;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Kantor Luar Negeri Bank Mandiri Tumbuh Agresif

KT1 23 Apr 2024 Investor Daily
PT Bank mandiri (Persero) Tbk terus mengoptimalisasi jaringan kantor luar negeri yang saat ini berjumlah tujuh kantor luar negeri. Kinerjanya bakal bisa menumbuhkan tren posiitif dalam lima tahun terakhir. "Bisnis jaringan kantor luar negeri menunjukkan pertumbuhan yang cukup agresif, ditandai dengan pertumbuhan pendapatan  operator yang rata-rata 20% selama lima tahun  terakhir. Pertumbuhan kredit yang agresif dengan rata-rata sekitar 20% selama lima tahun terakhir. Hingga saat ini, Bank Mandiri memiliki tujuh kantor luar negeri Bank Mandiri berada di Singapura, Hongkong, Shanghai (China), Cayman Island, Dili (Timor Leste), dan dua kantor perusahaan anak Bank Mandiri di Kuala Lumpur. Meskipun terjadi perlambatan ekonomi global, terutama di China kami melihat  potensi bisnis internasional masih cukup besar," ucap dia. (Yetede)

Tiga Bulan, BCA Kantongi Laba Rp12,9 Triliun

KT1 23 Apr 2024 Investor Daily (H)
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara konsolidasi mencatatkan profitabilitas  yang berkelanjutan. Terlihat dari laba bersih yang dikantongi mencapai Rp12,9 triliun dalam tiga bulan pertama tahun ini, atau tumbuh 11,7 secara tahunan (year on year/yoy). Presiden Direktur BCA Jhaja Setiaadmadja mengatakan, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA selama kuartal 1-2024 mencapai Rp19,8 triliun, tumbuh 7,1% secara tahunan. Kemudian, pendapatan selain bunga naik 6,8% (yoy) menjadi Rp6,4 triliun. Secara total, pendapatan operasional mencapai Rp 26,2 triliun atau naik 7% (yoy) pada kuartal 1-2024. "Rasio cost to income terjaga di level 32,4%. Disamping itu, seiring dengan meningkatnya kualitas aset, biaya provisi BCA turun 29,8% (yoy), sehingga turut berkontribusi  bagi pertumbuhan laba BCA," imbuh Jahja. (Yetede)

Dolar Perkasa, Kondisi Perbankan Nasional Masih Terjaga

KT1 22 Apr 2024 Investor Daily (H)
Otoritas jasa Keuangan (OJK)  menilai bahwa risiko yang dihadapi industri  perbankan nasional akibat penguatan dolar AS beberapa waktu ini masih dapat dimitigasi dengan baik. Artinya, kondisi perbankan nasioanal masih tetap terjaga dengan baik. Berdasarkan hasil uji ketahanan (stress test) yang dilakukan OJK, pelemahan nilai tukar rupiah saat ini relatif tidak signifikan berpengaruh langsung terhadap permodalan bank, mengingat posisi devisa neto (PDN) perbankan Indonesia yang masih jauh di bawah thershold dan secara umum dalam posisi PDN long (aset valas lebih besar dari kewajiban valas) Kepada Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana rae mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi dampak guncangan geopolitik global yang saat ini terjadi. (Yetede)

20% Saham BSI Siap Lepas ke Investor Strategis

KT1 22 Apr 2024 Investor Daily
Kementerian BUMN bersiap untuk melepas hingga 20% saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) kepada calon investor strategis. Hal ini dilakukan untuk memperkuat likuiditas perseroan. Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, peningkatan likuiditas  melalui suntikan ekuitas lebih bagus bagi BRIS daripada memanfaatkan fasilitas pinjaman atau lainnya. "Jadi kami bukan hanya melepas 15% tapi bisa up to 20% saham yang dilepas," kata Erick. Saham-saham BRIS yang akan ditawarkan kepada investor strategis itu rencananya berasal dari kombinasi saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI. Saat ini, baik BBNI maupun BBRI masing-masing mengendalikan sebanyak 23,24% dan 15,38% saham BRIS. Sedangkan menurut data RTI, pemegang saham mayoritas BSI yaitu PT Bank Mandiri Tbk dengan porsi 51,47%. (Yetede)

