Bertahan Hidup di Ujung Rawa Bunga
Ahmad (64) menata batu alam dan cincin ringnya di trotoar Jalan Bekasi Barat, Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jaktim, Sabtu (20/4). Sudah 40 tahun ia berjualan di trotoar jalan tersebut. Ada puluhan pedagang kecil yang berjualan aneka barang di depan toko lama sepanjang Jalan Bekasi Barat dari ujung pertigaan Jalan Matraman hingga Stasiun Jatinegara. ”Dulu batu alam pernah berkibar pada masa jayanya sekitar tahun 2015, kini hanya terbatas pada pencinta batu alam saja,” kata Ahmad. Lapak penjual di trotoar dan pertokoan lama kini bernasib sama, sepi pembeli, dan hanya bisa bertahan tanpa bisa melihat masa depan. Pandemi yang disusul dengan maraknya penjualan daring semakin meredupkan aktivitas ekonomi di kawasan ini.
Sebagian toko mengurangi jumlah karyawan. Sebagian tutup. Hanya toko tertentu yang ramai pembeli pada akhir pekan. Sebuah toko sepatu yang dulu mempekerjakan 13 pegawai, kini hanya tiga pegawai. Toko kecil lainnya kini hanya mempunyai satu pegawai. Kawasan ini dari dulu dikenal ramai oleh lapak servis kacamata, servis jam tangan, servis jam dinding, lapak buku bekas, jasa pigura, toko sepatu, toko sepeda, toko barang pecah belah, hingga toko elektronik. Untuk melintasi trotoar saja dulu harus berdesakan dengan calon pembeli lain. Kini, trotoar kosong dan lega. Di satu sudut jalan, seorang tukang pijat tertidur menunggu pelanggan. Kini, lapak dan pertokoan hanya menunggu pelanggan setia mereka yang entah kapan datang. Menua dan sepi tergerus zaman. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023