;
Tags

Perhotelan

( 78 )

Pukulan Bertubi-Tubi bagi Pebisnis Pariwisata

ayu.dewi 03 Dec 2020 Kontan

Hingga kuartal III-2020, rata-rata okupansi hotel secara nasional di level 30%. Angka ini sudah lumayan ketimbang saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan pada Maret lalu. Waktu itu, tingkat okupansi hotel berada di bawah 30%, bahkan menyentuh 5%-10%.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menilai, kebijakan pengurangan cuti sangat mendadak. Konsekuensinya, pelaku industri pariwisata akan kehilangan potensi pendapatan. Banyak tamu yang menuntut uang kembali. “Nah, mengembalikan uang konsumen itu bukan perkara mudah di bisnis perhotelan, karena prosesnya cukup panjang,” ungkap Maulana, kemarin (2/12).

Bukan hanya itu, para pengelola hotel harus membanting tarif sewa kamar. Menurut survei PHRI, harga jual kamar atau average room rate (ARR) pada periode long weekend umumnya naik 20%-30% dari tarif reguler menjadi Rp 600.000-Rp 650.000. Namun di lapangan, rata-rata ARR justru merosot hingga level Rp 350.000.



Konsumen Masih Takut Belanja

Sajili 11 Nov 2020 Surya

Bank Indonesia terus mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi Jawa Timur (Jatim) di tengah pandemi covid 19 ini. Salah satunya penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam transaksi digital.

“QRIS mendapat respon positif di masyarakat Jatim. Tercatat sekitar 560.000 merchant QRIS,” kata Din Ahmad Johansyah, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur (BI Jatim), saat wawancara zoom meeting bersama Surya, Senin (3/11).

Penggunaan transaksi digital ini merupakan cara efektif berinteraksi antara produsen dengan konsumen di saat pandemi, Difi meyakini bila masyarakat kembali berbelanja, maka pertumbuhan ekonomi Jatim kembali normal.

Saat ini tantangan yang harus diselesaikan adalah menumbuhkan confidence atau kepercayaan diri masyarakat agar mau berbelanja lagi. Terutama di sektor jasa seperti hotel, pariwisata dan restauran. “Masyarakat harus didorong untuk adapter terhadap prokes yang mendukung peningkatan kepercayaan dalam belanja,” cetus Difi.

Memasuki kuartal IV di bulan Oktober, Din memprediksi beberapa daerah kemungkinan akan mulai mencatatkan inflasi. Inflasi Ini bisa mendorong ekonomi tumbuh, seperti yang sudah terlihat di Kediri, kemudian Surabaya, Malang. Batu, Madiun dan Banyuwangi Tidak hanya sektor jasa, daerah dengan sektor pertanian juga diprediksi tumbuh, di Madiun dan Blitar.


Pemkab Cabut Penghapusan Denda Pajak Hotel

Sajili 06 Nov 2020 Banjarmasin Post

Relaksasi penghapusan denda administrasi keterlambatan membayar pajak untuk hotel dan parkir di hotel, untuk hotel yang tergabung dalam Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), bakal tak diperpanjang.

Kabid Pendapatan 1 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banjar, Heryanto, Kamis (5/11) menerangkan, terkait denda akan dibuatkan SK Bupati sebagai dasar penghapusan dendanya. “Saat ini sedang proses inventarisasi denda,” sebutnya.

Menurut Hery, kondisi usaha hotel dan restoran berangsur membaik, dan pengunjung hotel dan restoran juga sudah mulai banyak. Atas pertimbangan tersebut relaksasi dihentikan dan dihapuskan.

Relaksasi denda keterlambatan pembayaran pajak hotel dan restoran sendiri akan berakhir pada 15 November 2020 ini setelah diberikan untuk Juli, Agustus dan September 2020 kemarin. Selain pajak hotel dan restoran, pajak parkir hotel juga diberi relaksasi. Pengelola hotel tetap harus melaporkan omzet parkirnya dan pajaknya akan mengikuti.


