;
Tags

Perusahaan

( 1080 )

Indofarma di Ujung Tanduk

KT1 05 Jul 2024 Investor Daily (H)
PT Indofarma Tbk (INAF) menghadapi perseroan berat mulai dari dugaan indikasi kecurangan (fraud) yang berujung rugi, restrukturisasi utang, hingga gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Nasibnya kini berada di ujung tanduk antara dipertahankan atau dilikuidasi. Uraian permasalahan emiten BUMN farmasi  ini terperinci dalam laporan tahunan yang dipublikasikan INAF pada Rabu (3/7/2024). Dari laporan tersebut, INAF menderita kerugian  kecurangan total mencapai Rp436 miliar. Angka tersebut merupakan akumulasi dari kecurangan kerugian perseroan akibat pengelolaan pendapatan, beban dan kegiatan investasi perseroan sejak 2020 sampai semester 1-2023. Berlanjut, INAF juga menghadapi PKPU sementara yang diajukan dua kreditor separatis dengan tagihan jumbo sebesar Rp 301 miliar, sehingga total kreditur tercatat perseroan sebanyak 104 kreditur. (Yetede)

Indonesia Timur Semakin Menarik, Perusahaan Mesin Industri Berekspansi

KT3 05 Jul 2024 Kompas

Perekonomian kawasan Indonesia Timur yang tumbuh pesat semakin menarik investor menanamkan modalnya. Mengutip data BPS pada triwulan I-2024, pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur tumbuh lebih besar dibanding kawasan Indonesia lainnya. Pertumbuhan ekonomi di Maluku, Papua, dan Sulawesi lebih tinggi dibanding kawasan lainnya, seperti Sumatera, Jawa, Bali Nusa Tenggara, dan Kalimantan. Pertumbuhan ekonomi Maluku dan Papua mencapai 12,15 %, tertinggi dibanding semua kawasan lainnya. Menurut BPS, pertumbuhan ini ditopang pertambangan, penggalian, administrasi pemerintahan, dan perdagangan. Adapun pertumbuhan ekonomi Sulawesi mencapai 6,35 %, didorong industri pengolahan, pertambangan, penggalian, dan konstruksi.

Dari sisi investasi, Kementerian Investasi/BKPM melaporkan total investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) di kawasan Indonesia Timur pada triwulan I-2024 mencapai Rp 63,8 triliun atau setara 15,9 % dari total investasi di Indonesia. Investasi di Sulawesi mencapai Rp 35,9 triliun. Sementara investasi di Maluku dan Papua mencapai Rp 27,9 triliun. Melihat potensi besar dari makin menggeliatnya berbagai kegiatan ekonomi besar di Indonesia Timur, sejumlah perusahaan mulai melakukan ekspansi antara lain perusahaan manufaktur bantalan atau bearing (laher) mesin industri SKF Indonesia. Perusahaan mesin industri yang berdiri 1907 di Swedia itu kini tersebar di 130 negara, termasuk di Indonesia.

Direktur Pelaksana Indonesia dan Presdir PT SKF Indonesia Satheswaran Mayachandran mengatakan, Indonesia punya potensi pertumbuhan ekonomi yang bisa dimanfaatkan 20-40 tahun ke depan, bersumber dari kawasan Indonesia Timur. Kawasan itu, memiliki potensi, pertambangan, konstruksi, hingga pengolahan logam. Kegiatan ekonomi yang masif di wilayah itu akan mendatangkan perusahaan-perusahaan yang operasionalnya menggunakan mesin industri. Melihat peluang ini, SKF Indonesia memasok bantalan mesin dan menawarkan jasa pendampingan pemeliharaannya operasionalisasi mesin-mesin industri tersebut. Untuk itu, SKF Indonesia membuka kantor perwakilan di Makassar. ”Semua industri membutuhkan bearing. Mesin apa saja yang berputar membutuhkan bearing. SKF Indonesia hadir untuk menyokong dan menjadi sistem pendukung kegiatan ini,” ujar Satheswaran di kantornya, Jakarta, Selasa (2/7). (Yoga)


Gotong Royong BUMN-Swasta Belum Optimal

KT3 04 Jul 2024 Kompas (H)

