;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Perbankan Perbesar Kredit Berbasis ESG

KT1 05 Feb 2024 Investor Daily (H)
Bank-Bank besar menunjukkan komitmennya dalam  penyaluran kredit berkelanjutan dengan menerapkan prinsip environmental, social, governance (ESG) sepanjang 2023.  Hal yang sama juga tahun ini perbankan akan memperbesar  penyalur kredit berbasis ESG guna menyukseskan Indonesia menuju ekonomi hijau  atau mencapai net zero emission pada 2060.  Seperti hal nya Bank Mandiri (Persero) Tbk yang tahun ini akan mendorong penyaluran portfolio berkelanjutan lebih besar lagi. "Kalau kita lihat di 2023 kredit berkelanjutan Bank Mandiri tumbuh tersebut 15,4%. Berdasarkan hal tersebut, kami ingin melanjutkan penyaluran kredit berkelanjutan secara konsisten di atas 10%, termasuk tahun ini," ungkap Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi pekan lalu. "Strategi Bank Mandiri, kami melibatkan nasabah  secara aktif, dari tahun lalu kami ke segmen wholesale juga berkelanjutan menerbitkan green band, sustainable link-loan (SLL), dan juga advisor dalam pembuatan  ESG framework," urai darmawan. (Yetede)

Langkah Tegap BSI Menjaga Bertumbuhan Berkelanjutan

KT1 05 Feb 2024 Investor Daily (H)
Langkah tegap PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dalam bertransformasi menjadi Beyond Sharia Banking semakin mewarnai perekonomian Tanah Air. Pada milad ketiga tahun ini, BSI terus mencatatkan pencapaian positif dan semakin eksis di industri keuangan nasioanl dan global. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, raihan positif  BSI patut disyukuri. Lahir ditengah ketidakpastian ekonomi, menjadikan BSI mampu menghadapi berbagai tantangan untuk menciptakan jejak pertumbuhan yang berkelanjutan. "Business model yang fleksibel dan terdigitalisasi, membuat BSI mampu mengakses masyarakat disemua segmen. Baik masyarakat individu atau ritel, pelaku UMKM, maupun korporat. Oleh karena itu, hadirnya BSI menjadi Beyond Sharia Banking menjadi hal utama," kata Hery. Hasilnya memasuki tahun ketiga sejak didirikan  pada 1 februari 2021, BSI berhasil menjaga kinerja keuangan tetap tumbuh secara impresif  yang ditunjukkan dengan pencapaian laba yang naik 33,88% (yoy) menjadi Rp 5,70 triliun hingga kuartal IV/2023. (Yetede)

Kredit Himbara Deras ke Perusahaan Pelat Merah

HR1 05 Feb 2024 Kontan
Ketergantungan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap kucuran kredit bank himpunan milik negara (himbara) masih besar. Contoh, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Pada 2023, BNI menyalurkan kredit ke perusahaan BUMN sebesar Rp 114,39 triliun, naik 20,39% secara tahunan. Pertumbuhan kredit BNI ke perusahaan BUMN itu terbilang paling tinggi di antara bank-bank Himbara. Sebagian besar aliran kredit BNI ke BUMN mengucur ke perusahaan pelat merah yang tergolong blue chip. Jika dirinci, Perum Bulog dan PT Jasa Marga Tbk menjadi perusahaaan BUMN dengan porsi kredit terbesar, masing-masing Rp 15,68 triliun dan Rp 13,97 triliun di 2023. Direktur Wholesale & International Banking BNI Silvano Rumantir mengungkapkan, penyaluran kredit ke BUMN jadi salah satu pendongkrak kredit bank berlogo 46 ini di  2023. Dari catatan KONTAN, NPL kredit BNI ke BUMN mencapai 0,3% dari total pinjaman BUMN. Sedangkan LaR kredit BNI ke BUMN menurun dari 26,6% pada akhir 2022 menjadi 21,1% per September 2023. Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit yang disalurkan ke pihak berelasi. Salah satunya sektor BUMN, dengan porsi mencapai 19,46% secara tahunan. Pada 2023, total kredit untuk pihak berelasi sebesar Rp 238,19 triliun. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah Kris bilang, saat ini pihaknya paling banyak memberi kredit ke BUMN di sektor infrastruktur, seperti jalan, konstruksi, transportasi laut dan ketenagalistrikan, dengan portofolio 40% dari total kredit ke BUMN. Adapun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatat penurunan dalam penyaluran kredit ke BUMN. Tahun lalu, kredit BRI untuk BUMN turun 3,89% secara tahunan jadi Rp 61 triliun. Kredit paling besar disalurkan ke Perum Bulog, naik 186,88% jadi Rp 8.05 triliun. Terbesar kedua, ke PT PLN senilai Rp 7,22 triliun.  

