Perdagangan
( 594 )Perdagangan Dunia Tumbuh 0,8 Persen
Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO memperkirakan volume
perdagangan barang dunia pada 2023 hanya tumbuh 0,8 %. Untuk meredam dampak rembetan
perlambatan perdagangan dunia itu, Kemendag menggulirkan sejumlah strategi. Pada
5 Oktober 2023, WTO merevisi turun pertumbuhan volume perdagangan barang dunia
menjadi 0,8 % dari proyeksi April 2023 yang sebesar 1,7 %. Perlambatan perdagangan dunia itu merupakan
imbas dari rentetan berbagai persoalan.
Persoalan itu mulai dari inflasi tinggi dan kebijakan
moneter yang ketat di AS dan Uni Eropa serta sejumlah negara lain, hingga masih
berlanjutnya konflik Rusia-Ukraina. Faktor lainnya adalah terhambatnya
pemulihan ekonomi China pascapandemi Covid-19 akibat tekanan pada pasar
properti di negara tersebut. Kendati begitu, WTO melihat prospek perdagangan dunia
pada 2024 relatif lebih positif. Volume perdagangan dunia tahun depan diperkirakan
tumbuh 3,3 persen. Namun, prospek positif itu dapat terancam rantai pasok dunia
yang mulai terfragmentasi akibat ketegangan geopolitik, termasuk konflik
Rusia-Ukraina. (Yoga)
Dugaan Maladministrasi Berulang Bappebti
Inacraft Targetkan Transaksi Rp 50 Miliar
Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia menargetkan,
pameran International Handicraft Trade Fair atau Inacraft edisi Oktober 2023
meraup transaksiRp 50 miliar dalam 5 hari pameran. Pameran ini juga diharapkan
bisa menggaet kontrak dagang ekspor senilai 1 juta USD. Ketua Umum Asosiasi
Eksportir dan Produsen Handicraft (Asephi) Muchsin Ridjan, dalam pembukaan
Inacraft edisi Oktober 2023, Rabu (4/10) di Balai Sidang Jakarta, mengatakan,
semangat Inacraft masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu meningkatkan
daya saing UMKM nasional.
Kategori barang yang ditampilkan pada 4-8 Oktober 2023,
tetap mengusung material lokal, misalnya, serat alam, kayu, logam, dan keramik.
”Seusai pandemi Covid-19, tepatnya tahun 2022, kami menggelar Inacraf dua edisi
dalam setahun. Edisi April dan Oktober. Ini karena permintaan menggelar pameran
tinggi,” ujarnya. Inacraft edisi Oktober 2023 ini diikuti 772 gerai anggota Asephi,
21 binaan badan usaha milik negara, 18 binaan dinas, dan peserta internasional.
Luas total area pameran mencapai 18.700 meter persegi. (Yoga)
Bisnis Tanaman Hias Butuh Lokomotif Penggerak
Pengembangan bisnis florikultura atau tanaman hias
membutuhkan lokomotif penggerak untuk memperluas pangsa pasar internasional.
Sejauh ini, besarnya potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia
belum diimbangi dengan kontribusi bisnis
tanaman hias terhadap pasar global. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koperasi
dan UKM, Teten Masduki saat memberikan sambutan dalam pembukaan Floriculture
Indonesia International Expo (FLOII) 2023 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang,
Banten, Kamis (28/9).
”Butuh lokomotif untuk menggerakkan bisnis tanaman hias ini
agar produk kita dilirik oleh dunia. Kita harus mulai membangun ekosistemnya,
termasuk dengan transformasi digital, agar terhubung dalam akses pembiayaan dan
mempermudah pemasaran. Selama ini, kita kalah dalam hal promosi sehingga ini
bisa jadi strategi baru,” kata Teten. MenurutTeten, gelaran acara FLOII dapat
menjadi salah satu lokomotif untuk mendorong pengembangan industri tanaman hias
di Tanah Air. Sebab, pameran yang telah berlangsung dua kali ini turut menarik minat
pelaku pasar tanaman hias dari mancanegara. (Yoga)
Transaksi Dagang Terlarang
Bursa Karbon Dorong Pendanaan Hijau
Indonesia telah menyiapkan strategi pendanaan pengurangan
emisi karbon dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan secara umum melalui
bursa karbon. Mekanisme ini dinilai menjanjikan karena investasi global juga mulai
mengarah ke sana. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan,
Presiden Jokowi akan meluncurkan Bursa Karbon Indonesia, Selasa (26/9). Bursa ini
memperdagangkan unit karbon yang dihasilkan perusahaan penghasil emisi karbon
dengan proyek pengurangan emisi dari perusahaan berbasis inovasi. ”Ini
bertujuan untuk menyediakan mekanisme pasar yang akan mendukung target NDC
(Nationally Determined Contribution) pemerintah sekaligus menyeimbangkan
transisi ke ekonomi berkelanjutan,” katanya saat membuka acara Forum Penelitian
Internasional OJK 2023, Senin (25/9), di Jakarta.