Peran perusahaan negara yang dilindungi undang-undang sebagai alat pemerintah dalam menata kebijakan perekonomian membuat entitas ini punya kekuatan besar untuk mengintegrasikan potensi dan kapasitas sektor swasta demi meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Total nilai aset milik seluruh BUMN yang pada 2022 tercatat mencapai 622 miliar USD (Rp 10.185 triliun) bukanlah modal yang kecil untuk memacu terbukanya lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Sayangnya, dalam pemanfaatan dan pengembangan aset itu, banyak BUMN yang belum optimal bersinergi dengan perusahaan-perusahaan swasta. Padahal, kolaborasi kedua entitas dapat menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sekaligus Dirut PT Hotel Sahid Jaya International Tbk Hariyadi Sukamdani menilai, terdapat perbedaan karakteristik pengembangan bisnis antara sektor swasta dan BUMN. Dalam merumuskan strategi dan arah bisnis, pihak swasta selalu mengedepankan perhitungan yang didasarkan pada mekanisme pasar. Sementara BUMN memiliki penugasan khusus dari mandat yang diberi negara untuk menjadi perintis, sekaligus membangun fondasi untuk keberlanjutan. Dari rintisan tersebut, kata Hariyadi, pasar akan tercipta dan para pelaku usaha serta industri di sektor swasta akan tergerak membantu.

”BUMN dan swasta bisa saling mengisi. Dibutuhkan kerangka kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Hariyadi. Namun, kondisi yang terjadi saat ini, kerja sama atau kemitraan antara pihak swasta dan BUMN belum optimal. Di sektor pariwisata, misalnya, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, belum pernah menggandeng pihak swasta untuk sama-sama merancang target pertumbuhan bisnis. ”Kalau mau bersinergi, harus ditetapkan dulu tujuan bersamanya. Kemudian, programnya dibuat dan dibagi, lini mana yang digarap InJourney dan lini mana yang digarap swasta. Ini akan sangat ideal jika ditentukan bersama,” ucap Hariyadi. (Yoga)


Tutup Gerai, Matahari Optimalisasi Bisnis

KT3 03 Jul 2024 Kompas

Manajemen PT Matahari Department Store Tbk menutup dua gerainya di WTC Serpong dan Mall Balekota Tangerang, Banten. Pihak manajemen mengatakan tengah melakukan optimalisasi bisnis dan masih akan membuka gerai baru tahun ini. Dalam siaran pers resmi yang diterima pada Selasa (2/7), perwakilan manajemen Matahari menyebutkan, pihaknya sedang melakukan optimalisasi strategis terhadap portofolio gerai. Ini melibatkan penutupan beberapa gerai yang tidak berkinerja baik dan pembukaan gerai baru di area dengan tingkat kunjungan konsumen yang tinggi untuk memberikan pengalaman ritel terbaik bagi pelanggan. ”Keputusan ini diambil setelah melalui proses evaluasi menyeluruh, sejalan dengan strategi bisnis jangka panjang kami dan praktik operasional standar,” ujar perwakilan perusahaan dalam siaran pers.

Matahari terus berfokus pada rebranding dan modernisasi gerai-gerai utamanya, melanjutkan pembukaan sembilan gerai pada tahun lalu. Tahun ini Matahari juga masih akan membuka gerai baru, termasuk penambahan gerai terkini di AEON Deltamas pada Maret 2024. Mengutip laporan keuangannya, pada triwulan pertama 2024, emiten berkode saham LPPF ini mencatat laba bersih Rp 326 miliar, meningkat 221 % dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 101 miliar. Laba bersih mencapai Rp 3,7 triliun, meningkat 35,9 % secara tahunan. Sampai triwulan pertama 2024, Matahari memiliki 155 toko yang tersebar di 82 kota. Selain itu, Matahari juga memiliki lebih dari 600 pemasok barang yang terdiri atas 94 % pelaku lokal. Perusahaan mempekerjakan 9.092 orang. (Yoga)


Politisasi Mengganggu BUMN

KT3 03 Jul 2024 Kompas (H)

