Perdagangan
( 594 )Menimbang Keanggotaan Indonesia di WTO
Di Balik Surplus Perdagangan
Neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2024 kembali surplus selama
47 bulan beruntun. Jika melihat kata surplus belaka, ekspor-impor baik-baik saja.
Padahal, ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan dalam kinerja ekspor-impor. Apalagi,
dalam pertumbuhan PDB 5,05 % pada 2023, ekspor bersih atau ekspor dikurangi
impor menyumbang 0,66 %. Tahun lalu, ekspor tumbuh 1,32 % secara tahunan, sedangkan
impor tumbuh minus 1,65 %. Nilai ekspor pada Maret 2024 lebih rendah
dibandingkan dengan Maret 2023. Nilai impor pada Maret 2024 juga lebih rendah
daripada Maret 2023. Adapun surplus secara triwulanan, yakni Januari-Maret
2024, lebih rendah ketimbang Januari-Maret 2023. Hal ini terjadi karena ekspor
turun hingga nyaris 5 miliar USD. Sebaliknya, nilai impor pada periode itu
cenderung tetap.
Indonesia, yang bergantung pada komoditas, menanggung dampak
penurunan harga komoditas terhadap kinerja ekspor. Perekonomian China yang
belum pulih turut berperan dalam penurunan ekspor Indonesia. Permintaan rendah membuat
ekspor nonmigas Indonesia ke China merosot. Padahal, pada Maret 2024, ekspor
Indonesia ke China 22,44 % total ekspor nonmigas. Porsi ini merupakan yang
terbesar dibandingkan dengan ekspor ke negara lain. Pada Januari-Maret 2024,
mayoritas impor Indonesia berupa bahan baku atau penolong yang mencapai 72,81 %.
Sementara barang modal 17,2 % dan barang konsumsi 9,99 persen. Impor bahan baku
atau penolong pada triwulan I-2024 anjlok 21,72 % secara tahunan, sedang impor
barang modal turun 12,63 % secara tahunan.
Hal ini mengindikasikan ada persoalan dalam proses produksi di
Indonesia. Sebab, bahan baku atau penolong dan barang yang dipertimbangkan
dalam menjaga nilaitukar, antara lain keseimbangan terhadap ekspor dan impor.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD akan menguntungkan eksportir, tetapi
membuat pening importir. Situasi lebih rumit akan dihadapi produsen yang
mengimpor bahan baku dan barang modal, tetapi memasarkan produknya di dalam
negeri dengan harga rupiah. Keseimbangan nilai tukar kian penting bagi
Indonesia yang mengekspor migas 3,899 miliar USD, tetapi mengimpor hingga 9
miliar USD pada Januari-Maret 2024. (Yoga)
Surplus Perdagangan Sulit Topang Rupiah
Neraca perdagangan Indonesia yang surplus 47 bulan berturut-turut belum tentu cukup kuat menopang rupiah dari potensi pelemahan lebih lanjut. Di tengah tren perlambatan ekonomi global, lonjakan surplus perdagangan pada Maret 2024 diperkirakan hanya sementara. Secara kumulatif, surplus perdagangan diperkirakan terus menyempit. Rilis terbaru BPS mencatat, Indonesia kembali menorehkan surplus neraca perdagangan pada Maret 2024 sebesar 4,47 miliar USD. Artinya, RI mencatat surplus neraca perdagangan selama 47 bulan berturut-turut. Capaian Maret 2024 itu juga menjadi surplus tertinggi selama 13 bulan terakhir. Secara bulanan, surplus neraca perdagangan pada Maret 2024 meningkat 3,64 miliar USD dibanding Februari 2024 yang mencapai 0,83 miliar USD.
Secara tahunan, terjadi kenaikan surplus 1,65 miliar USD dibandingkan dengan Maret 2023 di 2,83 miliar USD. Di tengah tren kenaikan surplus yang semestinya memperkuat cadangan devisa, nilai tukar rupiah justru melemah sejak Maret hingga April 2024 akibat berlanjutnya kebijakan pengetatan moneter oleh AS dan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Pada 19 April 2024, rupiah bahkan sempat terdepresiasi ke level Rp 16.280 per USD. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, Senin (22/4) mengatakan, lonjakan surplus neraca perdagangan pada Maret 2024 sekilas menjadi ”kabar baik” untuk rupiah yang saat ini terus melemah terhadap USD.
