;
Tags

Perbankan

( 2327 )

BERBAGI KEBERKAHAN : Wapres Hadiri dan Berikan Santunan bagi 3.333 Anak Yatim

HR1 20 Mar 2024 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menggelar peringatan milad dengan memberikan santunan kepada 3.333 anak yatim yang dihadiri oleh Wakil Presiden K. H. Ma’ruf Amin. Jumlah penerima santunan ini selaras dengan milad ketiga BSI tahun ini, seperti perayaan milad sebelumnya yaitu menyantuni 1.111 anak yatim pada milad pertama dan 2.222 anak yatim di milad kedua. Acara yang diselenggarakan di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Jakarta, pada Selasa (19/3), mengundang 1.500 anak yatim dari 30 yayasan panti asuhan di Jabodetabek dan Banten. Sementara, 1.833 anak yatim lainnya akan diundang oleh masing-masing Kantor Regional BSI di seluruh Indonesia. Pada kesempatan ini, Wapres K.H. Ma’ruf Amin secara simbolis ikut memberikan kado THR berupa uang tunai senilai Rp300.000,-/anak dan bingkisan. Dalam sambutannya, Wapres mengajak anak-anak untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan semangat belajar dan meneladani nilai-nilai yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Direktur Utama BSI Hery Gunardi menambahkan bahwa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kepekaan sosial dan berbagi manfaat. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh umat dan mendorong seluruh karyawan BSI untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.Saat ini, BSI tercatat sebagai perusahaan dengan zakat terbesar di Indonesia. Pada tahun ini, BSI menyerahkan Rp222,7 miliar zakat perusahaan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), angka ini melesat 29 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Antisipasi Inflasi, BI Diperkirakan Tahan BI Rate

KT1 20 Mar 2024 Investor Daily
Kalangan ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini (Rabu, 20/3/2024). Hal ini antara lain dikarenakan  inflasi masih berpotensi naik  di bulan Ramadan dan jelang Idulfitri 2024. Sebelumnya, bank Indonesia melalui RDG BI pada 20-21 Feruari 2024 menetapkan untuk menahan suku bunga acuan atau  BI Rate tetap sebesar 6%. Suku bunga deposit facility juga tetap sebesar 5,25%, dan suku bunga lending facility tetap dipertahankan di level 6,75%. Keputusan tersebut mendukung langkah preemtive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap trekendali dalam sasaran 2,5 plus 1% pada 2024. "BI belum akan menurunkan atau  melakukan penyesuaian ke bawah untuk kebijakan suku bunga acuan terutama dalam waktu ekat ini," kata Peneliti ekonomi Center of Reform  on Econimics Yusuf R. Manilet. (Yetede)

Sambut Lebaran BCA Sediakan Uang Rp 68,8 Triliun

KT1 20 Mar 2024 Investor Daily
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memastikan ketersediaan uang tunai sebesar Rp 68.8 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat  selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2024, atau sejak 25 Maret hingga 16 April 2024. Jumlah tersebut naik 7% dari angka  realisasi ketersediaan uang  tunai pada moment bulan suci Ramadan hingga Idulfitri 2023, seiring proyeksi peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat. Selain ketersediaan uang tunai BCA juga memastikan kebutuhan nasabah untuk menukarkan uang terpenuhi. Di wilayah Jabodetabek BCA siap memastikan nasabah  dengan layanan  penukaran uang melalui  39 kantor cabang utama (KCU) di Jabodetabek selama periode 1-5 April 2024. (Yetede)

BSI Ingin Masuk Jajaran Bank Papan Atas

KT1 20 Mar 2024 Investor Daily
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), mengharapkan bisa masuk jajaran  bank papan atas atau kelompok  bank Indonesia berdasarkan modal inti (KBMI) 4 dengan modal lebih dari 70 triliun. Ada pun per Desember, modal BSI sebesar Rp36,09 triliun, meningkat 105,22% dibandingkan tahun sebelumnya Rp31,23 triliun. Salah satu langkah yang dilakukan adalah  mengalokasikan laba sebagai  laba ditahan untuk memperkuat modal. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, untuk rasio dividen yang akan dibagikan  saat rapat Umum Pemegang Saham Tahunan nanti masih belum diketahui, namun diharapkan sama dengan tahun lalu, dimana BSI membagikan 10% dari laba bersih tahun buku 2022. (Yetede)

