;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Segmen Korporasi Dongkrak Kredit Perbankan Akhir 2023

KT1 22 Jan 2024 Investor Daily
Penyaluran kredit baru pada Desember 2023 terindikasi meningkat dibandingkan November 2023. Salah satunya didorong oleh permintaan kredit dari segmen korporasi yang menanjak di akhir tahun. Hasil survei kepada perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada Desember 2023 sebesar 73,3%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 70,4%. dari jenis penggunaannya, penyaluran kredit meningkat pada hampir seluruh jenis kredit, kecuali kredit konsumsi lainnya yang stabil dengan SBT 66,9%. Kebijakan penyaluran kredit pada Desember 2023 sedikit lebih ketat. Hal tersebut tercermin dari SBT perubahan lending standard yang positif jadi 0,4%. kebijakan penyaluran kredit  yang ketat terjadi  pada hampir seluruh jenis kecuali kredit konsumsi lainnya yang lebih longgar. (Yetede)

Bank Tawarkan Paylater Berbunga Lebih Murah

HR1 22 Jan 2024 Kontan

Paylater merupakan bisnis gurih bagi industri keuangan saat ini karena penggunaannya semakin diminati masyarakat. Perbankan sudah beramai-ramai merangsek untuk bisa menikmati gurihnya bisnis ini. Bank masuk menawarkan bunga lebih bersaing dibanding tawaran paylater milik fintech. Setidaknya, bakal ada dua lagi bank yang akan ikut masuk ke bisnis paylater, yakni Bank CIMB Niaga dan Bank BTN. Keduanya akan bersaing dengan bank besar lain yang sudah lebih dulu masuk, yakni Bank Mandiri dan Bank Central Asia (BCA). Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu mengatakan, bank yang bermain di paylater saat ini mampu memberikan bunga yang lebih murah dibanding fintech. “Kalau saya lihat sih bank bisa menawarkan bunga sekitar 12% per tahun,” ujarnya saat ditemui KONTAN, belum lama ini. Direktur Konsumer CIMB Niaga Noviady Wahyudi juga menyebutkan, bunga lebih rendah akan jadi salah satu keunggulan produk paylater perbankan.

Di mana, bank memposisikan paylater sebagai salah satu produk dari solusi yang lebih menyeluruh. Dede belum mau menyebut bunga paylater yang kini ditawarkan CIMB Niaga, mengingat saat ini produk tersebut masih dalam penawaran terbatas. Namun, ia mengatakan transaksinya tahun lalu sudah tumbuh 1,5 kali lipat. Produk paylater yang ada dari bank memang terlihat menawarkan bunga lebih rendah. BCA misalnya, masih menawarkan bunga promo sampai 31 Maret 2024. Dimulai dari bunga 0% per bulan untuk cicilan satu dan tiga bulan. Lalu bunga 1,25% untuk cicilan 6 dan 12 bulan. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, animo nasabah dalam menggunakan paylater BCA sangat tinggi. Ia berharap transaksi paylater tahun ini bisa tumbuh lebih kencang lagi, sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih positif. Sementara beberapa paylater fintech mematok suku bunga pinjaman lebih tinggi. Spaylater milik Shopee menawarkan bunga 2,95% dan Kredivo 2,6% untuk cicilan tenor di atas 3 bulan.

RESTRUKTURISASI KREDIT COVID-19 : Bank Atur Strategi Cegah Risiko

HR1 20 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Ber­akhirnya relaksasi restrukturisasi kredit Covid-19 yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Maret 2024 diyakini tidak akan berdampak signifikan terhadap sektor perbankan. Kendati demikian, kalangan perbankan mengungkapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi risiko kredit pascaberakhirnya kebijakan relaksasi tersebut. Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk., Lani Darmawan mengungkapkan, CIMB Niaga telah mengantisipasi dampak berakhirnya restrukturisasi kredit Covid-19 jauh-jauh hari. Sejalan dengan itu, CIMB Niaga telah meningkatkan kemampuan pencadangannya. Tercatat, non-performing loan (NPL) coverage BNGA naik dari 208,8% pada kuartal III/2022 menjadi 267,1% pada kuartal III/2023. Sementara itu, loan at risk (LaR) coverage BNGA naik dari 42,6% pada kuartal III/2022 menjadi 50,4% pada kuartal III/2023.Senada, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Dae­rah Jawa Barat dan Banten Tbk. atau Bank BJB, Yuddy Renaldi menilai, bank memang perlu melakukan langkah antisipasi. Tidak jauh berbeda, bank-bank kecil pun telah berancang-ancang. Direktur Kepatuhan PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR), Efdinal Alamsyah mengatakan, Bank Oke melakukan klasifikasi terhadap nasabah yang direstruktur ke dalam kategori, mulai dari high, medium, dan low risk. Adapun, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, meyakini dengan berakhirnya restrukturisasi kredit Covid-19 tidak akan berdampak signifikan ke sektor perbankan.

