;

Investasi Hotel di RI Tetap Tumbuh di Tengah Penurunan Asia-Pasifik

Ekonomi Yoga 25 Nov 2023 Kompas
Investasi Hotel di RI Tetap Tumbuh di Tengah Penurunan Asia-Pasifik

Investasi hotel di wilayah Asia-Pasifik pada 2023 diprediksi menurun. Di tengah tren penurunan regional itu, investasi hotel di Indonesia tetap mengalami pertumbuhan yang ditopang, antara lain, pengembangan hotel-hotel baru di destinasi wisata hingga kota kecil. Laporan bertajuk ”Hotel Investment Highlights Asia-Pacific” yang dirilis Hotel & Hospitality Group JLL, yang dikutip pada Jumat (24/11) memprediksi nilai investasi hotel di Asia-Pasifik pada 2023 sekitar 10,1 miliar USD atau menurun 14 % dibanding tahun sebelumnya, dipengaruhi berbagai faktor eksternal, seperti tekanan ke naikan suku bunga, inflasi, dan ketidakpastian ekonomi global. Perusahaan manajemen investasi dan real estat global itu mencatat penurunan pada sebagian besar metrik pengukuran. Hingga Oktober 2023, tercatat 130 transaksi hotel di 13 pasar di Asia-Pasifik, turun dari 168 kesepakatan selama periode yang sama pada 2022. Total volume investasi 5,9 miliar USD, turun 39,79 % secara tahunan dari 9,8 miliar USD.

Sementara itu, tarif rata-rata per kamar selama Januari-Oktober 2023 tercatat 291,6 USD atau turun dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 368,9 USD. Jumlah kunci hotel yang ditransaksikan menjadi 24.800 atau turun secara tahunan dari sebelumnya 27.990. Investasi hotel yang lebih rendah, di Australia dan Selandia Baru meskipun ada pertumbuhan tingkat harga harian rata-rata (ADR) yang kuat dan pemulihan okupansi yang stabil di kota-kota besar. Hingga akhir tahun ini, JLL memperkirakan volume investasi di negara itu 960 juta USD. Investasi hotel di Indonesia diprediksi terus mengalami pertumbuhan. Tingkat hunian hotel di kota-kota besar di Indonesia terus meningkat dengan pendapatan per kamar tersedia (RevPAR) melebihi RevPar hotel dari sebelum masa pandemi.

Jacintha Tabalujan Herzog, Kepala Divisi Capital Markets JLL Indonesia, berpendapat, dua transaksi penjualan hotel berbintang di Jakarta pada 2023 memberikan indikasi pemulihan industri perhotelan di Indonesia. Kinerja hotel di Bali juga dilaporkan membaik walaupun kedatangan kembali grup wisatawan dari China belum terjadi ”Diharapkan tahun 2024 tren investasi hotel di Indonesia tetap stabil dan meningkat dengan melihat industri hotel yang membaik di kota-kota bisnis, termasuk Bali, dengan kedatangan turis yang dirasa tetap akan meningkat pada 2024,” kata Jachinta dalam keterangan pers, Jumat (24/11). Dalam laporan JLL ”Jakarta Property Market Update Triwulan III-2023”, volume investasi hotel di Indonesia diperkirakan 220 juta USD atau Rp 3,46 triliun (kurs Rp 15.731). Investasi perhotelan terus tumbuh seiring dengan fundamental sektor hotel yang kuat. Investasi senilai 220 juta USD pada tahun ini  lebih tinggi dibanding tahun 2022, yakni 174 juta USD atau Rp 2,73 triliun. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :