Perhotelan
( 78 )LIBUR LEBARAN : Impak Minim Perhotelan DIY
Tumpah ruah pemudik saat momentum libur Lebaran 2024 nyatanya tak berdampak signifikan bagi perhotelan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel pada momen Idulfi tri berada di bawah target. Meskipun, jumlah pemudik yang masuk ke provinsi ini diprediksikan naik hingga 6% dibanding tahun sebelumnya. “Kami kepleset di tanggal 8—10 April 2024, dari target [okupansi] di 70% hanya tercapai 20%—50%. Baru naik di tanggal 11 April 2024 dengan okupansi 65% dan tanggal 12—13 dengan rata-rata okupansi 85%,” jelas Deddy Pranowo Eryono, Ketua PHRI DI Yogyakarta, Selasa (16/4). PHRI DIY mencatat bahwa kenaikan jumlah pengunjung baru mencapai puncaknya pada H+2 Idulfi tri. Kondisi tersebut, imbuhnya, juga terjadi di restoran dan kafe di provinsi ini.
Hanya saja, dia memandang bahwa meski masih belum memenuhi target, tetapi kinerja sektor perhotelan pada momentum itu sesuai dengan proyeksi yang dikeluarkan PHRI pada awal Maret 2024 yang memperkirakan tingkat okupansi di atas 70%.
Sebagai informasi, pada tahun sebelumnya, Kota Yogyakarta bersama Malang dan Cirebon menjadi kota favorit yang banyak dikunjungi pemudik. Sebelumnya, pada Februari 2024, PHRI DIY mencatat okupansi kamar mengalami kenaikan di kisaran 5% sepanjang periode libur Imlek.
Berbeda, momentum Idulfitri diproyeksikan bakal mendongkrak kinerja sektor perhotelan di Jawa Tengah lantaran 18,23 juta pemudik yang melintas ke Jawa Tengah, juga akses Tol Trans Jawa, menjadi faktor pendorong utama.
Paradise Indonesia Bidik Pertumbuhan 20 %
PT Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia) membidik
pertumbuhan penjualan 20 % pada 2024 dibandingkan dengan setahun sebelumnya. “Tahun
2024 kami berharap penjualan bertumbuh 20 % menjadi Rp 1,3 triliun ,” ujar
Surina, Direktur dan chief financial officer (CFO) Paradise Indonesia di
Jakarta, Senin (1/4).
Pada 2023, mengutip laporan keuangan perseroan, emiten property
berkode saham INPP itu mengantongi pendapatan Rp 1,10 triliun, tumbuh 16 %
dibandingkan setahun sebelumnya di Rp 955,54 miliar. Dari total pendapatan
2023, sekitar 85 % berasal dari pendapatan berulang (recurring income) hotel
dan mal (komersial). (Yetede)
Potensi investasi Hotel di Indonesia Diprediksi Melonjak 55 %
Potensi investasi hotel di Indonesia diprediksi melonjak 55 % pada 2024 dibanding tahun sebelumnya menjadi USD 265 juta. Nilai investasi itu diprediksi mencapai 3,98 triliun (kurs Rp 15.000 per USD). Indonesia mencatat total volume investasi hotel sebesar USD 171 juta di Jakarta dan Bali ditengah penurunan volume transaksi global pada 2023,” ujar Jacintha Tabalujan Herzog, Head of Capital Markets JLL untuk Indonesia dan Senior Director Capital Markets JLL untuk Asia Tenggara dalam keteranga tertulis baru-baru ini.
Dia menerangkan, investor melihat kelas asset hotel dengan sudut pandang jangka panjang dan oportunistik. “Kami memperkirakan total volume investasi hotel mencapai USD 265 juta pada 2024, didorong oleh aktivitas penjualan investasi yang kuat terutama di segmen luxury di Bali dan Jakarta,” kata Jacintha. Potensi kenaikan investasi hotel di Indonesia itu jauh lebih besar dari perkiraan JLL terhadap nilai investasi hotel secara global. (Yetede)
Sektor Parekraf Ikut ramaikan Investasi di IKN
Investasi sektor parekraf di Ibu Kota Nusantara (IKN) Penajam Paser Utara, Kaltim, mencapai Rp 5,3 triliun. Itu menjadi bagian total investasi di IKN yang hingga Februari 2024 telah mencapai Rp 49,8 triliun-Rp 52,2 triliun. “Ada komitmen investasi parekraf di IKN yang telah hadir, yang dijaring melaui Tourism Investment Forum (ITIF) 2023 dan untuk IKN sendiri ada Rp 5,3 triliun,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno di Jakarta, Kamis (14/3).
