;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Kebutuhan Pendanaan Non-DPK Perbankan Meningkat

KT1 01 Apr 2024 Investor Daily (H)

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai kebutuhan perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit diperkirakan mendorongpendanaan non dana pihak ketiga (non-DPK) semakin meningkat. Meski demikian, likuiditas perbankan yang masih memadai saat ini dan selisih biaya menyebabkan pertumbuhan dana non-DPK belum signifikan.

“Pemanfaatan pendanaan non-DPK potensial lebih banyak digunakan bank skala menengah dan atas untuk memperbaiki struktur pendanaan jangka panjang dan mendapatkan selisih biaya dana yang lebih murah,” Jelas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa.

Sumber dana non-DPK meningkat 3,28 % (yoy) pada Januari 2024 yang mencapai Rp 585,82 triliun atau terkoreksi 0,59 % secara bulanan (month to month/mtm). Kenaikan pendanan non-DPK secara tahunan terutama dikontribusi oleh meningkatnya kewajiban bank lain sebesar Rp 17,78 triliun dan pinjaman pembiayaan diterima sebesar Rp 27,46 triliun. (Yetede)

2023, Hibank Cetak Laba Rp 130,18 Miliar

KT1 01 Apr 2024 Investor Daily

PT Bank Hibank Indonesia (Hibank) perusahaan anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berhasil membukukan laba bersih senilai 130,18 miliar. Perolehan tersebut melesat 58,72 % dibandingkan laba bersih 2022 senilai Rp 82,02 miliar. Pertumbuhan yang tinggi tersebut didukung setelah proses akuisisi oleh BNI sehingga Hibank lebih ekspansif dalam meningkatkan kinerjanya, lantaran didukung oleh Induk.

Kredit yang disalurkan Hibank sepanjang 2023 sebesar Rp 6,02 triliun, meningkat 90.51 %. Hibank merupakan bank digital yang difokuskan untuk menyasar segmen UMKM. Dengan penyaluran kredit tersebut, total aset Hibank menjadi Rp 14,6 triliun, tumbuh 25,97 % (yoy) pada Desember 2023. (Yetede)

Berkah Gunakan Produk dan Layanan Keuangan Syariah

KT3 30 Mar 2024 Kompas

Bulan Ramadhan menjadi kesempatan merefleksikan produk dan layanan keuangan yang kita gunakan. Selain produk dan layanan keuangan konvensional, industri jasa keuangan sudah banyak mengeluarkan produk dan layanan keuangan syariah. Produk dan layanan keuangan ini menerapkan prinsip-prinsip syariah, termasuk mengatur pelaku usaha jasa keuangan untuk menempatkan investasinya di sektor yang halal. Produk dan layanan keuangan syariah sangat beragam, misalnya produk dan layanan perbankan syariah, sukuk, reksa dana syariah, dan saham syariah.

Masyarakat dapat memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah untuk memenuhi kebutuhan berinvestasi dan ibadah serta mendapatkan permodalan untuk mengembangkan usaha. Produk dan layanan jasa keuangan syariah yang dapat digunakan masyarakat: 1. Menabung dana haji dengan Tabungan Haji Syariah. Dengan Tabungan Haji Syariah, nasabah yang juga calon jemaah haji akan mampu mengumpulkan dana untuk beribadah secara disiplin dan terukur. 2. Membayar sedekah dan zakat. Dengan menggunakan layanan keuangan digital, pembayaran sedekah dan zakat dilakukan dengan lebih mudah melalui m-banking, ATM, atau QRIS.

3. Memanfaatkan pendanaan syariah untuk usaha/bisnis. 4. Investasi di instrument keuangan syariah. Instrumen investasi di pasar modal berbasis syariah adalah sukuk, saham syariah, dan reksa dana syariah. Sukuk adalah efek berbentuk sekuritisasi aset yang memenuhi prinsip syariah di pasar modal. Pada umumnya, bentuknya berupa surat berharga atau obligasi yang dikeluarkan pemerintah atau korporat. Saham syariah merupakan efek berupa saham yang ditawarkan di pasar modal dan sesuai dengan prinsip syariah. Pengecekan dapat dilakukan pada Daftar Efek Syariah yang telah dirilis oleh OJK. Reksa dana syariah merupakan wadah investasi kolektif yang dikelola manajer investasi menurut prinsip syariah. (Yoga)

