;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Rayuan Pulau Kelapa Tanpa Kelapa

09 May 2025

Ketika Ismail Marzuki menciptakan lagu "Rayuan Pulau Kelapa" pada tahun 1944 sebagai penghormatan bagi para pejuang kemerdekaan, mungkin yang dibayangkan sang komponis  besar negara ini adalah sebuah negeri kepulauan yang tidak saja merdeka, tetapi tampak begitu indah dengan dedauanan pohon kelapa melambai ramah kepada siapapun yang mencintai Indonesia. Bicara tentang pohon kelapa, ini adalah anugrah ciptaan Tuhan yang begitu bermanfaatnya. Akarnya yang berserabut merupakan pengikat tanah sekitarnya dari erosi pantai dan sungai. Batangnya dapat dimanfaatkan untuk membuat jembatan, atau diolah menjadi berbagai furniture dan perabot rumah tangga.  Serabut dari kulit kelapa dapat digunakan sebagai fiber, sementara batok buah kelapa biasa digunakan sebagai arang bakar. Daunnya yang muda-biasa disebut janur- dapat dimanfaatkan untuk membuat ketupat dengan aromanya yang khas. Bandingkan dengan ketupat plastik yang di Negeri Jiran disebut nasi imbit.

Namun, buah kelapa sungguh menawarkan banyak pilihan untuk diolah. Dalam beberapa bulan terakhir, harga kelapa di dalam negeri melonjak tajam. Pada Agustus 2024, harga kelapa untuk kebutuhan industri masih berada dikisaran Rp 3.500 per kg. Namun per April 2025, harga tersebut melonjak drastis menjadi Rp 8.500 per kg. Penyebab kenaikan harga yang begitu drastis itu bukan berasal dari satu faktor saja, melainkan merupakan akumulasi dari dinamika permintaan global yang melonjak. Permintaan global terhadap produk kelapa, terutama dari RRT. Negara tersebut mengalami ledakan konsumsi minuman berbasis kelapa seperti coconut latte, coconut milk, dan produk siap minum seperti coconut juice.  Sementara aturan ekspor di Indonesia khususnya untuk kelapa bulat  sangatlah lemah bahkan tidak jelas sehingga justru memperparah situasi. Negara-negara tetangga seperti Philipina dan Thailand sudah menerapkan berbagai regulasi seperti kuota, pajak ekspor yang tinggi, bahkan larangan ekspor untuk menjaga pasokan domestik dan menolong hilirisasi  (Yetede)

Pelaku Usaha Minta Jaminan Keekonomian karena Kewajiban Hilirisasi

08 May 2025

Pelaku usaha tambang batubara meminta pemerintah menjamin aspek keekonomian dalam kegiatan hilirisasi, baik dari sisi investasi maupun kepastian penyerapan produk, sebagai respons atas kebijakan pemerintah yang mewajibkan tujuh perusahaan pertambangan batubara untuk melaksanakan proyek hilirisasi. Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association, Hendra Sinadia, Rabu (7/5) mengatakan, meminta dukungan pemerintah seusai Kementerian ESDM mewajibkan tujuh perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) untuk menjalankan proyek hilirisasi batubara.

Kewajiban itu, menurut Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, di Jakarta, Selasa (6/5) menjadi syarat perusahaan PKP2B gelombang pertama yang mendapatkan perpanjangan kontrak menjadi izin usaha pertambangan khusus. Mereka ialah PT Arutmin Indonesia, PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Adaro Andalan Indonesia (AADI), PT Kideco Jaya Agung, PT Multi Harapan Utama (MHU), PT Tanito Harum, PT Berau Coal. ”Ini karena kewajiban pemerintah meminta kami untuk melakukan konversi batubara, yang istilahnya hilirisasi. Jadi, memang tugas pemerintah juga untuk menciptakan atau buat regulasi sehingga ini jadi ekonomis,” ujar Hendra.

Keekonomian usaha yang dimaksud salah satunya dalam hal investasi untuk teknologi konversi. Biaya teknologi yang besar, menurut Hendra, menjadi tantangan bagi penambang batubara. Hal ini berbeda dengan hilirisasi nikel yang lebih menarik bagi penambang karena biaya teknologinya relatif lebih murah. Selain itu, berkurangnya keberpihakan investor pada usaha komoditas batubara yang menyumbang emisi gas rumah kaca juga menjadi kendala besar lainnya. Sementara itu, negara yang kemungkinan menjadi mitra investasi adalah China, yang sudah berpengalaman mengonversi batubara menjadi gas.

