;
Tags

Perdagangan

( 594 )

Kinerja Ekspor Nonmigas RI Terus Menurun

KT3 16 Nov 2023 Kompas

Kinerja ekspor nonmigas Indonesia terus turun sejak akhir 2022. Penurunan kinerja itu lebih dipengaruhi turunnya nilai ekspor ketimbang volume.Halitu tidak terlepas dari tren penurunan harga komoditas ekspor unggulan RI, terutama batubara dan CPO. Kendati demikian, Indonesia tetap perlu terus menjaga kinerja ekspor di tengah perlambatan pertumbuhan perdagangan yang diperkirakan terjadi hingga akhir tahun ini. Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) menyebutkan, inflasi, konflik geopolitik, perubahan iklim, dan restriksi dagang masih menjadi penghambat pertumbuhan perdagangan kawasan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, Rabu (15/11) mengatakan, sejumlah lembaga dan organisasi internasional memprediksi tren penurunan ekspor barang dan jasa bakal terjadi di negara-negara berkembang. Hal ini sudah tergambar di Indonesia. Salah satu indikasinya adalah tren penurunan ekspor barang nonmigas Indonesia yang terjadi sejak akhir 2022. Pada Januari-Oktober 2023, total ekspor nonmigas Indonesia senilai 201,25 miliar USD, turun 12,74 % dibandingkan periode sama 2022. Komoditas penyumbang penurunan ekspor tersebut adalah bahan bakar mineral, terutama batubara, serta lemak dan minyak hewani/nabati, terutama minyak sawit. ”Penurunan kinerja itu lebih dipengaruhi turunnya nilai ekspor ketimbang volume. Nilai ekspor turun disebabkan penurunan harga batubara dan CPO,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta. (Yoga)

Prospek Bisnis Batu Akik

KT3 16 Nov 2023 Kompas
Meski tren memakai batu akik telah menurun, usaha penjualan batu akik masih tetap menjanjikan. Salah seorang pedagang yang sedang menata batu akik di salah satu kios di Pasar Rawa Bening, Jakarta, pada Senin (13/11/2023), mengaku, bahwa ia masih bisa mendapatkan omzet hingga Rp 30 juta per bulan.  (Yoga)

MEMACU MESIN MANUFAKTUR

HR1 16 Nov 2023 Bisnis Indonesia (H)

Mesin perekonomian Indonesia terbukti masih solid selama lebih dari 3 tahun, salah satunya tecermin dari kinerja positif neraca perdagangan selama 42 bulan secara beruntun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Oktober 2023 mencetak surplus US$3,48 miliar. Surplus itu diperoleh dari nilai ekspor Oktober 2023 sebesar US$22,15 miliar, sedangkan nilai impor hanya US$18,67 miliar. Dengan pencapaian itu, kinerja dagang selama Januari-Oktober 2023 membukukan akumulasi surplus US$31,22 miliar, kendati lebih rendah US$14,22 miliar dibandingkan dengan periode yang sama 2022 sebesar US$45,44 miliar. Kendati demikian, surplus kinerja perdagangan Indonesia juga diiringi fakta bahwa terjadi penurunan impor bahan baku penolong. Padahal suplai bahan baku menjadi indikator geliat industri manufaktur. Jika berkepanjangan, amat mungkin produktivitas sektor manufaktur, yang selama ini menjadi pilar penting penyokong ekonomi nasional, akan tersendat. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan impor bahan baku/penolong dalam tren menurun selama 5 bulan terakhir.  Sejatinya, tren penurunan impor bahan baku/penolong sudah berlangsung sejak Januari 2022. Selama Januari-Oktober 2023, nilai impor bahan baku/penolong juga merosot sebesar US$19,32 miliar atau 12,65% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Ada tiga besar golongan barang yang merosot nilai impornya selama periode 10 bulan pertama 2023, yaitu bahan bakar mineral, besi dan baja serta plastik dan bahan dari plastik. Saat dimintai tanggapan, Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan memprediksi total impor Indonesia sepanjang 2023 memang turun sebesar 7,7%. Untuk tahun depan, dia menyatakan Kemendag bakal memastikan ketersediaan input bagi industri manufaktur domestik, sejalan dengan kebijakan penghiliran.   Kasan juga mengatakan Kemendag fokus pada ekspor barang dan jasa bernilai tambah tinggi guna meningkatkan produktivitas perekonomian. Sebaliknya, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menyampaikan catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2023 sebesar US$3,48 miliar bisa menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Sementara itu, Ketua Bidang Industri Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bobby Gafur Umar menyatakan penurunan nilai impor bahan baku/penolong menunjukkan ada kontraksi di industri manufaktur. “Jadi banyak yang menahan produksi, melihat situasi, hitung-hitung market daya belinya gimana dengan produksi yang naik,” kata Bobby. Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kadin Indonesia Chandra Wahjudi juga sepakat dengan Bobby. Menurutnya, penurunan impor bahan baku/penolong dipicu antara lain penurunan permintaan. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz juga menegaskan Indonesia memasuki tren penurunan surplus neraca perdagangan.