KINERJA PERBANKAN : MENANTI DIVIDEN BESAR BANK JUMBO

HR1 03 Feb 2024 Bisnis Indonesia

Tingginya kinerja laba di kalangan bank-bank jumbo sepanjang 2023 lalu membangkitkan harapan bakal tinggi pula pembagian dividen pada tahun ini bagi para pemegang saham. Bank-bank jumbo yang tergabung dalam Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) IV terdiri atas PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).Keempat bank ini telah menerbitkan laporan kinerja akhir tahun 2023 mereka pada Januari 2024 lalu. Hasilnya, masing-masing bank sukses mencetak pertumbuhan kinerja yang tinggi, bahkan menyentuh rekor laba sepanjang sejarah berdirinya masing-masing bank. Bank Mandiri telah membukukan laba bersih sebesar Rp55,06 triliun pada 2023, naik 33,73% secara tahunan. Sementara itu, BCA meraup laba bersih Rp48,63 triliun pada 2023, naik 19,4% YoY. Kemudian, BRI membukukan laba bersih konsolidasi Rp60,09 triliun, naik 17,43% YoY. Selain itu, BNI membukukan laba bersih konsolidasi Rp20,9 triliun, naik 14,14% YoY. Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, mengatakan bahwa dengan outlook pertumbuhan bisnis positif, serta melalui strategi pertumbuhan yang prudent, perseroan yakin dapat mencapai profi tabilitas yang sehat dan berkelanjutan.BNI pun memungkinkan pembagian dividen menarik untuk tahun buku 2023. Hal tersebut sejalan dengan komitmen BNI dalam memberikan value yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama para pemegang saham.Lalu, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan bahwa untuk tahun ini, perseroan mengkaji rasio tebaran dividen dengan mempertimbangkan permodalan yang kokoh, pengembangan bisnis bank, maupun entitas anak tetap seimbang. Direktur Utama BRI, Sunarso, mengatakan bahwa BRI masih memproyeksikan tebaran dividen yang jumbo untuk investor pada tahun ini. Optimisme BRI didasarkan pada tingkat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang sudah lebih dari ketentuan minimum. CAR BRI telah mencapai 25,23% pada periode yang berakhir 31 Desember 2023. Sementara, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Sigit Prastowo, mengatakan bahwa rasio tebaran dividen atau dividend payout ratio tahun buku 2023 pada dasarnya merupakan kewenangan pemegang saham mayoritas. Adapun, dalam menetapkan tebaran dividen, Bank Mandiri akan mempertimbangkan kondisi permodalan. Pada tahun lalu, BRI membagikan dividen tunai senilai Rp43,5 triliun, mencapai 85% dari total laba bersih 2022. BCA juga telah membagikan dividen tunai sebesar Rp25,3 triliun pada tahun buku 2022 dengan rasio 62,1%. BCA pun mengalami peningkatan rasio dividen mereka dalam 5 tahun terakhir. Pada 2018, bank menetapkan rasio dividen 32%, lalu naik menjadi 62,1% pada tahun buku 2022. Kemudian, Bank Mandiri menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp24,7 triliun atau 60% dari total laba bersih perseroan tahun buku 2022. Hanya BBNI yang menebar dividen dengan rasio di bawah 50%. Untuk tahun buku 2022, bank telah menebar dividen Rp7,3 triliun atau 40% dari total laba bersih.

