;
Tags

Perdagangan

( 594 )

PERDAGANGAN DAN INVESTASI RI ”Memancing Ikan” di Negeri Seberang

KT3 10 Jul 2023 Kompas

Di tengah pelemahan permintaan dan penurunan investasi global, Indonesia berupaya ”memancing ikan” di negeri seberang. Dua upaya yang digulirkan adalah memperkuat fasilitas digital penopang ekspor-impor dan mendirikan perusahaan inkorporasi BUMN di luar negeri. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperkirakan pertumbuhan volume perdagangan barang dunia melambat dari 2,7 % pada 2022 menjadi 1,7 % pada 2023. Tahun 2024, pertumbuhannya diproyeksikan meningkat menjadi 3,2 %. Namun, jika ketidakpastian global dan pembatasan ekspor menguat, volume perdagangan global bisa tumbuh minus 2,8 %. Surplus dagang RI juga menurun seiring tren penurunan harga komoditas dan perlambatan permintaan global. BPS mencatat, neraca perdagangan Mei 2023 masih surplus 436,5 juta USD. Namun, capaian itu terendah sepanjang 37 bulan surplus dagang beruntun yang dibukukan RI sejak Mei 2020.

Untuk menjaga kinerja perdagangan internasional, Kemendag menggulirkan sejumlah strategi berupa diversifikasi pasar dan komoditas ekspor, juga imbal dagang antar pebisnis. Terbaru, fasilitasi perdagangan berbasis teknologi digital diluncurkan di Australia pada 3 Juli 2023. Mendag Zulkifli Hasan meresmikan kantor cabang PrivyID, perusahaan RI penyedia layanan tanda tangan digital, di Sydney. Zulkifli berharap perusahaan dapat memperlancar kegiatan bisnis dan perdagangan. ”Melalui perusahaan itu, RI tidak hanya dikenal sebagai negara pengekspor komoditas, tetapi juga eksportir jasa berteknologi tinggi,” katanya melalui siaran pers. PrivyID merupakan bagian dari program Katalis  pendukung implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif RI-Australia (IA-CEPA). Program Katalis merupakan program pengembangan perdagangan dan investasi unik yang didukung pemerintah untuk membuka potensi besar kemitraan ekonomi RI-Australia. (Yoga)


Harga Naik, Pedagang dan Pemasok Ayam Mogok

KT3 27 Jun 2023 Kompas

Pedagang dan pemasok ayam di Cirebon, Jawa Barat, mogok berjualan, Senin (26/6/2023). Mereka memprotes harga ayam potong yang mencapai Rp 30.000-Rp 31.000 per kilogram. Padahal, biasanya Rp 17.000- Rp 20.000 per kg. ”Kami demo karena ingin menstabilkan harga ayam,” kata Deni Kustandi, perwakilan aksi tersebut. Mereka akan kembali berjualan Selasa (27/6) ini. (Yoga)

Reorganisasi Rantai Pasok Global

KT3 24 Jun 2023 Kompas

Fenomena friend-shoring, reorganisasi rantai pasok global berdasarkan aliansi politik tengah berlangsung. Reorganisasi ini mengubah wajah peta perdagangan global dan berpotensi membalikkan semua kemajuan dalam integrasi ekonomi dunia beberapa  dekade terakhir. Istilah friend-shoring diperkenalkan Menkeu AS Janet Yellen pada April 2022, mengacu pada reorganisasi perdagangan dengan mengutamakan perdagangan dengan mitra-mitra dagang yang satu haluan politik. Yellen mengungkapkan, friend-shoring menjadi pendekatan baru pemerintahan Biden menghadapi ekonomi dunia yang more contentious. Hal itu juga ditujukan untuk mencegah negara-negara yang memiliki posisi kuat dalam penguasaan bahan mentah, teknologi, atau produk penting lain untuk mengacaukan ekonomi AS atau menggunakan pengaruh geopolitik mereka untuk hal tak diinginkan.

