;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Pemda Dikejar Target Kinerja

02 May 2025

Pemerintah daerah di seluruh Indonesia tengah mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih di setiap desa dan kelurahan, menyusul Instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui Inpres No. 9 Tahun 2025, yang menargetkan peluncuran 80.000 unit koperasi pada 12 Juli 2025. Hingga 1 Mei, baru 465 koperasi yang terdaftar, memicu upaya masif percepatan oleh berbagai daerah.

Di Sulawesi Selatan, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi menegaskan dukungan penuh dan menargetkan 100% pembentukan koperasi di seluruh desa dan kelurahan Sulsel pada akhir Mei. Di Bali, Kepala Dinas Koperasi dan UKM I Wayan Eka Dina mengonfirmasi bahwa koperasi akan terbentuk di 636 desa dan 80 kelurahan, baik melalui pendirian baru, pengembangan, maupun revitalisasi koperasi yang sudah ada.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menerapkan pendekatan konversi terhadap koperasi yang sudah ada menjadi koperasi merah putih percontohan, mengingat banyak koperasi lama yang tidak aktif. Di Kota Cirebon, Sekda Agus Mulyadi menyampaikan strategi pembaruan koperasi berbasis RW atau masjid menjadi koperasi kelurahan. Sedangkan di Kabupaten Malang, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan sudah terbentuk 220 koperasi dan menargetkan seluruh desa memiliki koperasi pada Mei 2025.

Program koperasi merah putih tidak hanya dijalankan sebagai kewajiban administratif, tetapi juga dipandang sebagai instrumen strategis dalam membangkitkan ekonomi desa dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Sertifikat Tanah Diblokir untuk Melindungi Mbah Tupon

30 Apr 2025

Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, memblokir sertifikat hak milik (SHM) tanah lansia bernama Tupon yang telah beralih ke pihak lain tanpa sepengetahuannya. Hal ini demi melindungi hak Tupon yang merasa tak pernah melepaskan tanah seluas 1.655 meter persegi itu kepada siapa pun. Pemblokiran itu disampaikan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul, Tri Harnanto, Selasa (29/4) di Bantul. Kasus yang menimpa Mbah Tupon menjadi perhatian publik beberapa hari terakhir. Tri mengatakan, SHM yang dipersoalkan bernomor 24451 seluas 1.655 meter persegi, di Dusun Ngentak, Desa Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Tanah itu milik Tupon (68), warga Dusun Ngentak, sekaligus tempat tinggalnya bersama keluarga. Namun, pada 2024, tanah itu beralih ke orang yang tak dikenal Tupon.

Tupon juga tidak merasa pernah menjual atau melepas tanah itu ke siapa pun. Namun, pada 2021, Tupon pernah menyetujui tawaran untuk memecah sertifikattanahnya itu menjadi empat bidang, untuk dirinya dan ketiga anaknya. Tawaran mengurus pemecahan sertifikat, menurut Heri Setiawan (30), putra sulung Tupon, datang dari seseorang berinisial B. B sebelumnya membeli sebagian tanah seluas 298 meter persegi milik Tupon pada 2020. Biaya pemecahan sertifikat itu, kata Heri, akan ditanggung B karena dia masih memiliki sisa utang pembelian tanah Rp 35 juta kepada Tupon. Namun, pada Maret 2024, petugas sebuah bank datang ke rumah Tupon dan menyebut tanah itu sudah beralih kepemilikan ke seseorang berinisial IF.

Tanah itu juga dalam proses lelang karena IF menjaminkan SHM tanah tersebut untuk pinjaman sebesar Rp 1,5 miliar, yang macet angsurannya. Tupon diduga diperdaya karena buta huruf dan pendengarannya sudah berkurang Tri mengatakan, pihaknya menempuh kebijakan untuk memblokir internal terhadap SHM itu. Artinya, SHM tersebut untuk sementara waktu tak dapat dialihkan atau statusnya dikunci hingga persoalan tersebut tuntas. Blokir internal ini untuk membantu Tupon agar haknya terkait tanah itu terlindungi sambil menunggu proses hukum yang dilakukan kepolisian. Tri mengatakan, pihaknya juga telah menyurati Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Ini agar lembaga yang berwenang dalam proses lelang tanah itu mencermati bahwa obyek tanah itu dalam sengketa. (Yoga)


Buka Impor Susu dari Jepang

30 Apr 2025

Indonesia siap membuka kran impor susu sapi dari Jepang. Syaratnya, Negeri Sakura itu harus membeli lebih banyak minyak sawit dari Indonesia. Dengan mengakomodasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), RI diperkirakan masih difisit susu segar 6,72 juta ton tahun ini. Di sisi lain, eksor minyak sawit nasional di 2025 diproyeksikan sekitar 27 juta ton. Metengah menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, Pemerintah Jepang menawari susu sapi yang tengah melimpah di negara tersebut keadan Indoenesia.Kebalikan dari Jepang, ketersediaan susu segar di Indonesia justru defisit. Namun demikian, Indonesia memiliki ketersediaan minyak sawit, terutama minyak sawit mentah (crude pal oil/CPO), yang masih melimpah. Karena itu, Indonesia menerima tawaran Jepang tersebut, hanya saja Indonesia  sebaliknya meminta Jepang untuk mengimpor surplus CPO nasional. "Yang kami tawarkan ( ke Jepang). Susu diminta untuk masuk ke Indonesia, kan kita butuh, kita masih  butuh banyak susu. Saya katakan oke, tetapi saya (bilang) tingkatkan ekspor CPO ke Jepang," Jelas Mentan Amran. 

Bulog Serap 2 Juta Ton GKP dari Petani

30 Apr 2025

Perum Bulog per 28 April 2025 telah melakukan pengadaan 1.682.909 ton setara beras, yakni 2.058.472 ton berupa gabah kering panen (GKP) petani dan 563.518 ton beras. Serapan 1.682.909 ton itu mencapai 56,09% dari target penugasan pengadaan dalam negeri 2025 yang diberikan pemerintah kepada Bulog sebesar 3 juta ton (2,5 juta ton berupa GKP dan 1.664.503 ton beras). "Pemasok 1.682.909 ton setara beras itu terdiri atas 25.679 petani (gabungan kelompok tani/gapoktan) dan 1.667 mitra penggilingan," jelas Direktur Utama Perum Bulog Novi Helmy Prasetya. Capaian serapan domestik 1.682.909 pada Januari-April 2025 tersebut merupakan yang tertinggi dalam enam tahun terakhir untuk periode yang sama bahkan melompat luar biasa.

Di Januari-April 2023 misalnya, serapan beras domestik Bulog hanya 296.300 ton. Novi Helmy menjelaskan, penugasan 3 juta ton setara beras nasional tahun ini 32.291.934 ton (sumber Badan Pangan Nasional/Bappanas). Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, produksi beras Januari-Mei 2025 diperkirakan 13,99 juta ton yang berasal dari 29,07 ton GPK yang dipanen dari luas lahan 4,57 juta hektare (ha). Lebih jauh Novy Helmi menuturkan, kapasitas gudang penyimpanan beras per 28 April 2025 masih tersedia 1.110.902.760 ton, yakni  gudang operasional Bulog 3.255.898 ton, dan gudang sewa dan fillial 1.161.490 ton, dan gudang broken space  512.372 ton. "Masih ada soace gudang 1.110.902 ton per 28 April 2025 karena yang 3.306.486 ton sudah dipakai," tutur dia. (Yetede)

Energi Surya Menawarkan Kesempatan Baru

30 Apr 2025
Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi surya karena letak geografisnya yang strategis. PT PLN Indonesia Power, di bawah kepemimpinan Direktur Utama Edwin Nugraha Putra, memanfaatkan potensi ini dengan memperkuat ekosistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dari hulu hingga hilir. Langkah ini merupakan bagian dari strategi transisi energi menuju target net zero emission (NZE) pada tahun 2060.