Libur Lebaran Transaksi Livin' by Mandiri Melesat

KT1 20 Apr 2024 Investor daily
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan transaksi transfer uang melalui BI-Fest di superapp Livin' by Mandiri  mencapai Rp26,6 triliun pada periode libur lebaran yakni pada 6-15 April 2024. Jumlah tersebut melesat dibanding  periode lebaran tahun lalu. "Peningkatan ini juga disebabkan oleh  tren nasabah yang memanfaatkan layanan digital Livin' by mandiri untuk melakukan transaksi sehari-hari dan belanja," ungkap Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman kepada Investor Daily. Pihaknya pun mengungkapkan bahwa pada momen libur lebaran tersebut terjadi penurunan transaksi di ATM Bank Mandiri sebesar 7,9% dari periode libur lebaran tahun lalu. Penurunan tersebut antara lain disebabkan beralihnya transaksi nasabah menggunakan layanan digital, salah satunya melalui fitur transfer BI-Fast di super app Livin' by Mandiri," jelas dia. (Yetede)

PROYEKSI PENYALURAN KREDIT VALAS BCA

HR1 20 Apr 2024 Bisnis Indonesia

BCA menyalurkan kredit dalam valas mencapai ekuivalen Rp47,6 triliun sepanjang 2023 dan memproyeksikan penyaluran kredit valas dapat terus tumbuh pada tahun ini.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyebut nilai tersebut relatif stabil jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya di 2022.

Menakar Resiliensi Bank Terhadap Gejolak Kurs

HR1 20 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Gejolak nilai tukar tengah menghampiri perbankan Indonesia. Dampak langsung setidaknya terlihat dari harga saham bank yang langsung merosot. Sebagai gambaran, pada hari pertama setelah bursa dibuka sehabis libur lebaran, harga saham bank besar seperti BRI, BCA dan Mandiri, melorot masing-masing 5,31%, 3,56% dan 2,93%. Sumber gonjang ganjing kurs tersebut berasal dari global. Dipicu oleh persoalan inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih di atas 2% dan cenderung naik sehingga memudarkan harapan penurunan suku bunga The Fed, dan diperparah eskalasi perang di Timur Tengah antara Iran dan Israel. 

Kondisi itu membuat dolar AS menguat terhadap mata uang banyak negara, tidak terkecuali rupiah. Bahkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah menembus Rp16.000 dan sempat berada pada level yang lebih tinggi ketimbang saat krisis 1997/1998. Sejatinya kegiatan bank memang tidak luput dari paparan berbagai gejolak, baik itu berupa inflasi, suku bunga maupun nilai tukar. Perbankan Indonesia sendiri sudah cukup kenyang menghadapi berbagai gejolak itu seperti gejolak nilai tukar pada 1997/1998 yang menumbangkan cukup banyak bank, sehingga penyelamatan terhadap bank lainnya pun dilakukan melalui program rekapitalisasi.

Lalu, bagaimana dampak pelemahan rupiah terhadap perbankan? Ada beberapa jalur transmisi gejolak kurs memengaruhi bank. Pertama, melalui posisi eksposur valas yang dipegang bank. Kedua, melalui jalur kredit, terutama kredit valas. Ketiga, melalui jalur penarikan dana pihak ketiga (DPK). Meski terpapar gejolak nilai tukar, tetapi saat ini kondisi perbankan dinilai masih cukup kuat. Ada beberapa alasannya. Pertama, rasio PDN perbankan sangat rendah. Secara historis, rasio PDN hanya berkisar antara 1-5%. Kedua, utang luar negeri (ULN) perbankan per Januari 2024 relatif rendah mencapai US$32,64 miliar atau sekitar 6% dari total kewajiban perbankan. Ketiga, porsi kredit valas hanya sekitar 15% dari total kredit sehingga diperkirakan tidak signifikan memengaruhi peningkatan NPL. Keempat, daya tahan perbankan baik itu likuiditas maupun permodalan cukup kuat dalam menghadapi berbagai risiko. Kelima, Bank Indonesia selalu berada di pasar melalui kebijakan triple intervention untuk memperkuat otot rupiah.

