Digitalisasi Jadi Kunci Bisnis PRDA
Emiten laboratorium dan jasa kesehatan, PT Prodia Widyahusada (PRDA) gencar menerapkan sejumlah strategi guna meningkatkan pendapatan hingga akhir tahun 2023 ini. Liana Kuswandi, Direktur Keuangan Prodia Widyahusada mengatakan, perseroan masih akan fokus pada pengembangan digital sebagai strategi mencapai pertumbuhan akhir tahun dan mengedepankan pelayanan berbasis customer centric yang berkualitas. Dari sisi layanan, Prodia melakukan pembaharuan dan memperbanyak layanan konsultasi dokter di klinik Prodia dan melalui aplikasi digital Prodia (Prodia Mobile, Prodia Mobile for Doctor, & U by Prodia). Layanan vaksinasi juga semakin mudah diakses oleh pelanggan melalui aplikasi U by Prodia. Menurutnya, perseroan tetap melakukan kolaborasi strategis di sepanjang tahun untuk menghadirkan akses layanan Prodia di seluruh Indonesia seperti yang baru-baru ini dilaksanakan yakni kolaborasi strategis dengan PT GSK Indonesia dalam penyediaan vaksinasi seperti Hepatitis, DPT, Pneumonia, Influenza untuk anak-anak dan dewasa. Jika menilik pada laporan keuangan hingga kuartal III-2023, PRDA kembali mencatat kinerja yang baik, meski terdapat resistensi pada pertumbuhan. Dari segi pendapatan, PRDA berhasil mencatatkan nilai Rp 1,61 triliun, naik 2% secara tahunan atau year on year (YoY) jika dibanding pendapatan periode sama tahun lalu Rp 1,58 triliun. Adapun, anggaran belanja nodal atau capital expenditure (capex), perseroan telah menggunakan sekitar 75% dari anggaran tahun ini. Jika berdasarkan catatan KONTAN, capex yang dialokasikan oleh manajemen PRDA tahun ini adalah sebesar Rp 200 miliar-Rp 300 miliar.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023