Arus Alih Mitra Dagang Meningkat
Dunia tengah bergerak dalam arus friend-shoring atau alih mitra perdagangan antarnegara atas pertimbangan kesamaan kepentingan politik dan ekonomi. Hal itu berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengganggu rantai pasok. Perlambatan ekonomi dunia bakal berdampak pada kinerja ekspor Indonesia. Namun, Indonesia yang berada dalam posisi netral berpeluang memetik keuntungan atas situasi itu. Lembaga Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) melihat, sejak akhir 2022, arus friend-shoring perdagangan semakin menguat. Perdagangan sesuai kedekatan pertemanan atau aliansi itu ditandai reorientasi perdagangan bilateral yang memprioritaskan negara-negara dengan kesamaan pandangan politik.
Diversifikasi mitra dagang telah terjadi dan terkonsentrasi pada aliansi dan blok tertentu. Perang Rusia-Ukraina, perang dagang AS-China, dan konsekuensi keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) berperan penting membentuk tren friend-shoring. Hal itu mengemuka dalam Global Trade Update yang dirilis UNCTAD pada 21 Juni 2023. Laporan ini juga menunjukkan pergeseran ketergantungan perdagangan negara pada periode triwulan II-2022 hingga triwulan I-2023 dibandingkan triwulan II-2021 hingga triwulan I-2022. Ketergantungan perdagangan China dengan AS, turun 0,9 %. Ketergantungan AS terhadap China turun 2 %. Begitu pula ketergantungan perdagangan Rusia dengan UE, turun 5,6 %. Di sisi lain, ketergantungan Rusia dengan China dan Ukraina terhadap UE masing-masing meningkat 3,7 % dan 20,5 %. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023