Kinerja ASSA Terpapar E-Commerce

HR1 13 Nov 2023 Kontan
Kinerja keuangan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) merosot di kuartal III 2023. Emiten jasa transportasi ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp 3,46 triliun, turun 25,26% secara tahunan atau  year on year (yoy) dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 4,62 triliun. Penurunan pendapatan ini juga berpengaruh pada laba bersih ASSA. Laba bersih ASSA turun 9,9% secara yoy menjadi Rp 118,26 miliar, dibanding periode sama 2022 yang senilai Rp 131,27 miliar. Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto mengatakan, tahun ini ASSA berfokus pada perbaikan bottom line dibandingkan dengan top line. "Penurunan pendapatan ASSA ini seiring dengan penurunan pendapatan Anteraja yang termasuk last mile logistic, karena adanya normalisasi permintaan dari e-commerce," katanya saat dihubungi KONTAN, Sabtu (11/11). Meski terjadi penurunan pendapatan, Prodjo tidak mengoreksi target yang sudah ditetapkan, terutama pada sisi laba bersih. "Targetnya pertumbuhan double digit pada laba bersih dibandingkan tahun lalu," katanya. ASSA optimistis target tercapai lantaran prospek bisnis logistik tetap menjanjikan di masa mendatang. Menurut Prodjo, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 17.000 pulau dengan biaya logistik bervariasi antara 25%-30% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Di sisi lain, peraturan pemerintah juga mendukung rencana perseroan ini untuk meningkatkan konektivitas antar pulau. Oleh karena itu, ASSA melihat pasar yang lebih besar di segmen business to business (B2B). Melalui Cargoshare, ASSA akan terus mengembangkan penggunaan teknologi dalam memperkuat layanannya. Di antaranya melalui Transportation Management System (TMS) untuk mengintegrasikan logistik dari tahap awal (first mile), tahap menengah (mid mile), hingga tahap akhir (last mile). Lewat konsep itu, ASSA mengklaim bisa memberikan layanan one stop solution bagi semua pelanggan logistik ASSA. Upaya ini memang sejalan dengan fokus bisnis ASSA yang menargetkan layanan logistik end-to-end.

Kisah Solidaritas Mama Pasar Papua

KT3 06 Nov 2023 Kompas

Di tengah terik siang hiruk-pikuk aktivitas Pasar Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (4/11) sedikit surut. Namun, puluhan hingga ratusan pedagang tidak beranjak dari lapak-lapaknya. Sejumlah perempuan peda- gang, orang asli Papua, atau biasa dipanggil ”mama-mama Papua”, berdampingan dengan pedagang pendatang. Biasanya para mama Papua cukup mudah ditemui dengan lapak sederhana beralas karung goni di emperan atau sisi luar pasar. Komoditas yang dijual ialah sejumlah jenis sayuran, buah-buahan lokal, serta pinang dan sirih. Kebanyakan petak kios di blok dalam pasar lebih banyak dihuni pedagang pendatang. Barang yang dijual di dalam pasar lebih banyak kebutuhan sekunder dan tersier.