Meski demikian, efek surplus perdagangan untuk menahan depresiasi
rupiah itu diperkirakan tidak signifikan. Sebab, lonjakan surplus perdagangan
pada Maret 2024 hanya terjadi sementara dan lebih banyak didorong oleh impor yang
menurun lebih dalam dari perkiraan. BPS mencatat, impor menurun 12,76 % secara
tahunan, lebih dalam ketimbang penurunan ekspor yang sebesar 4,19 % secara tahunan.
Rupiah baru akan tertolong jika AS memutuskan untuk memangkas kenaikan suku
bunganya pada semester II tahun 2024. ”Itu dapat meningkatkan sentimen risk-on,
menarik arus modal masuk ke dalam negeri, dan meningkatkan prospek pertumbuhan
global yang akhirnya bisa mendukung pergerakan harga komoditas,” ujarnya. (Yoga)
ISRAEL VS IRAN MEMANAS : KINERJA IMPOR BERPOTENSI TERHAMBAT
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Budi Santoso mengatakan bahwa ketegangan di Timur Tengah, khususnya Israel dan Iran belum memberikan dampak nyata terhadap perdagangan luar negeri Indonesia. Terutama pada pasokan produk impor yang dikirim melalui Terusan Suez, seperti gandum. “Sampai saat ini masih lancar belum ada kendala,” katanya saat ditemui di Kemendag, Jumat (19/4). Kendati belum berdampak terhadap perdagangan luar negeri, Budi mengaku negara tidak tinggal diam. Apalagi nilai tukar rupiah juga tengah melemah. Melalui perwakilan yang ada di luar negeri, pemerintah terus memantau perkembangan situasi global yang berisiko terhadap ekspor dan impor “Komponen produksi atau barang modal seperti mesin-mesin industri dari Eropa akan terhambat atau mengalami kenaikan di ongkos transportasi kargo,” kata Ketua Umum Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA) Dadang Asikin kepada Bisnis. Dadang juga menyoroti konflik berkepanjangan tersebut akan mengganggu ketersediaan suku cadang untuk operasional dan pemeliharaan mesin-mesin produksi.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa setidaknya ada tiga dampak yang dipengaruhi konflik Timur Tengah. Semuanya adalah kenaikan harga energi, melonjaknya ongkos logistik, dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ketiga dampak tersebut menjadi konsekuensi perekonomian dan rantai pasok global. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan suplai material pada megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap aman di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah. Kendati demikian, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H. Sumadilaga tidak menampik bila akan ada kemungkinan harga material konstruksi bakal meningkat di kemudian hari. Adapun, pembangunan IKN saat ini terdiri dari 2 tahap proyek.
Total paket fisik pengerjaan konstruksi selama periode 2020—2024 mencapai 94 paket dengan total nilai sebesar Rp74,36 triliun. Sementara itu, secara keseluruhan pembangunan IKN tahap 1 telah mencapai 79,8% dan tahap 2 sebesar 24%. Keberlanjutan HGBT di tengah konflik Iran vs Israel penting untuk kelancaran produksi. Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menjelaskan bahwa kebijakan gas murah berhasil menyelamatkan industri dari dampak pandemi. Konflik Iran dan Israel yang memanas dan berpotensi berkelanjutan akan memberikan dampak negatif terharap industri keramik. Salah satunya berkenaan dengan pelemahan nilai tukar rupiah. Pihaknya juga mengkhawatirkan kenaikan harga minyak dunia yang dapat memengaruhi defisit anggaran dan fiskal negara, dan yang paling ditakutkan adalah kenaikan harga BBM bersubsidi karena langsung mempengaruhi daya beli masyarakat.
