Perbankan
( 2293 )Bank Sampoerna Targetkan Kredit Meningkat 15%
Bank BUMN Jadi Tumpuan Setoran Dividen
Setoran dividen badan usaha milik negara (BUMN) ke kas negara masih lancar. Namun, kontribusi BUMN tidak sama rata. Sebab, perusahaan pelat merah di sektor perbankan masih menjadi tumpuan. Misalnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang akan membagikan dividen senilai Rp 48,1 triliun dari laba bersih tahun buku 2023. Angka itu setara 79,63% dari total laba 2023 yang senilai Rp 60,4 triliun. Adapun dividen senilai Rp 25,71 triliun akan disetorkan ke kas negara setara 53% dari kepemilikan saham pemerintah di Bank BRI. Per 18 Januari 2024, BBRI telah menyetorkan dividen Rp 6,77 triliun ke negara. Adapun selebihnya Rp 18,94 triliun dibayarkan pada 28 Maret 2024. Ada pula PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang akan menyetorkan dividen ke kas negara senilai Rp 17,18 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 6,27 triliun dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebesar Rp 420,11 miliar. Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan (Kemkeu), setoran dividen yang masuk ke kas negara dari BBRI pada pertengahan Januari tersebut setara 7,89% dari target penerimaan kekayaan negara yang dipisahkan (KND) pada tahun ini. Dalam APBN 2024, target penerimaan KND yang terdiri dari dividen BUMN dan pendapatan dari KND lainnya ditetapkan sebesar Rp 85,84 triliun.
Menurut Kemkeu dalam dokumen berjudul APBN Kita Edisi Februari 2024, perekonomian nasional yang pulih pada 2023 mendatangkan laba signifikan bagi BUMN. Khususnya sektor perbankan. Menilik data Kemkeu pula, setoran dividen BUMN perbankan (Himbara) di 2023 mencapai Rp 40,84 triliun dan menjadi penyumbang utama dividen BUMN ke negara. Sementara setoran dividen BUMN non perbankan tercatat Rp 41,22 triliun. Peneliti Senior Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Etikah Karyani Suwondo menjelaskan, pencapaian kinerja dividen BUMN masih didominasi sumbangan dari kelompok blue chips BUMN, seperti Himbara dan PT Pertamina (Persero). Oleh sebab itu, menurut dia, setoran dividen BUMN yang dipatok pemerintah pada APBN 2024 masih bisa tercapai. "Setoran BUMN ke negara pada 2024 dari tahun buku 2023 diperkirakan naik menjadi Rp 85 triliun," ujar Etikah kepada KONTAN, Kamis (14/4). Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita memperkirakan setoran dividen pada tahun ini tidak akan terlalu jauh berbeda dengan realisasi pada tahun lalu. Dia menduga bahwa setoran dividen BUMN ke kas negara pada tahun ini bisa mencapai Rp 80 triliun-Rp 90 triliun.
Perkuat Ekonomi Umat, BSI Serahkan Zakat Lebih dari Rp 222 Miliar
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin mengukuhkan komitmen untuk memperkuat ekonomi umat dengan mendorong peningkatan penyaluran zakat perusahaan. Pada Ramadhan tahun ini, BSI menyerahkan Rp 222,7 miliar zakat perusahaan melalui Baznas, melesat 29 % dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dirut BSI Hery Gunardi mengatakan, pihaknya dapat mendorong kenaikan zakat seiring pertumbuhan laba bersih perseroan sepanjang 2023. Dari total zakat yang disalurkan, Rp 189,7 miliar merupakan zakat dari laba perusahaan dan Rp 33 miliar merupakan zakat pegawai. Dengan angka tersebut BSI kembali menjadi perusahaan dengan volume zakat terbesar di Indonesia. (Yetede)
Januari, Transaksi BSI Mobile Rp 47 Triliun
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) hingga Januari 2024
mencatatkan jumlah transaksi di BSI Mobile sebanyak 38 juta transaksi dengan
volume Rp 47 triliun, sementara transaksi menggunakan QRIS BSI berada di angka
5 juta transaksi dengan volume Rp 697 miliar. Memasuki bulan Suci Ramadan, BSI
mendorong masjid sebagai pusat keuangan syariah dengan bertransaksi digital
selama bulan Ramadan, melalui baitul mal sebagai pemberdayaan ekonomi umat.