BRI Targetkan Salurkan KUR RP 165 Triliun

KT1 20 Jan 2024 Investor Daily (H)
PT bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) optimistis dapat menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp 165 triliun sebelum tahun ini berakhir. Optimisme tersebut tak lepas dari strategi yang telah disusun perseroan, utamanya terkait percepatan  graduasi atau upaya menaikkelaskan nasabah eksisting dan perluasan jangkauan penerimaan baru. Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menetapkan target penyaluran KUR Rampung pada September 2024. "Untuk tahun ini kami akan salurkan KUR kepada lebih dari 3,7 juta nasabah dari pipeline sebanyak 7 juta (Selain itu), kami juga sudah siapkan nasabah-nasabah lama kami kurang lebih dua juta, kita akan naikkelaskan," ucap Supari.  Target ini lebih tinggi dibandingkan pencapaian 2023 yang mana BRI telah menjangkau 3,4 juta nasabah dengan 2,2 juta diantaranya merupakan nasabah baru. (Yetede)

Spin Off Ramaikan Persaingan Bisnis Bank Syariah

KT1 19 Jan 2024 Investor Daily
Asosiasi bank Syariah Indonesia (Asbisindo) menilai pemisahan (spin off) unit usaha syariah (UUS) menjadi bank umum syariah (BUS) akan semakin meramaikan persaingan pasar perbankan syariah di Indonesia. Diharapkan semakin banyak BUS yang bisa menjadi pilihan masyarakat. Ketua Umum Asbisindo Hery Gunardi mengungkapkan, Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar yakni mencapai 87%. Bahkan lebih besar dari Pakistan, Turki yang merupakan negara Islam. Dia mengungkapkan, berdasarkan survei terdapat 20-25% kelompok konformis yang harus memiliki rekening syariah. Kemudian, 20-25%  kelompok universalis, yakni kelompok yang ingin punya  rekening syariah selama bank syariah  itu bisa kompetisi dengan empat bank besar, baik dari layanan, produk, maupun harga. (Yetede)

Kredit Perbankan Meningkat 10,38%

KT1 18 Jan 2024 Investor Daily (H)
Industri perbankan sepanjang tahun lalu telah mengucurkan kredit dengan pertumbuhan 10,38% secara tahunan (year on year/yoy). Realisasi per Desember 2023 ini lebih  tinggi dari periode November 2023 yang tumbuh 9,74% (yoy), namun lebih lambat dibandingkan kredit 2022 yang meningkat 11,35%.  Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kredit perbankan pada 2023 tetap baik sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi. "Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam kisaran atas perkiraan BI 9-11%," ujar Perry. Pertumbuhan kredit 2023 lebih rendah dibandingkan 2022, namun jika menarik data  dari 2019 sebelum covid-19 kredit bank hanya tumbuh 6,08% (yoy) dengan dana pihak ketiga (DPK) 6,54%. Kemudian pada 2020 kredit anjlok menjadi minus 2,41% (yoy) akibat pandemi, sebaliknya DPK naik drastis 11,11% (yoy). Di 2021, kredit kembali rebound  denan pertumbuhan 5,24% (yoy) dan DPK naik 12,21% (yoy). (Yetede)

