;
Tags

Perbankan

( 2293 )

BCA Bidik Pertumbuhan Kredit Dua Digit

KT1 01 Mar 2024 Investor Daily (H)
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali mengadakan BCA Expoversary 2024 dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67. Acara tersebut juga digelar  untuk mengambil momentum sebelum memasuki bulan Ramadan dan Idul Fitri, karena diproyeksikan terdapat  peningkatan permintaan kredit seperti rumah dan kendaraan bermotor. Presiden Direktur Jahja Setiatmadja mengatakan, pada tahun lalu transaksi BCA Expoversary mencapai Rp 46 triliun, melesat 50% dibandingkan posisi 2022. Untuk tahun ini, pihaknya mengaku tidak memasang target spesifik namun  yang pasti memberikan  kebutuhan dan manfaat bagi para nasabah. "Jadi mau naik 10%, 20%, 50%, 70% itu oke saja, BCA siapkan variasi produk yang cukup, jadi bukan kejar target. Tapi buat saya, yang penting kesempatan baik BCA dengan perusahaan anak kerja tim," ucap Jahja. (Yetede)

Sejumlah Bank Gelar Pameran Dorong Kredit Konsumer

KT1 29 Feb 2024 Investor Daily
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  berkomitmen untuk terus menegakkan  integritas sistem keuangan  guna menyehatkan industri perbankan khususnya Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sesuai Undang-Undang Pengembangan  dan Penguatan Sektor Keuangan  (P2SK). Kepala Eksekutif  Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, OJK terus melakukan upaya penguatan dan konsolidasi PBR. Menurutnya, Jumlah BPR sepanjang 2023  yang sebagian besar disebabkan  oleh penggabungan atau peleburan dengan BPR lain , ataupun dalam satu grup kepemilikan dalam rangka  penguatan permodalan. Walaupun secara kuantitas BPR berkurang, namun jumlah keseluruhan kantor tidak jauh berbeda, mengingat dalam penggabungan  atau peleburan, kantor cabang masing-masing  secara umum menjadi kantor cabang dari BPR yang melakukan peleburan atau penggabungan. (Yetede)

Tiga Bank Bakal Rilis Green Bond dan Sukuk

KT1 28 Feb 2024 Investor Daily (H)
Komitmen perbankan dalam mendorong penyaluran pembiayaan hijau terus  ditunjukkan dari pertumbuhan pembiayaan jenis ini yang tinggi. Untuk mendukung penyaluran pembiayaan berkelanjutan, sejumlah bank juga akan menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan (green bond) dan juga green sukuk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) adalah salah satu yang bakal menerbitkan green bond pada tahun ini. Perseroan berencana untuk menerbitkan  dan menawarkan obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan I BPI tahap III taun 2024 dengan pokok obligasi sebesar Rp 2,5 triliun.  BRI menargetkan total dana yang dihimpun dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) green bond senilai  Rp 15 triliun. Adapun tahap I telah diterbitkan pada 2022 dengan pokok obligasi sebesar Rp 5 triliun. (Yetede)

Kredit Perbankan Melaju Kencang di Awal Tahun

HR1 27 Feb 2024 Kontan

Penyaluran kredit perbankan di Tanah Air melaju kencang di awal 2024. Data Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit perbankan pada Januari 2024 tumbuh 11,5% secara tahunan, mencapai Rp 7.009,9 triliun. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan periode Desember 2023, sebesar 10,38%. Secara tahunan, pertumbuhan kredit perbankan pada Januari 2024 juga lebih tinggi dibanding periode yang sama di 2023. Saat itu, penyaluran kredit tumbuh 10,2% mencapai Rp 6.284,6 triliun. Pertumbuhan kredit di Januari tahun lalu juga melampaui pencapaian selama empat tahun terakhir sejak Januari 2018. Data BI selaras dengan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam beberapa tahun terakhir, penyaluran kredit bank umum di awal tahun naik. Dalam catatan OJK, hanya pada Januari 2021 penyaluran kredit bank umum turun secara tahunan akibat efek pandemi. Lani Darmawan, Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), mengamini penyaluran kredit tumbuh signifikan di awal tahun ini. Bahkan, pertumbuhan kredit terjadi hampir di semua segmen. Dia mencontohkan kredit segmen usaha mikro, kecil dan menengah CIMB Niaga tumbuh hampir 10% secara tahunan per Januari 2024. Sementara itu di segmen ritel konsumer, khususnya kredit kendaraan bermotor, tumbuh 25% secara tahunan. "Namun, kredit korporasi CIMB Niaga pada awal tahun ini agak melambat di bawah 5%, meskipun masih tetap tumbuh," papar Lani kepada KONTAN, Senin (26/2). Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), sepakat, penyaluran kredit bank di awal tahun ini masih tumbuh positif. "Kalau kami lihat, kredit BCA di awal tahun ini cukup bagus, tidak seperti season sebelumnya," kata Jahja. Jahja juga yakin, pertumbuhan kredit akan terus berlanjut. Terlebih, pada Maret mendatang, ada momentum Ramadan dan lebaran di bulan April. Ini bakal mendorong aktivitas bisnis korporasi, terutama di segmen konsumsi dan jasa.

