;
Tags

Perdagangan

( 595 )

Eskalasi Geopolitik Memantik Biaya Logistik

HR1 24 Jan 2024 Kontan
Bank Indonesia (BI) terus memelototi eskalasi geopolitik global. Ketegangan di Timur Tengah hingga Laut China Selatan juga masuk radar bank sentral. "Konflik geopolitik sudah masuk radar kami. Tidak hanya di Timur Tengah, tetapi juga di Laut China Selatan,” tegas Gubernur BI Perry Warjiyo, belum lama ini. Dia mengungkapkan, ketegangan di sejumlah kawasan bisa berdampak kepada rantai pasok global. Meski demikian, BI belum menemukan efek yang dirasakan Indonesia dalam waktu dekat, terutama dari sisi perdagangan. 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengingatkan, konflik yang terjadi berpotensi menekan perdagangan global, termasuk bagi Indonesia. Senada dengan BI, Josua juga melihat dampak konflik akan relatif terbatas. Pasalnya, konflik tersebut berpotensi meningkatkan biaya logistik di dunia. "Kalau berlangsung berkepanjangan, akan menaikkan biaya logistik secara permanen,” jelas Josua, Selasa (23/1). Dengan demikian, Josua berpesan pentingnya peran pemerintah untuk aktif melakukan diplomasi untuk mencegah terjadinya konflik di Laut China Selatan.

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai, semakin memanasnya konflik geopolitik pada awal tahun ini akan menyundut nilai impor Indonesia dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan. Dia melihat ini akan menekan volume impor Indonesia. Namun di saat yang sama justru bisa menambah nilai impor. Pasalnya, ada potensi pembengkakan biaya logistik. Sedangkan Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual pernah mengungkapkan, sejauh ini dampak ketegangan geopolitik di kawasan Laut China Selatan belum terlalu berdampak pada Indonesia. 

Penjualan e-Commerce Melejit Ketika Hiburan

KT1 23 Jan 2024 Investor Daily
Admitad, sebuah jaringan pemasaran afiliasi global serta penyedia solusi teknologi tinggi untuk pengiklan-penerbit global, menyebut bahwa moment penjualan masa liburan (Holiday Season Sale) seringkali menjadi waktu penjualan yang meningkat signifikan bagi para pengelola perdagangan secara elektronik (e-commerce) di semua belahan dunia. Pada momen Holiday Season, menurut Admitad, tiket menjadi katagori produk dengan pertumbuhan penjualan tertinggi mencapai 78%, perlatan rumah tangga dan elektronik 52%, pengantaran makanan online 28%, perhiasan dan aksesoris 23%, game online 22%, pakaian dan sepatu 115%, serta lampu dan pencahayaan meningkat 14%. Presiden Direktur Mitgo APAC& India Neha Kulwal, mengungkapkan, selama momen Holiday Season sejak 18 Desember 2023, sumber trafik seperti platform konten, layanan cashback, toko afiliasi, kupon, pembelian trafik, dan aplikasi seluler, terbukti sebagai sumber paling aktif untuk meningkatkan penjualan di e-comerce. (Yetede)

Konflik Makin Panas, Minyak Mendidih

HR1 19 Jan 2024 Kontan
Konflik di Timur Tengah kian meluas. Setelah aksi genosida Israel terhadap Palestina di Jalur Gaza, giliran konflik Houthi Yaman dengan Amerika Serikat (AS) dan Inggris yang terjadi di Laut Merah. Walhasil, jalur transportasi di Laut Merah terganggu  yang bisa mengerek tarif angkutan laut. Termasuk juga berdampak terhadap komoditas minyak lantaran negara Timur Tengah memegang peranan penting terhadap komoditas energi ini. Per Kamis (18/1) kemarin, harga minyak Brent berada di level US$ 78 per barel. Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan menilai, tensi geopolitik saat ini belum memiliki tanda mereda. Ia menilai, ada risiko keterlambatan pengiriman barang dan juga gangguan produksi minyak di wilayah setempat apabila perang semakin meluas. Namun Felix menilai, sentimen utama dari harga minyak saat ini masih berasal dari pemotongan produksi oleh OPEC+. 
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan menilai, sentimen yang bisa mempengaruhi pasar minyak adalah kemungkinan konflik yang meluas ke Selat Hormuz. Selat yang dilalui lebih dari 20% ekspor minyak global. Catatan dia, harga minyak dunia mendidih dua kali lipat selama terjadinya perang Teluk karena terganggunya distribusi minyak di titik utama ini. Harga minyak akhirnya terkoreksi ketika distribusi kembali normal. Dengan mengesampingkan risiko geopolitik dan potensi perang harga, Hasan meyakini harga minyak akan tetap berada di atas level US$ 70 barel tahun  yakni di   US$ 78 per barel. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.900 per saham. BRI Danareksa Sekuritas juga menyematkan buy terhadap saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan target harga Rp 2.000 per saham. Volume distribusi bahan bakar minyak (BBM) AKRA diestimasi tumbuh 3% year-on-year (yoy) menjadi 2,8 juta liter tahun ini. Kepala Riset RHB Sekuritas Indonesia, Andrey Wijaya juga menjadikan MEDC dan AKRA sebagai pilihan utama alias top picks di sektor migas.

Ogah Bisnis Terkubur Pajak Hiburan, Gugat Aturan Menjadi Pilihan

HR1 16 Jan 2024 Kontan (H)
Pebisnis usaha hiburan mengawali tahun 2024 ini dengan was-was. Belum sepenuhnya pulih pasca dihantam badai pandemi virus Covid-19, beban bisnis baru terpampang di depan mata. Ancaman yang dihadapi bukan kaleng-kaleng. Mereka berhadapan dengan kebijakan baru pemerintah di sektor perpajakan. Awal tahun ini, sejumlah pemerintah daerah resmi menaikkan pajak hiburan 40%-75%. Kebijakan daerah mengerek tarif pajak hiburan hingga ke angkasa itu mengacu Undang-Undang (UU) Nomor 1/2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Memang tak semua bisnis hiburan dikenakan pajak tinggi. Hanya hiburan diskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandi uap/spa yang dipungut pajak tinggi. "Khusus tarif PBJT (pajak barang dan jasa tertentu) atas jasa hiburan diskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandi uap/spa ditetapkan paling rendah 40% dan paling tinggi 75%," demikian bunyi Pasal 58 ayat 2 UU HKPD. Beberapa di antaranya adalah DKI Jakarta, Kabupaten Badung (Bali), Kotawaringin Timur (Kalteng), Pangandaran, Bandar Lampung dan beberapa daerah lainnya. Sontak saja, terbitnya aturan baru ini mendapat penolakan keras dari pelaku usaha hiburan. Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Hariyadi Sukamdani menegaskan, bakal mengajukan permohonan judicial review  UU PHKD ke Mahkamah Konstisusi (MK). Menurutnya, kenaikan tarif pajak hiburan bakal mematikan bisnis hiburan di Tanah Air. Di sisi lain, pelaku usaha hiburan ilegal akan semakin menjamur. Emiten pengelola resto & bar Lucy In The Sky, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) juga mendukung penuh upaya judicial review tersebut. Sekretaris Perusahaan LUCY, Ratna Sari bilang, kenaikan pajak itu sangat memberatkan seluruh pengusaha hiburan. Namun demikian, LUCY belum menyesuaikan harga jual ke konsumen. "Yang pasti, kami akan meninjau kembali harga penjualan," katanya, Minggu (14/1). Head of Spa & Wellness Taman Sari Royal Heritage Spa (TSRH), anak usaha Mustika Ratu, Dian V. Soeryomurti juga menentang kenaikan pajak yang demikian tinggi.