Investasi tersebut dikucurkan oleh PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) sebesar 5 triliun serta Jambuluwuk Hotels and Resort sebesar Rp 300 miliar. Keduanya diproyeksikan bakal menyelesikan pembangunan hotel berbintang lima di kawasan IKN sebelum peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 79 pada 17 Agustus 2024. Dari total PDB Kaltim tahun lalu Rp 524 triliun, pariwisata berkontribusi Rp 9,14 triliun dan ekraf Rp 29,43 triliun. (Yetede)
JELANG LIBUR LEBARAN : Okupansi Hotel Daerah Bisa 70%
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyarankan pengusaha hotel di daerah mempersiapkan diri jika terjadi lonjakan okupansi hotel selama momen Hari Raya Idulfitri tahun ini.Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Ahli Utama Nia Niscaya mengatakan tingkat hunian hotel atau okupansi hotel pada libur Lebaran 2024 bakal di atas 70%, seiring dengan pemulihan industri perhotelan pascapandemi Covid-19. Nia mengatakan Kemenparekraf mengutip data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang menyebutkan okupansi hotel selama libur Lebaran akan meningkat untuk kota tujuan favorit, sedangkan di wilayah Jakarta diprediksi stagnan lantaran masyarakat lebih memilih untuk berlibur di luar Jakarta. Pada 2023, Yogyakarta, Malang, dan Cirebon menjadi beberapa kota favorit yang paling banyak dikunjungi pemudik selama Lebaran 2023, sementara di wilayah Jakarta, PHRI mencatat tidak ada kenaikan. Di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah pemudik pada Lebaran 2024 mencapai 200 juta orang atau meningkat sekitar 6% dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 108 juta orang. Oleh karena itu, Kemenparekraf mengimbau para pelaku usaha di sektor pariwisata untuk mengecek kembali hal-hal yang berkaitan dengan faktor keselamatan atau sesuai standar cleanliness, health, safety, and environmental sustainabilty (CHSE). Dia belum dapat membeberkan target pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) selama Lebaran 2024. Akan tetapi, Kemenparekraf optimistis libur Lebaran 2024 memberikan dampak positif terhadap target pergerakan wisnus pada 1,2 miliar—1,4 miliar kunjungan.
Select Hotels Group Bidik 50 Hotel di Indonesia
Wisatawan Mulai Serbu Hotel, Okupansi Membaik
Wisatawan mulai menyerbu hotel di sejumlah daerah untuk
libur Natal dan Tahun Baru. Okupansi atau tingkat keterisian berbagai hotel pun
membaik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain tidak adanya pembatasan
mobilitas, program diskon hingga berbagai acara juga turut mendorong warga
berlibur. May Yani Efendi (26), karyawan swasta di Kota Padang, Sumbar,
misalnya, sudah memesan kamar di pusat kota untuk 25-26 Desember 2023. Ia
mengajak ibu dan kedua adiknya yang berdomisili di Kabupaten Limapuluh Kota
untuk berlibur ke Padang. ”Orang kota, kan, liburannya ke kabupaten. Kalau
kami, orang kabupaten, liburannya ke kota,mencari suasana berbeda daripada
biasanya,” kata May, Rabu (20/12). Ia sudah memesan kamar hotel via platform
pencarian tiket dan hotel secara daring dua hari lalu. Reservasi kamar jauh-jauh
hari itu untuk menghindari kenaikan harga mendekati hari libur. May juga
berburu diskon kamar yang mencapai separuh harga normal agar meringankan biaya
liburannya. ”Saya pesannya malam-malam. Cari-cari harga diskon. Akhirnya dapat
harga khusus promo,” ujarnya.