Bank Muamalat Siapkan Uang Tunai Rp 736 Miliar

KT1 30 Mar 2024 investor Daily

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menyiapkan uang tunai senilai Rp 736 miliar untuk melayani kebutuhan transaksi selama Ramadhan dan Idufitri tahun ini. Dirut Bank Muamalat Indra Falatehan mengatakan, uang tersebut disiapkan untuk penukaran uang baru  dan penarikan tunai di ATM dan kantor cabang. Persiapan ini sekaligus mendukung program BI untuk memastikan kesiapan uang tunai layak edar selama Ramadhan dan Idulfitri 1445 Hijriah

Menurut dia, menjelang libur lebaran, kebutuhan transaksi perbankan masyarakat seperti pengiriman dan penarikan uang meningkat. “Oleh karena itu sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini kami kembali berpartisipasi  dengan menyiapkan uang tunai. Hal ini sekaligus wuhjud kontribusi kami dalam melayani umat,” ujarnya, Jumat (29/3). (Yetede)

Ekspansi Kredit Valas, BNI Rilis Global Bond Rp. 7.94

KT1 30 Mar 2024 investor Daily (H)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bakal menerbitkan surat utang senior berdenominasi dolar AS atau global bond sebesar USD 500 juta atau Rp 7,94 triliun (kurs Rp 15.874). Aksi korporasi tersebut sebagai upaya diversifikasi sumber pendanaan perseroan untuk menyalurkan kredit valuta asing (valas).

Perseroan telah menyelesaikan roadshow pada 26 Maret 2024 dan pricing pada 27 Maret 2024 sehubungan rencana penerbitan surat utang senior senilai USD 500 juta dengan indikasi kupon sebesar 5,28 % per tahun. Dengan merujuk ketentuan Regulation S berdasarkan US Senior Act, yang akan terdaftar di Singapore Stock Exchange. (Yetede)

Target Dividen dan Kredit yang Tak Optimal

KT3 27 Mar 2024 Kompas

Kontribusi perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tergolong minim dan bahkan cenderung menurun dari waktu ke waktu. Namun, laba yang diperoleh perbankan terus meroket dengan pertumbuhan yang fantastis. Contohnya, tahun 2023 diperlukan dana investasi sekitar Rp 9.800 triliun untuk membiayai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05 % secara tahunan (yoy) dengan penambahan produk domestik bruto (PDB) atas harga berlaku sekitar Rp 1.558 triliun. Dana untuk membiayai pertumbuhan tersebut memang jumbo karena rasio modal yang dibutuhkan untuk menambah output (incremental capital output ratio/ICOR) Indonesia saat ini tergolong besar, yakni 6,3. Ternyata kontribusi industri perbankan yang berasal dari penyaluran kredit investasi dan modal kerja hanya di bawah 10 %.

Pada 2023, Bank Mandiri meraih laba bersih Rp 55,1 triliun atau tumbuh 33,7 % dibanding tahun sebelumnya. BRI meraup laba Rp 60,4 triliun, tumbuh 17,5 %. Laba BNI Rp 20,9 triliun, tumbuh 14,2 %. BTN meraih laba Rp 3,5 triliun, tumbuh 15 %, dan laba BSI Rp 5,7 triliun atau tumbuh 33,9 %. Sedang pertumbuhan penyaluran kreditnya, Bank Mandiri sebesar 16,3 %, BRI 11,2 %, BNI 7,6 %, BTN 11,9 %, dan BSI 16 %, berarti pertumbuhan laba bank-bank BUMN jauh di atas pertumbuhan kreditnya. Dengan laba jumbo tersebut, bank-bank BUMN pun bisa menyalurkan dividen tahun buku 2023 kepada pemegang saham dalam jumlah fantastis. Karena itu, tatkala target dividen tahun buku 2024 dinaikkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir menjadi Rp 85,8 triliun, tentu saja dividen dari bank-bank BUMN juga harus ditingkatkan.

