;
Tags

Perusahaan

( 1080 )

Tekanan Penurunan Margin pada Laba Emiten

HR1 29 Oct 2024 Kontan
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat penurunan kinerja di sembilan bulan pertama 2024, dengan laba bersih turun 14,07% yoy menjadi Rp 1,46 triliun dan pendapatan turun 4,55% yoy menjadi Rp 28,61 triliun. Segmen perdagangan dan distribusi BBM menjadi kontributor terbesar, namun margin laba kotor dan EBITDA mengalami penurunan signifikan.

Richard Jerry dari BRI Danareksa mengidentifikasi penurunan margin sebagai penyebab utama kinerja lemah, terutama akibat kontribusi lebih rendah dari penambang. Meski demikian, ia optimis AKRA akan tumbuh pada 2025 dengan rencana peningkatan kapasitas melalui kapal tanker baru. Edo Ardiansyah dari Phillip Sekuritas memperkirakan penjualan lahan JIIPE dapat mencapai 100 hektare, didukung oleh kebijakan pro-investasi pemerintah dan lokasi strategis.

Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas melihat potensi pertumbuhan seiring peningkatan permintaan BBM industri, meski mengingatkan risiko dari tensi geopolitik. Ia menyoroti pentingnya produk AKRA dalam sektor industri dan manufaktur.

Proyeksi untuk 2024 bervariasi, dengan BRI Danareksa memprediksi pendapatan mencapai Rp 37,6 triliun dan laba bersih Rp 2,73 triliun, sementara Phillip Sekuritas memperkirakan pendapatan Rp 43,2 triliun dan laba bersih Rp 3,2 triliun. Analis memberikan rekomendasi beragam, dengan target harga saham AKRA berkisar antara Rp 1.390 hingga Rp 1.870 per saham.

Sritex Ajukan Kasasi ke MA Atas Putusan Pailit

KT3 26 Oct 2024 Kompas

Setelah dinyatakan pailit oleh PN Semarang Kelas 1A, PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex mengajukan kasasi ke MA. Aktivitas perusahaan diklaim masih berjalan normal. Sejumlah pihak mendorong agar sengketa dagang yang dialami perusahaan itu bisa segera diselesaikan. Putusan pailit terhadap Sritex dikeluarkan PN Semarang Kelas 1A Khusus, Senin (21/10). Putusan ini terkait permohonan pembatalan perdamaian yang diajukan PT Indo Bharat Rayon, yang menjadi kreditor dari empat perusahaan tekstil, yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya.

Tuntutan pembatalan perdamaian dilayangkan karena keempat perusahaan itu dinilai lalai memenuhi kewajiban pembayaran utang. Kabar itu direspons Pemkab Sukoharjo dengan memanggil perwakilan Sritex untuk klarifikasi di kantor Sekda Kabupaten Sukoharjo, Jateng, Jumat (25/10). Dalam pertemuan itu, turut hadir sejumlah anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia. ”Kami lakukan upaya hukum berikutnya. Hari ini kami melayangkan kasasi ke MA. Kami juga menjelaskan beberapa hal karena kondisi masih berjalan normal,” kata GM HRD Sritex Group Hario Ngadiyono seusai pertemuan itu.  Hario tak memungkiri sempat muncul keresahan di kalangan pekerja sesudah kabar pailit beredar.

Untuk itu, langkah awal yang ditempuh perusahaan ialah memberitahukan kepada para pekerja perihal upaya hukum yang tengah berjalan. Dalam kasus ini, perusahaan tidak berusaha memailitkan diri. Tuntutan pailit berasal dari pihak lain. Saat ini, lanjut Hario, mesin produksi masih beroperasi dalam tiga jam kerja seperti biasanya. Namun, utilitasnya hanya 60-70 %, karena terdapat kendala pemenuhan bahan baku. Dari empat perusahaan yang dituntut pailit, total terdapat sekitar 15.000 pekerja. Jumlah pekerja paling banyak berada di Sritex, Kabupaten Sukoharjo, yakni 10.000 orang sampai 11.000 orang. (Yoga)


