;
Tags

Batu Bara

( 291 )

Larangan Ekspor Batubara Juga Gerus Penerimaan Negara

KT1 03 Jan 2022 Kontan

Kebijakan larangan ekspor batu bara yang dikeluaran pemerintah, tak hanya berdampak pada pebisnis. Kinerja ekspor juga bisa berdampak ke penerimaan negara dan neraca perdagangan. Larangan ekpor batu bara dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui salinan surat  bernomor B16166/MB.05/DJB.B/2021 tertanggal 31 Desember 2021. Dalam surat tersebut larangan ekspor dimulai 1 Januari 2022- 31Januari 2022. "Pasca kebijakan ini penerimaan pajak khususnya yang bersumber dari PPh ekspor rentan alami penurunan yang sangat tajam," kata Direktur Center of Economics Law Studies (Cellios) Bhima Yudhistira kepada KONTAN, Minggu (2/1). Proyeksinya neraca perdagangan bulan Januari 2022 bisa defisit sekitar US$ 50 juta hingga US$ 80 juta. "Surplus perdagangan yang sebelumnya cukup tinggi per bulan di atas US$ 3 miliar hingga US$ 5 miliar juga akan mengalami perubahan siginifikan," tambah Bhima. (Yetede)

Ekspor Batu Bara RI Disetop Demi Pembangkit Listrik Dalam Negeri

Sajili 03 Jan 2022 Sinar Indonesia Baru

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menghentikan sementara ekspor batu bara di bulan ini, Keputusan itu diambil untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai kebijakan larangan ekspor batu bara yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM sangat tepat. Sebab jika tidak dilakukan, pasokan listrik ke 10 juta pelanggan PT PLN (Persero) bakal terganggu akibat defisit batu bara yang dialami pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik BUMN kelistrikan tersebut.

Mamit menilai, di tengah kondisi perekonomian yang sudah mulai bergeliat sangat disayangkan jika keandalan suplai listrik ke masyarakat dan industri serta perkantoran terganggu karena stok batu bara bagi pembangkit milik PLN dan IPP terganggu.


Siap-Siap Harga Batu Bara Meredup

KT3 27 Dec 2021 Kontan

Tahun ini harga komoditas batubara melesat tajam, namun diperkirakan meredup tahun depan. Kontrak batubara ICE Newcastle USD 183,15 per ton, menggenapi kenaikan 10 hari berturut-turut 26.66 %, tapi sudah menjauhi level tertinggi USD 272,5 per ton, 5 Oktober silam. Harga batubara tahun depan diperkirakan USD 105 per ton, harga 2023 diperkirakan USD 90 per ton dan harga 2024 USD 80 per ton. Faktor yang mendorong penurunan harga batubara diantaranya, suplai batubara Indonesia meningkat, produksi batubara China juga meningkat, tulis Hasbie, analis Mega Sekuritas, terlihat sejak Oktober impor batubara China turun 18 % secara bulanan. Berakhirnya musim dingin juga membuat konsumsi batubara turun. Hal ini mengubah defisit cadangan batubara dunia 13 juta ton hingga akhir tahun jadi surplus 11 juta ton tahun depan. Analis Kiwoon Sekuritas Sukarno Alatas yakin harga batubara turun tahun depan akibat China membatasi operasi industri padat energi, terutama yang menggunakan listrik, China juga membatasi impor batubara. (Yoga)


Strategi Ekspansi Emiten, ADRO Garap Smelter US$728 Juta

HR1 24 Dec 2021 Bisnis Indonesia

Emiten produsen batu bara, PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) melalui PT Adaro Aluminium Indonesia menandatangani Letter of Intention to Invest sebesar US$728 juta untuk membangun aluminium smelter di Kawasan Industri Hijau Indonesia. Adaro berkomitmen melakukan transformasi bisnis melalui green initiative jangka panjang, antara lain dengan berinvestasi membangun aluminium smelter guna mendukung program hilirisasi industri yang dicanangkan pemerintah. "Melalui investasi ini, kami berharap dapat membantu mengurangi impor aluminium, memberikan proses dan nilai tambah terhadap alumina serta meningkatkan penerimaan pajak negara," ujar Wakil Presiden Direktur Adaro Energy Ario Rachmat, Kamis (23/12). Untuk mengembangkan industri ini, emiten berkode ADRO itu akan menggandeng mitra asing yang sudah memiliki rekam jejak, pengalaman, teknologi terkini dan pengetahuan secara menyeluruh di industri aluminium.


Ekspor Semen Merosot 25%

KT1 20 Dec 2021 Investor Daily

Ekspor semen merosot tajam hingga 24% pada bulan November 2021 menjadi 505 ribu ton dibanding periode sama tahun lalu. "Sangat disayangkan sekali industri semen yang mulai tahun 2017 mengembangkan ekpor semen dan klinker ke negara Asia, Afrika, Asutralia, bahkan ke Amerika, menjadi turun dratsis dibulan November ini akibat susahnya mendapatkan batu bara dan harganya yang sangat tinggi," kata Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu, (19/12). "Produsen batu bara keliatannya masih mengutamakan kebutuhan negara lain dibandingkan industri dalam negeri, dimana industri-industri tersebut notabene termasuk kelompok 10 barang penting dan sebagai industri strategis," ungkap dia.