Nurul Rusdiansyah (28), warga Sukabumi, Jabar, juga berencana
memesan kamar hotel untuk liburan di Jakarta. Pengajar ini mengincar hotel di
sekitar Monas. Ia pun sudah melihat beberapa opsi di aplikasi daring. ”Sepertinya,
orang-orang akan lebih memilih pergi ke luar
Jakarta sehingga di Jakarta tidak akan terlalu padat. Buat kami, akses ke sana
menjadi lebih mudah,” ujarnya. Martha Thomas, Marketing Communication Manager
Corporate Jambuluwuk Hotels and Resorts, mengatakan, okupansi di hampir semua
hotel Jambuluwuk yang tersebar di sejumlah kota kini telah mencapai 90 %. Peningkatan
itu tercatat sejak pertengahan bulan ini. ”Sejak 15 Desember lalu, kami sudah
kewalahan menangani back to back kamar, keluar-masuk. Artinya, tidak pernah
kosong,” ucapnya. Martha memprediksi,tingkat hunian kamar hotel akan mencapai
100 % dalam waktu dekat. Bahkan, ia optimistis okupansi hotel akhir tahun ini melebihi
tahun 2019 atau masa sebelum pandemi Covid-19. Menurut Martha, wisatawan yang
memesan hotel di Jakarta mempertimbangkan lokasi acara Tahun Baru. Mereka akan lebih
dulu mencari kegiatan menarik saat malam Tahun Baru, lalu menentukan tempat
menginap. (Yoga)
Investasi Hotel di RI Tetap Tumbuh di Tengah Penurunan Asia-Pasifik
Investasi hotel di wilayah Asia-Pasifik pada 2023 diprediksi
menurun. Di tengah tren penurunan regional itu, investasi hotel di Indonesia tetap
mengalami pertumbuhan yang ditopang, antara lain, pengembangan hotel-hotel baru
di destinasi wisata hingga kota kecil. Laporan bertajuk ”Hotel Investment
Highlights Asia-Pacific” yang dirilis Hotel & Hospitality Group JLL, yang
dikutip pada Jumat (24/11) memprediksi nilai investasi hotel di Asia-Pasifik
pada 2023 sekitar 10,1 miliar USD atau menurun 14 % dibanding tahun sebelumnya,
dipengaruhi berbagai faktor eksternal, seperti tekanan ke naikan suku bunga,
inflasi, dan ketidakpastian ekonomi global. Perusahaan manajemen investasi dan
real estat global itu mencatat penurunan pada sebagian besar metrik pengukuran.
Hingga Oktober 2023, tercatat 130 transaksi hotel di 13 pasar di Asia-Pasifik,
turun dari 168 kesepakatan selama periode yang sama pada 2022. Total volume
investasi 5,9 miliar USD, turun 39,79 % secara tahunan dari 9,8 miliar USD.
Sementara itu, tarif rata-rata per kamar selama Januari-Oktober
2023 tercatat 291,6 USD atau turun dibandingkan periode sama tahun lalu yang
sebesar 368,9 USD. Jumlah kunci hotel yang ditransaksikan menjadi 24.800 atau
turun secara tahunan dari sebelumnya 27.990. Investasi hotel yang lebih rendah,
di Australia dan Selandia Baru meskipun ada pertumbuhan tingkat harga harian
rata-rata (ADR) yang kuat dan pemulihan okupansi yang stabil di kota-kota
besar. Hingga akhir tahun ini, JLL memperkirakan volume investasi di negara itu
960 juta USD. Investasi hotel di Indonesia diprediksi terus mengalami
pertumbuhan. Tingkat hunian hotel di kota-kota besar di Indonesia terus meningkat
dengan pendapatan per kamar tersedia (RevPAR) melebihi RevPar hotel dari sebelum
masa pandemi.
Jacintha Tabalujan Herzog, Kepala Divisi Capital Markets JLL
Indonesia, berpendapat, dua transaksi penjualan hotel berbintang di Jakarta
pada 2023 memberikan indikasi pemulihan industri perhotelan di Indonesia.
Kinerja hotel di Bali juga dilaporkan membaik walaupun kedatangan kembali grup
wisatawan dari China belum terjadi ”Diharapkan tahun 2024 tren investasi hotel
di Indonesia tetap stabil dan meningkat dengan melihat industri hotel yang
membaik di kota-kota bisnis, termasuk Bali, dengan kedatangan turis yang dirasa
tetap akan meningkat pada 2024,” kata Jachinta dalam keterangan pers, Jumat
(24/11). Dalam laporan JLL ”Jakarta Property Market Update Triwulan III-2023”,
volume investasi hotel di Indonesia diperkirakan 220 juta USD atau Rp 3,46
triliun (kurs Rp 15.731). Investasi perhotelan terus tumbuh seiring dengan
fundamental sektor hotel yang kuat. Investasi senilai 220 juta USD pada
tahun ini lebih tinggi dibanding tahun 2022,
yakni 174 juta USD atau Rp 2,73 triliun. (Yoga)
MUSIM LIBURAN AKHIR TAHUN : PERHOTELAN MEMACU MOMEN PEMULIHAN