Perluasan Penetrasi, Bank Syariah Rencanakan Go Public

KT1 20 Mar 2024 Investor Daily
Sejumlah bank syariah terus meningkatkan fundamental kerjanya di tengah tantanggan ekonomi global saat ini. Peningkatan kinerja tersebut  juga dalam rangka untuk memuluskan rencana go public melalui initial pubic offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana tersebut dilakukan dalam jangka menengah hingga jangka panjang. Adapun, saat ini terdapat empat bank syariah yang telah melantai di BEI, yaitu PT bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS), PT Bank BTPN Syariah  Indonesia Tbk (BTPS), PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS), dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK). Pada penutupan perdagangan Selasa (19/3/2024) berdasarkan data RTI Business, kapitalisasai pasar BRIS sebesar Rp 122,7 triliun. BPTS mencatatkan market cap Rp10.01 triliun, kapitalisasi BANK sebesar Rp14,4 triliun, dan market cap PNBS senilai Rp 1,98 triliun. (Yetede)

BOJ Mencabut Kebijakan Radikal, Suku bunga Naik

KT1 20 Mar 2024 Investor Daily
Bank of Japan (BoJ) mengambil keputusan bersejarah pada Selasa (19/03/2024), mengakhiri delapan tahun kebijakan suku bunga negatif dan beberapa kebijakan radikal lainnya. bank sentral tersebut berarti telah menggeser fokus kebijakan, yang selama satu dekade terakhir merefleksikan pertumbuhan ekonomi dengan stimulus moneter besar-besaran. Merespons keputusan BoJ tersebut, para analis berpendapat  meskipun suku bunga naik untuk pertama kalinya dalam 17 tahun terakhir, tapi masih dalam  kisaran nil. Dengan kata lain, pemulihan ekonomi Jepang yang masih rapuh memaksa BoJ  agar bergerak perlahan saja   dalam menaikkan biaya-biaya pinjaman.     (Yetede)                                                                                                          

Bank OCBC Bukukan Laba Bersih Tahun 2023 Rp 4,09 Triliun

KT3 19 Mar 2024 Kompas
Paparan Publik Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank OCBC NISP Tbk disampaikan oleh Presiden Direktur Bank OCBC Parwati Surjaudaja dan jajarannya di Jakarta, Senin (18/3/2024).  Dalam  Paparan Publik Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tersebut, Parwati menginformasikan bahwa Bank OCBS telah membukukan Laba bersih Tahun 2023 sebesar Rp 4,09 Triliun. (Yoga)

Antosipasi Ramadan, Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp 31,3 Triliun

KT1 19 Mar 2024 Investor Daily

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyiapkan kebutuhan uang tunai Rp 32,3 triliun untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai di masyarakat selama 30 hari ke depan. Persiapan tersebut untuk kebutuhan mulai 18 Maret hingga 16 April 2024 saat Ramadhan menjelang Idul Fitri 1445 H. Jumlah net kebutuhan uang tersebut naik 10,5 % dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya.

Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman mengatakan, langkah imi diharapkan dapat membantu nasabah memenuhi berbagai kebutuhan pada periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitrimendatang, terutama pada masa pembayaran THR ASN. Sebagian besar alokasi kebutuhan uang tunai tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengisian ATM Bank Mandiri yang diprediksi mencapai Rp 1,7 triliun selama periode tersebut. (Yetede)

Jalan Paksa bagi Bank Gunting Margin Bunga

HR1 19 Mar 2024 Kontan (H)

Pemerintah berupaya memaksa perbankan dalam negeri menurunkan margin bunga dan lebih banyak menyalurkan kredit. Dalam waktu dekat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera merilis aturan yang mewajibkan bank transparan dalam menetapkan suku bunga dasar kredit (SBDK). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, Peraturan OJK (POJK) mengenai transparansi suku bunga bisa segera terbit karena sudah disetujui di rapat kerja bersama DPR, Rabu (13/3). "POJK ini sudah diterima dan sekarang tinggal mengurus administrasi ke Kementerian Hukum dan HAM," ujarnya, kemarin. Dian mengungkapkan, aturan ini akan membuat bank lebih transparan terkait penentuan komponen bunga kreditnya. Beleid ini merupakan mandat Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Lewat aturan ini, Dian optimistis mekanisme pasar akan efisien. Masyarakat bisa membandingkan bunga antarbank dengan lebih detail. Bank yang tak memenuhi aturan pun akan dikenai sanksi.