Selain kepastian investasi dengan dana besar, perusahaan batubara, menurut dia, juga belum mendapat kepastian harga jual produk konversi. Contohnya, harga produk gasifikasi batubara, dimetil eter (DME), yang bisa menjadi alternatif pengganti elpiji. Karena ketersediaan DME di pasar global terbatas, harga yang tinggi berpotensi menjadi kendala bagi perusahaan pengelola gas menyerap produk tersebut, serta menghambat penciptaan nilai tambah bagi pelaku hilirisasi. (Yoga)


Kementerian ESDM Mendorong Bali untuk Mengembangkan Pembangkit Listrik PLTP

08 May 2025
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan  Konversi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Listiani Dewi mendorong Provinsi Bali untuk mengembangkan pembangkit listrik  tenaga panas bumi (PLTP) sendiri guna memperkuat pertahanan dan kemandirian energi di wilayahnya. Hal ini sebagai respon menyusul kejadian padam listrik massal atau blackout yang melanda seluruh wilayah Bali pada Jumat (2/5/2025) selama hampir 12 jam. "Aku cuma dorong, ini ada kesempatan untuk Bali mempunyai PLTP. Karena selama ini wilayah kerja panas buminya itu di wilayah Bedugul," kata Eniya dikutip dari kantor berita Antara di Jakarta. Dia menekankan pentingnya setiap pulau di Indonesia memiliki kemandirian energi yang tidak tergantung pada pasokan dari wilayah lain. Saat ini, sebagian besar pasokan listrik untuk Bali masih berasal dari sistem kelistrikan Jawa melalui jaringan kabel laut. Kondisi ini membuat sistem kelistrikan Bali rentan terganggu jika terjadi gangguan pada jalur transmisi tersebut. Menurut Eniya, Bali memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi panas bumi, khususnya di wilayah Bedugul. ia menilai peluang tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk membangun PLTO sebagai sumber energi bersih dan andal di daerah tersebut. (Yetede)

Bill Gates Nilai MBG Penting untuk Yang Membutuhkan

08 May 2025
Tokoh filantropi dunia sekaligus pendiri Gates Foundation, Bill Gates menekankan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesi untuk ibu hamil, menyusui, dan anak-anak. Hal tersebut menjadi fokus Bill Gates saat berkunjung ke SDN Jati 03, Pulogadung Jakarta Timur, bersama Presiden Prabowo Subianto pada Rabu untuk meninjau pelaksanaan Program MBG di SDN Jati 03 Pulogadung bersama Presiden Prabowo Subianto. "Dan tadi Pak Bill Gates memberikan apresiassi dan terkesan (impres) dengan apa yang dilakukan. Kemudian menekankan betapa pentingnya kepada Ibu hamil, menyusui dan balita," kata Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana di SDN Jati 03. Diketahui, Presiden Prabowo bersama tokoh filantropi dunia sekaligus pendiri Gates Foundation, Bill Gates menyapa warga sepanjang jalan dekat SDN Jati 03, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu. menurut Bill Gates, Program MBG ini harus tepat sasaran sebagaimana yang sudah diputuskan oleh Pemerintah Indonesia. "Iya menurut beliau ini program yang sangat penting dan terutama beliau menekankan kepada 1.000 hari pertama, yaitu ibu hamil, anak balita juga anak-anak yang masih butuh pertumbuhan," katanya. (Yetede)

Upaya Menstabilkan Harga di Pasar Domestik

08 May 2025
Industri nikel nasional tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya harga nikel global, terutama dipicu oleh melemahnya industri stainless steel di Tiongkok, yang selama ini menjadi pasar utama nikel Indonesia. Hendra Sinadia, Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA), menyatakan bahwa penurunan permintaan ini membuat pelaku industri harus fokus pada efisiensi biaya agar tetap bisa bertahan, meskipun biaya operasional terus meningkat.

Hendra juga mendesak pemerintah untuk meninjau kembali sejumlah regulasi yang dianggap membebani, seperti kewajiban retensi Dana Hasil Ekspor (DHE) dan kenaikan tarif royalti nikel melalui PP No. 19/2025, yang memperbesar beban pelaku usaha ketika harga nikel sedang lemah.

Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian ESDM melalui Tri Winarno, Dirjen Mineral dan Batubara, menyatakan bahwa pemerintah telah menyusun strategi stabilisasi harga berdasarkan hasil FGD dengan Universitas Gadjah Mada. Langkah-langkah yang akan ditempuh termasuk perencanaan produksi nasional, evaluasi RKAB, penerapan good mining practice, serta penetapan harga patokan mineral (HPM) sebagai batas bawah penjualan.