Transformasi yang dilakukan pemerintah di tubuh BUMN sehingga entitas ini mampu menyetorkan jumlah nominal dividen terbesar sepanjang sejarah kepada negara, mencapai Rp 82,1 triliun pada tahun 2023, patut diapresiasi. Namun, politisasi berpotensi menghambat ruang gerak BUMN sehingga sulit melompat, apalagi mengglobal. Sesuai amanat UU No 19 Tahun 2003 tentang BUMN, perusahaan negara bukan hanya melakukan fungsi komersial, BUMN punya peran menjalankan fungsi layanan publik, seperti penyedia layanan kebutuhan masyarakat, pengelola sumber daya alam, hingga alat pemerintah dalam menata kebijakan ekonomi. Dalam kerangka fungsi dan tugas BUMN tersebut, para pemangku kepentingan (stakeholder) yang berurusan dengan BUMN menjadi luas. Bukan cuma pemegang saham, seperti eksekutif di pemerintahan, tetapi juga pemegang shareholder lain, sebut saja legislatif, ormas, dan berbagai kelompok kepentingan.

Pengamat BUMN dari BUMN Research Group Lembaga Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Toto Pranoto, mengatakan, tidak bisa dinafikan bahwa kekuasaan politik punya pengaruh terhadap pengelolaan BUMN. Contoh paling sederhana, penguasa selalu punya wewenang untuk menempatkan sosok, baik di jajaran direksi maupun komisaris BUMN. ”Kondisi ini kerap membuat harapan dari terlaksananya tata kelola yang baik di BUMN terganggu. Karena adanya intervensi dari invisible hand (tangan tak terlihat) yang menggunakan bermacam akses, termasuk akses-akses yang dianggap tidak bersih,” ujarnya. Besarnya pengaruh pemerintah dalam menempatkan sosok-sosok kunci di tubuh BUMN, lanjut Toto, merupakan konsekuensi dari struktur kelembagaan BUMN yang kepemilikannya didominasi oleh negara. Meski demikian, risiko praktik tata kelola yang buruk dapat diantisipasi selama ada sistem dan mekanisme yang sesuai dalam penunjukan direksi ataupun komisaris. (Yoga)


Shopee Akui Kesalahan

KT1 03 Jul 2024 Investor Daily

PT Shopee International Indonesia dan PT Nusantara Ekspress Kilat (Shopee Express) melakukan penandatanganan Pakta Integritas pada sidang majelis keempat di kantor Komisi Pengawas Persaingan usaha (KPPU) Jakarta pada Selasa (2/7/2024). Inisitaif ini dilakukan untuk memastikan komitmen Shopee dalam perubahan perilaku yang sudah disepakati. Sebelumnya, Shopee dan Shopee Express telah menyetujui berbagai poin perubahan perilaku yang telah ditetapkan Majelis KPPU pada sidang ketiga tanggal 25/6/2024. Penandatanganan Pakta Integritas tersebut ditandatangani oleh Direktur Eksekutif PT Shopee Internasional Indonesia Handika Jahja, dan Direktur Utama SPX Express Richard Anggoro. Pada sidang keempat ini, Ketua Majelis KPPU Aru Armando meminta kuasa hukum pihak terlapor untuk membacakan poin-poin terkait Pakta Integritas. Kami ingin tahu apakah draft yang dibacakan di persidangan kemarin itu sama dengan Pakta Integritas yang ditandatangani oleh para pihak," papar dia.

Poin pertama, tidak akan melakukan perilaku anti persaingan sebagaimana  yang tertuang di Laporan Dugaan Pelanggaran  (LPD). Poin kedua, menghentikan kegiatan posisi dominan sebagaimana yang tertuang dalam LPD. Poin ketiga, bersedia menyampaikan bukti berupa surat atau dokumen bahwa telah terjadi perubahan perilaku kepada tim pengawas perubahan perilaku. Poin keempat, bersedia aktif dan koopertif dalam setiap proses verifikasi dan validasi alat bukti sesuai dengan ketentuan Pasal 94. Poin kelima, pengawasan perusahaan perilaku dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 90 hari yaitu sejak tanggal 3 Juli 2024 sampai dengan 6 November 2024. Poin keenam, Bahwa terlapor I dan terlapor II wajib mengikuti program kepatuhan KPPU. (Yetede)

Adu Balap Sarana Menara dan Mitratel di Industri Tower

KT1 03 Jul 2024 Investor Daily (H)
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel saling adu balap mengukuhkan posisinya sebagai pemain top industri menara (tower). Paling baru, kompetisi ini nampak ketika keduanya berupaya mengakuisisi emiten menara Grup Sinar Mas, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) senilai Rp 3,42 triliun pada 1 Juli 2024. Mitratel yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia  Tbk sebetulnya telah menunjukkan minatnya untuk mengambilalih saham  IBTS. Bahkan, MTEL sudah mengestimasikan , akuisisi IBTS tersebut akan menjadi transaksi paling jumbo perseroan pada tahun ini. (Yetede)