KELOMPOK USAHA BERSAMA : Kolaborasi Syariah Bank Daerah

HR1 18 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Kolaborasi apik dua bank pembangan daerah diharapkan mampu mendongkrak bisnis syariah yang memiliki potensi besar bagi perbankan Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB).Bahkan, proses pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) antara Bank NTB Syariah dengan Bank Jawa Timur (Bank Jatim) sudah masuk tahap fi nalisasi dan ditargetkan rampung pada 2024.Pembentukan KUB ini bertujuan untuk membantu Bank NTB Syariah guna memenuhi modal inti Rp3 triliun sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 12/2020, yang menuntut semua bank pembangunan daerah (BPD) memenuhi modal inti Rp3 triliun pada 2024. Bank NTB sendiri masih kekurangan modal inti di atas Rp1 triliun, tetapi opsi penambahan modal dari pemegang saham di daerah belum memungkinkan lantaran keterbatasan anggaran. Opsi ini diambil bukan tanpa alasan. Apabila Bank NTB gagal memenuhi modal inti hingga akhir 2024, maka akan terancam turun dari bank umum atau syariah menjadi Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Penjabat (Pj.) NTB Lalu Gita Ariadi menjelaskan bahwa KUB ini ditargetkan segera rampung. Sebelumnya, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB Rico Rinaldy menyebut terus mendorong KUB tersebut segera terealisasi agar modal inti Bank NTB Syariah bisa segera terpenuhi. “Kami terus mendorong agar dipercepat, karena ada deadline hingga 2024.”  Rencananya, Bank Jatim akan mengakuisisi 100 mili-ar lembar saham Bank NTB Syariah. Nilai ini setara dengan 15% saham Bank NTB Syariah.

CARI CELAH BUNGA MAHAL

HR1 18 Jan 2024 Bisnis Indonesia (H)

Industri perbankan rupanya harus bermanuver lebih tajam guna mendongkrak penyaluran kredit tahun ini. Maklum saja, suku bunga yang masih sulit dipangkas, dapat menjadi batu sandungan dalam mengakselerasi fungsi intermediasi.Jika ditengok, di tengah iklim suku bunga mahal yang menekan pertumbuhan dana simpanan, industri perbankan melewati tahun lalu dengan pertumbuhan kredit 10,38% secara tahunan. Capaian tersebut memang sesuai dengan koridor proyeksi Bank Indonesia (BI) yakni 9% hingga 11%. Namun demikian, jika suku bunga terus di level tinggi, amat mungkin kinerja kredit tergerus, dan berdampak negatif pada kinerja keuangan perusahaan. Terlebih, BI masih menahan diri untuk melonggarkan kebijakan moneter. Buktinya kemarin, Rabu (17/1), Rapat Dewan Gubernur BI, memutuskan untuk menahan BI-Rate pada level 6%, alias tak berubah sejak Oktober 2023. Dus, kalangan perbankan pun berharap bank sentral mulai memangkas suku bunga acuan pada tahun ini, sembari terus menyiapkan strategi agar ruang margin keuntungan tetap lapang. Pasalnya, belakangan ini potret margin keuntungan tercatat melandai. Berdasarkan data BI, hingga November 2023, margin keuntungan bank umum swasta nasional tercatat turun paling dalam yakni dari 2,89% pada November 2022 menjadi 2,39% pada November 2023. Kemudian, diikuti oleh kantor cabang bank asing dan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Merespons kebijakan suku bunga acuan, sejumlah bank ancang-ancang menyesuaikan suku bunga kredit dan simpanannya. Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. atau Bank BJB (BJBR) Yuddy Renaldi menantikan suku bunga acuan yang lebih longgar. Dengan demikian, bank bisa melakukan penyesuaian suku bunga acuan terhadap bunga kredit dan simpanan. Yuddy juga memperkirakan tren longgar suku bunga acuan pada tahun ini akan berdampak positif bagi kinerja bank. 