Secara industri, net interest margin (NIM) perbankan menunjukkan kenaikan dalam beberapa tahun terakhir, hingga ke level 4,81% di akhir tahun 2023. Bahkan, dari riset KONTAN, beberapa bank memiliki NIM jauh di atas industri, lima bank beraset jumbo  di antaranya mencetak NIM di atas 5%. Bankir mengaku belum bisa komentar banyak terkait aturan baru ini. Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi menilai, OJK sudah melakukan kajian untuk menyusun aturan ini. Menurut Yuddy, NIM atraktif pertanda kinerja sebuah bank sehat, bank mampu menjaga kualitas aset dan permodalan dengan baik. "Tahun ini, BJB akan menjaga NIM minimal 4,9%," ujarnya. Agustya Hendy Bernadi, Sekretaris Perusahaan BRI, mengklaim, BRI selalu mengkaji suku bunga kredit secara berkala. Ia bilang, suku bunga yang ditawarkan kompetitif dengan tetap memperhatikan profitabilitas bagi bank. 

Lani Darmawan, Direktur Utama CIMB Niaga, menyampaikan, CIMB Niaga sudah melakukan transparansi bunga kredit lewat pelaporan SBDK. Menurut dia, tantangan bank saat ini dalam menetapkan bunga kredit adalah tingginya biaya dana, saat suku bunga acuan masih tinggi. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menilai, industri perbankan memerlukan aturan pengendalian NIM untuk menciptakan persaingan bisnis yang sehat. Menurut dia, perbankan saat ini dalam kondisi oligopolis. Hanya segelintir bank yang menguasai pasar dan mereka mempengaruhi satu dengan yang lainnya. "Harus ada kebijakan yang memaksa bank untuk bersaing antara satu dan lain. Regulator harus menciptakan iklim yang kompetitif, " kata Purbaya, belum lama ini. 

DEPOSITO BANK DIGITAL : OJK Dorong Perlindungan Nasabah

HR1 16 Mar 2024 Bisnis Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penerapan perlindungan nasabah untuk menghindari risiko dampak persaingan antarbank digital dalam menggaet simpanan dengan menawarkan bunga deposito tinggi. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pada dasarnya bank memiliki strategi dan risk appetite masing-masing dalam menjalankan bisnisnya, termasuk dalam memberikan penawaran bunga simpanan. “Namun, berkaitan dengan dana yang tidak dijamin LPS, OJK senantiasa mendorong penerapan pelindungan nasabah,” kata Dian Ediana, Jumat (15/3). Perlindungan nasabah yang dimaksud OJK itu di antaranya terkait dengan transparansi. OJK mendorong perbankan untuk memberikan informasi yang jelas dan lengkap tentang produk mereka, termasuk apakah suatu produk dijamin oleh LPS atau tidak. Lalu, terkait pengawasan dan regulasi, OJK terus memperketat regulasi dan pengawasan terhadap bank untuk memastikan mereka mematuhi standar keamanan, keadilan, dan transparansi dalam menawarkan produk dan layanan digital. Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan alasan sejumlah bank digital menawarkan suku bunga tinggi di atas bunga penjaminan LPS karena berkaitan dengan persaingan. Selain itu, alasan penerapan suku bunga simpanan bank digital tinggi adalah karena tujuan penghimpunan dana untuk menopang ekspansi kredit yang lebih masif. “Jadi, kompetisi dan ekspansi bisnis menginginkan itu terjadi,” tuturnya. Sejumlah bank digital di Indonesia telah menawarkan bunga deposito tinggi hingga 9,0% untuk meraup simpanan nasabah, salah satunya PT Bank Jago Tbk. (ARTO). Kemudian, PT Bank Neo Commerce Tbk. (BYBB) menawarkan produk deposito bernama Neo WOW dengan bunga hingga 9%. Selain itu, PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) Bank menawarkan produk simpanan dengan suku bunga tinggi hingga 8,75%.

Pilihan Editor