Semakin Melaju! Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp55,1 Triliun di Tahun 2023

KT1 02 Feb 2024 Investor Daily (H)
Bank Mandiri berhasil  melewati tahun 2023 dengan mencetak pertumbuhan kinerja gemilang. Hasilnya, sepanjang tahun 2023, perseroan mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 55,1 triliun, tumbuh 33,7% secara year on year (YoY). Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan,  capaian kinerja  signifikan tersebut selaras dengan kondisi ekonomi yang secara nasional  masih resilen menghadapi volatilitas pada 2023.  "Dari berbagai tantangan yang ada di tahun 2023, kondisi ekonomi Indonesia  masih resilen didorong  peningkatan konsumDi sisi lain ruang kinerja   masih rumah tangga. Investasi, dan inflasi  yang masih terjaga. Di sisi lain ruang kinerja  fiskal Indonesia masih besar untuk dapat terus mendukung perekonomian," terang Darmawan. Total aset konsolidasi bank Mandiri berhasil menembus Rp2.174,2  triliun di akhir tahun 2023, naik 9,12% YoY dari tahun sebelumnya sebesar Rp1.992,5 triliun. (Yetede)

Tahun Politik, Bank Agresif Salurkan Kredit

KT1 02 Feb 2024 Investor Daily (H)
Sejumlah bank kelas kakap di Indonesia  optimistis  menatap tahun politik ini. Tercermin dari target pertumbuhan kredit atau pembiayaan yang dibidik tahun ini tetap tinggi dibandingkan dengan 2023. bahkan, target dari empat bank papan atas ada yang jauh lebih tinggi dari proyek Bank Indonesia (BI). Tahun ini BI memperkirakan kredit perbankan bisa tumbuh 10-12% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dari proyeksi 2023 sebesar Rp 9-11% (yoy). Bank dengan target pertumbuhan kredit paling tinggi  adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk). Optimisme tersebut didukung dari outlet ekonomi Indonesia 2024 yang diperkirakan tumbuh positif di kisaran 5%. Dengan begitu, kinerja perbankan  juga diyakini berjalan optimal tahun ini. "Sejalan dengan hal itu, kami optimis menumbuhkan kinerja di 2024. Di mana kredit kami targetkan kisaran 13-15%," kata Direktur Utama Bank Mandiri Dharmawan Junaidi. Berikutnya Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang memproyeksikan pertumbuhan kredit tahun ini bakal agresif. (Yetede)

Konsistensi BSI dalam Menata Jejak Pertumbuhan untuk Keberlanjutan

HR1 02 Feb 2024 Bisnis Indonesia (H)

Langkah tegap PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) dalam bertransformasi menjadi beyond sharia bankingmakin mewarnai perekonomian Tanah Air. Pada milad ketiga tahun ini, BSI terus mencatat pencapaian positif dan makin eksis di industri keuangan nasional dan global. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, raihan positif BSI patut disyukuri. Lahir ditengah ketidakpastian ekonomi, menjadikan BSI mampu menghadapi berbagai tantangan untuk menciptakan jejak pertumbuhan yang berkelanjutan. Hasilnya, memasuki tahun ketiga sejak didirikan pada 1 Februari 2021, BSI berhasil menjaga kinerja keuangan tetap tumbuh secara impresif yang ditunjukkan dengan pencapaian laba yang naik 33,88% year-on-year (YoY) menjadi Rp5,7 triliun hingga kuartal IV/2023. Kontributor utama penopang kinerja positif BSI di antaranya adalah pembiayaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan dana murah yang tumbuh dua digit, respons strategi yang tepat serta model bisnis yang fleksibel dan terdigitalisasi. Konsistensi BSI pada pembiayaan berkelanjutan juga terus menguat. Hingga Desember 2023, pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp57,7 triliun yang didominasi sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp45,4 triliun, disusul sustainable agriculture Rp4,8 triliun, eco-efficient product Rp5,8 triliun, energi terbarukan Rp1,1 triliun, dan proyek eco-greenRp549,6 miliar. Layanan digital BSI pun semakin baik. Hingga akhir Desember 2023, jumlah pengguna BSI Mobile mencapai 6,3 juta orang di mana pembukaan rekening online on boarding (OOB) mencapai 86%. Selain itu, perseroan juga berkontribusi kepada masyarakat melalui penyaluran program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility(CSR) sebesar Rp255,2 miliar.