Grup Barito Menganggarkan Dana US$ 4,4 Miliar untuk Capex

KT1 26 Oct 2024 Investor Daily (H)
Grup Barito yang digawangi oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bakal menganggarkan dana  hingga US$ 4,4 miliar atau setara Rp68,75 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex) di proyek-proyek strategis di tiga anak usahanya yakni PT Barito Renewabless Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Indo Raya Tenaga. Proyek-proyek bernilai jumbo tersebut akan dikerjakan untuk rentang waktu 2024-2027. "Kami telah menganggarkan capex US$ 4,4 miliar untuk beberapa tahun ke depan. Sekitar US$ 800 juta untuk pembangunan pabrik chlor alkali, US$ 346 juta untuk penambahan kapasitas bisnis geothermal, serta US$ 3,3 miliar untuk proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Indoorganik, yang juga diimbangi dengan pertumbuhan secara organik," tutur dia. Selain konsistensi melakukan ekspansi Direktur Barito Pacific David Kosasih mengatakan, pihaknya tetap membuka peluang kilang ini. TPIA dapat mengolah minyak mentah secara langsung dan menghasilkan produk-produk bahan bakar seperti bensin, solar, avtur, dan aspal yang belum dapat diproduksi oleh fasilitas TPIA sebelumnya. (Yetede)

Ekspansi Dua Bisnis Inti yaitu PLTP dan PLTB

KT1 23 Oct 2024 Investor Daily (H)
Emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Renewabless Tbk (BRE)  terus menggeber ekspansi di dua dunia bisnis utamanya yakni pembangkit listrik panas bumi (PLTP) dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLPB). Emiten energi baru terbarukan ini menargetkan bakal memiliki kapasitas hingga 1,95 gigawatt (GW) pada 2030, dari dua bisnis intinya tersebut. "Kami menargetkan untuk mencapai kapasitas 1 GW di 2025 melalui pengembangan kapasitas eksisting, sebelum mencapai 1.95GW pada 2030 melalui pengembangan di proyek Greenfield," kata Manajemen BREN. Manajemen Barito Renewabless mengungkapkan, kapasitas perseroan saat ini sebanyak 965MW yang terdiri dari PLTP sebesar 886MW dan PLTB 79MW. Secara bertahap, perseroan akan terus meningkatkan kapasitasnya, dimana tahun ini akan ada penambahan 14MW pada PLTP, selanjutnya ada penambahan lagi 27MW tahun depan, 37MW di 2026, serta 820MW pada 2027-2032. Sehingga total kapasitas terpasang PLTP perseroan akan menjadi 1.784MW. Perseroan juga mempertimbangkan untuk menambah kapasitas PLTP lagi sebanyak 655MW hingga menjadi 2.439MW pada 2032. (Yetede)

Emiten Tingkatkan Laba Lewat Anak Usaha

HR1 23 Oct 2024 Kontan
Strategi ekspansi sejumlah emiten sektor pertambangan untuk mendiversifikasi sumber pendapatan dan memanfaatkan peluang dalam ekosistem pendukung tambang. PT Petrosea Tbk (PTRO) mendirikan anak usaha, PT Petrosea Infrastruktur Nusantara (PT PIN), untuk mendukung aktivitas di bidang infrastruktur, sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto. 

Langkah serupa diambil oleh PT Carsurin Tbk (CRSN) dengan mendirikan PT Carsurin Minerals Solutions (CMS) untuk meningkatkan kontribusi di masa depan, menurut Direktur Timotius Nugraha Tjahjana. PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menjajaki bisnis baru, termasuk manufaktur baja dan penyewaan alat berat, untuk memperluas potensi pendapatan, meski belum ada kesepakatan yang final, ujar Sekretaris Perusahaan Sari Dewi.

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menggunakan strategi akuisisi dengan membeli saham PT Bumi Bintang Silika untuk memperluas kegiatan usaha di sektor eksplorasi batu kapur. Direktur DKFT, Feni Silviani Budiman, menegaskan bahwa langkah ini adalah strategi jangka panjang untuk memperluas izin usaha pertambangan.

Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, dan Fath Aliansyah dari Lotus Andalan Sekuritas menilai bahwa pendirian anak usaha dan ekspansi adalah upaya untuk menggali potensi bisnis dan efisiensi, meskipun kinerja tetap tergantung pada prospek komoditas. Vicky Rosalinda dari Kiwoom Sekuritas menekankan pentingnya manajemen operasional dan keuangan dalam strategi ekspansi.

