Perdagangan
( 594 )Aral Mengadang Kinerja Dagang
Neraca perdagangan Indonesia rupanya masih moncer kendati ketidakpastian sedang membayangi ekonomi global. Malah, sudah 48 bulan atau empat tahun terakhir ini, neraca perdagangan nasional selalu tercatat surplus. Termutakhir, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pada April 2024 neraca perdagangan Indonesia surplus US$3,56 miliar yang bersumber dari sektor nonmigas sebesar US$5,17 miliar, sedangkan defisit tercatat di sektor migas senilai US$1,61 miliar. Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan sejak Januari—April 2024 mencapai US$10,87 miliar.
Pada Maret 2024, surplus neraca perdagangan tercatat US$4,47 miliar, sedangkan pada April 2023, surplus neraca perdagangan mencapai US$3,94 miliar. Jika mengurai data BPS, maka dapat kita ketahui juga bahwa kinerja ekspor pun kurang solid, utamanya jika dilihat secara bulanan. Nilai ekspor Indonesia April 2024 tercatat US$19,62 miliar, atau turun 12,97% ketimbang Maret 2024. Setali tiga uang, secara kumulatif Januari—April 2024 pun kinerja ekspor belum cukup tangguh. Nilai ekspor Indonesia Januari–April 2024 mencapai US$81,92 miliar atau turun 5,12% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023.
Capaian itu agaknya tak terlalu mengherankan lantaran kinerja sektor industri pengolahan yang mulai kedodoran. Hal itu terlihat dari ekspor sektor industri pengolahan pada April 2024 yang melorot 15,95% dari bulan sebelumnya.
Ancaman inflasi tinggi yang merembet ke era suku bunga tinggi, berkelindan dengan dampak konflik geopolitik berisiko membuat permintaan lesu. Bahkan ketika permintaan naik pun, risiko gangguan rantai pasok masih ada di depan mata. Melihat dinamika tersebut, kebijakan yang bersahabat dengan pelaku usaha, termasuk industri manufaktur amat diperlukan. Baik berupa insentif fiskal maupun kemudahan dalam hal regulasi.
Survei Konsumen April 2024 yang digelar Bank Indonesia, diketahui bahwa optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat. Hal tersebut tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2024 yang berada pada zona optimis sebesar 127,7, lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat 123,8. Demikian pula jika melihat kondisi keuangan konsumen pada April 2024 di mana rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi, untuk pembayaran utang, dan proporsi pendapatan konsumen yang disimpan tercatat relatif stabil ketimbang bulan sebelumnya, yaitu masing-masing sebesar 73,6%; 9,7%; dan 16,7%.
EKSPOR KUARTAL I/2024 : Transformasi Cirebon sebagai Sentra Produksi Alas Kaki
Performa industri alas kaki di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kian kokoh setelah melanjutkan pertumbuhan ekspor sepanjang kuartal I/2024. Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatat bahwa ekspor alas kaki wilayah ini menembus US$11,37 juta pada 3 bulan pertama tahun ini. Negara tujuannya adalah Korea Selatan, Australia, Jepang, Inggris, Singapura, Chile, dan Jibouti. Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengungkapkan, memang dalam beberapa tahun terakhir industri alas kaki di wilayahnya terus bertumbuh. Selain mampu meningkatkan ekspor daerah, industri ini juga menyerap tenaga kerja banyak, sehingga minat untuk bekerja ke luar daerah atau menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) mampu ditekan.
Sementara itu, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mengatakan potensi besar pasar Eropa sebagai tujuan ekspor perlu dioptimalkan guna merebut pangsa pasar China di kawasan tersebut. Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakrie mengatakan, produk-produk China dikenakan tarif bea masuk yang sangat tinggi di Uni Eropa.
Tren Penurunan Surplus Perdagangan Berlanjut
Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus, meski menyusut. Hal tersebut sejalan dengan perbaikan kinerja impor pada April 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja ekspor pada April 2024 senilai US$ 19,62 miliar, menurun 12,97%secara bulanan atau month to month (mom). Koreksi ini dipicu ekspor nonmigas yang menurun 14,06% mtm menjadi US$ 18,27 miliar, terutama pada komoditas logam mulia dan permata (HS 71), dengan kontribusi penurunan 2,12%. Lalu, "Penurunan juga didorong mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) dengan andil 1,44%, beserta kendaraan dan bagiannya (HS 87) dengan andil penurunan 0,77%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, Rabu (15/5). Di sisi lain, ekspor migas mencapai US$ 1,35 miliar, naik 5,03% dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikannya terutama didorong pertumbuhan ekspor gas dengan kontribusi 0,80%. Sementara itu, kinerja impor pada April 2024 mencapai US$ 16,06 miliar, turun 10,60% mtm. Namun penurunannya lebih rendah ketimbang ekspor.