Meraih Peluang di Tengah Konflik
Di tengah spekulasi memanasnya konflik di Timur Tengah yang dipicu oleh serangan Iran ke Israel pada Sabtu (13/4), sejumlah negara pengimpor minyak mentah dan produk olahan, salah satunya Indonesia mulai bersiap siaga. Pasalnya, konflik yang melibatkan Iran yang dikenal sebagai salah satu produsen minyak bumi terbesar di dunia ini berisiko mengerek harga komoditas energi ini hingga ke level puncak. Indonesia sebagai salah satu pengimpor minyak mentah mulai mencermati langkah yang diambil investor berikut strategi antisipasi dari produsen dan konsumen migas dunia. Upaya ini menjadi penting karena pemerintah perlu memastikan kebutuhan minyak mentah dalam negeri dapat dipenuhi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, impor minyak mentah Indonesia pada 2023 mencapai 17,83 juta ton, dengan nilai mencapai US$11,14 miliar.
Sementara itu, impor minyak bumi dan hasil-hasilnya pada tahan lalu mencapai 52,14 juta ton, senilai US$35,83 miliar. Di Indonesia, setiap kenaikan Indonesia Crude Price (ICP) US$1 per barel dapat dipastikan berdampak pada kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp1,8 triliun. Kenaikan harga tersebut juga mengatrol peningkatan subsidi energi sekitar Rp1,8 triliun, sekaligus kompensasi energi sebanyak Rp5,3 triliun. Kendati konflik geopolitik Timur Tengah berisiko membebani APBN, di sisi lain peluang baru khususnya di sektor hulu minyak dan gas nasional justru terbuka lebar.
Kenaikan harga bakal membantu keekonomian sejumlah proyek hulu migas nasional khususnya bagi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dalam melakukan pembiayaan proyek existing. Selama ini, investasi di sektor hulu migas khususnya untuk eksplorasi masih jauh dari target. Kondisi ini membuat proses penemuan cadangan migas di sejumlah lapangan menjadi tersendat. Upaya yang perlu diutamakan adalah peningkatan daya saing di industri migas nasional. Selain itu, upaya pemerintah dalam menjaga iklim investasi yang tetap kondusif menjadi kunci memenangkan kompetisi dalam situasi seperti sekarang ini.
Omzet Lebaran Tidak Setinggi Satu Dekade Lalu
Kenaikan omzet industri alas kaki dan tekstil serta produk
tekstil pada momentum Lebaran terus merosot dalam 10-20 tahun terakhir. Jika
dulu lonjakan omzet bisa berkali-kali lipat dibanding bulan biasa, kini
lonjakan maksimal hanya 50 %. Penyebabnya beragam, mulai dari impor yang makin
marak hingga daya beli masyarakat yang menurun. ”Ada kenaikan omzet karena momentum
Lebaran, tetapi tidak seramai zaman dulu,” ujar Eddy Widjanarko, Ketua Umum
Asosiasi Persepatuan Indonesia, saat dihubungi, Minggu (7/4). Eddy menjelaskan,
kenaikan omzet penjualan sepatu pada momentum Lebaran tahun ini tidak sebesar 10-20
tahun lalu. Sekitar 20 tahun lalu atau awal 2000-an, momentum Lebaran bisa meningkatkan
omzet hingga tujuh kali lipat dibanding bulan biasanya.
Sampai 10 tahun lalu pun, meski menurun, momen Lebaran tetap
bisa meningkatkan omzet tiga kali lipat dibanding bulan biasa. Namun, pada
Lebaran 2024, kenaikan omzet hasil penjualan industri alas kaki atau sepatu
paling besar mencapai 50 % disbanding bulan biasa. Penyebabnya, menurut Eddy,
adalah kenaikan biaya hidup yang ditandai dengan inflasi pangan. Daya beli
masyarakat juga menurun. Akhirnya, masyarakat lebih memprioritaskan belanja
barang primer, seperti pangan, dibandingkan sepatu. Selain itu, kini makin
marak sepatu impor, baik yang legal maupun ilegal, yang dipasarkan dengan harga
lebih murah. Penjualan industri sepatu lokal pun tergerus. Ditambah lagi, telah
terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat. Kini masyarakat lebih mengedepankan
pakaian rapi, tanpa harus membeli sepatu baru dan pakaian baru. (Yoga)
DAMPAK GEMPA TAIWAN : Pengusaha Waspadai Rantai Pasok
Gempa bumi dengan magnitudo 7,2 skala richter di Taiwan membuat pelaku industri di Tanah Air waswas terhadap keandalan rantai pasok manufaktur di dalam negeri, karena mayoritas mesin yang digunakan pengusaha berasal dari Negeri Formosa. Ketua Umum Gabungan Asosiasi Perusahaan Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) Dadang Asikin mengatakan bahwa hingga saat ini pelaku manufaktur nasional masih mengandalkan mesin-mesin yang diimpor dari Taiwan.