Kalangan perhotelan bersiap menyambut musim puncak pada masa liburan akhir tahun yang diyakini dapat mendongkrak kembali tingkat penghunian kamar (TPK) pada level tertingginya. Musim liburan tersebut pun menjadi momentum untuk memacu masa pemulihan sepenuhnya industri hospitality pascapandemi Covid-19. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan bahwa tingkat okupansi hotel pada momentum liburan akhir tahun diproyeksikan memang bakal mengalami peningkatan. Berkaca pada momen liburan tahun sebelumnya, puncak peningkatan reservasi hotel biasanya terjadi pada pekan ketiga Desember. Namun, proyeksi tersebut juga masih bergantung dengan destinasi yang memiliki daya tarik bagi wisatawan. Beberapa di antaranya termasuk daerah wisata seperti Bali, Bandung, Yogyakarta, serta daerah Banten. Sementara itu, General Manager Umana Bal by LXR Hotels & Resorts Serpil Guney menyebutkan, biasanya vila menjadi pilihan akomodasi pada akhir tahun karena bisa memberikan tingkat kenyamanan, privasi, hingga eksklusivitas yang lebih bagi pasangan atau keluarga. Pelanggan juga banyak mencari latar belakang akomodasi yang eksotik, ukuran kamar yang besar, serta desain unik dan fasilitas lengkap. Pihaknya pun akan menjadikan Desember sebagai momentum memperkenalkan banyak fasilitas baru, mulai dari yang bersifat kelokalan hingga pengalaman luxurious. Sementara itu, Manager of Public Relations Hotel Tentrem Yogyakarta Adventa Pramushanti menyebut, saat ini segmentasi penginap makin ramai didominasi dari kalangan keluarga. Namun kalangan pebisnis hingga karyawan masih banyak menginap saat hari biasa (weekdays). Sementara itu, pengamat pariwisata Chusmeru mengatakan, jelang akhir tahun memang biasa terjadi peningkatan okupansi hotel secara fluktuatif di setiap provinsi. Tingkat hunian tertinggi ada di Bali, Kalimantan Timur, dan Yogyakarta. Menurutnya, permintaan okupansi hotel yang tinggi dari Bali dan Yogyakarta karena ada banyak pilihan kelas hotel dengan beragam harga. Sedangkan, Kalimantan Timur tinggi karena dimulainya aktivitas pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN). Dosen dari Universitas Jenderal Soedirman itu juga memprediksi pemesanan kamar hotel diprediksi akan meningkat menjelang akhir tahun beriringan dengan momen prapesta demokrasi, selain bebarengan dengan momen libur pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, peningkatan pemesanan kamar hotel akan banyak terjadi di daerah karena adanya kampanye.
Tahun Politik, Reservasi Hotel Melonjak
Memasuki tahun politik, sektor perhotelan diperkirakan akan mendapat manfaat dari kenaikan permintaan akomodasi dan ruang pertemuan. Meski demikian, perlambatan bisnis dan kecenderungan dunia usaha ”melihat dan menunggu” setelah pemilihan umum perlu diantisipasi. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (20/10) mengemukakan, sebagian hotel akan mengalami peningkatan pemesanan ruang pertemuan dan akomodasi terkait kegiatan pemilihan umum (pemilu), misalnya, konsolidasi partai dan calon legislatif, hingga acara-acara Komisi Pemilihan Umum. Pemesanan pada hotel-hotel ditaksir naik 10-15 % terhadap kegiatan pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE). Namun, tidak seluruh hotel memperoleh peluang tersebut.
”Hotel-hotel yang mengalami kenaikan reservasi ruang pertemuan dan akomodasi terkait kegiatan pemilu umumnya memiliki banyak fasilitas ruang pertemuan berukuran besar. Peningkatan permintaan ini adalah peluang,” ujar Hariyadi. Kenaikan permintaan ruang akomodasi hotel terkait pemilu, imbuh Hariyadi, umumnya berlangsung di ibu kota provinsi. Namun, kenaikan permintaan MICE terkait kegiatan pemilu masih di bawah kontribusi dari kegiatan kementerian dan lembaga negara. Kontribusi MICE dari kegiatan dan aktivitas pemerintah mencapai 40 %. Hasil survei Colliers Indonesia terhadap sektor perhotelan di Jakarta pada triwulan III-2023 memperlihatkan, inisiatif kegiatan menjelang pemilu oleh pemangku kepentingan mulai berlangsung di hotel-hotel tertentu. Kegiatan tersebut masih belum dilakukan secara besar-besaran karena pendaftaran presiden dan calon wakil presiden masih terbuka. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Parkir Devisa Perlu Diiringi Insentif
15 Jul 2023 -
Transisi Energi Membutuhkan Biaya Besar
13 Jul 2023 -
Izin Satu Pintu Diuji Coba
13 Jul 2023 -
Ekspansi Nikel Picu Deforestasi 25.000 Hektar
14 Jul 2023 -
Masih Kokoh Berkat Proyek IKN
13 Jul 2023