Sementara itu, Irwandy Arif, Ketua Indonesia Mining Institute, mengingatkan pentingnya pengendalian produksi nikel untuk menjaga keseimbangan antara suplai dan permintaan. Ia menekankan bahwa evaluasi RKAB dan revisi terhadap tarif royalti harus dilakukan segera agar tidak memperburuk kondisi industri yang sudah tertekan.

Saham Antam Melaju Rp 3.000

07 May 2025
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu saham favorit pelaku pasar, dengan kenaikan agresif selama sebulan terakhir hingga 81,43% ke level Rp2.540 di penutupan perdagangan Selasa (6/5/2025). Fundamental solid dengan lonjakan laba hingga 10 kali lipat, tren bullish harga emas, serta valuasi yang murah,  membuat analis percaya, saham produsen logam mulia ini akan terus melaju hingga Rp 3.000. "Melihat pola historis, arah pergerakan (ANTM) selanjutnya secara teknikal berpotensi menguji kembali level psikologis 3.00, yang merupakan area tertinggi pada tahun 2022. Jika momentum saat ini terus terjaga, level tersebut menjadi target rasional selanjutnya dalam jangka pendek hingga menengah," kata Invesment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan kepada Investor Daily. Topan melihat, kenaikan harga saham ANTM dalam sebulan terakhir didorong oleh beberapa sentimen utama. Pertama, lonjakan harga emas global yang mencapai rekor US$ 3.400 per troy ounce pada April 2025. Kenaikan ini dipicu oleh ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko resesi global. Sebagai produsen emas terintegrasi, Antam secara langsung mendapatkan keuntungan dari kondisi tersebut. (Yetede)

Kemenhub Melakukan Pengawasan Perusahaan Otobus Harus Dipertegas

07 May 2025
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku regulator angkutan transportasi darat diminta tegas melakukan pengawasan pada perusahaan otobus (PO). Pasalnya kecelakanaan angkutan umum khususnya bus pariwisata dan angkutan antar kota  antar provinsi (AKAP) masih terus terjadi. Teranyar, kecelakaan tunggal terjadi pada PO Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di ruas jalan Bukit Tinggi-Padang Panjang  di (6/5) pagi. Akibat peristiwa tersebut sebanyak 12 orang meninggal dunia, sedangkan 25 orang penumpang lainnya di laporkan mengalami luka-luka.  Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan mengatakan, apa yang terjadi pada kejadian kecelakaan tunggal di Padang Panjang merupakam kejadian berulang yang memerlukan pengawasan ketat dari regulator. "Ini kejadian berulang yang tidak kita inginkan. Apalagi bisa dibilang kejadian ini dugaannya kecelakaan tunggal sehingga yang jadi pertanyaan ada dua, pada kelayakan kendaraan atau bisa jadi human error," ujarnya kepada Investor Daily. Ia menjelaskan kecelakaan tunggal bus rentan terjadi meskipun pengemudi memiliki jam terbang yang tinggi. "Ini tanpa mendahului penyelidikan lebih dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kalau melihat video yang beredar dan berdasarkan informasi teman-teman PO di lapangan dugaan saya ini gabungan human error dan sistem pengereman yang bermasalah," ungkap Sani. (Yetede)

Bapanas mengusulkan intervensi Harga Ayam Hidup, Telur dan Bawang Putih

06 May 2025

Harga ayam hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah. Sementara harga bawang putih masih tinggi, di atas harga acuan penjualan. Bapanas menyebutkan, ketiga komoditas itu perlu segera diintervensi. Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto mengatakan, saat ini harga ayam hidup (livebird) dan telur ayam ras di tingkat peternak perlu diintervensi. Jika hal itu tidak dilakukan, peternak mandiri ayam pedaging dan petelur bisa semakin merugi. Per 4 Mei 2025, harga rerata nasional ayam hidup Rp 19.500 per kg atau 21,61 % di bawah harga acuan pembelian di tingkat peternak Rp 25.000 per kg. Sementara harga rerata telur ayam ras Rp 24.591 per kg, lebih rendah 7,2 % dari harga acuan pembelian di tingkat peternak Rp 26.500 per kg.

”Kondisi itu terjadi di 81 kabupaten/kota sentra ayam hidup dan 99 kabupaten/kota sentra telur ayam ras,” ujar Andriko dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (5/5). Untuk mengatasi problem itu, Bapanas telah menggulirkan program Bela Beli Telur dan Daging Ayam Ras. Melalui program itu, Bapanas bersama sejumlah kementerian/lembaga membantu penyerapan 1 ton daging ayam dan 1,2 ton telur ayam ras langsung dari peternak. Jumlah serapan itu masih relatif kecil. Untuk itu, Bapanas meminta setiap pemda, terutama di daerah-daerah sentra peternakan ayam pedaging dan petelur, turut menjalankan program tersebut. Bapanas juga telah meminta para integrator membeli ayam hidup dan telur ayam ras dari para peternak mandiri.

