Perbankan
( 2293 )Tips Memanfaatkan Layanan Perbankan Digital
Perkembangan teknologi informasi berpengaruh pada berbagai
aspek kehidupan, yang juga memengaruhi preferensi, kebutuhan, dan cara konsumen
untuk mengakses produk dan layanan jasa keuangan. Konsumen juga membutuhkan
layanan yang cepat, tepat, dan aman ketika mengakses produk dan layanan jasa
keuangan (layanan yang tidak dibatasi ruang dan waktu). Untuk menjawab berbagai
kebutuhan dan tuntutan tersebut, lembaga jasa keuangan pun terus berinovasi.
Salah satu lembaga jasa keuangan ini ialah industri perbankan. Perbankan gencar
melakukan berbagai inovasi dengan mengembangkan layanan digital, dimana
konsumen dapat mengakses layanan perbankan di mana pun dan kapan pun
dibutuhkan. Transaksi dapat dilakukan tanpa harus datang ke kantor fisik bank. Melalui
layanan digital, bank dapat melayani nasabah dalam melakukan transaksi
keuangan, seperti transfer dana, pembayaran tagihan, pengelolaan akun, dan
investasi secara daring, yang menjadikan bank lebih efisien.
Untuk mengatur dan mengawasi perkembangan layanan perbankan
digital di Indonesia, OJK mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) No 21 Tahun 2023
tentang Layanan Digital oleh Bank Umum. Regulasi ini dirancang untuk mengatur
dan memastikan bank-bank yang memiliki layanan digital beroperasi sesuai standar
yang ditetapkan untuk menjamin keamanan layanan dan melindungi hak-hak
konsumen, serta memastikan bahwa inovasi dalam layanan perbankan digital tetap
dalam koridor yang aman dan bertanggung jawab. Sebagai konsumen yang
menggunakan bank dengan layanan digital, perlu diperhatikan, antara lain: 1.
Cek legalitas bank yang akan digunakan Pastikan hanya menggunakan layanan
digital dari bank yang telah mendapatkan izin dari OJK.
2. Utamakan keamanan data pribadi. Data pribadi yang bocor
berpotensi digunakan oknum tak bertanggung jawab untuk kejahatan yang akan
merugikan korban, baik secara finansial, waktu, maupun emosional. Pastikan
untuk tidak membagikan username, personal identification number (PIN), kata sandi,
KTP, atau data pribadi lainnya kepada siapa pun. Pastikan juga alamat situs yang
digunakan untuk layanan internet banking adalah situs resmi bank. Selalu unduh
aplikasi perbankan dari sumber tepercaya, seperti Google Play Store untuk
Android atau App Store untuk IOS. 3. Pahami produk dan layanan digital sebelum
memanfaatkan layanan digital perbankan, antara lain, pelajarilah manfaat, biaya
transaksi dan administrasi yang dibebankan, syarat dan ketentuan yang berlaku,
serta potensi risiko keamanan. (Yoga)
Bank Muamalat Targetkan Penyaluran KPR Rp 5,3 Triliun
Bank Danamon Incar Kredit Konsumer Tumbuh 15%
Cuan Bank Masih Terbang
Penggunaan Rekening Pihak Lain untuk Kepentingan Perpajakan
Penggunaan rekening pihak lain untuk menampung hasil tindak pidana merupakan hal yang cukup sering terdengar di Indonesia. Sebagaimana dilansir oleh detik.com, salah satu kasus yang terbaru adalah kasus korupsi yang dilakukan oleh mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang menggunakan rekening orang lain dalam kasus korupsi yang dilakukannya. Jaksa kasus Lukas Enembe mengatakan Lukas Enembe menerima uang Rp 10,4 miliar dari Piton Enumbi selaku pemilik PT Melonesia Mulia. Kemudian, Lukas Enembe juga menerima Rp 35,4 miliar dari Rijatono Lakka selaku Direktur PT Tabi Anugerah Pharmindo. Sebagian uang sebesar Rp 3 miliar dari Piton Enumbi untuk Lukas Enembe itu dikirimkan ke rekening bank atas nama Rifky Agereno. Selanjutnya, Piton mengirim uang kepada Lukas Enembe senilai Rp 2,5 miliar. Pada kasus lainnya, sebagaimana dilansir oleh Lampung Post, eks Kasatnarkoba Polres Lampung Selatan, AKP Andri Gustami, juga menggunakan rekening orang lain untuk menampung upah meloloskan narkotika.
Tidak hanya pada kasus korupsi dan narkoba, penggunaan rekening orang atau pihak lain sebagai usaha untuk melakukan penggelapan pajak (tax evasion) juga dilakukan oleh wajib pajak di Indonesia. Salah satu teknik yang sering dilakukan oleh wajib pajak adalah dengan menggunakan rekening pemegang saham/pengurus/karyawan perusahaan sebagai rekening operasional perusahaan. Hal ini juga disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam Surat Edaran Nomor 02 Tahun 2021 tentang Indikator Transaksi Keuangan Mencurigakan Terkait Tindak Pidana Perpajakan. Selain itu, Alves dan Moreira dalam artikelnya yang berjudul "Shareholders Loans: A Simple Method of Money Laundering" juga menyatakan bahwa rekening direksi dan/atau pemegang saham sering digunakan untuk menampung invoiceless sales yang dilakukan oleh wajib pajak.
