;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Saham Vale Indonesia Kian Berkilau

22 May 2024

PT Vale Indoenesia Tbk (INCO) makin yakin menatap masa depan, setelah adanya kepastian divestasi 14% saham ke MIND ID, yang membuat pemerintah Indonesia akhirnya memberikan restu perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) hingga 28 Oktober 2035. Dorongan tambahan juga datang dari harga nikel dunia yang mencapai posisi tertinggi selama setahun terakhir. Tak ayal, saham perseroan berkode INCO ini telah melesat 12,47% dalam satu pekan terakhir, dan diperkirakan berlanjut menuju Rp5.850. "Kami meningkatkan rekomondasi untuk saham INCO  dari hold menjadi buy dengan target harga yang lebih tinggi di Rp 5.850," kata Analis Indo Premier Sekritas Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan.

Ryan mengungkapkan, harga nikel di London Metal Exchange (LME) naik menjadi US$ 21 ribu per ton, yang merupakan posisi tertinggi dalam setahun. Lonjakan harga komoditas ini disebabkan sangsi terhadap nikel Rusia dan kerusuhan sosial yang terjadi baru-baru ini di Kaledonia Baru, pemasok 2% nikel global. "Kerusuhan itu cukup menyulitkan, sehingga menurut kami harga komoditas (termasuk nikel) akan tetap kuat, karena kita berada dalam fase siklus akhir komoditas akhir, dengan nikel LME sebagai preferensi utama kami," ujar dia. (Yetede)

Pemda Terlibat Awasi Distribusi BBM Subsidi

22 May 2024

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menjalin kerja sama dengan  pemerintah daerah dalam pengawasan  distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan BBM penugasan. Kedua jenis BBM disalurkan untuk nelayan, petani, transportasi umum, layanan sosial, serta UMKM. BBM subsidi yakin Solar dan Minyak Tanah. Sedangkan BBM penugasan yakni Pertalite. Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan kegiatan pengawasan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemda agar BBM tersebut dinikmati oleh masyarakat yang berhak. "Pemerintah daerah mempunyai peran yang sangat penting dalam membantu  BPH Migas melakukan pengawasan penyaluran BBM subsidi dan BBM kompensasi, mengingat pemerintah daerah tentu yang paling mengetahui  situasi dan kondisi, serta siapa saja konsumen pengguna yang berada  di wilayahnya masing-masing," kata Erika. (Yetede)

Hapus HET Perlu Buffer Stock untuk kontrol Harga Gula

22 May 2024
Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyarankan agar pemerintah menghapus harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen (harga eceran tertinggi/HET) pada komoditas gula konsumsi. Alasannya, selain tidak efektif menekan harga gula di pasaran, skema ini juga membuat barang petani menjadi sulit dibandrol di atas biaya pokok produksi. Dalam mengontrol harga gula, pemerintah harusnya memiliki stok penyangga (buffer stock) yang bisa sewaktu-waktu digunakan untuk operasi pasar, baik saat terjadi kelangkaan atau harga melonjak tinggi. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional APTRI Soemitro Samadikoen mengatakan, HAP gula konsumsi hanyalah harga acuan, berarti penerapannya bisa naik di atas HAP atau turun di bawah HAP atau ada toleransi tertentu sehingga dianggap wajar. Dengan fleksibilitas atau relaksasi HAP gula konsumsi saat ini menjadi  Rp 17.500 per kilogram dan toleransi 10-15%, konsumsi mestinya bisa menerima apabila harga di pasaran Rp 19-20 ribu per kg. Dalam praktiknya sulit diterapkan. Beberapa retail modern sempat tidak berani menjual gula dengan harga sebesar itu. (Yetede)

Bulog Lanjutkan Program Jemput Gabah Petani

22 May 2024

Perum Bulog tetap akan mengadakan atau melakukan program jemput gabah petani meski minim peminat. Selama ini, yang terjadi adalah petani akan menjual gabah mereka ke penggilingan kecil ataupun pengepul dengan kadar air sekitar 25-30%, lalu para penggilingan kecil ataupun pengepul itu akan menjual ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog. "Untuk jemput gabah/beras yang dilakukan Bulog ternyata tidak banyak yang memanfaatkan fasilitas itu. Tetapi, apakah program itu akan hilangkan? Tidak, tetap ada, kita stand-by saja," kata Bayu. 

Bayu menuturkan, program jemput gabah minim diminati petani karena mereka sudah berhubungan baik dan terikat dengan para penggilingan kecil di daerahnya masing-masing. Hubungan dengan para pengepul dan penggilingan kecil itu juga sudah berlangsung lama. "Petani akan menjual gabah mereka ke pengepul para penggiling atau pengepul  ini pun akan menjual ke SPP Bulog. Petani pun berhitung, apakah masuk, dapat untung atau enggak? Ternyata itu masih bisa, Jadi dengan relaksasi harganya masih bisa masuk, akhirnya mereka (petani) tidak memilih program tadi, tidak menggunakan jemput gabah," ungkap bayu. (Yetede)

Harga Gula Petani Membaik

22 May 2024

Gula petani tertinggi laku Rp 14.921 per kg dalam lelang perdana gula musim giling tebu 2024 di sejumlah pabrik gula. Harga tersebut berada di atas harga acuan pembelian sementara gula di tingkat petani yang ditetapkan pemerintah, Rp 14.500 per kg. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen, Selasa (21/5) malam, mengatakan, musim giling tebu tahun ini akan berlangsung pada Mei-Oktober. Lelang perdana gula petani pada musim giling tersebut berlangsung di Pabrik Gula (PG) Candi Baru, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, dan PG Madukismo di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Gula petani yang dilelang di PG Candi Baru sebanyak 400.000 ton dengan harga Rp 14.921 per kg. Adapun PG Madukismo melelang 460.000 ton gula petani seharga Rp 14.850 per kg.

”Harga tersebut terbilang baik karena berada di atas harga acuan pembelian sementara gula ditingkat petani. Namun, rendemennya terbilang masih rendah, rata-rata 6,5 %, akibat dampak kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujarnya. Soemitro memperkirakan, harga lelang gula petani akan terus meningkat karena sudah ada penetapan harga patokan sejak awal musim giling. Tahun ini, Bapanas merelaksasi harga acuan penjualan gula di tingkat petani dari Rp 12.500 per kg menjadi Rp 14.500 per kg pada 3 Mei. Relaksasi harga acuan itu berlaku sementara, yakni pada 3 Mei-31 Oktober 2024. Hal itu bisa menjadi acuan harga lelang gula sepanjang musim giling tebu 2024. (Yoga)


Pergulatan Pahlawan Pangan di NTT Galakkan Pangan Lokal

22 May 2024

Tanaman jagung Laurensius Gole (74) mengering di kebun tadah hujan miliknya di Desa Bhera, Kabupaten Sikka, NTT, lantaran curah hujan sangat minim dan panas berkepanjangan. Hanya tanaman singkong yang disebut ubi kayu oleh warga lokal tumbuh subur. ”Hanya ini tanaman yang tersisa untuk makan,” ujarnya, Selasa (14/5 ) pagi. Singkong ditanam pada Desember 2023, bersamaan dengan jagung. Seiring waktu, jagung tidak berdaya menahan kekeringan, sementara singkong masih tegak berdiri. Bulan Juni 2024, singkong sudah bisa dipanen dengan hasil memuaskan. Menanam singkong, jagung, pisang, kacang, dan berbagai tanaman pangan di dalam satu lahan adalah cara bertani yang dipraktikkan petani setempat secara turun-temurun. Mereka punya banyak jenis tanaman dengan waktu panen berbeda-beda. Setelah padi dan jagung dipanen, akan menyusul tanaman lain.