2023, Perbankan Kantongi Laba Rp 243 Triliun

KT1 26 Feb 2024 Investor Daily (H)
Industri perbankan  sepanjang 2023 telah membukukan laba bersih mencapai Rp243,33 triliun. Capaian tersebut meningkat 21,57% dibandingkan dengan laba periode 2022 senilai Rp 201,82 triliun. Setelah beberapa bulan pertumbuhan laba perbankan mengalami perlambatan, per Desember 2023 laba kembali tumbuh tinggi 20,57% secara year on year (yoy). Dimana, per November  2023 laba tumbuh 18,15% (yoy) dan Oktober tumbuh 18,45% (yoy). Terlihat di akhir tahun perbankan mulai ngegas menumbuhkan cuan. Berdasarkan data Statistik Perbangkan Indonesia (SPI) yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih perbankan pada 2023 didukung oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp 529,66 triliun, tumbuh 8,57% (yoy). Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan juga meningkat di akhir tahun menjadi 4,81% dibandingkan 2022 di level 4,71%. (Yetede)

Gelar MIF, Bank Mandiri Tangkap Peluang Investasi

KT1 24 Feb 2024 Investor Daily
Menyambut positivisme tahun ini, PT Bank mandiri (Persero) Tbk bersama anak perusahaan Mandiri Sekuritas kembali menggelar Mandiri Invesment  Forum (MIF) 2024 untuk menangkap peluang investasi masuk ke Indonesia. Pada MIF 2024 200 investor dihadirkan  dari berbagai negara dengan total dana  kelolaan sekitar US$ 12 triliun. Tahun ini 200 investor dihadirkan  dari berbagai negara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Hongkong, negara-negara Eropa, dan Amerika Serikat (AS). Mengusung tema Thriving Through Transmition   MIF 2024 akan membahas isu-isu strategis yang berkaitan dengan prospek ekonomi Indonesia ditengah tahun pemilu global atau super election year. MIF 2024 akan menjadi penyelenggaraan yang ke-13 dan menjadi wujud konsistensi Bank Mandiri dalam mendorong keran investasi di Indonesia dengan melibatkan ragam investor dan pembicara terkemukan dari dalam dan luar negeri. (Yetede)

KINERJA BANK : Kredit Bermasalah BPR Turun

HR1 24 Feb 2024 Bisnis Indonesia

Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) mengalami tren menurun. Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio NPL BPR pada Desember 2023 berada di level 9,87%, susut 65 basis poin (bps) dari bulan sebelumnya sebesar 10,52% pada November 2023. Per Desember 2023, total nilai kredit bermasalah di BPR mencapai Rp13,89 triliun dengan total penyaluran pinjaman mencapai Rp140,79 triliun. Capaian kinerja BPR ini nyatanya makin mendekati posisi Juli 2023, di mana NPL BPR sebesar 9,79% dengan total nilai kredit bermasalah Rp13,35 triliun. Secara tahunan, rasio kredit bermasalah membengkak dari 7,89% di tahun 2022 menjadi 9,87% pada 2023. Ketua Umum Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Tedy Alamsyah mengatakan secara industri terjadi perbaikan rasio kredit bermasalah. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin menuturkan terdapat sejumlah faktor yang membuat penurunan NPL BPR di tengah fenomena bank bangkrut. Faktor tersebut yakni penambahan jumlah outstanding kredit yang berkualitas dan lancar. Selain itu, adanya restrukturisasi membuat akun-akun bermasalah tersebut dikondisikan menjadi lancar. Untuk diketahui, dari tahun 2005 hingga kini terdapat 127 bank bangkrut di Tanah Air. Hingga pertengahan Februari 2024, telah terdapat lima bank bangkrut yang dicabut izinnya. Kelima bank tersebut BPR Bank Purworejo, BPR Bank Pasar Bhakti, BPR Usaha Madani Karya Mulia, BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto, dan Koperasi BPR Wijaya Kusuma. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan pencabutan izin usaha bank karena persoalan mendasar seperti penipuan dan fraud.