Penurunan impor terutama pada komponen migas sebesar 11,01% mtm menjadi US$ 2,96 miliar. Selain itu, nilai impor nonmigas tercatat US$ 12,10 miliar, turun 10,51% mtm. "Penurunan impor secara bulanan disebabkan penurunan nilai impor nonmigas dengan andil 8,57%," tambah Pudji. Sehingga neraca perdagangan Indonesia pada April kembali melanjutkan tren surplus, yakni mencapai US$ 3,56 miliar, meski menyusut 5,17% dari bulan sebelumnya. "Surplus neraca perdagangan ini sudah berlangsung selama 48 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," tambah dia. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, koreksi impor yang lebih baik dibandingkan ekspor sejalan dengan meningkatnya permintaan minyak untuk kebutuhan Idul Fitri. Ditambah lagi, harga minyak di level yang tinggi lantaran tersengat konflik di Timur Tengah. Senada, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan ekspor maupun impor pada Mei akan meningkat. Adapun kenaikan ekspor sejalan dengan perbaikan harga sejumlah komoditas. Sementara kenaikan impor dipicu oleh kinerja manufaktur yang masih di level ekspansi.
MISI DAGANG : Ungkit Daya Saing RI-Cile
Kegiatan misi dagang Indonesia mempertemukan pebisnis Indonesia dan Cile dalam Forum Bisnis Indonesia-Cile di Santiago, Cile, Kamis (9/5). Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengatakan misi dagang ke Cile merupakan upaya Kementerian Perdagangan dalam mendorong peningkatan akses pasar produk Indonesia. Hal itu dilakukan melalui pemanfaatan tarif preferensi perjanjian dagang Indonesia-Chile CEPA dengan ukuran pasar 659,3 juta penduduk serta memanfaatkan Cile sebagai pusat perdagangan di wilayah Amerika Selatan.
Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono yang turut serta dalam kegiatan misi dagang itu menekankan bahwa perjanjian dagang Indonesia-Chile CEPA merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendorong produk Indonesia untuk dapat bersaing di pasar Cile.
Minat pelaku usaha Cile akan produk Indonesia cukup besar dengan banyaknya permintaan one on one business matching dengan pelaku usaha Indonesia dari berbagai sektor industri, termasuk suku cadang mobil. Kegiatan business matching kali ini menghasilkan total potensi transaksi senilai US$7,45 juta atau sekitar Rp119,2 miliar, yang berasal dari produk suku cadang kendaraan bermotor, kelapa sawit dan turunannya, serta plastik kemasan.
Mannheim merupakan perusahaan distributor suku cadang kendaraan terkemuka di Cile yang berpengalaman lebih dari 50 tahun.
Kenaikan Impor Pangkas Surplus Neraca Dagang
Cuaca Panas, Penjualan AC Meningkat
Pekerja terlihat membersihkan deretan unit pendingin ruangan (AC) yang dipajang di salah satu toko elektronik di kawasan Kramat Jati, Jakarta, Senin (13/5/2024). Cuaca panas yang terjadi beberapa pekan terakhir ini berimbas pada naiknya penjualan AC. Menurut keterangan penjaga toko, permintaan AC meningkat naik hingga 70 persen dari biasanya. (Yoga)
Bertahan Hidup di Ujung Rawa Bunga
Ahmad (64) menata batu alam dan cincin ringnya di trotoar Jalan Bekasi Barat, Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jaktim, Sabtu (20/4). Sudah 40 tahun ia berjualan di trotoar jalan tersebut. Ada puluhan pedagang kecil yang berjualan aneka barang di depan toko lama sepanjang Jalan Bekasi Barat dari ujung pertigaan Jalan Matraman hingga Stasiun Jatinegara. ”Dulu batu alam pernah berkibar pada masa jayanya sekitar tahun 2015, kini hanya terbatas pada pencinta batu alam saja,” kata Ahmad. Lapak penjual di trotoar dan pertokoan lama kini bernasib sama, sepi pembeli, dan hanya bisa bertahan tanpa bisa melihat masa depan. Pandemi yang disusul dengan maraknya penjualan daring semakin meredupkan aktivitas ekonomi di kawasan ini.