NDC adalah dokumen
kontribusi nasional yang menjadi pijakan Indonesia untuk mengurangi emisi
karbon dalam rangka mengendalikan perubahan iklim. Dari hasil pembaruan pada
2022, target itu ditingkatkan sebesar 31,89-43,2 % sampai 2030 dengan total
pengurangan 3.000 juta ton lebih CO2 dari estimasi emisi pada 2010 (Kompas,
26/7). Dalam skenario itu, lima sektor penghasil emisi yang menjadi target
adalah energi, limbah, pertanian, kehutanan, dan penggunaan produk dan
pemrosesan industrial. Bursa karbon yang akan dijalankan Indonesia menyasar
sektor energi, kehutanan, dan industri. Mahendra meyakini, Indonesia berada di
jalan yang tepat. ”Perdagangan karbon ini bisa menjadi yang paling unik di dunia
karena menawarkan begitu banyak variasi unit karbon dari modal alam (60 %)
ataupun energi berdasarkan kepatuhan atau offset market,” ujarnya. (Yoga)
Perdagangan Intra-Asia Perluas Kesempatan Bisnis
Nilai perdagangan dunia
pada 2022 mencapai 32 triliun USD. Nilai perdagangan barang global, tak
termasuk jasa, sebesar 25 triliun USD. Kontribusi Asia sebesar 39,4 % terhadap
total ekspor barang global dan 35,8 % terhadap impor global. Dari sisi tujuan
ekspor dan asal impor, perdagangan Asia mengarah ke sesama Asia. Faktor geopolitik
turut meningkatkan pola perdagangan intra-Asia. Sebanyak 59 % ekspor-impor Asia
tertuju ke Asia dibandingkan dengan total ekspor-impor Asia ke seluruh dunia
berdasarkan data tahun 2021. Fenomena ini melanjutkan prospek abad Asia. Mesin
pertumbuhan global juga berpusat di Asia. Kontribusi Asia terhadap pertumbuhan
global sebesar 67,4 % pada 2023, dengan kontribusi China 34,9 %.
Kenaikan jumlah kelas menengah Asia akan menopang prospek
Asia dari sisi permintaan. Seperti dilansir World Economic Forum, diperkirakan
jumlah warga kelas menengah Asia menjadi 3,5 miliar jiwa pada 2030, naik dari 2
miliar jiwa pada 2020. Pertumbuhan Asia juga didorong reformasi yang dilakukan
pemerintahan, kemajuan teknologi digital, serta kolaborasi ekonomi di kawasan dalam
kerja sama ekonomi. Perdagangan intra-Asia akan melejit dari 6 triliun USD pada
2020 menjadi 13 triliun USD pada 2030, melebihi nilai perdagangan intrakawasan
mana pun di dunia. Para pebisnis hingga perusahaan kaliber raksasa
multinasional semakin menancapkan kuku bisnis di Asia. ”Perusahaan perkapalan
dan logistik melihat perdagangan intra-Asia yang meningkat sebagai kesempatan
besar,” tulis situs TAPA, forum perusahaan manufaktur, penyedia jasa logistik,
jasa angkutan barang global, dan jasa terkait, pada 27 April 2023. (Yoga)
Industri Pertahanan Bersaing secara Global
Industri pertahanan Indonesia berpeluang besar bersaing secara global. Sebagai industri strategis untuk bangsa, peluang itu harus diiringi inovasi hingga meningkatkan kemandirian dalam negeri. Hal itu dikatakan Presiden Joko Widodo di PT Pindad, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/9/2023). Presiden optimistis industri strategis bahkan jadi 50 besar di tingkat global. Hal itu dibuktikan dengan pendapatan PT Pindad yang naik dua tahun terakhir. (Yoga)
Ke China, Wapres Pacu Perdagangan
Berkunjung ke Provinsi Fujian di China, Wapres Ma’ruf Amin bertemu dengan Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Provinsi Fujian, Zhou Zuyi. Pertemuan itu, antara lain, untuk meningkatkan perdagangan bilateral Indonesia-China. Wapres bertemu Zhou di Grand Ballroom C Lantai 3, Crowne Plaza Fuzhou Riverside, Republik Rakyat China, Jumat (15/9). Pertemuan itu merupakan yang kedua setelah sebelumnya keduanya bertemu di Jakarta, Selasa (9/5). Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wapres menginformasikan, hadir bersama Zhou Zuyi pada pertemuan ini beberapa pejabat daerah setempat. Terkait dorongan penguatan kerja sama perdagangan, khususnya dalam sektor produk halal, Wapres menuturkan, Provinsi Fujian adalah pintu masuk bagi produk Indonesia ke China.