Belajar Menabung di Sekolah

KT3 23 Feb 2024 Kompas
Menabung sudah diajarkan dan harus dibiasakan sejak dini. Seperti murid-murid kelas 1 SD Negeri Keputran 1  yang menabung melalui layanan mobil kas keliling Bank Jogja yang singgah di sekolah mereka di Kecamatan Kraton, Yogyakarta, Kamis (22/2/2024). Melalui mobil kas keliling yang singgah setiap dua minggu sekali tersebut, anak-anak dapat belajar menggunakan layanan perbankan, dengan setoran minimal tabungan ringan, yakni Rp 2.000. (Yoga)

Kenaikan Biaya Dana Jadi Tantangan Bank Tahun Ini

HR1 23 Feb 2024 Kontan
Suku bunga acuan yang masih bertahan tinggi di level 6% akan membuat biaya dana perbankan tahun ini semakin meningkat. Level ini diperkirakan masih akan bertahan sepanjang paruh pertama 2023, searah dengan proyeksi suku bunga The Fed. Bank Indonesia (BI) memperkirakan penurunan suku bunga acuan baru akan dilakukan semester dua mendatang.Di sisi lain, likuiditas perbankan sudah menunjukkan tanda-tanda pengetatan. Ini tercemin dari selisih pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang kian lebar. Kredit pada Januari tumbuh 11,83%, sedang DPK hanya naik 5,8%. Kondisi tersebut berpotensi semakin mendorong biaya dana atau cost of fund (CoF). Pasalnya, bank-bank akan berlomba memacu peningkatan DPK dengan menaikkan bunga simpanan. Biaya dana bank sudah mulai naik tahun lalu. Ini juga terjadi di bank dengan rasio dana murah (CASA) tinggi. Direktur Distribusi dan Jaringan BTN Jasmin mengakui biaya dana di Januari 2024 sedikit meningkat dibanding Desember. Ini karena dampak dari penyesuaian bunga deposito yang jatuh tempo akhir tahun lalu. "Ada kenaikan biaya dana di BTN akibat dampak dari penyesuaian bunga deposito," kata Jasmin kepada KONTAN, Kamis (22/2). Tahun ini, BTN menargetkan pertumbuhan DPK mencapai kisaran 9%-10%. Untuk menjaga biaya dana tidak naik signifikan, BTN memasang target rasio CASA di kisaran 53%-55%. Selain itu, bank ini akan memacu transaksi ritel dan wholesale. Lebih lanjut, Jasmin menjelaskan, komposisi DPK yang dihimpun BTN terdiri dari 78% nasabah korporasi dan 22% dari nasabah ritel. Sementara itu, SVP Retail Deposito Products and Solution Bank Mandiri Evi Dempowati mengatakan, pemberian bunga ke nasabah tentu berdampak pada biaya bunga. Namun, ia menyebut biaya dana Bank Mandiri masih terjaga sesuai dengan anggaran yang ditetapkan manajemen. Evi menjelaskan, bunga deposito Bank Mandiri, baik rupiah maupun valas, masih stabil dan kompetitif dibanding pesaing. Bunga deposito rupiah ditawarkan bervariasi sesuai jangka waktu hingga 2,5% per tahun dan deposito valas hingga 1,75% per tahun. Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, biaya dana bank ini saat ini sudah tinggi. Tingkat biaya dana tersebut diproyeksi akan bertahan tinggi hingga BI menurunkan suku bunga acuan.

Perbankan Komitmen Berikan Dividen Lebih Besar

KT1 23 Feb 2024 Investor Daily (H)
Musim pembagian dividen  akan mulai, sejumlah bank berkomitmen  untuk memberikan dividen kepada para pemegang saham lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Komitmen tersebut lantaran pencapaian kinerja perbankan di 2023 yang positif.  Seperti pada PT Bank mandiri (Persero) Tbk yang sepanjang tahun  buku 2023 membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik senilai Rp 55,06  triliun, tumbuh tinggi 33,74% secara tahunan (year on year/yoy) Melihat tahun sebelumnya, bank bersandi saham BMRI ini sepakat untuk membagikan  dividen payout ratio (DPR)  60% dari laba bersih  tahun buku 2022 atau sekitar Rp 24,7 triliun sebagai dividen, sehingga pemegang saham memperoleh Rp 529,34 per lembar saham. "Dividen belum final, mungkin enggak berubah  seperti tahun lalu, mungkin ya," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi ketika ditemui Investor Daily. (Yetede)

Pilihan Editor