”Sepanjang tahun, kebun terus menghasilkan makanan,” ucap Gole. Perubahan iklim sebagai dampak pemanasan global mengacaukan ritme musim tanam. Petani lahan tadah hujan terkecoh. Banyak tanaman pangan tak hanya berakhir gagal panen,tetapi juga gagal tanam sejak awal. ”Ke depan, kami akan perbanyak tanaman selain padi dan jagung,” kata Gole. Lahan tadah hujan itu dulunya dialiri air sepanjang tahun sehingga Gole dan lebih dari 30 keluarga petani menanam padi dan jagung diselingi tanaman lokal lain. Mereka swadaya membendung Sungai Lowo Lo’o menggunakan atu dan kayu dan mengalirkan airnya ke lahan petani. Sayangnya, badai Seroja pada April 2021 merusak dam itu. Empat tahun terakhir, sawah mereka kering kerontang.”

Gerakan mendorong pangan lokal selain padi terus menguat. Namun, tak mudah mengubah kebiasaan bertani dan mengonsumsi makanan. Maria Loretha, perempuan asal Flores Timur, NTT, yang gencar mengampanyekan budidaya sorgum, mengatakan, masyarakat NTT sulit meninggalkan beras. Harga beras sempat menembus Rp 17.000 per kg. Ada yang terpaksa berutang membeli beras. Padahal, di sekitar mereka banyak makanan lokal yang bisa dibudidayakan sendiri. Kampanye konsumsi pangan lokal pun makin gencar menyasar generasi muda. Pangan lokal diolah sesuai selera anak muda, seperti sereal dari sorgum, keripik pisang atau ubi beraneka rasa. ”Kita dorong anak muda di setiap kampung punya produk makanan berbahan lokal,” ucap Loretha. Tak hanya konsumsi. Anak muda juga diajak bertani seperti yang dilakukan Yance Maring (35), pelopor pertanian irigasi tetes.

Puluhan anak muda belajar tanaman hortikultura di kebun Yance di Maumere. Mereka diajari bertani, mulai penyiapan lahan hingga pemasaran. Lahan tani juga dikemas menjadi destinasi wisata agro. Setiap petang, banyak anak muda datang melihat operasional irigasi tetes yang dikendalikan digital itu. Ada juga kafe yang menyediakan berbagai jenis minuman dan gazebo untuk tempat duduk santai. ”Ini metode mengajak anak muda bertani. Pendekatan harus teknologi dan menghadirkan sisi visual yang menarik. Banyak yang sudah tergoda menjadi petani. Pesan kami adalah petani itu keren,” kata Yance. Tak hanya sekadar pemanis, irigasi tetes Yance juga sangat prospektif karena pengairan dan pemupukan lebih efisien 40 % dari cara konvensional. Pekerja juga lebih sedikit dan produktivitas lahan naik 150 % dari cara tradisional. (Yoga)


Mitigasi ”Galodo”, Marapi Perlu Tambahan Sabo Dam

22 May 2024

Presiden Jokowi memerintahkan Kementerian PUPR untuk segera membangun sabo dam di aliran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi, Sumbar. Bangunan tersebut diperlukanuntuk mengendalikan pasir dan material vulkanik dalam upaya mitigasi bencana lahar hujan dan banjir bandang. Presiden Jokowi menyampaikan perintah itu di sela-sela kunjungannya ke lokasi bencana banjir bandang atau galodo di Kabupaten Agam, Sumbar, Selasa (21/5). ”Saya perintahkan tahun ini harus dimulai, terutama di tempat-tempat yang sangat penting. Ada enam (unit) segera harus dimulai (pembangunannya). Tadi saya sudah perintahkanPak Dirjen, nanti akan saya perintah ke Menteri PUPR,” kata Presiden Jokowi. 