Bapanas juga telah mengimbau para pelaku industri pangan olahan untuk menyerap produksi daging dan telur nasional yang tengah surplus tersebut. Bapanas juga tengah berupaya menurunkan harga bawang putih. Bapanas meminta realisasi impor bawang putih segera ditingkatkan dan Satgas Pangan mengawasi distribusi bawang putih impor tersebut. BPS mencatat, per pekan I Mei 2025, harga rerata nasional bawang putih Rp 44.980 per kg, turun 1,51 % dibanding harga rerata nasional pada April 2025. Kendati begitu, harganya masih jauh di atas harga acuan penjualan (HAP) bawang putih di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah Rp 38.000 per kg. Harga bawang putih tertinggi berada di Kabupaten Intan Jaya dan Puncak yang tembus Rp 100.000 per kg. (Yoga)


Energi Terbarukan Jadi Pilar Cegah Krisis Listrik

06 May 2025
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) yang dipimpin Eniya Listiani Dewi mendorong kelanjutan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bedugul sebagai solusi jangka panjang untuk mencegah terulangnya insiden pemadaman listrik total (blackout) di Bali. Insiden blackout sebelumnya terjadi akibat gangguan pada kabel laut tegangan tinggi (SKLT) yang menghubungkan sistem kelistrikan Jawa-Bali, sehingga membuat pasokan daya ke Bali terputus total.

PLTP Bedugul dinilai strategis karena mampu memperkuat kemandirian energi Bali dengan sumber energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada pasokan listrik dari Jawa. Hal ini menjadi semakin penting mengingat kondisi geografis Bali yang rentan terhadap gangguan jaringan lintas pulau.

Sementara itu, Helmy Rosadi, Manajer Teknis PLTU Celukan Bawang, menegaskan bahwa pembangkitnya tidak terlibat dalam penyebab blackout, yang murni berasal dari gangguan transmisi eksternal. Ia menyebut gangguan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV di Jawa Timur sebagai pemicu utama yang menyebabkan ketidakseimbangan daya dan anjloknya frekuensi listrik di Bali.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah juga menugaskan PT PLN untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem operasional dan prosedur penanganan gangguan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Keseluruhan upaya ini menunjukkan pentingnya diversifikasi dan penguatan infrastruktur energi lokal, terutama berbasis sumber daya terbarukan.

Emiten Emas Catatkan Performa Gemilang

06 May 2025

Kinerja emiten-emiten logam dan mineral pada kuartal I/2025 menunjukkan lonjakan yang impresif, didorong oleh permintaan global terhadap emas sebagai aset safe haven dan strategi operasional yang adaptif. Tokoh utama seperti Nicolas D. Kanter, Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), menekankan keberhasilan ANTM dalam meningkatkan efisiensi dan merespons pasar secara cepat, yang tercermin dari lonjakan pendapatan sebesar 203,35% dan kenaikan laba bersih hingga 794,05%. Segmen emas menjadi kontributor utama kinerja positif ini. PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) juga mencatatkan pertumbuhan signifikan berkat kenaikan harga dan volume penjualan emas. Sementara itu, analis seperti Thomas Radityo dan Charles Gobel menggarisbawahi prospek positif emas ke depan, meski logam lain seperti nikel dan kobalt tertekan oleh perlambatan ekonomi China dan pergeseran teknologi baterai.

Sebaliknya, sektor batu bara menghadapi tekanan signifikan akibat penurunan harga jual rata-rata dan melemahnya permintaan ekspor. Emiten seperti PT Indika Energy Tbk. (INDY) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) mencatat penurunan laba bersih tajam, sedangkan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga mengalami penurunan meski pendapatannya naik. Hanya PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang berhasil mencetak kinerja positif di tengah tren lesu industri batu bara. Analis Arnanto Januri dari JP Morgan menyatakan bahwa prospek batu bara masih lemah dalam jangka pendek tanpa katalis baru dari sisi pasokan, sementara saham-saham seperti ITMG dan PTBA masih diminati investor domestik karena pendapatan berbasis dolar. Keseluruhan, emiten logam tampil cemerlang, sementara batu bara menghadapi tantangan struktural yang semakin nyata.