah ke listrik, biaya yang dikeluarkan cukup Rp 100.000 untuk membeli token. Dengan elektrifikasi, pengusaha penggilingan tebu juga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk diesel, seperti rutin mengganti oli atau onderdil mesin. Menurut Manajer Unit Layanan Pelanggan PLN Koto Tuo, Hilmy, saat ini, PLN sedang memproses 16 proposal dari kilang penggilingan tebu lain di Lawang untuk beralih ke listrik. Agar bisa menambah jumlah penerima manfaat, PLN tidak lagi menanggung seluruh biaya pemasangan listrik. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023