Sabo dam adalah bangunan pengendali pasir dan material vulkanik yang terbawa banjir lahar hujan dari gunung yang erupsi. Sabo berasal dari Bahasa Jepang, yakni sa yang bermakna pasir dan bo yang berarti pengendalian. Bangunan sabo dam memiliki banyak lubang yang berfungsi menahan pasir dan tetap mengalirkan air. Berdasarkan hitungan Kementerian PUPR, ada 56 sabo dam yang dibutuhkan di aliran sungai-sungai yang berhulu dari Gunung Marapi. Namun, saat ini baru ada 2 sabo dam. ”Sehingga diperlukan tambahan lagi yang banyak,” katanya. 

Dalam kunjungan ke Agam, Presiden Jokowi meninjau lokasi yang terdampak banjir bandang atau galodo paling parah, yakni di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Candung. Sejumlah alat berat masih membersihkan material banjir bandang dan rumah rusak. Dari lokasi galodo, Presiden Jokowi beranjak ke lokasi pengungsian di Lapangan Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, “Tadi saya sampaikan, yang (ada keluarganya yang) meninggal segera akan diberikan santunan, yang rumahnya rusak, akan segera diberikan bantuan dan juga dimulai pembangunan, tetapi dengan catatan lahan untuk relokasi sudah ditetapkan bupati,” ujarnya. (Yoga)


BANJIR LAHAR DINGIN MARAPI : Relokasi Perlu Diakselerasi

22 May 2024

Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera melakukan pembangunan relokasi rumah warga atau korban bencana banjir lahar dingin yang melanda wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat. Dalam kunjungannya ke lokasi terdampak bencana di Agam Selasa (21/5), Kepala negara mengungkapkan bahwa ada sebanyak 625 unit rumah yang rusak akibat bencana banjir lahar dingin, dan 159 unit rumah di antaranya mengalami rusak berat. “Untuk rumah korban yang rusak berat dan juga rumah yang ada di pinggiran sungai aliran lahar dingin itu, yakni 159 unit rumah, harus direlokasi segera. 

Kementerian PUPR agar segera bekerja untuk pembangunan relokasi itu,” katanya di Kabupaten Agam, Selasa (21/5). Namun, Presiden menegaskan bahwa sebelum Kementerian PUPR memulai pembangunan rumah relokasi warga atau korban bencana alam itu, perlu bagi pemerintah daerah untuk memastikan tanah yang akan dibangun sebagai tempat relokasi. Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) Suharyanto telah meminta kepada warga yang terdampak bencana banjir lahar dingin di wilayah Kabupaten Agam agar bersedia untuk direlokasi. Dia mengungkapkan bahwa bagi warga yang nantinya akan direlokasi, pemerintah melalui Kementerian PUPR akan membangunkan rumah pada tempat yang aman, sekaligus menyediakan lahannya.

Pasar dan Stok Beras

21 May 2024

Bapanas dan BPS baru saja menyelesaikan hasil survei stok beras di masyarakat tahun 2023. Dalam dua tahun terakhir, stok di masyarakat relatif tak berbeda signifikan. Stok di masyarakat per 31 Desember 2023 sebesar 4,134 juta ton, sedikit lebih besar dibanding 31 Desember 2022 yang 4,064 juta ton. Namun, dilihat dari komposisi stok di setiap institusi, ada pergeseran signifikan. Secara umum, stok beras di masyarakat (produsen dan konsumen) dan Bulog pada 2023 lebih besar dari 2022. Sebaliknya, stok di pedagang, penggilingan, serta horeka (hotel, restoran, katering) dan industri menurun drastis. Pergeseran komposisi stok di berbagai institusi ini menggambarkan respons para pihak, terutama masyarakat produsen, atas kondisi pasar beras yang ada.

Pasar beras penuh gejolak setidaknya sejak semester II-2022. Saat itu harga beras tiba-Tiba naik tinggi dan terus naik hingga akhir tahun. Padahal, selama Agustus-Desember 2022, lebih dari sejuta ton beras disuntikkan ke pasar lewat operasi pasar (OP). Awal 2023, harga beras tetap tak terkendali. Puncaknya pada September-Desember 2023. Berbagai upaya dilakukan pemerintah buat meredam kenaikan harga. Selain mengucurkan bantuan pangan beras 10 kg/bulan ke 21,35 juta keluarga selama 7 bulan, juga memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) dari impor. Impor 2023 lebih dari 3 juta ton, terbesar setelah 2018. Sepanjang 2023, harga beras naik tinggi. Di penggilingan naik 24,07 % (yoy), sedangkan di pasar grosir dan eceran naik 18,44 % dan 17,07 %.