Wisatawan Domestik Jadi Penghela

Sajili 03 Nov 2020 Kompas

Berdasarkan BPS, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) pada September 2020 hanya 153.500 orang. Jumlah itu menurun dibandingkan pada Agustus 2020 yang mencapai 165.000 orang. Pertumbuhan kunjungan wisman ke Tanah Air secara tahunan minus 88,96 persen. Kunjungan wisman didominasi dari Timor Leste (50 persen), Malaysia (35,3 persen), dan China (4,6 persen).

Secara kumulatif, jumlah wisman sepanjang Januari-September 2020 sebanyak 3,56 juta orang. Pertumbuhannya minus 70,57 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 12,1 juta orang.

Sementara itu, tingkat penghunian kamar selama September 2020 mencapai 32,12 persen atau turun 0,81 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, serta turun minus 21,40 secara tahunan. Tingkat penghunian kamar terendah antara lain di Bali, Kepulauan Riau, dan Aceh.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, Senin, mengatakan, Jumlah penumpang di 19 bandara yang dikelola PT AP II pada 1-31 Oktober 2020 sebanyak 2,14 juta orang atau naik sekitar 19 persen dibandingkan September 2020 yang sebanyak 1,79 juta orang. Pergerakan pesawat pun naik 10 persen, yakni dari 23.879 penerbangan pada September 2020 menjadi 26.304 penerbangan pada Oktober 2020.


Tingkat Hunian Meningkat Lebih 80 Persen

Sajili 03 Nov 2020 Banjarmasin Post

Libur bersama yang dilaksanakan Rabu hingga Minggu tadi ternyata membawa berkah juga bagi hotel yang ada di Banjarmasin dan Banjarbaru. Tingkat hunian meningkat hingga 80 90 persen selama liburan lima hari tersebut.

“Saat long weekend kemarin, kamar di tempat kami full terus selama tiga hari. Kebanyakan yang menginap satu keluarga, liburan staycation di hotel,” kata Dessy Nathalia Hawinie, Executive Secretary & Marketing Communication Swiss Belhotel Borneo Banjarmasin, Senin (2/11).

Dikatakan Dessy, jika Sabtu dan Minggu kebetulan ada acara small wedding. Adanya libur bersama dan acara small wedding, membuat tingkat hunian di Oktober tadi di closing sekitar 80 persen.

Terpisah, Sales Manager Hotel Roditha Banjarbaru, Idrus Wardhana, mengatakan selama long weekend kemarin tingkat hunian cukup meningkat. “Meningkatnya sampai 90 persen. Kebanyakan yang menginap seputar Kalsel juga dan family untuk memanfaatkan libur dan bersantai bersama keluarga,” katanya.

Dikatakan Idrus, kebanyakan tamu menginap mulai Jumat sampai Minggu kemarin, sedangkan harga kamar per malamnya hanya Rp 462. 000. Sepertinya hingga ke akhir tahun ini. “Averages sekitar 75 persen,” ucapnya.


Wisatawan Domestik Jadi Penghela

Sajili 03 Nov 2020 Kompas

Industri pariwisata diprediksi terus bergeliat pada triwulan IV-2020 meskipun pandemi Covid-19 belum usai. Wisatawan domestik menjadi penghela kebangkitan pariwisata.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto mengatakan, seiring relaksasi pemerintah berupa pelonggaran PSBB, banyak wisatawan domestik melakukan perjalanan dan bepergian dengan menerapkan protokol kesehatan. Meski demikian, jumlah wisatawan mancanegara ke Tanah Air masih sangat minim sehingga pemulihan pariwisata masih butuh waktu.

Berdasarkan BPS, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) pada September 2020 hanya 153.500 orang. Jumlah itu menurun dibandingkan pada Agustus 2020 yang mencapai 165.000 orang. Pertumbuhan kunjungan wisman ke Tanah Air secara tahunan minus 88,96 persen. Kunjungan wisman didominasi dari Timor Leste (50 persen), Malaysia (35,3 persen), dan China (4,6 persen).

Kunjungan wisman pada September 2020 antara lain untuk keperluan bisnis dan kerja, sedangkan belum ada wisman untuk tujuan liburan. Secara kumulatif, jumlah wisman sepanjang Januari-September 2020 sebanyak 3,56 juta orang. Pertumbuhannya minus 70,57 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 12,1 juta orang.