Jasa Marga dan Group Salim Kian Mesra

KT1 02 Jul 2024 Investor Daily (H)
Hubungan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dengan perusahaan afiliasi Grup Salim kian mesra. Jalinan spesial ini terungkap setelah Jasa marga resmi melepas 35% sahamnya di PT Jasamarga Transjawa Tolloroad (JJT), pengeola Tol Trans Jawa, kepada konsorsium Grup Salim selaku calon mitra strategis. Konsorsium Grup Salim yang siap membeli 35% atau mewakili 6,2 miliar saham JJT ini terdiri dari PT Metro Pacific Tollways Indonesia Services (MPTIS), kemudian Warrington Investment Pte. Ltd (WIPL)-anak usaha dari Sovereign Wealth Fund (WSF) Singapura yakni Goverment of Singapore Investment (GIC), dan META melalui anak usahanya PT Marga Utama Nusantara (MUN). Pembelian atas 35% saham JTT itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli (PPJB) oleh Jasa Marga dan konsorsium GIC-MPTIS tersebut pada 28 Juni 2024. Sebagai bagian dari rangkaian transaksi PPJB saham tersebut, kedua belah pihak juga telah meneken perjanjian pernyertaan saham bersyarat (PPSB) di mana JTT berencana menerbitkan sebanyak 1,20 miliar saham baru kepada MPTIS. (Yetede)

Babak Baru Divestasi Anak Usaha Jasa Marga

KT1 26 Jun 2024 Investor Daily (H)
Teka-teki soal divestasi PT Jasamarga Transjawa Tollroad (JTT), anak usaha PT Jasa Marga Tbk (JSMR), kembali memasuki babak baru. Metro Pacific Tollways Corporation (MPTC), perusahaan afiliasi Grup Salim, yang sebelumnya disebut-sebut bakal mencaplok 35% saham JTT, rupanya bukanlah isapan  jempol belaka. Kepastian MPTC mengakuisisi 35% saham JTT tersebut setidaknya  terulas dalam laporan media asal Filiphina, Manila Standard. Dalam pemberitaannya disebut bahwa penandatanganan dokumen pengembalian 35% saham JTT tersebut akan diteken pekan ini di Jakarta. "MPTC dan Jasa Marga sudah di tahap dokumen akhir. Terjadi sedikit perubahan," ungkap Chairman MPTC Manuel Pangilingan. Menurut Manuel, perubahan dimenit-menit akhir merupakan hal biasa. Terlebih, Jasa Marga merupakan BUMN yang pastinya memiliki sistem sendiri, sehingga memerlukan waktu lebih lama ketimbang perusahaan swasta. (Yetede)

Kuartal I, Laba Astra Financial Tumbuh 12%

KT1 22 Jun 2024 Investor Daily (H)

Kinerja Astra Finansial tercatat tumbuh secara berkesinambungan. Pada kuartal pertama 2024, Astra Finansial  mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,1 triliun, atau meningkat 12% secara yoy dari Rp 1,8 triliun. Peningkatan ini didukung oleh pengelolaan portfolio yang baik di sektor pembiayaan otomotif, komersial, retail, dan asuransi. Astra Finansial merupakan salah satu dari tujuh pilar bisnis Astra yang bergerak di jasa keuangan yang menaungi 14 unit bisnis di 8 sektor, yaitu: pembiayaan, asuransi, perbankan, dana pensiun, teknologi finansial, uang elektronik, digital ventura, dan modal ventura. Berdasarkan data kuartal I-2024, Astra Finansial mengelola aset sebesar Rp192,6 triliun dengan didukung oleh lebih dari 22 ribu karyawan dengan 912 cabang, serta mengelola 31,2 juta pelanggan di seluruh Indonesia. "Sesuai dengan visi Astra Finansial, untuk menjadi jasa penyedia keuangan ritel yang terdepan, Astra Finansial terus berupaya  untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen yang didukung oleh integrasi berbagai layanan dalam ekosistem Astra," kata Direktur Astra sekaligus Director-in-Charge Astra Finansial 1, Suparno Djasmin. (Yetede)