Adapun, sejumlah produk utama yang diimpor Indonesia dari Taiwan adalah mesin listrik, mesin boiler, mesin pengemasan, mesin rajutan, hingga pemintalan fi lamen. Menurutnya, industri tekstil dan produk tekstil paling banyak menggunakan mesin asal Taiwan, karena kualitas produk asal negara tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan China, meskipun harganya masih lebih tinggi.
Di sisi lain, Deputy of General Secretary Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Indrawan mengatakan bahwa pihaknya masih belum merasakan hambatan rantai pasok yang disebabkan oleh gempa bumi terbesar di Taiwan dalam 25 tahun terakhir.
Hal yang sama juga sempat dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefi n Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono yang menyebut bahwa dampak gempa Taiwan tidak begitu signifi kan terhadap bahan baku maupun barang jadi plastik yang diimpor Indonesia.
Menurut Fajar, wilayah selatan, seperti Tainan, Kaohsiung, dan lainnya tidak terkena dampak gempa bumi yang signifi kan, maka tidak akan berpengaruh terhadap rantai pasok, termasuk untuk suku cadang permesinan.
Membersihkan Aji Mumpung Jastip
Polemik pelarangan jasa titip sulit berujung tanpa pembenahan
fundamental. Jasa ini sudah lama dan mengakar. Sikap aji mumpung menjadi
masalah inti. Ditjen Bea Cukai Kemenkeu resmi membatasi barang bawaan penumpang
dari luar negeri mulai 10 Maret 2024, mengacu Permendag No 36 Tahun 2023
tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, dimana terdapat lima jenis barang
bawaan penumpang dari luar negeri yang dibatasi masuk ke Indonesia, yakni alat
elektronik, alas kaki, barang tekstil, tas, dan sepatu. Penerapan aturan
pembatasan barang bawaan penumpang dari luar negeri menuai protes sejumlah
kalangan, seperti konsumen jasa titip (jastip), pelaku jastip, hingga pekerja migran
Indonesia. Para pekerja migran tersebut merasa keberatan dengan ketentuan
pembatasan barang bawaan lantaran akan mempersulit mereka tatkala hendak
menengok keluarga di kampung halaman (Kompas.id, 1 April 2024).
Jastip sudah lama muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari
pembelanja personal (personal shopper) hingga kemudian jastip ini. Jastip kian menjadi
tren ketika muncul media sosial. Di sisi lain, masalah makin bertumpuk, mulai
dari soal legalitas perdagangan hingga motivasi melakukan jastip. Dari sisi
penjual jasa, jastip bisa menutup beberapa pengeluaran selama di luar negeri. Dari
sisi pembeli, fenomena ini tak lagi sekadar jual-beli. Mereka membeli barang karena
godaan yang dihadirkan di media sosial hingga kecanduan. Di sisi lain,
kebiasaan pamer menyebabkan mereka mudah membeli barang yang tak diperlukan. Jika
saja otoritas mau mengatur perdagangan seperti ini, langkah yang dilakukan
tidak boleh tanggung. Sebaiknya tidak mulai dari mengurusi langsung jastip.
Orang kecil membutuhkan langkah nyata untuk menindak upaya perdagangan illegal yang
mungkin masih terjadi dan dilakukan pemain kuat. Apabila ini dilakukan, publik
makin yakin soal keinginan pemerintah untuk mengatur impor secara benar. (Yoga)
”Friend-shoring” dan Prabowo-Gibran
Pada tahun ini, friendshoring diperkirakan semakin menguat.