”Di dalam sepi, lebih baik di sini. Ya, karena kalau orang mau cari sayur pasti cari ke sekitar sini,” kata Agustina Demetow (59) atau biasa disapa Mama Tina, sembari memamah pinang. Mama Tina merupakan pedagang dari Kampung Lereh, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura. Untuk menuju Pasar Youtefa dari kampungnya, Mama Tina naik bus Damri selama 8 jam. Ketimbang bolak-balik dari kampung ke Pasar Youtefa, ia memilih menyewa dan menginap indekos di sekitar pasar yang juga digunakan anak-anaknya menginap saat bersekolah di Kota Jayapura. Biasanya Mama Tina berjualan 2-3 hari, sebelum pulang ke rumah untuk mengambil kembali sayuran dan barang dagangan lainnya.”Kalau pinang ini, mereka (pedagang non-Papua) kurang tahu membedakan mana yang baik (layak dikonsumsi). Makanya, beli sama kami sekaligus kami pilihkan. Nanti kalau salah pilih justru pinangnya bikin muntah atau mabuk,” tuturnya.

Relasi antarpedagang di pasar itu terjaga baik. Mereka saling membutuhkan, satu sama lain. Mama Tina dan pedagang lainnya menunjukkan solidaritas sosial antarsesama, termasuk dengan pedagang non-Papua. Mereka mengesampingkan stigma yang kadang membuat jurang pemisah di antara keduanya. Pedagang lainnya, Wenina Mandikmbo (42) atau Mama Wen memiliki komoditas jualan yang serupa dengan Mama Tina. Mama Wen berasal dari Wamena, Papua Pegunungan, Ia biasanya bolak-balik dengan waktu tempuh 2-3 jam menuju Pasar Youtefa membawa sayuran dalam jumlah banyak. Tidak hanya untuk berjualan sendiri, Mama Wen juga mendistribusikan dagangannya kepada pedagang lainnya. ”Meskipun harus dijual dengan harga turun (lebih murah), itu lebih baik  daripada ditahan dan bisa saja tidak laku dan sayurnya rusak,” katanya. Bagi Mama Wen, menjaga solidaritas dengan pedagang lainnya menjadi penting. Apalagi, bertahun-tahun berjualan di pasar belum mampu memperbaiki perekonomian keluarga atau mendatangkan kesejahteraan bagi mereka. (Yoga)

Digitalisasi Jadi Kunci Bisnis PRDA

HR1 06 Nov 2023 Kontan
Emiten laboratorium dan jasa kesehatan, PT Prodia Widyahusada (PRDA) gencar menerapkan sejumlah strategi guna meningkatkan pendapatan hingga akhir tahun 2023 ini. Liana Kuswandi, Direktur Keuangan Prodia Widyahusada mengatakan, perseroan masih akan fokus pada pengembangan digital sebagai strategi mencapai pertumbuhan akhir tahun dan mengedepankan pelayanan berbasis customer centric yang berkualitas. Dari sisi layanan, Prodia melakukan pembaharuan dan memperbanyak layanan konsultasi dokter di klinik Prodia dan melalui aplikasi digital Prodia (Prodia Mobile, Prodia Mobile for Doctor, & U by Prodia). Layanan vaksinasi juga semakin mudah diakses oleh pelanggan melalui aplikasi U by Prodia. Menurutnya, perseroan tetap melakukan kolaborasi strategis di sepanjang tahun untuk menghadirkan akses layanan Prodia di seluruh Indonesia seperti yang baru-baru ini dilaksanakan yakni kolaborasi strategis dengan PT GSK Indonesia dalam penyediaan vaksinasi seperti Hepatitis, DPT, Pneumonia, Influenza untuk anak-anak dan dewasa. Jika menilik pada laporan keuangan hingga kuartal III-2023, PRDA kembali mencatat kinerja yang baik, meski terdapat resistensi pada pertumbuhan. Dari segi pendapatan, PRDA berhasil mencatatkan nilai Rp 1,61 triliun, naik 2%  secara tahunan atau year on year (YoY) jika dibanding pendapatan periode sama tahun lalu Rp 1,58 triliun. Adapun, anggaran belanja nodal atau capital expenditure (capex), perseroan telah menggunakan sekitar 75% dari anggaran tahun ini. Jika berdasarkan catatan KONTAN, capex yang dialokasikan oleh manajemen PRDA tahun ini adalah sebesar Rp 200 miliar-Rp 300 miliar.