Sebagian toko mengurangi jumlah karyawan. Sebagian tutup. Hanya toko tertentu yang ramai pembeli pada akhir pekan. Sebuah toko sepatu yang dulu mempekerjakan 13 pegawai, kini hanya tiga pegawai. Toko kecil lainnya kini hanya mempunyai satu pegawai. Kawasan ini dari dulu dikenal ramai oleh lapak servis kacamata, servis jam tangan, servis jam dinding, lapak buku bekas, jasa pigura, toko sepatu, toko sepeda, toko barang pecah belah, hingga toko elektronik. Untuk melintasi trotoar saja dulu harus berdesakan dengan calon pembeli lain. Kini, trotoar kosong dan lega. Di satu sudut jalan, seorang tukang pijat tertidur menunggu pelanggan. Kini, lapak dan pertokoan hanya menunggu pelanggan setia mereka yang entah kapan datang. Menua dan sepi tergerus zaman. (Yoga)
Turki Putus Hubungan Dagang dengan Israel
Pemerintah Republik Turki memutus hubungan dagang dengan Israel, Kamis (2/5) hingga negara zionis tersebut mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk secara bebas ke Jalur Gaza. Kemendag Turki mengumumkan hal itu sebagai langkah lanjut terhadap Israel. Turki melarang ekspor dan impor barang ke dan dari Israel karena agresi yang dilakukan Israel di Jalur Gaza. Sebelumnya, Turki membatasi perdagangan 54 jenis komoditas ke Israel sejak 9 April 2024. Kemendag Turki menjelaskan, meski sudah ada sanksi ekonomi, Israel masih saja meneruskan agresi ke Palestina sehingga krisis kemanusiaan makin buruk. Hampir 35.000 warga Palestina di Gaza tewas akibat gempuran membabi buta Israel, yang membalas serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Sekitar 15.000 korban tewas adalah anak-anak.
Kemendag Turki menyatakan, serangan itu melanggar hukum internasional dan HSM. Ankara menyatakan, Turki sudah mengupayakan perundingan dan langkah diplomasi untuk mencegah perang Hamas-Israel, menetapkan gencatan senjata permanen, dan mewujudkan solusi dua negara di mana Israel dan Palestina hidup berdampingan secara damai. ”Sejak hari pertama, Turki langsung membantu warga Jalur Gaza dengan pengiriman puluhan ribu bantuan kemanusiaan dengan kapal dan pesawat. Turki juga mengevakuasi ribuan pasien dan mendukung saudara-saudari kami di Palestina,” demikian pernyataan Kemendag Turki.
Turki juga berkoordinasi dengan Otoritas Palestina untuk memastikan larangan perdagangan tersebut tidak merugikan warga Palestina yang berada di bawah pendudukan militer Israel. Volume perdagangan Turki-Israel pada tahun 2023 mencapai 6,8 miliar USD. Sebelum pengumuman tersebut, Israel mengatakan, Turki melanggar kesepakatan dengan memblokade pelabuhannya agar kapal tidak bisa melakukan ekspor barang ke Israel. ”Ini perilaku diktator yang mengabaikan kepentingan pebisnis dan rakyat Turki serta meng abaikan perjanjian dagang iternasional,” cuit Menlu Israel, Israel Katz, di media sosial X (dulu Twitter). Pemerintah Turki juga akan bergabung dengan Afsel dan Nikaragua dalam menggugat Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag, Belanda, dengan dakwaan kejahatan perang di Jalur Gaza. (Yoga)
Penjualan Terdampak Nilai Tukar
Pramuniaga terlihat menurunkan stok laptop di salah satu gerai laptop di pusat perbelanjaan Mall Ambassador di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/5/2024). Penguatan nilai tukar dollar AS terhadap rupiah berdampak pada tingginya harga jual laptop, sehingga penjualan lesu. (Yoga)
Tidak Adil Bagi Petani Sawit, Permintaan Tunda UEDR Meluas
Pilihan Editor
-
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022 -
Peran Kematian Ferdy Sambo dalam Kematian Yosua
10 Aug 2022 -
The Fed Hantui Pasar Global
26 Jul 2022 -
Transaksi QRIS Hampir Menembus Rp 9 Triliun
28 Jul 2022