Perang dagang AS-China, yang diikuti disrupsi rantai pasok global akibat pandemi Covid-19, dan kian diperburuk perang Rusia-Ukraina yang membuat Barat menjatuhkan sanksi dan kontrol ekspor terhadap Rusia, adalah faktor pemicu terjadinya pengalihan perdagangan dan rantai pasok global ini. China dan Rusia yang berada di bawah tekanan Barat berusaha membangun aliansi sendiri untuk menyaingi Barat. Meski mungkin menguntungkan Indonesia sebagai negara yang netral di tengah friksi geopolitik global, fenomena regionalisasi berdasarkan aliansi politik bisa merugikan perekonomian dunia secara keseluruhan. Sebuah kajian mengalkulasi, kerugian ekonomi akibat friend-shoring yang harus ditanggung sejumlah negara mencapai 4,7 % PDB. (Yoga)


Arus Alih Mitra Dagang Meningkat

KT3 23 Jun 2023 Kompas

Dunia tengah bergerak dalam arus friend-shoring atau alih mitra perdagangan antarnegara atas pertimbangan kesamaan kepentingan politik dan ekonomi. Hal itu berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengganggu rantai pasok. Perlambatan ekonomi dunia bakal berdampak pada kinerja ekspor Indonesia. Namun,  Indonesia yang berada dalam posisi netral berpeluang memetik keuntungan atas situasi itu. Lembaga Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) melihat, sejak akhir 2022, arus friend-shoring perdagangan semakin menguat. Perdagangan sesuai kedekatan pertemanan atau aliansi itu ditandai reorientasi perdagangan bilateral yang memprioritaskan negara-negara dengan kesamaan pandangan politik.

Diversifikasi mitra dagang telah terjadi dan terkonsentrasi pada aliansi dan blok  tertentu. Perang Rusia-Ukraina, perang dagang AS-China, dan konsekuensi keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) berperan penting membentuk tren friend-shoring. Hal itu mengemuka dalam Global Trade Update yang dirilis UNCTAD pada 21 Juni 2023. Laporan ini juga menunjukkan pergeseran ketergantungan perdagangan negara pada periode triwulan II-2022 hingga triwulan I-2023 dibandingkan triwulan II-2021 hingga triwulan I-2022. Ketergantungan perdagangan China dengan AS, turun 0,9 %. Ketergantungan AS terhadap China turun 2 %. Begitu pula ketergantungan perdagangan Rusia dengan UE, turun 5,6 %. Di sisi lain, ketergantungan Rusia dengan China dan Ukraina terhadap UE masing-masing meningkat 3,7 % dan 20,5 %. (Yoga)


Momen DHE Besar Terlewat

KT3 22 Jun 2023 Kompas

Indonesia dinilai sudah melewatkan momentum meraup devisa hasil ekspor (DHE) bernilai besar karena surplus neraca perdagangan mulai mengecil. Namun, peluang mendapatkan DHE tetap ada ditengah risiko pelambatan permintaan global. Kebijakan DHE itu juga dapat bermanfaat kala siklus kenaikan atau booming komoditas kembali terulang di masa depan. Agar optimal, kebijakan itu perlu dibarengi diversifikasi pasar dan produk ekspor berbasis hilirisasi. Hal itu mengemuka dalam diskusi Gambir Trade Talks#10 bertema ”Memanfaatkan Devisa Hasil Ekspor sebagai Instrumen Pertumbuhan Ekonomi Nasional” yang digelar Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag secara hibrida di Jakarta, Rabu (21/63).