Sementara itu, dari kalangan bank cilik, Direktur Kepatuhan PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) Efdinal Alamsyah mengatakan penyesuaian bunga simpanan lebih responsif terhadap perubahan suku bunga, sedangkan penyesuaian bunga kredit lebih selektif karena terkait dengan risiko pinjaman. Oleh karena itu, di masa suku bunga tinggi, perusahaan menyeimbangkan dana pihak ketiga (DPK) dengan ekspansi kredit sehingga ada ruang margin bunga bersih (net interest margin/NIM) lebih tinggi. Hal serupa ditempuh PT KB Bukopin Tbk. (BBKP). Corporate Relation Department Head KB Bukopin Adi Pribadi mencatat rasio likuiditas perseroan masih sangat sehat, yang tecermin pada AL/NCD dan AL/DPK masing-masing stabil di atas 250% dan 35%. Dengan demikian, perusahaan bisa meraih margin dan pendapatan bunga lebih tebal. Dengan prospek penurunan suku bunga, pada 2024, perseroan optimistis mencetak laba operasional sebelum pencadangan dan biaya akuisisi (Pre-Provision Operating Profi t/PPOP) positif. Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) Lani Darmawan. Dia memperkirakan penurunan suku bunga acuan paling cepat terealisasi pada medio 2024. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa ruang penurunan suku bunga acuan ke depan tetap terbuka sejalan dengan arah kebijakan moneter yang pro stabilitas. Di sisi lain, Perry mengatakan sinyal positif terlihat dari kinerja dolar AS yang tak lagi menguat dan cenderung melemah pada awal tahun. Dengan kondisi ini, tekanan penguatan dolar AS terhadap mata uang negara berkembang pun redup, sejalan dengan kembali mengalirnya modal asing, termasuk ke Tanah Air. Adapun, Chief India and Indonesia Economist HSBC Pranjul Bhandari memprediksi pertumbuhan kredit Tanah Air berada pada 9% secara tahunan pada 2024. Hal ini seiring perkiraan bahwa BI bakal menurunkan suku bunga sebesar 100 basis poin (bps).

Luncurkan RDN Syariah, BSI Dorong Perkembangan Pasar Modal Syariah

HR1 17 Jan 2024 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menggelar grand launching Pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) Online Bank Syariah Pertama di Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Launching ini menandakan BSI berkomitmen kuat untuk mendorong percepatan bisnis Pasar Modal Syariah dalam negeri.Menurut Direktur Utama BSI Hery Gunardi, kolaborasi dengan Perusahaan Sekuritas Anggota Bursa Sharia Online Trading System (AB SOTS) ini merupakan salah satu upaya BSI untuk meningkatkan literasi, inklusi, dan peneterasi keuangan syariah. Menyadari perlunya percepatan pertumbuhan bisnis di Pasar Modal Syariah dan dengan dukungan penuh dari OJK, Bursa Efek Indonesia, KSEI, KPEI dan AB SOTS per 1 Desember 2023 lalu BSI telah mendapatkan persetujuan dari OJK untuk melakukan pembukaan RDN secara online. Peluncuran RDN Online merupakan komitmen BSI untuk mempermudah pembukaan RDN Syariah yang mudah dan cepat bagi para investor pasar modal sehingga dapat membuka peluang untuk ekspansi produk investasi bagi nasabah investor lebih lanjut. BSI juga telah berfokus pada penyusunan peta jalan khusus untuk Ekosistem Investasi Pasar Modal Syariah di mana ke depan nya BSI akan menjadi bank yang memiliki izin MPPPE (Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek) yang diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan market sharePasar Modal Syariah secara progressif. Dengan digitalisasi dan integrasi sistem dengan Peru sahaan Sekuritas, BSI menargetkan dapat mengakuisisi dua kali lipat dari jumlah investor Syariah yang telah menjadi nasabah RDN BSI saat ini di tahun 2024.

OJK Bakal Rilis 27 Ketentuan Sektor Perbankan

KT1 16 Jan 2024 Investor Daily (H)
Otoritas jasa keuangan (OJK)  terus mendukung perkembangan industri perbankan ke depannya. Dimana tahun ini OJK akan menerbitkan sejumlah ketentuan di sektor perbankan,  sehingga bank dapat meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian. Adapun ketentuan tersebut berupa Peraturan  OJK (SEOJK). "Pada 2024 OJK akan menerbitkan 27 ketentuan sektor perbankan, terdiri atas 18 POJK dan 9  SEOJK," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. Salah satu ketentuan yang kemungkinan besar akan diterbitkan tahun ini adalah POJK (RPOJK) Transparan dan Publikasi SBDK bagi Bank Umum Konvensional (BUK). Pasalnya, pada 13 November 2023, OJK mengeluarkan Rancangan POJK dan meminta tanggapan kepada masyarakat umum sebelum menerbitkan POJK SBDK. (Yetede)

Pilihan Editor