”(Hal ini) Termasuk melalui kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP),” ujar Wapres. Wapres mencontohkan, kawasan Fuqing Yuanhong International Food Industrial Park dapat menjadi pintu masuk dan lokasi pengembangan perdagangan produk makanan dan minuman. Hal ini termasuk juga kerja sama perdagangan produk halal, khususnya makanan dan minuman, farmasi, serta kosmetik halal. ”Terdapat potensi pasar yang besar di Indonesia dengan 230 juta penduduk Muslim. Bahkan, di sektor fashion muslim, Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia,” tutur Wapres. Penguatan kerja sama perdagangan, ujar Wapres, adalah satu dari tiga kunci untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Provinsi Fujian. Dua hal lainnya adalah investasi dan penguatan hubungan antar warga. (Yoga)
KINERJA PERDAGANGAN : WASPADA STAGNASI EKSPOR
Kinerja perdagangan Indonesia masih mampu menunjukkan taji meski sejumlah kalangan mengkhawatirkan adanya stagnansi perdagangan hingga akhir tahun.
Badan Pusat Statistik mencatat ekspor RI menyentuh US$22,00 miliar pada Agustus 2023 atau naik 5,47% dari bulan sebelumnya dengan perolehan US$20,86 miliar. Sedangkan nilai impor Agustus sebesar US$18,88 miliar, turun 3,53% dibandingkan dengan raihan Juli 2023 sekitar US$19,57 miliar.Kinerja ekspor impor tersebut menghasilkan surplus neraca perdagangan sebesar US$3,12 miliar. Jumlah ini meroket tajam bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni US$1,29 miliar. Capaian surplus bulan lalu menandai kinerja positif perdagangan selama 40 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.“Namun, jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu [year-on-year/yoy], memang lebih rendah [surplus US$27,92 miliar],” kata Plt Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar dalam konferensi pers, Jumat (15/9).Nilai ekspor maupun impor Januari-Agustus serentak mengalami penurunan bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani membeberkan sejumlah faktor yang mempengaruhi nilai ekspor yang dikhawatirkan bakal jalan di tempat hingga akhir tahun. Menurutnya, permintaan dan harga komoditas ekspor andalan Indonesia kemungkinan besar hanya akan naik tipis.
Di sisi lain, pertumbuhan kinerja industri dalam negeri, kata Shinta, juga diperkirakan bakal relatif moderat atau tidak terlalu agresif. Salah satu penyebab adalah lesunya pertumbuhan industri karena adanya momen transisi kepemimpinan yang semakin mendekati puncaknya jelang Pemilu 2024.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan bahwa kenaikan surplus perdagangan pada Agustus 2023 dibayangi oleh pelemahan impor barang modal dan produksi.“Yang perlu diperhatikan adalah impor barang konsumsinya naik, sedangkan impor bahan baku mengalami penurunan,” jelasnya.
Pilihan Editor
-
BI Masih Kaji Penerbitan Uang Digital
21 Feb 2022 -
Membabat Para Penentang
19 Feb 2022 -
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022