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengatakan, surplus perdagangan Indonesia pada 2022 sangat besar, mencapai 54,46 miliar USD. Hal itu ditopang kenaikan harga komoditas global, termasuk komoditas unggulan Indonesia, seperti batubara, CPO, dan besi baja. Akan tetapi, surplus perdagangan itu tidak terefleksi pada peningkatan dana pihak ketiga (DPK) valuta asing (valas). DPK valas relatif stagnan, sedangkan kenaikan harga komoditas yang berpengaruh pada surplus neraca dagang tahun 2022 tak signifikan menambah DPK. Dengan surplus sebesar itu, kata Andry, DHE yang bisa di raup Indonesia sebenarnya bsar. Namun, penambahan term deposit (TD) valuta asing DHE di perbankan pada 2022 hanya 7 miliar USD. (Yoga)


Kuantitas dan Kualitas E-dagang

KT3 16 Jun 2023 Kompas

Perkembangan perdagangan secara elektronik mesti diiringi dengan kualitas serta hak dan kewajiban konsumen, termasuk perannya bagi perekonomian. Masyarakat Indonesia kian akrab dengan e-dagang. Pandemi Covid-19 turut mempercepat perkembangannya. Seiring pemerataan infrastruktur digital, e-dagang menyentuh kota-kota tier 2 dan tier 3. Meski demikian, ”masa bulan madu” penyedia layanan e-dagang atau lokapasar berangsur-angsur memudar. Hal ini ditandai dengan promosi, seperti ongkos kirim gratis, yang sebagian sudah tak ada serta pembeli dikenai biaya jasa aplikasi. Bahkan, ada lokapasar yang mengenakan biaya untuk pembayaran menggunakan transfer dana bank.

Dalam ”Laporan Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia 2023: Pemulihan Ekonomi dan Tren Belanja Pasca Pandemi 2023” oleh Kredivo dan Katadata Insight Center,  generasi yang lebih tua semakin adaptif terhadap internet dan menggunakan edagang. E-dagang yang sudah 10 tahun hadir di Indonesia mendorong perpindahan konsumen  ke kelompok umur yang lebih tua. Proporsi jumlah belanja kelompok usia 36-45 tahun dan 46-55 tahun membesar pada 2020-2022. Tapi jumlah belanja didominasi konsumen usia 26-35 tahun. Data e-Conomy SEA 2022 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia bernilai 77 miliar USD pada 2022, yang dihitung berdasarkan gross merchandise value (GMV) atau nilai pembelian konsumen. Masa depan ekonomi digital Indonesia cerah. GMV diperkirakan 130 miliar USD pada 2025, dengan e-dagang sebagai pendorong utamanya. (Yoga)


Produk Alat Kesehatan di Medical Taiwan 2023

KT3 13 Jun 2023 Kompas

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Kementerian Perdagangan dan Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia memfasilitasi tujuh perusahaan nasional untuk pertama kalinya mengikuti Medical Taiwan 2023 pada 8-9 Juni 2023 di Taipei, Taiwan. Promosi perdana ini mencetak potensi transaksi lebih dari Rp 11,3 miliar. ”Keikutsertaan Indonesia pada pameran ini diharapkan dapat menjadi bagian dari rantai pasokan industri alat kesehatan dunia,” ujar Kepala KDEI Iqbal Shoffan Shofwan melalui siaran pers, Senin (12/6). Medical Taiwan 2023 adalah pameran internasional yang menghadirkan para pelaku industri medis. (Yoga)

Belum Lewat Bursa, Transaksi Perdagangan Karbon Akan Tertutup

KT3 07 Jun 2023 Kompas

<!-- /* Font Definitions *

Perdagangan karbon di Indonesia belum melalui bursa karbon, tetapi lewat aplikasi penghitungan dan pelaporan emisi gas rumah kaca, Apple Gatrik. Transaksinya juga dilakukan secara tertutup  antar pengusaha pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU batubara. Skema tersebut dinilai bisa memicu transaksi fiktif dan menghambat upaya edukasi masyarakat. Menkeu Sri Mulyani mengatakan, sebanyak 99 PLTU batubara akan mengikuti perdagangan karbon pada 2023. Jumlah itu setara dengan 33.565 megawatt atau 86 % total kapasitas PLTU di Indonesia. Faktor jumlah karbon dioksida ekuivalen (CO2e) setiap PLTU akan dimasukkan bertahap dalam sistem perdagangan karbon.