Setidaknya terdapat dua penyebab adanya modus penggunaan rekening pihak lain sebagai rekening operasional perusahaan: pertama, tidak adanya peraturan yang melarang wajib pajak untuk menggunakan rekening pihak lain sebagai rekening operasional usaha. Selain itu, masih sempitnya kewenangan permintaan informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan khususnya pada proses pemeriksaan pajak dimana pemeriksa pajak tidak dapat meminta informasi keuangan pihak lain yang terkait dengan wajib pajak juga menyebabkan modus ini dapat terjadi. Oleh karena itu, adanya peraturan yang melarang wajib pajak untuk menggunakan rekening pihak lain sebagai rekening operasional usaha serta perluasan kewenangan permintaan informasi keuangan pada proses pemeriksaan pajak seharusnya dapat mengatasi masalah ini.
Kinerja BPD Tahun 2023 Kurang Menggembirakan
Kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) tampak tidak terlalu menggembirakan sepanjang 2023. Sebagian BPD memang masih mencetak kinerja positif, tetapi hanya tumbuh tipis. Adapun BPD besar justru mengalami penurunan laba bersih. Kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) tampak tidak terlalu menggembirakan sepanjang 2023. Sebagian BPD memang masih mencetak kinerja positif, tetapi hanya tumbuh tipis. Adapun BPD besar justru mengalami penurunan laba bersih. Salah satu BPD yang masih sukses mencetak kinerja positif yakni Bank Sumsel Babel. Bank ini meraup laba bersih Rp 781 miliar tahun lalu, tumbuh 11% secara tahunan. Capaian ini sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga bersih 2,67%. Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel Antonius Prabowo Argo mengatakan, capaian kinerja positif ini didorong pertumbuhan kredit sebesar 13,35% dan peningkatan dana murah."Dana pihak ketiga (DPK) hampir tidak tumbuh secara tahunan, sedangkan dana murah tumbuh 10,89%," kata dia, Selasa (13/2). Bank Sumut juga masih tumbuh positif dengan mengantongi laba bersih Rp 740 miliar, meningkat 5,71% secara tahunan. Ini didorong oleh penurunan beban operasional 0,72% menjadi Rp 1,52 triliun.
Sedangkan pendapatan bunga bersihnya susut 0,4% menjadi Rp 2,48 triliun. BPD besar justru mengalami penurunan laba. Bank Jatim Tbk (BJTM) hanya mencetak laba bersih Rp 1,47 triliun, turun 4,66% secara tahunan. Penurunan ini akibat kenaikan biaya provisi. Kerugian penurunan nilai aset keuangan bank ini meningkat 73,8% jadi Rp 671 miliar. Pendapatan bunga bersihnya masih naik 2,1% secara tahunan. Bank BJB Tbk (BJBR) juga mengalami penurunan kinerja. Laba bersihnya secara bank only hanya mencapai Rp 1,8 triliun, turun 18,6% dari tahun 2022. Hal ini seiring penurunan pendapatan bunga bersih sebesar 11,1% secara tahunan dan kenaikan kerugian penurunan nilai aset keuangan jadi Rp 507 miliar dari Rp 141 miliar pada 2022. Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi meyakini BPD akan tetap dapat melanjutkan kinerja yang positif tahun 2024, meski tantangannya besar karena beberapa sektor akan wait and see dalam melakukan transaksi kredit. Ini terutama segmen kredit investasi dan modal kerja korporasi. Adapun Bank DKI juga optimis untuk menyongsong tahun 2024, Sektretaris Bank DKI Arie Rinaldi menyebut pihaknya optimis bisnis akan terus tumbuh dan berkembang serta memiliki daya saing, hal ini seiring dengan dengan pengimplementasian strategi transformasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Laba Himbara Nyaris Tembus Rp140 Triliun
BI CORPORATE RESPONSIBILITY AWARD 2024 : Program CSR Bakal Memacu Kinerja Perusahaan
Kinerja bisnis perusahaan diyakini terdongkrak jika mengimplementasikan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility. National Director Habitat For Humanity Indonesia Susanto menuturkan bahwa penerapan corporate social responsibility (CSR) bukan sekadar sebagai penggugur kewajiban perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Setidaknya, menurutnya, program CSR membawa enam dampak positif bagi perusahaan yang akan mendongkrak kinerja bisnis perseroan. “CSR mampu menjadi positive image bagi perusahaan, tidak ada CSR yang mencetak negative image pada bisnisnya,” jelasnya dalam Webinar Road To BISRA 2024 bertema Paving The Way Sustainable Business: Innovation In CSR, Senin (12/2).
Di samping itu, implementasi program CSR juga dipercaya mampu mendorong daya jual dari produk suatu perusahaan, mengurangi biaya operasional, hingga mampu menarik minat investasi baru perusahaan. Sejumlah program CSR yang diprediksi menjadi tren pada 2024, yakni program yang bergerak pada sektor kebutuhan primer papan berupa sustainable housing.
Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas Vivi Yulaswati yang juga pemateri webinar menjelaskan program CSR berperan menjadi pelengkap skema pendanaan ekonomi hijau sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025—2045. Kepala Riset Bisnis Indonesia Intelligence Unit Dias R Sutino menambahkan webinar itu sekaligus pembukaan pendaftaran Bisnis Indonesia Corporate Social Responsibility Awards (BISRA) 2024 hingga ditutup pada 1 Maret 2024.









