;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Bank Sampoerna Targetkan Kredit Meningkat 15%

HR1 16 Mar 2024 Kontan
PT Bank Sahabat Sampoerna menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 10%-15% secara tahunan pada 2024. Demi mencapai target, Bank Sahabat Sampoerna akan memberi bunga kredit flat. "Bunga kredit, walau dari Bank Indonesia beberapa tahun terakhir menaikan suku bunga, tapi kami masih flat dan tidak naik sama sekali. Justru masa Covid kami membantu debitur agar bisa menjalankan bisnis lagi," kata Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna Henky Suryaputra saat ditemui KONTAN, Jumat (15/3). Hengky memperkirakan, pada kuartal satu tahun ini, kinerja kredit akan tumbuh single digit. Sebab di awal tahun banyak libur, sehingga pertumbuhan kredit kecil. Ke depan, Hengky menyebut, pihaknya bakal terus mendorong penyaluran kredit ke segmen UMKM, sebagaimana fokus Bank Sampoerna. Di tahun ini, Bank Sampoerna juga bakal memperkenalkan layanan keuangan Sampoerna Mobile Banking. "Penggunanya sudah ratusan ribu, tapi bisa mencapai 500.000," kata Hengky.

Bank BUMN Jadi Tumpuan Setoran Dividen

HR1 15 Mar 2024 Kontan (H)

Setoran dividen badan usaha milik negara (BUMN) ke kas negara masih lancar. Namun, kontribusi BUMN tidak sama rata. Sebab, perusahaan pelat merah di sektor perbankan masih menjadi tumpuan. Misalnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang akan membagikan dividen senilai Rp 48,1 triliun dari laba bersih tahun buku 2023. Angka itu setara 79,63% dari total laba 2023 yang senilai Rp 60,4 triliun. Adapun dividen senilai Rp 25,71 triliun akan disetorkan ke kas negara setara 53% dari kepemilikan saham pemerintah di Bank BRI. Per 18 Januari 2024, BBRI telah menyetorkan dividen Rp 6,77 triliun ke negara. Adapun selebihnya Rp 18,94 triliun dibayarkan pada 28 Maret 2024. Ada pula PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang akan menyetorkan dividen ke kas negara senilai Rp 17,18 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 6,27 triliun dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebesar Rp 420,11 miliar. Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan (Kemkeu), setoran dividen yang masuk ke kas negara dari BBRI pada pertengahan Januari tersebut setara 7,89% dari target penerimaan kekayaan negara yang dipisahkan (KND) pada tahun ini. Dalam APBN 2024, target penerimaan KND yang terdiri dari dividen BUMN dan pendapatan dari KND lainnya ditetapkan sebesar Rp 85,84 triliun.

Menurut Kemkeu dalam dokumen berjudul APBN Kita Edisi Februari 2024, perekonomian nasional yang pulih pada 2023 mendatangkan laba signifikan bagi BUMN. Khususnya sektor perbankan. Menilik data Kemkeu pula, setoran dividen BUMN perbankan (Himbara) di 2023 mencapai Rp 40,84 triliun dan menjadi penyumbang utama dividen BUMN ke negara. Sementara setoran dividen BUMN non perbankan tercatat Rp 41,22 triliun. Peneliti Senior Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Etikah Karyani Suwondo menjelaskan, pencapaian kinerja dividen BUMN masih didominasi sumbangan dari kelompok blue chips BUMN, seperti Himbara dan PT Pertamina (Persero). Oleh sebab itu, menurut dia, setoran dividen BUMN yang dipatok pemerintah pada APBN 2024 masih bisa tercapai. "Setoran BUMN ke negara pada 2024 dari tahun buku 2023 diperkirakan naik menjadi Rp 85 triliun," ujar Etikah kepada KONTAN, Kamis (14/4). Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita memperkirakan setoran dividen pada tahun ini tidak akan terlalu jauh berbeda dengan realisasi pada tahun lalu. Dia menduga bahwa setoran dividen BUMN ke kas negara pada tahun ini bisa mencapai Rp 80 triliun-Rp 90 triliun.

Perkuat Ekonomi Umat, BSI Serahkan Zakat Lebih dari Rp 222 Miliar

KT1 14 Mar 2024 Investor Daily (H)

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin mengukuhkan komitmen untuk memperkuat ekonomi umat dengan mendorong peningkatan penyaluran zakat perusahaan. Pada Ramadhan tahun ini, BSI menyerahkan Rp 222,7 miliar zakat perusahaan melalui Baznas, melesat 29 % dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dirut BSI Hery Gunardi mengatakan, pihaknya dapat mendorong kenaikan zakat seiring pertumbuhan laba bersih perseroan sepanjang 2023. Dari total zakat yang disalurkan, Rp 189,7 miliar merupakan zakat dari laba perusahaan dan Rp 33 miliar merupakan zakat pegawai. Dengan angka tersebut BSI kembali menjadi perusahaan dengan volume zakat terbesar di Indonesia. (Yetede)

Januari, Transaksi BSI Mobile Rp 47 Triliun

KT1 13 Mar 2024 Investor Daily

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) hingga Januari 2024 mencatatkan jumlah transaksi di BSI Mobile sebanyak 38 juta transaksi dengan volume Rp 47 triliun, sementara transaksi menggunakan QRIS BSI berada di angka 5 juta transaksi dengan volume Rp 697 miliar. Memasuki bulan Suci Ramadan, BSI mendorong masjid sebagai pusat keuangan syariah dengan bertransaksi digital selama bulan Ramadan, melalui baitul mal sebagai pemberdayaan ekonomi umat.

