Harga Peranti Elektronik Impor Terdampak Rupiah
Harga barang impor berupa
barang elektronik dan telekomunikasi, seperti laptop, naik sebagai imbas melemahnya
nilaitukar rupiah terhadap dollar AS dalam enam bulan terakhir. Jumat (27/10)
mata uang rupiah ditutup melemah 19 poin ke posisi Rp 15.938. Persaingan pedagang
ritel di toko luring kian ketat dengan pedagang daring dan adanya lonjakan
impor produk murah asal China. Toko penjualan laptop Gamer.id di Pusat Grosir
Cililitan, Jaktim, misalnya, telah menyesuaikan harga sejak Oktober. Rizky,
salah satu pramuniaga di toko itu, mengatakan, kenaikan harga itu lebih meluas
daripada kenaikan harga sebagai dampak pandemi Covid-19, karena depresiasi
rupiah juga membuat harga barang-barang aksesori laptop meningkat.
”Harga laptop bisa naik
ratusan ribu rupiah. Itu lumayan juga. Kebanyakan pembeli juga cari laptop di
bawahRp 10 juta,” ujar Rizky, yang ditemui pada Sabtu (28/10). Selain itu,
angka penjualan di toko laptop baru berbagai merek rendah karena sepinya
pengunjung pusat perbelanjaan. Pedagang laptop dan aksesori lainnya di mal yang
sama, Hendro, juga mengakui kesulitan menggerakkan penjualan karena makin
mahalnya barang elektronik baru dan bekas serta rendahnya kunjungan pembeli.
”Dua bulan lalu sudah menaikkan harga beberapa barang. Sebenarnya tergantung
supplier, kamiikut doang,” ujar pria yang sudah enam tahun membuka toko itu. Layar
laptop, misalnya, naik Rp 50.000 sampai dengan Rp 100.000 per buah. Laptop
bekas dari pasar gelap, seperti dari Batam, Kepri, yang ia jual lagi, juga ikut
naik 10-15 %. Padahal, laptop bekas itu kalau dijual kembali jatuh harganya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023