Hendra merekomendasikan saham PTRO dan DKFT, dengan target harga masing-masing Rp 17.800 dan Rp 200 per saham, karena kombinasi bisnis tambang dan infrastruktur PTRO serta stabilitas pengembangan sumber daya mineral DKFT.

Memperkuat Keuangan melalui Right Issue

HR1 22 Oct 2024 Kontan
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mendapatkan respons positif atas rencana aksi korporasi melalui penawaran umum terbatas (PUT) sebanyak 5 miliar saham baru dengan dana yang diharapkan mencapai Rp 4,5 triliun. Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai rights issue ini akan memperbaiki rasio utang TOWR, meskipun laba bersih per saham akan turun. Christofer Konjongian dari Sucor Sekuritas memperkirakan bahwa pelunasan utang dengan dana rights issue akan menurunkan net gearing dan meningkatkan marjin bersih pada 2025, meskipun laba bersih per saham akan berkurang.

Aqil Triyadi dari Panin Sekuritas mencatat bahwa penurunan suku bunga Bank Indonesia dan The Fed akan memberikan dampak positif bagi TOWR dengan mengurangi beban bunga perusahaan. Selain itu, penggunaan dana rights issue untuk akuisisi, seperti rencana mengakuisisi serat optik PT Link Net Tbk (LINK) dan aset PT Indosat Tbk (ISAT), berpotensi membuka sumber pendapatan baru.

TOWR sebelumnya juga telah mengakuisisi PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap EBITDA perusahaan. Dengan ekspansi ini, TOWR diproyeksikan mengkonsolidasikan IBST pada kuartal III-2024. Christofer menyematkan rating "buy" dengan target harga Rp 1.500, sementara Sukarno dan Aqil merekomendasikan "hold" dengan target harga masing-masing Rp 885 dan Rp 930.

Utilitas Produksi Keramik Ditargetkan Capai 68%

KT1 18 Oct 2024 Investor Daily

Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki) menargetkan peningkatan utilitas produksi keramik nasional yang saat ini berada di level 63%, bisa beranjak naik ke level 67-68% pada akhir tahun nanti. Ketua Umum Asaki Edy Suyanto optimistis target tersebut akan tercapai, setelah pemerintah mengeluarkan pemberlakuan Bea masuk anti dumping (BMAD) keramik dalam lima tahun kedepan. Pemberlakuan ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.70/2024 yang berlaku pada 28 Oktober 2024 hingga lima tahun kedepan.

"Asaki sangat mengapresiasi kehadiran dan keberpihakan pemerintah Presiden Jokowi dalam melindungi industri keramik nasional dari tindakan kecurangan perdagangan berupa dumping dari keramik  impor asal china," ucap dia kepada Investor Daily. Edi mengakui pihaknya tetap memandang positif, meskipun besaran BMAD yang ditetapkan hanya kisaran 35% sampai dengan 50%. Asaki sebelumnya berharap besaran BMAD bisa seperti negara-negara macam Meksiko dan AS dengan besaran diatas 100%. (Yetede)

Bumi Siak Pusako Rayakan Optimisme di HUT ke-23

HR1 18 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Perkembangan signifikan yang dicapai PT Bumi Siak Pusako (BSP) di bawah kepemimpinan Direktur Iskandar. Sejak sepenuhnya mengelola Blok Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) dari Pertamina pada 2022, BSP berkomitmen untuk mengelola sumber daya secara efisien dan profesional, dengan target produksi minyak mencapai 8.500 barel per hari hingga akhir tahun. Iskandar menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah dan stakeholder untuk mengatasi tantangan, termasuk proses perizinan yang panjang.

BSP juga menunjukkan dedikasi dalam tanggung jawab sosial melalui program CSR di bidang pendidikan, sambil tetap fokus pada eksplorasi dan peningkatan produksi. Dengan pencapaian laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, BSP optimis dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan di Riau.


Efek Program Prabowo: Peluang di Emiten Unggas

HR1 17 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Saham emiten unggas mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir, dengan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) naik 10,62% menjadi Rp1.615, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) naik 4,12% menjadi Rp5.050, dan PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) naik 7,89% menjadi Rp820. Menurut analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, kenaikan ini didorong oleh prospek program makan bergizi gratis yang diusulkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang diperkirakan akan meningkatkan konsumsi unggas.

