Tahun Politik, Reservasi Hotel Melonjak
Memasuki tahun politik, sektor perhotelan diperkirakan akan mendapat manfaat dari kenaikan permintaan akomodasi dan ruang pertemuan. Meski demikian, perlambatan bisnis dan kecenderungan dunia usaha ”melihat dan menunggu” setelah pemilihan umum perlu diantisipasi. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (20/10) mengemukakan, sebagian hotel akan mengalami peningkatan pemesanan ruang pertemuan dan akomodasi terkait kegiatan pemilihan umum (pemilu), misalnya, konsolidasi partai dan calon legislatif, hingga acara-acara Komisi Pemilihan Umum. Pemesanan pada hotel-hotel ditaksir naik 10-15 % terhadap kegiatan pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE). Namun, tidak seluruh hotel memperoleh peluang tersebut.
”Hotel-hotel yang mengalami kenaikan reservasi ruang pertemuan dan akomodasi terkait kegiatan pemilu umumnya memiliki banyak fasilitas ruang pertemuan berukuran besar. Peningkatan permintaan ini adalah peluang,” ujar Hariyadi. Kenaikan permintaan ruang akomodasi hotel terkait pemilu, imbuh Hariyadi, umumnya berlangsung di ibu kota provinsi. Namun, kenaikan permintaan MICE terkait kegiatan pemilu masih di bawah kontribusi dari kegiatan kementerian dan lembaga negara. Kontribusi MICE dari kegiatan dan aktivitas pemerintah mencapai 40 %. Hasil survei Colliers Indonesia terhadap sektor perhotelan di Jakarta pada triwulan III-2023 memperlihatkan, inisiatif kegiatan menjelang pemilu oleh pemangku kepentingan mulai berlangsung di hotel-hotel tertentu. Kegiatan tersebut masih belum dilakukan secara besar-besaran karena pendaftaran presiden dan calon wakil presiden masih terbuka. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023