;

KINERJA PERBANKAN : MENANTI DIVIDEN BESAR BANK JUMBO

Ekonomi Hairul Rizal 03 Feb 2024 Bisnis Indonesia
KINERJA PERBANKAN : MENANTI DIVIDEN BESAR BANK JUMBO

Tingginya kinerja laba di kalangan bank-bank jumbo sepanjang 2023 lalu membangkitkan harapan bakal tinggi pula pembagian dividen pada tahun ini bagi para pemegang saham. Bank-bank jumbo yang tergabung dalam Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) IV terdiri atas PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).Keempat bank ini telah menerbitkan laporan kinerja akhir tahun 2023 mereka pada Januari 2024 lalu. Hasilnya, masing-masing bank sukses mencetak pertumbuhan kinerja yang tinggi, bahkan menyentuh rekor laba sepanjang sejarah berdirinya masing-masing bank. Bank Mandiri telah membukukan laba bersih sebesar Rp55,06 triliun pada 2023, naik 33,73% secara tahunan. Sementara itu, BCA meraup laba bersih Rp48,63 triliun pada 2023, naik 19,4% YoY. Kemudian, BRI membukukan laba bersih konsolidasi Rp60,09 triliun, naik 17,43% YoY. Selain itu, BNI membukukan laba bersih konsolidasi Rp20,9 triliun, naik 14,14% YoY. Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, mengatakan bahwa dengan outlook pertumbuhan bisnis positif, serta melalui strategi pertumbuhan yang prudent, perseroan yakin dapat mencapai profi tabilitas yang sehat dan berkelanjutan.BNI pun memungkinkan pembagian dividen menarik untuk tahun buku 2023. Hal tersebut sejalan dengan komitmen BNI dalam memberikan value yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama para pemegang saham.Lalu, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan bahwa untuk tahun ini, perseroan mengkaji rasio tebaran dividen dengan mempertimbangkan permodalan yang kokoh, pengembangan bisnis bank, maupun entitas anak tetap seimbang. Direktur Utama BRI, Sunarso, mengatakan bahwa BRI masih memproyeksikan tebaran dividen yang jumbo untuk investor pada tahun ini. Optimisme BRI didasarkan pada tingkat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang sudah lebih dari ketentuan minimum. CAR BRI telah mencapai 25,23% pada periode yang berakhir 31 Desember 2023. Sementara, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Sigit Prastowo, mengatakan bahwa rasio tebaran dividen atau dividend payout ratio tahun buku 2023 pada dasarnya merupakan kewenangan pemegang saham mayoritas. Adapun, dalam menetapkan tebaran dividen, Bank Mandiri akan mempertimbangkan kondisi permodalan. Pada tahun lalu, BRI membagikan dividen tunai senilai Rp43,5 triliun, mencapai 85% dari total laba bersih 2022. BCA juga telah membagikan dividen tunai sebesar Rp25,3 triliun pada tahun buku 2022 dengan rasio 62,1%. BCA pun mengalami peningkatan rasio dividen mereka dalam 5 tahun terakhir. Pada 2018, bank menetapkan rasio dividen 32%, lalu naik menjadi 62,1% pada tahun buku 2022. Kemudian, Bank Mandiri menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp24,7 triliun atau 60% dari total laba bersih perseroan tahun buku 2022. Hanya BBNI yang menebar dividen dengan rasio di bawah 50%. Untuk tahun buku 2022, bank telah menebar dividen Rp7,3 triliun atau 40% dari total laba bersih.

Download Aplikasi Labirin :