Sementara itu, tingkat penghunian kamar selama September 2020 mencapai 32,12 persen atau turun 0,81 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, serta turun minus 21,40 secara tahunan. Tingkat penghunian kamar terendah antara lain di Bali, Kepulauan Riau, dan Aceh.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, Senin, mengatakan, kombinasi keyakinan terhadap protokol kesehatan dan libur panjang menggairahkan penerbangan pada Oktober 2020. Jumlah penumpang di 19 bandara yang dikelola PT AP II pada 1-31 Oktober 2020 sebanyak 2,14 juta orang atau naik sekitar 19 persen dibandingkan September 2020 yang sebanyak 1,79 juta orang.

Pergerakan pesawat pun naik 10 persen, yakni dari 23.879 penerbangan pada September 2020 menjadi 26.304 penerbangan pada Oktober 2020. Dalam periode libur panjang, 28 Oktober-1 November 2020, jumlah penumpang pesawat sebanyak 455.068 orang, naik 17 persen dibandingkan dengan periode 21-25 Oktober 2020. Jumlah penerbangan naik 10 persen menjadi 4.460 penerbangan.


Tingkat Hunian Hotel di Kota Medan 20 hingga 30% , di Daerah 50%

Sajili 20 Oct 2020 Harian Sinar Indonesia Baru Medan


Hingga saat ini tingkat hunian hotel (okupasi) di masa pandemik Covid-19 di Surmatera Utara masih sepi yakni khusus di Kota Medan angkanya di kisaran 20 sampai 30%. Sedangkan di daerah wisata bisa di atas 50%, ungkap Ketua PHRI (Hotel Perhimpunan dan Restoran Indonesia) Sumatera Utara Denny S Wardhana, Jumat (16/10).

Disebutnya, pengunjung yang datang atau menginap di hotel umumnya masyarakat lokal belum terlihat orang asing atau wisman. Namun ke depan, katanya, pihaknya melakukan upaya agar tingkat hunian hotel bisa pulih yakni dengan membuat mice di hotel. MICE yakni akronim bahasa Inggris “Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition”, dalam industri pariwisata atau pameran, adalah suatu jenis kegiatan pariwisata di mana suatu kelompok besar, direncanakan dengan matang, berangkat bersama untuk suatu tujuan tertentu.


Rp 3,3 Triliun untuk Hotel dan Restoran

Sajili 02 Oct 2020 Kompas

Pemerintah berencana menggulirkan stimulus berupa hibah pariwisata pada Oktober- Desember 2020 bagi industri hotel dan restoran agar mereka mampu bertahan dan meyakinkan masyarakat jika aman dikunjungi.

Direktur Manajemen Industri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Henky Manurung, Kamis (1/10/2020), mengatakan, kementeriannya siap menggulirkan hibah pariwisata senilai Rp 3,3 triliun yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Hibah itu, menurut rencana, untuk industri perhotelan dan restoran di 85 kabupaten/kota serta akan disalurkan melalui pemerintah daerah. Dengan hibah tersebut, pengelola hotel dan restoran diharapkan lebih siap menerapkan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan dan ramah lingkungan (CHSE).

Kemenparekraf juga tengah menyiapkan program sertifikasi CHSE gratis bagi para pelaku pariwisata di daerah. Sertifikat CHSE itu merupakan upaya agar wisatawan merasa aman ketika berkunjung ke lokasi wisata. Total biaya yang dianggarkan untuk program tersebut Rp 97,76 miliar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara (wisman) pada Agustus 2020 hanya 165.000 orang atau tumbuh 4,45 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Namun, pertumbuhan kunjungan wisman secara tahunan minus 89,22 persen. Kunjungan wisman ke Tanah Air didominasi dari Timor Leste (54 persen), Malaysia (35 persen), dan China (2,2 persen).

Secara kumulatif, jumlah wisman sepanjang Januari-Agustus 2020 hanya 3,4 juta orang. Pertumbuhannya minus 68,17 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 10,7 juta orang.