Perdagangan antarnegara berdasarkan kesamaan pandangan geopolitik itu bakal
mewarnai transisi pemerintahan di Indonesia. Friend-shoring akan bersanding
dengan politik tetangga baik. Dalam Global Trade Update yang dirilis lembaga Konferensi
Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) pada 21 Maret 2024, nilai perdagangan
dunia pada 2023 turun 3 % secara tahunan. Nilainya sebesar 31 triliun USD. Perdagangan
barang dunia turun 1,3 triliun USD atau 5 % secara tahunan. Adapun perdagangan
jasa dunia justru naik 500 miliar USD atau tumbuh 8 % secara tahunan. Lembaga
tersebut memperkirakan perdagangan dunia tahun ini mulai membaik.
Pada triwulan I-2024, nilai perdagangan barang dunia tumbuh 3
% dan perdagangan jasa 2,9 %, dipengaruhi perkiraan inflasi global yang lebih
moderat, membaiknya proyeksi pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan permintaan
barang-barang ramah lingkungan. Perdagangan dunia juga semakin terkotak-kotak
dalam sejumlah kubu kesamaan pandangan politik dan ekonomi global. Kondisi itu membentuk
tren utama perdagangan bilateral dalam dua tahun terakhir ini. ”Tentu saja
tidak hanya berdampak pada perdagangan antarnegara besar, tetapi juga
negara-negara mitra dagang,” sebut
laporan itu. Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran,
Burhanuddin Abdullah, mengatakan, aspek geopolitik dan geoekonomi tentu
berdampak pada arah pergerakan ekonomi dan politik dunia.
Konflik geopolitik Rusia-Ukraina dan Israel-Hamas, serta
perlambatan ekonomi China, menyebabkan ketidakpastian ekonomi dan perlambatan pertumbuhan
ekonomi dunia. ”Bersama dengan ketatnya suku bunga yang memperlambat
pertumbuhan likuiditas dan krisis pangan akibat perubahan iklim, sejumlah konflik
tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia,” ujarnya dalam Kompas Collaboration
Forum (KCF) bertema ”Arah dan Mesin Kebijakan Ekonomi Pembangunan 2025-2029”
yang digelar harian Kompas di Jakarta, Jumat (22/3). ”Politik luar negeri kita
secara tradisi sejak awal merdeka adalah bebas aktif, nonblok, tidak memihak.
Hubungan baik dengan semua (negara) bisa mengamankan kepentingan nasional kita.
Kita akan menjalankan politik tetangga baik,” tutur Prabowo dalam debat ketiga Pilpres
2024, Minggu (7/1) malam (Kompas, 8/1/2024). (Yoga)
EKSPOR BUAH : Manggis NTB Melenggang ke Pasar China
Pasar China makin menunjukkan minatnya terhadap produk buah manggis asal Provinsi Nusa Tenggara Barat, setelah pengiriman 3 ton yang dilakukan pada Rabu (27/3). Ekspor dilakukan setelah buah tersebut melewati disertifikasi Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB. Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuh an NTB Agus Mugiyanto menjelaskan bahwa ekspor manggis itu dilakukan oleh PT. Bintang Agro Sentosa. Dia mengatakan bahwa pengiriman manggis dilakukan lewat Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid di Kabupaten Lombok Timur dengan transit terlebih dahulu di Bandara Internasional Soekarno Hatta di Cengkareng, Banten. Dia memperkirakan bahwa buah manggis itu bakal tiba di China pada Rabu (27/3) malam.
Dalam catatan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB, provinsi ini sepanjang 2024 telah enam kali mengekspor manggis ke China dengan total volume ekspor mencapai 18,5 ton. Agus menyebut bahwa nilai ekspor manggis sepanjang 2024 mencapai Rp1,15 miliar. Menurutnya, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB hadir untuk memfasilitasi perdagangan para pebisnis di provinsi ini.
Pilihan Editor
-
Waspada Rambatan Resesi AS
02 Aug 2022 -
Upaya Menegakkan Jurnalisme Berkeadilan
01 Aug 2022 -
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
06 Aug 2022