BSI terus memperkuat kemitraan dengan pengelola masjid dengan
memperluas layanan keuangan seperti ATM dan QRIS di masjid-masjid. Dari 300.000
masjid yang terdaftar di Sistem Informasi Masjid (Simas) Kemenag RI, jumlah masjid
yang telah terdaftar bekerja sama dengan BSI sebanyak lebih dari 53.000 masjid
di seluruh Indonesia. Total dana pihak ketiga (DPK) di ekosistem masjid BSI
tercatat Rp 4,6 Triliun. (Yetede)
Penuhi Modal Inti Minimum, Konsolidasi BPD Berlanjut
Bank Pembangunan Daerah (BPD) terus berusaha meningkatkan modal inti minimum Rp 3 triliun paling lambat akhir Desember 2024. Untuk itu, strategi konsolidasi BPD kian ramai di tahun ini melalui skema kelompok usaha bank (KUB). Berdasarkan data OJK per 31 Desember 2023 terdapat 12 BPD yang belum memenuhi ketentun modal inti minimum melalui setoran modal mandiri dan 10 BPD akan melakukan konsolidasi dalam bentuk KUB. Salah satu BPD yang gencar menambah KUB adalah BPD Jabar dan Banten (Bank BJB).
Tahun ini BJB memiliki empat BPD yang masuk dalam KUB dan perseroan terus melakukan diskusi dengan BPD lain yang terbuka untuk menjadi KUB. Dirut BJB Yuddi Renaldi mengungkapkan, pihaknya telah mendapat perizinan dari OJK terkait proses KUB Bank Bengkulu. “Bank Bengkulu sudah, ada dua lagi yang kami proses, Bank Jambi dan Maluku Malut sudah memasuki tahapan penilaian, mudah-mudahan berjalan baik karena ke duanya intensitasnya signifikan,” ujar Yuddi, Selasa (12/3). (Yetede)
BSI Bidik Penjualan SR020 Rp 2 Triliun
Bank Berlomba Genjot Kredit Tanpa Agunan
Bidik Dana Rp 2 Triliun, BSI Rilis Sukuk Seri SR020
Himbara bagikan Dividen Jumbo Rp92,29 Triliun
MANDIRI INVESTMENT FORUM 2024 : Indonesia Mengejar Pertumbuhan Berkualitas
Ekonomi Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh ke depan ditunjang stabilitas ekonomi makro yang terjaga. Tahun 2024 memberikan kesempatan bagi ekonomi temasuk Indonesia untuk bisa tumbuh lebih tinggi lagi. Arah suku bunga global yang diproyeksikan mulai menurun pada Semester II 2024, diharapkan menjadi katalis positif yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Inlasi global yang telah menunjukan tren menurun, akan semakin memberikan ruang bagi bank sentral negara-negara di dunia untuk menurunkan suku bunga. Ke depan, Indonesia tidak hanya akan fokus pada upaya mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Tetapi, Indonesia juga perlu meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi. Investasi untuk meningkatkan kualitas modal manusia (human capital) melalui perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan menjadi agenda terpenting. Selain itu, Indonesia secara bersamaan terus mengurangi angka kemiskinan dan kesen jangan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonomi.
Sektor yang memegang peranan penting dalam mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkualitas adalah sektor manufaktur dan pertanian. Kedua sektor ini adalah tulang punggung ekonomi nasional karena merupakan sektor terbesar dari dalam perekonomian dan menyerap tenaga kerja terbanyak. Kebijakan penting mendorong pertumbuhan di kedua sektor ini difokuskan untuk meningkatkan produktivitas melalui perbaikan kapabilitas teknologi dan kualitas tenaga kerja.
Mandiri Investment Forum 2024 dilakukan secara hybridpada 5 Maret 2024, dihadiri 689 peserta offline dan 27.017 peserta online. Sebagai keterangan, peserta offline terdiri atas 639 peserta nasional dan 50 peserta asing. Peserta asing ini terdiri atas investor, pejabat kedutaan negara sahabat di Indonesia, dan staf lembaga internasional seperti, Asian Developent Bank dan World Bank. Tiga duta besar negara sahabat yang hadir adalah Turki, Spanyol dan Uni Emirat Arab.