ERAA Petik Hasil Penambahan Gerai

HR1 03 Nov 2023 Kontan
Pemulihan ekonomi selepas pandemi Covid-19 berdampak terhadap kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Emiten ritel ini mencatatkan penjualan sebesar Rp 42,81 triliun pada kuartal III-2023. Angka ini melonjak sebesar 22,53% dibandingkan dengan penjualan pada periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 34,94 triliun. Djunadi Satrio, Head of Corporate Communications Erajaya Group mengatakan, ada dua hal yang membuat penjualan meningkat. Pertama, penambahan jaringan gerai ritel sehingga bisa menjangkau semakin banyak pelanggan untuk berbelanja, baik secara langsung (offline) maupun online. Kedua, peningkatan kinerja juga ditopang oleh aksi ekspansi dengan merambah bisnis baru. Namun, kendati penjualan naik, laba bersih ERAA sampai dengan kuartal III-2023 ini tercatat menurun sebesar 27,26% secara year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 494,83 miliar. Pada periode sama tahun lalu, ERAA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 680,28 miliar. Dengan bertambahnya jumlah toko otomatis kebutuhan biaya untuk operasional menjadi meningkat dibandingkan sebelumnya. Terutama kebutuhan biaya sewa dan penambahan jumlah karyawan. Salah satu strategi yang dilancarkan adalah dengan menggelar program promo. Terkait ekspansi menjelang tutup tahun ini, ERAA memilih lebih berhati-hati dalam melakukan penambahan jaringan tokonya. ERAA kini fokus memantau kondisi dan situasi sebelum memutuskan membuka gerai baru. Sepanjang sembilan bulan pertama  tahun 2023, ERAA telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex), sebesar Rp 712 miliar. "Dana capex digunakan untuk ekspansi bisnis Erajaya, terutama pembukaan gerai-gerai baru," ungkap Djunaidi. Untuk membiayai ekspansi jaringan ritel tersebut, ERAA tahun menganggarkan capex sekitar Rp 700 miliar. Artinya, penyerapan capex hingga kuartal III 2023 telah melampaui anggaran yang dialokasikan di awal tahun.

Perdagangan Indonesia-Lituania Naik

KT3 31 Oct 2023 Kompas
Volume perdagangan Indonesia-Lituania pada semester I-2023 naik 43 persen dibandingkan semester I-2022.  Namun, kenaikan itu tetap belum mencerminkan potensi hubungan ekonomi Jakarta-Vilnius. Kepada Menteri Luar Negeri Lituania Gabrielius Landsbergis, yang ditemuinya di Jakarta, Senin (30/10/2023) Menlu RI, Retno Marsudi menyebutkan, ada banyak potensi hubungan ekonomi antar kedua negara. (Yoga)