Pariwisata Terus Menggeliat

Sajili 19 Aug 2020 Kompas

Setelah hampir enam bulan terpuruk karena terdampak pandemi Covid-19, pariwisata di daerah kian terasa menggeliat. Kunjungan wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta yang tercatat pada aplikasi Visiting Jogja milik Dinas Pariwisata DIY pada akhir pekan lalu, 16 Agustus 2020, mencapai 39.000 orang. Jumlah kunjungan itu meningkat tiga kali lipat dibandingkan dengan pada 12 Juli lalu yang berkisar 13.000 orang. Adapun kunjungan wisatawan pada hari kerja berkisar 5.000 orang.

Saat ini ada 51 destinasi wisata di lima kabupaten/kota di DIY yang telah beroperasi kembaliSistem pendataan wisatawan di 51 destinasi itu juga terkoneksi aplikasi Visiting Jogja. Epidemiolog Universitas Gadjah Mada, Bayu Satria Wiratama, menyatakan, pembukaan destinasi wisata harus diikuti pengawasan ketat. Selain memastikan penerapan protokol kesehatan, pemda harus memastikan semua wisatawan terdata untuk memudahkan penelusuran kontak. ”Selain didata, yang lebih penting pengawasan ketat. Wisatawan yang datang benar-benar tidak boleh buka masker atau bergerombol,” kata Bayu.

Peningkatan kunjungan wisatawan juga terjadi di Kota Batu, Jawa Timur. Tingkat hunian hotel melonjak pada libur panjang akhir pekan lalu. Bahkan, di beberapa hotel, dari 50 persen kapasitas kamar yang diperbolehkan selama pandemi, telah terisi semua. Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Batu Mukhlas Rofik, megatakan “Kami saling mengingatkan. Kalau ada hotel yang tidak menjalankan prosedur, pengurus PHRI akan langsung menegur untuk saling menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. Protokol

Kunjungan wisatawan diperkirakan kembali meningkat pada libur panjang akhir pekan ini, bertepatan libur Tahun Baru Islam pada Kamis, 20 Agustus 2020 Kepala Bidang Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bukit tinggi Ikbal mengatakan, pihaknya membatasi jumlah pengunjung menjadi 70 persen dari rata-rata jumlah pengunjung harian.

Dari Mataram, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani bakal membuka kembali jalur pendakian Gunung Rinjani mulai Sabtu (22/8).

Penginapan Mulai Menggeliat

Sajili 10 Aug 2020 Kompas

Tempat penginapan mulai meningkat sejalan dibukannya beberapa daerah tujuan wisata. Salah satu faktor nya ditopang oleh tren stayaction, liburan dengan menginap di vila atau hotel yang dekat dengan tempat tinggal, terutam oleh wisatawan domestik. Peningkatan kunjungan terutama terjadi di destinasi wisata turis lokal, seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Malang, dan Semarang. Sementara destinasi yang bisa untuk wisatawan internasional, seperti Bali belum meningkat signifikan.

Corporate Communications Manager Pegipegi Busyra Oryza menyatakan, pemesanan hotel dan penginapan melalui Pegipegi meningkat 250 persen, terhitung sejak libur Idul Fitri pada Mei 2020. Peningkatan menggeliat ketika pemerintah mulai melonggarkan aturan pembatasan social berskala besar (PSBB). Sebagian pengelola hotel juga menawarkan diskon tarif secara rutin.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia Bidang Kawasan Pariwisata dan Pusat Rekreasi Thomas Jusman mengemukakan, beberapa destinasi sudah mengalami peningkatan jumlah pengunjung terutama destinasi wisata alam.

Upaya pemulihan industri pariwisata, termasuk perhotelan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, seperti kebersihan dan higienis. “Pandemi Covid-19 mengajarkan kita untuk menjaga kebersihan. Wisatawan akan memilik destinasi wisata yang menerapkan protokol kesehatan, sekalipun pandemi nantinya berakhir,” lanjut Thomas.

Secara terpisah, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Hariyadi Sukamdani berpandangan, tingkat okupansi hotel di Jakarta rata-rata baru sekitar 20 persen. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendorong okupansi hotel adalah perjalanan dinas pemerintah yang dinilai akan mengungkit perjalanan bisnis di perusahaan.