Di sektor hulu, PLN Indonesia Power menggandeng Trina Solar Co. Ltd. dan PT Dian Swastatika Sentosa untuk mendirikan PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI), pabrik panel surya terintegrasi pertama di Indonesia. Panel surya yang diproduksi menggunakan teknologi TOPCon dengan efisiensi tinggi mencapai 23,2%, dan telah memenuhi standar internasional.

Sementara itu, di sektor midstream dan hilir, anak usaha PLN, yakni PLN Indonesia Power Services, berperan aktif dalam pembangunan, pemasangan, dan pemeliharaan PLTS, baik di lingkungan internal PLN maupun perusahaan swasta. Upaya menyeluruh ini menunjukkan komitmen PLN dalam mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan mendukung ketahanan energi nasional.

Perempuan Korban Pinjol Membutuhkan Kehadiran Negara

29 Apr 2025
Praktik rentenir dalam bentuk pinjaman daring atau biasa disebut dengan pinjaman online (pinjol) kian mengkhawatirkan dan mengancam masyarakat kelompok rentan, terutama para perempuan. Pemerintah harus segera bertindak menghentikan praktik itu agar tak semakin banyak korban yang jatuh. Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dan organisasi masyarakat sipil meminta negara hadir melindungi perempuan korban dan memutus lingkaran kekerasan yang dialami para perempuan yang terjerat utang berlipat-lipat akibat skema bunga-berbunga yang diterapkan pengelola akun pinjol. ”Komnas Perempuan mendesak agar negara tidak melakukan pengabaian terhadap perempuan korban pinjol yang mengalami kekerasan berlapis dan pelanggaran hak asasi manusia berupa perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, dan  merendahkan martabat manusia,” ujar Sondang Frishka Simanjuntak, komisioner Komnas Perempuan, Senin (28/4/2025), di Jakarta.

Perempuan bisa dengan mudah menjadi korban pinjol karena persyaratan meminjam dan aksesnya amat mudah jika dibandingkan dengan proses pinjaman di bank pada umumnya. Cukup dengan nomor telepon, kartu tanda penduduk, dan foto diri (swafoto), peminjam di pinjol bisa langsung menerima dana. Kekerasan berlapis yang dialami perempuan korban pinjol merupakan persoalan serius dan sudah berlangsung lama, bahkan sebelum pandemi Covid-19. ”Negara harus hadir untuk memenuhi hak korban atas penanganan, pemulihan, dan jaminan ketidakberulangan,” kata Sondang. Karena lemahnya perlindungan negara, pinjol justru lebih sering menjadijebakanjerat utang, eksploitasi, tipu daya dengan memanfaatkan kerentanan kelompok miskin dan perempuan, serta menghasilkan kejahatan baru atau kejahatan lanjutan dan berlapis. Koordinator Nasional Forum Pengada Layanan bagi Perempuan Korban Kekerasan Siti Mazumah menilai, kasus perempuan korban pinjol merupakan persoalan sistemik yang harus menjadi perhatian bersama untuk memutus lingkaran setan kekerasan pada perempuan. (Yetede)


Harga Bawang Putih Naik Jauh di Atas HAP

29 Apr 2025

Buruh harian terlihat sedang mengupas bawang putih impor di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Senin (28/4/2025). BPS mencatat, per pekan keempat April 2025, harga rerata nasional bawang putih Rp 45.671 per kg, masih jauh di atas harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen Rp 38.000 per kg. Harga ini bahkan jauh lebih tinggi dibanding rerata nasional harga bawang putih menjelang Lebaran, yang rata-rata dijual dengan harga sebesar Rp. 40.000. (Yoga)