Harga Peranti Elektronik Impor Terdampak Rupiah

KT3 30 Oct 2023 Kompas

Harga barang impor berupa barang elektronik dan telekomunikasi, seperti laptop, naik sebagai imbas melemahnya nilaitukar rupiah terhadap dollar AS dalam enam bulan terakhir. Jumat (27/10) mata uang rupiah ditutup melemah 19 poin ke posisi Rp 15.938. Persaingan pedagang ritel di toko luring kian ketat dengan pedagang daring dan adanya lonjakan impor produk murah asal China. Toko penjualan laptop Gamer.id di Pusat Grosir Cililitan, Jaktim, misalnya, telah menyesuaikan harga sejak Oktober. Rizky, salah satu pramuniaga di toko itu, mengatakan, kenaikan harga itu lebih meluas daripada kenaikan harga sebagai dampak pandemi Covid-19, karena depresiasi rupiah juga membuat harga barang-barang aksesori laptop meningkat.

”Harga laptop bisa naik ratusan ribu rupiah. Itu lumayan juga. Kebanyakan pembeli juga cari laptop di bawahRp 10 juta,” ujar Rizky, yang ditemui pada Sabtu (28/10). Selain itu, angka penjualan di toko laptop baru berbagai merek rendah karena sepinya pengunjung pusat perbelanjaan. Pedagang laptop dan aksesori lainnya di mal yang sama, Hendro, juga mengakui kesulitan menggerakkan penjualan karena makin mahalnya barang elektronik baru dan bekas serta rendahnya kunjungan pembeli. ”Dua bulan lalu sudah menaikkan harga beberapa barang. Sebenarnya tergantung supplier, kamiikut doang,” ujar pria yang sudah enam tahun membuka toko itu. Layar laptop, misalnya, naik Rp 50.000 sampai dengan Rp 100.000 per buah. Laptop bekas dari pasar gelap, seperti dari Batam, Kepri, yang ia jual lagi, juga ikut naik 10-15 %. Padahal, laptop bekas itu kalau dijual kembali jatuh harganya. (Yoga) 

Melemahnya Rupiah

KT3 30 Oct 2023 Kompas

Melemahnya rupiah akhir-akhir ini sudah berdampak pada transaksi perdagangan, terutama barang-barang impor dan sangat berdampak terhadap berbagai lini usaha. “Awal bulan, komputer dan perantinya mengalami kenaikan harga. Harga laptop naik ratusan ribu rupiah. Kenaikan harga juga di aksesori, seperti mouse dan lainnya. Kenaikan bisa Rp 50.000-Rp 100.000 per item. Saat depresiasi rupiah, kenaikan harga bercabang ke aksesori. Ini membuat berkurang penjualan. Jualnya susah, orang malas datang (ke toko offline), jadinya lari ke online,” kata Rizky (28), Penjual Toko Laptop Gamer.id.

Timoti Tirta (32), Pelaku Usaha Ascenta Tour, Jakarta, mengatakan, “Menjelang akhir tahun, memang biasanya rupiah melemah. Jadi, kebiasaan pelanggan kalau mau ke luar negeri pada akhir tahun, dia sudah menukarkan uangnya sebelum Desember. Cuma ketika ada pembayaran yang belum lunas, seperti maskapai atau hotel, kami memang pasti akan kurangi keuntungan. Jadi, ketika membuat paket perjalanan di awal, biasanya ada spare untuk perubahan kurs. Pengeluaran perjalanan ke negara Asia enggak terlalu terasa ketika dollar AS melemah dibandingkan ke negara Barat”.

Unit usaha wisata agak terpengaruh depresiasi rupiah karena harga kebutuhan sehari-hari makin mahal sehingga cadangan rekreasi berkurang. Akibatnya, beberapa program yang sudah terencana menjadi tertunda. Kebanyakan (klien) memilih memakai uang mereka untuk keperluan sehari-hari dulu dan menunda perjalanan rekreasi mereka, ujar Budi Kusumaningsih (50), Pelaku Usaha Wisata, Yogyakarta. (Yoga)