Sebanyak 11 dari 12 bulan pada 2023, beras jadi penyumbang inflasi, yang, membuat andil inflasi pangan/harga bergejolak (volatile foods) kembali membesar: 61 % dari inflasi 2023 yang 2,61 %. Padahal, sepanjang 2023 selain diguyur bantuan pangan beras 1,5 juta ton, pasar juga disuntik beras OP 1,2 juta ton. Harga terus menanjak di awal 2024. Bagi masyarakat miskin/rentan, kenaikan harga beras adalah kabar buruk karena beras masih ”menguras” belanja terbesar keluarga. Harga gabah dan beras diprediksi stabil tinggi. Ini berpotensi memicu efek berantai perilaku petani dalam menjual hasil panen, kenaikan biaya produksi, penurunan produksi jagung dan kedelai di sawah, dan inflasi. Perlu langkah taktis segera agar ketidakpastian pasar kembali pulih. (Yoga)


Pasokan Bawang Putih Mulai Bertambah

21 May 2024

Pasokan bawang putih impor di dalam negeri mulai bertambah kendati masih belum merata. Hal itu terjadi setelah pemerintah mendesak importir untuk segera merealisasikan impor dan mendistribusikan bawang putih. Pemerintah juga perlu mengantisipasi penumpukan impor bawang putih pasca kejadian itu, lantaran banyak importir akan merealisasikan impor komoditas tersebut dalam periode waktu yang sama. Hal itu mengemuka dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (20/5). Rapat yang dipimpin Irjen Kemendagri Tomsi Tohir Balaw itu dihadiri perwakilan pemeda dan kementerian/lembaga terkait pangan. Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto mengatakan, pasokan bawang putih impor di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, bertambah.

Pada 17 dan 19 Mei 2024, volume bawang putih yang masuk ke pasar itu masing-masing sebanyak 90 ton dan 96 ton. ”Volume masuk tersebut tinggi karena jauh di atas rerata kebutuhan pasokan bawang putih di pasar tersebut yang sebanyak 22 ton per hari,” ujarnya. Kendati begitu, lanjut Bambang, rerata total pasokan bawang putih impor di 19 pasar pantauan di daerah-daerah lain masih di bawah normal. Oleh karena itu, Kemendag akan mengawal realisasi impor dan distribusi bawang putih serta segera mengeluarkan sisa persetujuan impor (PI) komoditas itu. Berdasarkan data Kemendag, per 17 Mei 2024, total rerata pasokan bawang putih sepekan terakhir di 19 pasar pantauan sebanyak 151 ton. Volume pasokan itu 13,53 % di bawah total pasokan normal 191 ton.

Dari 19 pasar pantauan itu, pasokan bawang putih di lima pasar di atas pasokan normal dan di 14 pasar di bawah normal. Pasar dengan pasokan bawang putih di bawah normal antara lain Pasar Induk Jakabaring di Palembang, Pasar Johar di Semarang, Pasar Induk Cikopo di Purwakarta, Pasar Induk Pare di Kediri, Pasar Besar Palangkaraya, dan Pasar Wosi di Manokwari. Kemendag juga mencatat, realisasi impor bawang putih per 17 Mei 2024 sebanyak 133.690 ton. Volume realisasi impor tersebut 38,27 % dari PI yang telah diterbitkan dengan volume 342.127 ton. Realisasi impor itu juga baru 20,72 % dari total alokasi impor bawang putih pada 2024 yang sebanyak 645.025 ton. Sisa volume impor bawang putih yang belum diterbitkan PI-nya sebanyak 302.898 ton. (Yoga)