Surplus Menyusut, Defisit Transaksi Berjalan Melebar

HR1 16 Jan 2024 Kontan
Koreksi harga komoditas turut menciutkan surplus neraca perdagangan Indonesia di sepanjang 2023. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca dagang pada tahun lalu senilai US$ 36,93 miliar, atau turun 33,46% year-on-year (yoy). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengungkapkan, penurunan surplus neraca perdagangan tidak terlepas dari pelemahan kinerja ekspor maupun impor. Nilai ekspor selama Januari-Desember 2023 sebesar US$ 258,82 miliar atau turun 11,33% yoy. Ini dipicu penurunan ekspor migas maupun nonmigas. Perinciannya, ekspor nonmigas mencapai US$ 242,90 miliar atau turun 11,96%. Sedangkan ekspor migas US$ 15,92 miliar, turun 0,47% yoy. Secara sektoral, penurunan nilai ekspor nonmigas terutama dipicu koreksi ekspor industri pengolahan sebesar 9,26% yoy, akibat penurunan bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati dan berbagai produk kimia. "Industri pengolahan ini memegang pangsa sebesar 76,98% terhadap total ekspor nonmigas," kata Pudji. Di sisi lain, impor sepanjang 2023 sebesar US$ 221,89 miliar, turun 6,55%. Impor migas US$ 126,96 miliar, terkontraksi 5,57% yoy dan impor nonmigas US$ 35,83 miliar, turun 11,35% yoy. Berdasarkan sektornya, penurunan impor terbesar terjadi pada kelompok bahan baku atau penolong sebesar 11,09% menjadi US$ 161,16 miliar, terutama kontraksi pada komoditas bahan bakar mineral, besi dan baja, dan barang dari plastik. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengatakan, pihaknya mempertahankan perkiraan defisit transaksi berjalan alias current account deficit (CAD) sebesar 0,4% dari produk domestik bruto (PDB) 2023. Bahkan CAD bakal semakin lebar di tahun ini, dengan perkiraan naik menjadi 1,0% dari PDB pada 2024. Faiz bilang, seiring melemahnya perekonomian global, permintaan ekspor akan terus melambat dan diperburuk oleh penurunan harga komoditas ekspor. "Kami memperkirakan defisit transaksi berjalan akan semakin melebar ke depan," kata Faiz dalam keterangannya, Senin (15/1). Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga memprediksi, transaksi berjalan defisit di 2023, dan melebar pada tahun 2024. Hitungan Josua, CAD 2023 akan berada di kisaran 0,14% dari PDB dan 2024 sebesar 0,7% PDB. Meski demikian, Josua menegaskan CAD masih di bawah 1% PDB. Ini seiring upaya pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi. Upaya itu diharapkan mampu membatasi risiko penurunan surplus neraca perdagangan saat permintaan global melemah dan harga komoditas susut. Jadi, nilai tukar rupiah pada akhir 2024 berpotensi bergerak di kisaran Rp 15.000 hingga Rp 15.300 per dolar AS.

Surplus Neraca Perdagangan Bakal Merosot

HR1 15 Jan 2024 Kontan
Surplus neraca perdagangan diprediksikan lebih mungil pada Desember 2023. Hal ini dipicu penurunan kinerja ekspor dan menyusutnya harga sejumlah komoditas utama Indonesia. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan surplus neraca perdagangan Indonesia pada akhir 2023 mencapai US$ 2,2 miliar. Proyeksi itu menyusut dari posisi November 2023 yang senilai US$ 2,41 miliar. Surplus neraca perdagangan yang menurun didorong penurunan ekspor di tengah peningkatan kinerja impor. "Ekspor turun 7,08% yoy, sedangkan impor naik 4,9% yoy," terang Faiz, akhir pekan lalu. Selain penurunan ekspor, harga komoditas yang menurun pada Desember 2023 juga membuat surplus bisa lebih menciut. Faiz menyebutkan harga komoditas yang turun adalah komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan aluminium. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky memperkirakan, surplus neraca perdagangan pada Desember 2023 sebesar US$ 1,8 miliar hingga US$ 2,00 miliar. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro juga mengungkapkan, surplus neraca perdagangan barang pada akhir 2023 sebesar US$ 1,83 miliar, atau turun daripada November 2023 yang sebesar US$ 2,41 miliar. Andry mengungkapkan, alasan itu seiring dengan kenaikan impor, di tengah penurunan ekspor secara bulanan. "Impor pada Desember 2023 akan naik 2,11% mom dan secara tahunan naik 0,68% mom. Sedangkan ekspor turun 0,77% mom dan secara tahunan turun 8,38% yoy," terang dia. Andry memerinci, pelemahan ekspor dipicu oleh penurunan harga beberapa komoditas andalan, seperti nikel dan batubara. Hanya saja, dia melihat ada kenaikan volume ekspor batubara. Selain itu, permintaan CPO Indonesia di pasar Malaysia dan India pada tahun 2023 juga cenderung menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Penjualan Eceran Diperkirakan Tetap Kuat