BSI terus memperkuat kemitraan dengan pengelola masjid dengan memperluas layanan keuangan seperti ATM dan QRIS di masjid-masjid. Dari 300.000 masjid yang terdaftar di Sistem Informasi Masjid (Simas) Kemenag RI, jumlah masjid yang telah terdaftar bekerja sama dengan BSI sebanyak lebih dari 53.000 masjid di seluruh Indonesia. Total dana pihak ketiga (DPK) di ekosistem masjid BSI tercatat Rp 4,6 Triliun. (Yetede) 

Penuhi Modal Inti Minimum, Konsolidasi BPD Berlanjut

KT1 13 Mar 2024 Investor Daily

Bank Pembangunan Daerah (BPD) terus berusaha meningkatkan modal inti minimum Rp 3 triliun paling lambat akhir Desember 2024. Untuk itu, strategi konsolidasi BPD kian ramai di tahun ini melalui skema kelompok usaha bank (KUB). Berdasarkan data OJK per 31 Desember 2023 terdapat 12 BPD yang belum memenuhi ketentun modal inti minimum melalui setoran modal mandiri dan 10 BPD akan melakukan konsolidasi dalam bentuk KUB. Salah satu BPD yang gencar menambah KUB adalah BPD Jabar dan Banten (Bank BJB).

Tahun ini BJB memiliki empat BPD yang masuk dalam KUB dan perseroan terus melakukan diskusi dengan BPD lain yang terbuka untuk menjadi KUB. Dirut BJB Yuddi Renaldi mengungkapkan, pihaknya telah mendapat perizinan dari OJK terkait proses KUB Bank Bengkulu. “Bank Bengkulu sudah, ada dua lagi yang kami proses, Bank Jambi dan Maluku Malut sudah memasuki tahapan penilaian, mudah-mudahan berjalan baik karena ke duanya intensitasnya signifikan,” ujar Yuddi, Selasa (12/3). (Yetede) 

BSI Bidik Penjualan SR020 Rp 2 Triliun

KT1 09 Mar 2024 Investor Daily
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebagai mitra distribusi Sukuk Ritel Seri 020 (SR020) memasang target penjualan  sebesar Rp 2 triliun tahun ini. Perseroan juga mendorong investasi dari nasabah  prioritas dengan menggelar gathering. Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, dalam gathering tersebut BSI meluncurkan Sukuk Gold Ownership Program yang merupakan inovasi terbesar dari BSI untuk terus menghadirkan pilihan investasi bagi para nasabah. Program tersebut memiliki berbagai fitur spesial bagi para nasabah yang mengikuti program seperti DP 0% spesial margin, dan bebas biaya admin khusus nasabah  BSI prioritas. Hadirnya Sukuk Gold Ownership Program menjadi suatu pilihan investasi bagi para nasabah dengan berbagai  keunggulan dan manfaat. Sehingga nasabah dapat melakukan investasi berkelanjutan yang bermanfaat tidak hanya untuk saat ini, namun juga untuk generasi mendatang. (Yetede)

Bank Berlomba Genjot Kredit Tanpa Agunan

HR1 09 Mar 2024 Kontan
Pemulihan ekonomi pasca berakhirnya pandemi Covid-19 terus mendorong aktivitas masyarakat. Sejalan dengan itu, perbankan semakin agresif menyalurkan kredit personal loan alias kredit tanpa agunan (KTA). Bank Permata, misalnya. Bank ini siap menggelar berbagai program menarik pada sejumlah produk KTA. Salah satunya PermataKTA. Melalui produk ini, Bank Permata menawarkan program cashback Rp 50.000 hingga Rp 100.000 untuk pengajuan KTA yang disetujui minimum Rp 20 juta melalui PermataMobileX. 

Direktur Ritel Banking Bank Permata Djumariah Tenteram mengatakan, target penyaluran KTA selama ramadan diharapkan bisa tumbuh lebih dari 15% dibandingkan bulan biasanya. Untuk mengejar target, Bank Permata terus membangun awareness PermataKTA melalui Digital Marketing, yang terus dipertajam kemampuannya dalam membidik pasar serta memperdalam penetrasi produk ke nasabah. Seirama, PT Bank CIMB Niaga Tbk juga akan memaksimalkan momentum ramadan dan lebaran untuk mendongkrak kucuran KTA. 

Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi bilang, pihaknya akan mendorong KTA melalui produk OCTO Loan. "Penyaluran produk OCTO Loan melalui berbagai kanal penjualan akan kami tingkatkan," ujarnya. Hingga akhir Februari 2024, realisasi penyaluran KTA CIMB Niaga melonjak 23% secara tahunan. Salah satu strategi CIMB ialah mendorong penetrasi penjualan di kanal digital serta diversifikasi produk sesuai kebutuhan nasabah melalui produk pay later. 

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) Yuddy Renaldy mengatakan, pihaknya tidak menjual produk KTA secara khusus. Bank ini hanya menawarkan KTA multiguna, dengan memasarkan kredit pada pegawai berpenghasilan tetap.

Bidik Dana Rp 2 Triliun, BSI Rilis Sukuk Seri SR020

HR1 09 Mar 2024 Kontan
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan Sukuk Gold Ownership Program (SGOP), yaitu produk sukuk seri SR020 bundling dengan produk Cicil Emas. BSI menargetkan penjualan sukuk ini bisa tembus Rp 2 triliun. Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menjelaskan, imbal hasil dari sukuk seri SR020 dapat digunakan untuk program BSI Cicil Emas. "Program ini diperuntukkan bagi nasabah prioritas dalam perencanaan investasi yang aman dan berkelanjutan," kata Anton, Jumat (8/3). Anton menambahkan, SGOP memiliki fitur spesial bagi para nasabah yang mengikuti program seperti down payment (DP) 0%, spesial margin, dan bebas biaya administrasi. "Sukuk ini menjadi pilihan investasi karena memiliki berbagai keunggulan dan manfaat," imbuh dia. Chief Economist BSI Banjaran Surya Indrastomo memproyeksi prospek bisnis emas tahun ini masih cerah. Tren nilai investasi pada produk emas juga terus naik. "Hingga tiga tahun ke depan, harga emas diperkirakan masih akan mengalami tren kenaikan hingga 7-10%," kata dia.

Himbara bagikan Dividen Jumbo Rp92,29 Triliun

KT1 09 Mar 2024 Investor Daily (H)
Kuartet Bank Pelat merah telah rampung melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) semuanya kompak memutuskan untuk membagikan dividen tunai dari pencapaian laba bersih tahun buku 2023. Secara total, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) membagikan dividen tunai sebesar Rp 92,29 triliun. Nilai tersebut setara dengan  66,12% dari laba bersih konsolidasi tahun buku 2023 yang mencapai Rp 139,57 triliun. Dari nilai dividen tersebut, sebagai pemegang saham pengendali, Kementerian BUMN akan mengantongi cuan Rp49,58 triliun dari setoran  dividen Himbara. Nilai tersebut meningkat 21,7% dari setoran dividen Himbara setahun sebelumnya senilai Rp 40,74 triliun. (Yetede)

MANDIRI INVESTMENT FORUM 2024 : Indonesia Mengejar Pertumbuhan Berkualitas

HR1 08 Mar 2024 Bisnis Indonesia (H)

Ekonomi Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh ke depan ditunjang stabilitas ekonomi makro yang terjaga. Tahun 2024 memberikan kesempatan bagi ekonomi temasuk Indonesia untuk bisa tumbuh lebih tinggi lagi. Arah suku bunga global yang diproyeksikan mulai menurun pada Semester II 2024, diharapkan menjadi katalis positif yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Inlasi global yang telah menunjukan tren menurun, akan semakin memberikan ruang bagi bank sentral negara-negara di dunia untuk menurunkan suku bunga. Ke depan, Indonesia tidak hanya akan fokus pada upaya mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Tetapi, Indonesia juga perlu meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi. Investasi untuk meningkatkan kualitas modal manusia (human capital) melalui perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan menjadi agenda terpenting. Selain itu, Indonesia secara bersamaan terus mengurangi angka kemiskinan dan kesen jangan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonomi. Sektor yang memegang peranan penting dalam mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkualitas adalah sektor manufaktur dan pertanian. Kedua sektor ini adalah tulang punggung ekonomi nasional karena merupakan sektor terbesar dari dalam perekonomian dan menyerap tenaga kerja terbanyak. Kebijakan penting mendorong pertumbuhan di kedua sektor ini difokuskan untuk meningkatkan produktivitas melalui perbaikan kapabilitas teknologi dan kualitas tenaga kerja. Mandiri Investment Forum 2024 dilakukan secara hybridpada 5 Maret 2024, dihadiri 689 peserta offline dan 27.017 peserta online. Sebagai keterangan, peserta offline terdiri atas 639 peserta nasional dan 50 peserta asing. Peserta asing ini terdiri atas investor, pejabat kedutaan negara sahabat di Indonesia, dan staf lembaga internasional seperti, Asian Developent Bank dan World Bank. Tiga duta besar negara sahabat yang hadir adalah Turki, Spanyol dan Uni Emirat Arab.

Pilihan Editor