Peluang, Tantangan, dan Strategi Bank Syariah di Bursa

HR1 02 Feb 2024 Bisnis Indonesia

Beberapa waktu terakhir, terdapat rencana sejumlah bank umum syariah di Indonesia untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mulai dari Bank Muamalat, Bank Mega Syariah, Bank Jabar Banten Syariah (BJB Syariah), hingga bank syariah yang baru berdiri yaitu Nanobank Syariah. Langkah bank-bank tersebut sejalan dengan arah pengembangan sektor keuangan yang disusun OJK dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia tahun 2023—2027 dan Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023—2027. Dalam Roadmap Perbankan Syariah tersebut, salah satu strateginya yaitu konsolidasi bank syariah yang dilakukan melalui pemenuhan modal inti. Pemenuhan permodalan dapat dilakukan salah satunya melalui strategi Initial Public Offering (IPO) di BEI. Kemudian, dalam Roadmap Pasar Modal Indonesia, target utama yang ingin dicapai pada tahun 2027 adalah kapitalisasi pasar (market cap) sebesar Rp15.000 triliun serta jumlah perusahaan tercatat mencapai 1.100 perusahaan. Saat ini, kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai Rp11.000 triliun dengan 903 perusahaan tercatat (OJK, Desember 2023). Oleh karena itu, melalui strategi IPO tersebut, perbankan syariah turut berkontribusi dalam mencapai kedua target utama pasar modal Indonesia. Di samping itu, rencana aksi korporasi tersebut sejalan dengan rencana aksi Roadmap Pasar Modal, yaitu peningkatan jumlah lembaga keuangan syariah yang berperan di pasar modal syariah. 

Selain itu, selama setahun terakhir, pertumbuhan DPK di industri perbankan baik konvensional maupun syariah tumbuh terbatas (BSI, 2023). Hal ini mengakibatkan terjadinya perebutan dana murah untuk pemenuhan likuiditas di masing-masing bank. Maka, pemenuhan likuiditas selain Dana Pihak Ketiga dalam bentuk dana segar dari bursa merupakan salah satu alternatif strategis yang dapat dilakukan bagi bank syariah. Dalam hal ini, bank-bank syariah yang akan melakukan IPO perlu mencermati beberapa hal sebelum melaksanakan aksi korporasinya. Pertama, penyusunan rencana dan eksekusi pasca IPO perlu dilakukan dengan matang. Kedua, apa langkah strategis berikutnya pasca IPO? Apakah melakukan konsolidasi dengan bank syariah lain atau hanya fokus pada peningkatan aset dan kinerjanya? Sebab, salah satu strategi penguatan industri perbankan syariah yang disusun oleh OJK adalah konsolidasi bank syariah. Ketiga, proses IPO di tengah tahun politik akan dipenuhi dengan tantangan dan ketidakpastian. Oleh karena itu, beberapa hal perlu dilakukan baik bagi bank syariah yang telah dan akan melakukan IPO di kemudian hari. Pertama, positioningserta diferensiasi bank syariah dengan bank konvensional perlu diperjelas dan diperkuat. Kedua, penguatan fundamental masing-masing bank syariah adalah sebuah keniscayaan untuk menjaga kepercayaan tidak hanya bagi nasabah, tetapi juga investor yang akan membeli sahamnya, sehingga kinerja saham bank syariah di bursa tetap terjaga. Ketiga, sistem dan layanan bank syariah yang telah IPO secara kualitas perlu ditingkatkan. Terakhir, koordinasi berkelanjutan antara regulator, pemerintah, dan bank syariah diperlukan khususnya dalam mendukung diferensiasi dan positioning perbankan syariah di Indonesia. Melalui langkah-langkah tersebut, bank syariah tidak hanya sekadar hanya hadir di bursa, melainkan memberikan nilai terbaik bagi para stakeholdernya.