KT3 12 Jan 2024 Kompas
Kinerja penjualan eceran pada Desember 2023 diperkirakan tetap kuat. Hal tersebut tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember sebesar 217,9 atau secara tahunan tumbuh 0,1 persen, didorong oleh meningkatnya pertumbuhan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor serta makanan, minuman, dan tembakau. Demikian keterangan resmi dari Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Rabu (10/1/2024). (Yoga)

"Montase” Perdagangan

KT3 06 Jan 2024 Kompas

Sektor perdagangan tengah merepresentasikan satu wajah dua muka. Di dalam negeri, harga barang dan jasa serba naik. Di luar negeri, kemitraan dagang antar negara semakin mengotak dan restriksi dagang kian marak. Kondisi itu bak montase atau gambar dengan makna baru yang terbentuk dari potongan beberapa gambar yang ditempel dalam satu wadah. ”Montase” perdagangan itu menjadi ”menu” penutup pada 2023 sekaligus ”menu” utama pada 2024. Kenaikan harga pangan terutama terjadi akibat kenaikan biaya produksi, perubahan iklim, dan dampak kenaikan harga bahan baku impor. Beras medium, misalnya, harga rata-rata nasional tertingginya terjadi pada Oktober 2023, yakni Rp 13.210 per kg. Harga tersebut naik 16,24 % secara tahunan, disebabkan penurunan produksi akibat La Nina dan El Nino serta kenaikan biaya produksi padi. Biaya produksi padi meningkat akibat kenaikan harga pupuk, benih, BBM, sewa tanah, dan tenaga kerja.

Gula pasir juga senasib. Produksi gula nasional turun akibat dampak El Nino. Hal itu menyebabkan harga gula naik sejak Juli 2023. Harga rata-rata nasional gula konsumsi hingga pekan ketiga Desember 2023 Rp 17.260 per kg, naik 17,26 % secara tahunan. Harga gula dunia naik dibarengi depresiasi nilai tukar rupiah. Hal itu membuat perusahaan swasta dan milik negara diminta mengimpor 1 juta ton gula untuk cadangan gula pemerintah. Pemerintah perlu menyiapkan cadangan pangan yang harganya mudah bergejolak seturut pola musiman itu. Peran dan kehadiran Bapanas yang diperkuat Perum Bulog dan ID Food yang mendapat mandat menyiapkan 11 komoditas cadangan pangan pemerintah perlu diperkuat, dibarengi peningkatan produksi pangan yang dapat dibudidayakan di dalam negeri untuk mengurangi impor.

Kinerja ekspor Indonesia mulai turun seiring penurunan harga komoditas ekspor unggulan, seperti minyak sawit, batubara, besi dan baja, serta nikel. Untungnya penurunan kinerja ekspor terjadi pada nilai ekspor, bukan volume. Berdasar data BPS, nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-November 2023 mencapai 221,96 miliar USD atau turun 12,47 % secara tahunan. Tapi volume ekspor nonmigas naik 6,92 % menjadi 612,42 juta ton. Positifnya, kinerja ekspor Indonesia ke depan semakin ditopang hilirisasi yang mencakup industri besi dan baja, gasifikasi batubara, bauksit, tembaga, pupuk, gula dan bioetanol, serta integrase nikel, baterai kendaraan listrik dan kendaraan listrik. Program hilirisasi itu turut menopang pertumbuhan investasi. Kementerian Investasi mencatat, nilai realisasi investasi untuk hilirisasi pada Januari-September 2023 sebesar Rp 266 triliun. (Yoga)