Agar bisa menyetor dividen lebih besar, bank-bank BUMN otomatis harus meningkatkan labanya pada tahun 2024. Di sinilah para bankir diduga akan kembali memainkan paradoksnya, yakni bagaimana di tengah penyaluran kredit yang tidak optimal, bank tetap bisa meningkatkan labanya. Untuk meningkatkan laba, bank biasanya akan memperbesar margin keuntungan (profit margin) dengan memperlebar spread antara suku bunga kredit dan suku bunga dana. Jika terjadi tren penurunan suku bunga pada semester II-2024, bank akan menurunkan bunga dana secepat mungkin mengikuti suku bunga acuan, tetapi akan memperlambat penurunan suku bunga kredit. Bagi bank, strategi ini akan menguntungkan. Namun, bagi sektor riil dan perekonomian secara keseluruhan, ini jelas merugikan. Sektor riil, yang sudah dalam kondisi sulit, akan makin terbebani dengan suku bunga kredit yang masih tinggi. (Yoga)

Layanan Penukaran Uang

KT3 26 Mar 2024 Kompas
Bank Indonesia mendirikan tenda untuk tempat edukasi perbankan bagi warga yang membutuhkan layanan penukaran uang di depan Pura Pakualaman, Yogyakarta, Senin (25/3/2024). Bank Indonesia mengajak sejumlah bank menyelenggarakan layanan penukaran uang bersama, baik itu Bank swasta maupun pemerintah.  Hal itu guna mengantisipasi antrian panjang nasabah yang mengantri untuk menukarkan uang. (Yoga)

Kredit Mikro Perbankan Melesat 23,6 %

KT1 26 Mar 2024 Investor Daily
Industri perbankan pada dua bulan pertama tahun ini telah mengucurkan kredit UMKM sebesar Rp 1.364 triliun Nilai tersebut tumbuh 9,4 secara tahunan (year on year/yoy) per Februari 2024, lebih tinggi dibandingkan sebulan sebelumnya 7,9% (yoy). Merujuk data uang beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit UMKM skala mikro mencapai Rp 633,1 triliun per Februari 2024. kemudian skala menengah naik 3,5% (yoy) menjadi Rp303,5 triliun, serta skala kecil tumbuh negatif 3,1% (yoy) menjadi Rp427,4 triliun. Di sisi lain, berdasarkan jenis penggunaannya, kredit UMKM untuk investasi melesat 23,1% (yoy) per Februari 2024 menjadi Rp 366,4 triliun. Sementara itu, kredit UMKM untuk modal kerja  tumbuh 5,1% (yoy) menjadi Rp997,6 triliun dalam dua bulan tahun ini. (Yetede)

Transaksi Muamalat DIN Capai Rp 76,5 Triliun

KT1 26 Mar 2024 Investor Daily
Aplikasi mobile banking PT Bank Muamalat Indonesia Tbk yaitu Muamalat DIN berhasil menembus angka setengah juta pengguna aktif. Oleh karena itu, pionir bank syariah di Tanah Air ini terus menambah fitur baru untuk memenuhi kebutuhan dan referansi nasabah. Saat ini Muamalat DIN telah memiliki 198 fitur sejak pertama kali diluncurkan pada November  2019, dengan jumlah transaksi mencapai 56,7 juta dan volume transaksi mencapai Rp76,5 triliun sampai akhir 2023. Selain itu, Bank Muamalat juga mendorong peningkatan pembukaan rekening secara online melalui fitur digital customer on board. Saat ini pembukaan rekening via Muamalat DIN telah mencapai rata-rata meningkat lebih dari tiga kali lipat. Direktur Operasi dan Digital Bank Mualamat telah memasuki era superapp melalui berbagai  fitur dan layanan yang ada di Muamalat DIN. (Yetede)

Februari, Perbankan Himpun DPK Rp 8.193 Triliun

KT1 25 Mar 2024 Investor Daily
Dalam dua bulan pertama tahun ini, perbankan nasional telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 8.193 triliun, tumbuh 5,4% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan  posisi Januari yang naik 5,8% (yoy). Berdasarkan data uang beredar yang dirilis BI, perkembangan DPK dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK korporasi yang meningkat 8,6% (yoy) menjadi Rp3.712,6 triliun per Februari 2024. Simpanan tersebut tumbuh lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya naik 6,2% (yoy).  Sementara itu DPK perorangan  mengalami perlambatan, dari 5,4% (yoy) per Januari menjadi naik 3,2% (yoy) per Februari dengan nilai Rp 4.072,7 triliun. Bahkan, DPK lainnya yang mencakup pemda, koperasi yayasan, dan swasta lainnya mengalami kontrasksi 0,3% (yoy) menjadi Rp 407,7 triliun. DI sisi lain, berdasarkan jenisnya, hanya tabungan yang mengalami peningkatan  lebih tinggi di Februari 2024, dari 4,2% (yoy) per Januari 2024.