Siap-Siap Menadah Jatah Laba Emiten Perbankan

HR1 02 Feb 2024 Kontan (H)
Para penggemar saham perbankan, bersiaplah menadah kucuran dividen dari bank-bank besar. Total dividen yang akan dibagikan perbankan tahun ini bakal meningkat, seiring dengan perolehan laba sepanjang 2023 yang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Meski regulator menyoroti besaran pembayaran dividen bank beberapa waktu terakhir, namun kondisi ini tampaknya tak menyurutkan niatan bank-bank besar menyenangkan pemegang sahamnya melalui dividen. Maklum, modal dan pencadangan mereka cukup kuat. Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Royke Tumilaar memastikan bank berlogo 46 ini akan membagi dividen atas kinerja di 2023. Laba bank ini tahun lalu mencapai Rp 21 triliun, naik 14,2% secara tahunan. Secara historis, dividend payout ratio (DPR) BNI tercatat naik. Pada 2022, DPR BNI mencapai 40%, naik dari 25,5% pada tahun sebelumnya. “Rasio dividen 2023 mungkin lebih besar karena modal kami juga sudah cukup besar,” ujar Royke kepada KONTAN, Kamis (1/2). 
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja juga mengungkapkan rasio dividen BCA di tahun buku 2023 akan lebih besar. Hanya, ia tak menjelaskan lebih detail apa pertimbangannya. Sebagai informasi, BCA sudah membagikan dividen interim pada akhir 2023 senilai Rp 5,2 triliun atau Rp 42,5 per saham. Secara historis, tren rasio dividen BBCA beberapa tahun terakhir memang meningkat. DPR tahun buku 2022 mencapai 62,12%. 
Sedikit berbeda, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyebut besaran rasio dividen yang dibagikan Bank Mandiri untuk buku 2023 akan sama dengan tahun sebelumnya, yakni sebesar 60,02%. Dia bilang besaran tersebut sudah sesuai rencana ekspansi bisnis di 2024. Sebelumnya, Direktur Utama BRI Sunarso juga memastikan bank ini tetap membagikan dividen atas laba pada tahun 2023 yang mencapai Rp 60,4 triliun, tumbuh 17,5% secara tahunan. DPR BRI pada tahun buku 2022 mencapai 85,27%. Menurut analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto, bank yang menawarkan dividen menarik adalah Bank Mandiri, BNI dan BRI. Alasannya, pertumbuhan kinerja solid. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus bilang, investor bisa mengincar dividen bank besar yang memiliki fundamental kuat. 

Kian Ekspansif! Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp 15,1 Triliun Pada 2023

KT3 01 Feb 2024 Kompas

Bank Mandiri dengan strategi bisnis yang konsisten untuk focus pada pertumbuhan bisnis berbasis ekosistem serta didukung strategi digitalisasi, berhasil mencetak pertumbuhan gemilang sepanjang 2023 dengan membukukan laba bersih Rp 55,1 triliun, tumbuh 33,7 % secara year on year. Dirut Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan “Dari berbagai tantangan yang ada di tahun 2023, kondisi ekonomi Indonesia masih resilien didorong peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi dan inflasi yang masih terjaga. Di sisi lain, ruang kinerja fiskal Indonesia masih besar untuk mendukung perekonomian,” katanya di Jakarta, Rabu (31/1).

Hal ini diselaraskan oleh Bank Mandiri dengan strategi yang tepat untuk menghasilkan bisnis berkelanjutan. Terbukti sepanjang 2023 Bank Mandiri mampu meningkatkan volume bisnis pada semua segmen dan memperkuat efisiensi perseroan. Terlihat dari total asset Bank Mandiri yang berhasil menembus Rp 2.174,2 triliun pada akhir 2023, naik 9,12 % dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1.992,5 triliun (Yoga)

Pilihan Editor