Ekspor Nonmigas Ditarget Rebound Tahun Ini

KT1 05 Jan 2024 Investor Daily (H)
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan nilai ekspor  nonmigas tahun ini bisa tumbuh 2,5%-4,5%, meski masih ada sejumlah tantangan di pasar global, terutama terkait harga komoditas. Jika diasumkan target ekspor nonmigas tahun lalu sebesar US$ 289,76 miliar (Rp 4.497 triliun) tercapai , maka ekspor di 2024 diharapkan bisa mencapai US$ 297 miliar hingga US$ 302,7 miliar atau Rp4.611 triliun hingga Rp Rp4.700 triliun. Menteri Perdagangan (Kemendag) Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah optimistis dengan kondisi perekonomian global 2023. Dia menambahkan, Kemendag terus berupaya mendorong  kinerja ekspor  dengan memberikan  kemudahan dan kepastian hukum, sehingga nilai ekspor yang selama 2023 mengalami pelemahan, kembali tumbuh (rebound) pada tahun ini. (Yetede)

AMRT Tambah 800 Gerai Tahun Ini

HR1 04 Jan 2024 Kontan

Emiten ritel, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) bakal terus melanjutkan ekspansi bisnisnya di tahun ini. Pihaknya menargetkan penambahan 800 gerai baru di tahun 2024. "Kami menutup tahun hingga akhir 2023 dengan 19.100 gerai dan penambahan satu pusat distribusi di Madiun. Sementara rencana penambahan gerai di tahun 2024 sebanyak 800 gerai," ujar GM Corporate Communications AMRT, Rani Wijaya kepada KONTAN, Selasa (2/1). Rani mengungkapkan, penambahan 800 gerai tersebut akan menyasar wilayah di luar kota-kota besar di Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa. Di sisi lain, AMRT optimistis tren pertumbuhan bisnis selama tahun 2023 akan berlanjut hingga tahun 2024. Rani menyatakan, kondisi ekonomi dalam negeri sudah semakin membaik paska pandemi Covid-19. Hal ini juga yang membuat daya beli masyarakat terus meningkat. Meskipun 2024 merupakan tahun politik, proyeksi bisnis ritel akan semakin membaik karena melanjuti kinerja yang sudah baik di 2023. Sekadar informasi, tahun 2024 diprediksi menjadi tahun pemulihan bagi sektor ritel. 

Pasalnya, pada tahun ini mobilitas masyarakat sudah tak lagi dibatasi serta adanya momentum politik, seperti Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daaerah (Pilkada) serentak. Ajang pesta demokrasi diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ritel. Hingga kuartal III-2023, AMRT membukukan laba bersih sebesar Rp 2,19 triliun, tumbuh 25,1% dibandingkan periode sama tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp 1,751 triliun. Pengelola gerai ritel Alfamart ini menyiapkan sejumlah strategi untuk memaksimalkan laju bisnisnya di tahun 2024. Salah satunya melalui digital initiatives, yakni pengoptimalan omnichannel Alfamart melalui aplikasi Alfagift yang semakin membuka jalan dan potensi lain untuk pengembangan bisnis Alfamart, khususnya manajemen hubungan pelanggan ( Customer Relation Management /CRM) dan teknologi. Pengembangan omnichannel seperti Alfagift ini sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun lalu. Namun, manajemen AMRT terus berupaya menyempurnakannya. Ini dilakukan setelah melihat tingginya minat belanja masyarakat secara daring atau online. Terkait anggaran dana belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini, Manajemen AMRT juga belum bersedia memberikan rinciannya.Namun, Rani menjelaskan sebagian besar capex dialokasikan untuk keperluan ekspansi usaha. Sebagai gambaran, pada tahun 2023 lalu, AMRT mengalokasikan dana capex sebesar Rp 4 triliun–Rp 4,4 triliun.Dana yang dinilai cukup untuk agenda ekspansi AMRT.