Meskipun ada tantangan, seperti kenaikan harga jagung akibat musim hujan, prospek positif untuk sektor ini tetap ada. Analis Mirae Asset Sekuritas, Andreas K. Saragih, dan Christine Natasya dari Bahana Sekuritas juga menyampaikan optimisme tentang kinerja emiten unggas. Mereka merekomendasikan saham JPFA dan CPIN untuk dibeli, dengan target harga masing-masing Rp1.740 dan Rp5.900. Secara keseluruhan, konsensus dari 16 sekuritas menunjukkan rekomendasi beli untuk JPFA, menegaskan potensi pertumbuhan di sektor unggas menjelang pelaksanaan program pemerintah yang mendukung peningkatan konsumsi.



Sindikat Internasional Pencurian Modul BTS Melibatkan Warga China

KT3 15 Oct 2024 Kompas
Sindikat internasional pencurian modul stasiun pancar-terima dasar (base transceiver station/BTS diungkap. Lima tersangka ditangkap dan sejumlah barang bukti hasil pencurian pun disita. Aksi ini didalangi penadah berkebangsaan China berinisial SJ yang hingga kini masih diburu. Akibat pencurian ini, perusahaan penyedia jasa telekomunikasi merugi hingga Rp 120 miliar. Lima tersangka yang ditangkap adalah MJ (31), AL (31), TY (34), RCH (25), dan AB (49). Sementara polisi juga menyita 227 modul dan 13 palet yang dicuri dari sejumlah stasiun pancar-terima dasar yang tersebar di beberapa wilayah. ”Satu modul BTS baru dihargai sekitar Rp 90 juta. Dengan pencurian ini, kerugian yang dialami perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi mencapai Rp 120 miliar,” kata Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro, Senin (14/10/2024). Dia menerangkan kasus ini terungkap setelah polisi menangkap MJ di sebuah hotel yang berada di kawasan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Minggu, 1 September 2024. 

Di sana petugas menemukanpakaian wearpack yang digunakan MJ untuk mengelabui petugas saat mencuri modul BTS. ”Dia berpura-pura menjadi teknisi agar bisa masuk ke area menara BTS,” kata Susatyo. Dari keterangan MJ, ter-bongkarlah sindikat itu. MJ menunjukkan gudang tempat modul BTS hasil curian disimpan, yakni di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Di sana, petugas menemukan 227 modul BTS dan menangkap empat tersangka lain, yakni AL yang merupakan tangan kanan penadah modul BTS berinisial SJ alias Jason. TY, RCH, dan AB bertugas mengemas modul BTS. Sebelum dikirim ke Hong Kong, semua perangkat BTS hasil curian ini disimpan di sebuah gudang yang ada di Cilincing, Jakarta Utara. Dari keterangan kelima tersangka, sindikat ini tidak hanya beraksi di wilayah Jabodetabek, tetapi juga merambah hingga keprovinsi lain di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. ”Hanya (BTS) di Papua saja yang belum terjamah,” kata Susatyo. Perkenalan para tersangka dengan SJ diketahui dimulai dari interaksi di media sosial. 

Sejak awal SJ menawarkan pekerjaan untuk mencari modul BTS, di mana setiap modul hasil curian dihargai sekitarRp 3 juta sampai Rp 7,5 juta. Kemudian modul itu direkondisi untuk kemudian dijual kembali ke pasar internasional. Kasus ini menjadi perhatian lantaran pencurian tersebut tak hanya merugikan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi,tetapi juga merugikan warga yang pada zaman sekarang ini sangat bergantung pada jaringan telekomunikasi. ”Kami tidak akan berhenti di sini, kami telah bekerja sama dengan Divisi Hubungan Internasional Polri untuk mengejar SJ,” kata Susatyo. Kepala Polsek Metro Menteng Komisaris Bayu Marfiando menambahkan, awalnya jajarannya menerima laporan pencurian modul BTS di sekitar Kantor Kementerian ESDM dan di wilayah Pegangsaan, Jakarta Pusat. Namun setelah dikembangkan, ternyata sindikat ini melakukan aksinya sejak lama tepatnya di tahun 2020. "Saat itu masih pandemi Co- vid-19 sehingga mereka (tersangka) memanfaatkan kelengangan ini untuk mencuri modul BTS,” katanya. (Yoga)