Harga Batubara Mulai Anjlok

Sajili 10 Dec 2021 Tribun Timur

Harga Batu Bara Acuan (HBA) turun seiring dengan meningkatkan produksi batu bara oleh China. Kementerian ESDM menetapkan HBA pada Desember 2021 sebesar 159,79 dollar AS per ton.

Angka HBA tersebut anjlok sekitar 26 persen atau 55,22 dollar AS per ton dibandingkan dengan HBA November 2021 yang tembus mencapai 215,01 dollar AS per ton. Penurunan HBA ini dipengaruhi oleh intervensi kebijakan pemerintah China dalam menjaga kebutuhan batubara domestik mereka.


Harga Batu Bara Acuan, Rekor Emas Hitam Terhenti

HR1 09 Dec 2021 Bisnis Indonesia

Setelah mencetak kenaikan selama 8 bulan berturut-turut hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pencatatannya, harga batu bara acuan atau HBA tergelincir pada Desember 2021. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan HBA Desember 2021 senilai US$159,79 per ton. Angka ini merosot US$55,22 per ton 25,68% dari harga acuan November 2021, yakni US$215,01 per ton. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan penurunan HBA ini dipengaruhi oleh intervensi kebijakan Pemerintah China dalam menjaga kebutuhan batu bara domestik negara itu.“Pemerintah China telah meningkatkan produksi batu bara dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang berdampak pada meningkatnya stok batu bara domestik China serta kebijakan pengaturan harga batu bara oleh pemerintah setempat,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (8/12).

Setidaknya terdapat dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA yaitu, pasokan dan permintaan. Pada faktor pasokan, dipengaruhi oleh cuaca, teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal. Sementara untuk faktor permintaan, dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.

Penuhi Pasokan Batubara Lokal, Insentif Siap Ditebar

HR1 17 Nov 2021 Kontan

Di tengah krisis ekonomi global, Indonesia nampaknya ingin memastikan pasokan energi dalam negeri tetap terjaga. Ini pula yang membuat pemerintah akan memberikan insentif perusahaan yang mampu memenuhi kebijakan memasok kebutuhan lokal atau domestic market obligation (DMO). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ridwan Djamaluddin mengungkapkan, ada keistimewaan pelaku usaha jika berhasil memenuhi komitmen DMO 25% dari rencana produksi. Direktur PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava, pihaknya berkomitmen memenuhi DMO tahun ini. "Kami menargetkan capai komtmen DMO sesuai RKAB tahun ini kendati dihadapkan curah hujan yang tinggi," ujar dia kepada Kontan, Selasa (16/11).  

Hingga Oktober, Penyerapan Batu Bara Dalam Negeri Capai 110 juta

KT1 17 Nov 2021 Investor Daily

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan penyerapan batu bara dalam negeri (Domestic market obligator/DMO) hingga akhir Oktober kemarin mencapai 110 juta ton. Realisasi tersebut sekitar 80% dari kuota DMO tahun ini yang mencapai 138 juta ton. Sedangkan volume produksi batu bara hingga akhir Oktober mencapai 512 juta ton atau sekitar 82% dari target tahun ini sebesar 625 juta ton.

Permasalahan lain yang dihadapi pembangkit listrik dalam menyerap batu bara yakni fasilitas jetty yang belum memadai serta keterbatasan tongkang. Pihaknya pun mendapati kontrak jangka pendek  PLN dengan penyelia batu bara. "Kami usulkan ke PLN untuk kontrak jangka panjang dan membeli langsung ke perusahaan  tambang tidak melalui trader,"ujarnya.

Di acara yang sama Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menuturkan realisasi penyerapan batu bara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) hingga akhir Oktober mencapai  93,2 juta ton. Adapun rinciannya sebanyak  55,5 juta ton terserap pembangkit milk PLN dan 37,6 juta ton pembangkit milik pengembang listrik swasta. "Diproyeksikan kebutuhan hingga akhir 2021 ini yang mencapai  115,6 juta ton," tuturnya. (Yetede)

Harga Batubara Tembus 215 Dollar AS Per Ton

HR1 09 Nov 2021 Kompas

Harga batubara acuan (HBA) di Indonesia tercatat 215,01 dollar AS per ton pada November 2021. Dengan demikian,terjadi kenaikan sebesar 33 persen dari Oktober lalu yang tercatat 161,63 dollar AS per ton. Kenaikan ini dipengaruhi datangnya musim dingin di sejumlah negara dan krisis batubara yang dialami China sehingga berimbas pada harga batubara global