”Saat ini, sistem perdagangan karbon baru diterapkan di sektor energi. Para pengusaha PLTU akan  melakukan trading melalui Apple Gatrik, belum melalui bursa karbon. Mereka juga akan melaksanakan transaksi secara tertutup,” ujarnya dalam webinar Green Economy Forum 2023 yang diselenggarakan Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (6/6). Sebelumnya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Rabu (3/5), seusai rapat tertutup di Istana Merdeka, menyebut bahwa perdagangan karbon akan dilaksanakan di bursa karbon Indonesia. Selain energi, perdagangan karbon juga akan melibatkan sektor kehutanan dan industri. (Yoga)


Peternakan Sapi Banjir Pesanan

KT3 05 Jun 2023 Kompas

Menjelang hari raya Idul Adha, permintaan hewan kurban, seperti sapi yang dipelihara di peternakan hewan NusaQu di Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/6/2023), terus meningkat. Peternakan khusus penggemukan ini setidaknya telah menerima pesanan 300 sapi untuk disembelih pada Idul Adha mendatang. Selain sapi lokal, seperti dari Bali, Bojonegoro, dan Banjarnegara, peternakan ini juga menjual sapi ras luar, seperti limosin dan simetal. (Yoga)

RANTAI PASOK, IPEF Bangun Peringatan Disrupsi

KT3 29 May 2023 Kompas

Pertemuan para menteri perdagangan dari 14 negara anggota Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik atau IPEF telah selesai pada Minggu (28/5). Masih banyak hal yang harus dibahas lebih lanjut, tetapi pertemuan itu menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait keamanan dan keberlanjutan rantai pasok. Para menteri perdagangan IPEF bertemu di Detroit, Negara Bagian Michigan, AS. Pesertanya selain AS dan Indonesia adalah Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, Fiji, Australia, Selandia Baru, Jepang, dan Korsel. IPEF bukan kerja sama perdagangan bebas. Mendag AS Gina Raimondo menjelaskan, kerja sama ini pada hal-hal substantif, yaitu keberlanjutan rantai pasok, transparansi, keragaman, produktivitas, dan keadilan. IPEF terdiri dari Pilar Perdagangan, Pilar Rantai Pasok, Pilar Ekonomi Bersih, dan Pilar Ekonomi Berkeadilan.

Pernyataan Raimondo menjawab keluhan dari dalam negeri AS sendiri. Sektor industri pertanian dan manufaktur mengkritik IPEF tidak membuka akses pasar ke negara-negara anggota. Bahkan, diskusi mengenai penurunan tarif pun tidak ada. Khusus Pilar Rantai Pasok telah tuntas dibahas dan disepakati. Di bawah naungan pilar ini, IPEF membuat tiga lembaga, yaitu Dewan Rantai Pasok, Jaringan Tanggap Krisis Rantai Pasok, dan Dewan Advokasi Hak-hak Pekerja. ”Pertama kali dalam kerja sama ekonomi global ada lembaga khusus tanggap bencana ataupun krisis rantai pasok. Jaringan ini berfungsi menganalisis situasi disrupsi rantai pasok global dan membuat sistem peringatan awal jika ada gangguan sehingga anggota IPEF bisa berkoordinasi dan menyiapkan strategi,” tutur Raimondo. Ia menjelaskan, jaringan itu dibuat berkaca pada pengalaman AS ketika pandemi Covid-19. Ketika itu, pasokan semikonduktor turun drastis sehingga industri terganggu. Akibatnya, banyak pekerja yang terpaksa dirumahkan. ”Kita benar-benar membutuhkan jaringan pengamanan rantai pasok yang berkelanjutan. Sifatnya bukan mengisolasi pihak tertentu, tetapi memastikan jika dunia dilanda krisis, negara-negara kecil seperti Selandia Baru tidak dihantam terlalu keras karena ada sistem peringatan dini,” tuturnya. (Yoga)