PELEMAHAN RUPIAH : Bank Masih Sanggup Mitigasi

HR1 20 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Perbankan dinilai masih mampu memitigasi risiko atas tren pelemahan rupiah yang terjadi sejak awal tahun. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan bahwa sejauh ini tren pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS. Penguatan dolar AS terjadi terhadap seluruh mata uang secara global tercermin dari Dollar Index yang mencatatkan tren kenaikan sejak akhir Maret 2024. Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain kebijakan suku bunga high for longer yang masih berlanjut di tengah kuatnya perekonomian AS. Namun, di saat yang bersamaan, laju infl asi AS yang masih cukup jauh dari target 2%. 

OJK menilai bahwa risiko yang dihadapi industri perbankan nasional akibat penguatan dolar AS masih dapat dimitigasi dengan baik. Berdasarkan hasil uji ketahanan atau stress test yang dilakukan OJK, pelemahan nilai tukar rupiah saat ini relatif tidak signifikan berpengaruh langsung terhadap permodalan bank. Alasannya, posisi devisa neto (PDN) perbankan Indonesia masih jauh di bawah threshold. Sementara, secara umum dalam posisi PDN ‘long’ aset valuta asing (valas) lebih besar dari kewajiban valas. Sementara, porsi dana pihak ketiga (DPK) dalam bentuk valas yang saat ini sekitar 15% dari total DPK perbankan, masih bisa tumbuh cukup baik secara tahunan. Meski begitu, OJK tetap melakukan stress test secara rutin terhadap perbankan dengan menggunakan beberapa variabel skenario makroekonomi serta mempertimbangkan faktor risiko utama yaitu risiko kredit dan risiko pasar. OJK pun terus melakukan pengawasan secara optimal untuk memastikan bahwa berbagai risiko akibat pelemahan nilai tukar maupun suku bunga yang relatif tinggi terhadap masing-masing bank termitigasi dengan baik.

Kuartal I, AUM Wealth Management BRI Tumbuh 21 %

KT1 19 Apr 2024 Investor daily
Terus mencatatkan pertumbuhan positif, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil membukukan aset yang dikelola (aset under management/AUM) dari bisnis wealth management naik 21% year on year (yoy) per kuartal I-2024. Hal ini mencerminkan ekspansi dan verifikasi portfolio nasabah yang berkelanjutan. Selain itu, bisnis walth management mengalami lonjakan profitabilitas yang signifikan. Dengan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI) dari bancassurance meningkat sebesar 34% (yoy), dan FBI dari investasi meningkat lebih dari 200% (yoy). Terkait dengan hal tersebut, Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengatakan, wealth management BRI berdedikasi untuk menyediakan solusi keuangan komprehensif dan layanan yang dipersonalisasi kepada nasabah prima. (Yetede)

KB Bank Raihan Pinjaman Rp 4,87 Triliun dari KDB

KT1 18 Apr 2024 Investor Daily
PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bank) menandatangani fasilitas  pinjaman jangka panjang sebesar US$ 300 juta atau setara Rp4,87 triliun (kurs Rp16.235) dari Korea Development Bank (KDB). Pinjaman tersebut guna memperkuat struktur pendanaan di kuartal II-2024 dalam mendukung intermediasi. Wakil Direktur Utama KB Bank Robby Mondong menjelaskan, fasilitas pinjaman jangka panjang tersebut diyakini akan semakin memperkuat pendanaan KB Bank. Hal ini mendukung perusahaan dalam melakukan ekspansi kredit, khususnya untuk segmen UMKM dan ritel yang menjadi fokus perseroan di tahun ini. "Kolaborasi antara KB Bank dengan Korea Development Bank ini turut didukung oleh induk usaha KB Bank melalui jaminan berupa Standby Letter of Credit yang diterbitkan oleh KB Kookmin Bank Co., Ltd.," jelas Robby. (Yetede)