Emiten Minerba Gencar Mengencangkan Ikat Pinggang

28 Apr 2025
Emiten mineral dan batu bara (minerba) gencar mengencangkan ikat pinggang meski amandemen tarif royalti sedikit memberikan ruang bagi mereka yang memegang izin usaha  penambangan khusus (IUPK). Namun, dengan atau tanpa amandemen tarif,  emiten minerba sebetulnya tengah megap-megap. Tantangan global seperti fluktuasi harga komoditas yang masih kencang, menandai ketidakpastian di sektor pertambangan masih cukup tinggi. Menilik pergerakan harga komoditas di Tranding Economics pada Minggu (27/4/2025), harga komoditas mineral seperti emas, nikel, perak, dan tembaga, kompak drop. Koreksi terbesar menimpa emas yang minus US$ 28,8 (0,86%) ke posisi US$ 3.319 per troy ounce setelah sempat menyentuh US$ 3.500 per troy ounce. Nikel juga masih belum bangkit dengan kontraksi sebesar US$ 390 (2,46%) sampai menuju level US$ 15.490 per ton. Begitupun perak dan tembaga yang masing-masing melemah US$ 055 (-1,63%) dan US$ 0,04 (0,73%). Bahkan, harga batu bara yang kini teraspirasi 0,63% sejatinya belum kembali pada performa terbaiknya. Pasalnya, sejak awal tahun atau year-to-date, harga batu bara telah terkoreksi 23% ke posisi US$ 95 per ton. (Yetede)

Proyek Pipa Transmisi Chisem Tahap II Ditargetkan Rampung Awal 2026

28 Apr 2025
Proyek pembangunan infrastruktur pipa trasmisi gas ruas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II ditargetkan rampung pada awal tahun depan. Pipa sepanjang 245 kilometer itu membentang dari Batang menuju Cirebon dan Kandang Haur Timur. Berdasarkan pemantauan Investor Daily, pipa berukuran besar berwarna hitam sudah berada di sisi jalan tol yang mengarah dari Cirebon ke Batang. Masyarakat yang melintas pada ruas jalan ini pun bisa secara  langsung  melihat  pipa-pipa yang berada di sisi kiri badan jalan. Proyek ini memang memanfatakkan ruang jalan tol dari Palimanan-Kanci hingga tol Batang-Semarang. Proses pembangunan proyek ini dimonitor oleh Komisi XII DPR pada kamis (24/4/2025). Sejumlah wakil rakyat dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melihat lebih dekat proses pembangunan pipa Cisem Tahap II. Wakil Ketua Komisi XII DPR Sugeng Suparwoto mengatakan pipa transmisi gas Cisem Tahap II ini membuat pasokan gas dari Jawa Timur bisa dilalirkan ke Jawa Barat. Nantinya, pipa transmisi ini pun tersambung ke Sumatera. "Tadi, kita menyaksikan progres pembangunan pipa Cisem tahap II, yang dibangun dipinggir Jalan Tol Batang. Bukan hanya pipa transmisi saja, tetapi juga distribusi akan dibangun di kawasan industri. Hal ini penting, karena pipa ini sebagai bentuk urat nadi pemanfaatam energi yang akan terkoneksi dari Jawa Timur hingga Sumatera. (Yetede)

RI Diperkirakan Bukan Lagi Pasar Bagi Eksportir Beras Dunia

28 Apr 2025
Indonesia saat ini diperkirakan bukan lagi negara tujan ekspor beras dunia, sebaliknya malah berpeluang menjadi pemasok global. Usaha luar biasa (extraordinary effort) Indonesia yang dibarengi cuaca kondusif telah memacu produksi beras nasional tahun ini, Pemerintah RI menargetkan produksi beras 2025 mencapai 32 juta ton, namun perkiraan Departeman Pertanian Amerika Serikat (United State Departemen of Agriculture/USDA) justru sebesar 34,6 juta ton. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memunjukkan impor beras Indonesia di 2024 mencapai 4,52 juta ton, dengan 1,36 juta ton, dengan 1,36 juta ton (30,19%) di antaranya dipasok dari Thailand, lalu Vietnam 1,25 juta ton (27,62%), Myanmar 831.380 ton (18,4%), Pakistan 803.840 ton (17,79%), India 246.590 ton (5,46%), dan lainnya 23.130 (0,56%). Artinya, Indonesia pada 2024 masih menjadi tujuan ekspor  bagi negara produsen beras dunia. Bahkan, USDA dalan Rice Outlook; January 2025  memasukkan Indonesia sebagai salah satu negara importir beras di 2025 itu berkurang karena penumpukan stok dari 2023/2024 akibat rekor pengadaan luar negeri. (Yetede)