;
Tags

Perbankan

( 2293 )

2024, BTN Perkuat Sistem Digital Ekosistem Perumahan

KT1 26 Dec 2023 Investor Daily

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terus memperkuat sistem digital ekosistem perumahan. Menurut Andi Nirwoto, Direktur IT&Digital Bank BTN, tahun 2024, pihaknya akan lebih agresif  dalam mengembangkan fitur transaksi dan pemasaran  produk bank lewat BTN Mobile. "Kedepan kami terus mengembangkan fitur--fitur baru, seperti penjualan produk investasi, fitur transaksi  Remittance-Internasional, dan fitur-fitur lain guna memfasilitasi segala kebutuhan digital masyarakat Indonesia, khususnya untuk  memperkuat digital eksistem  perumahan BTN," ujar Andi. Andi menjelaskan, bahwa hingga Desember 2023, jumlah transaksi BTN mobile sudah melonjak diatas 142% secara year on year (yoy) sedangkan volume transaksi  juga meningkat hingga 53% yoy. "Event yang kami selenggarakan, program akuisisi nasabah baru, serta program-program promo yang kami gelar, terbilang sukses mendongkrak nasabah dan user experince nasabah terhadap BTN Mobile," ujar Andi. (Yetede)

Lampaui Target, Kredit Bank Mandiri Tumbuh Rp 2,62 Triliun

KT1 26 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjelang akhir tahun terus  menunjukkan taringnya. Tercermin dari pertumbuhan kredit secara individual telah melampaui target yang ditetapkan tahun ini sebesar 10-12% secara tahunan (year on year/yoy). "Bahwa sampai dengan November 2023, kredit Bank Mandiri secara  bank only berhasil tumbuh diatas pertumbuhan industri yakni mencapai sebesar 23,65% (yoy) menjadi Rp1.046 triliun," ujar Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. Pertumbuhan kredit Bank Mandiri jauh lebih tinggi dibandingkan industri perbankan, dimana berdasarkan data uang beredar bank Indonesia (BI) per November 2023 kredit perbankan nasional sebesar 9,7% (yoy) menjadi Rp 6.930,1 triliun. Didukung dari perkembangan korporasi yang tumbuh 9,9% (yoy) membaik dari bulan sebelumnya. (Yetede)

Dorong Kenaikan DPK, BTN Incar Nasabah Kakap

KT1 23 Dec 2023 Investor Daily
Menjelang tutup tahun 2023, PT Bank Tabunan Negara (persero) Tbk (BTN) menyusun strategi  untuk mendorong kenaikan  dana pihak ketiga 2,62% (yoy) menjadi Rp 345 triliun. Pertumbuhan DPK BTN didorong oleh pertumbuhan dana murah atau CASA yang tumbuh 11,41% (yoy) dengan rasio CASA yang telah mencapai 51,86%. Bank BTN telah menjalankan  beberapa langkah inisiatif strategi dalam mendongkrak dana murah, salah satunya adalah pengembangan kapasitas digital dalam mengakuisisi pendanaan berbunga rendah atau low-cost-funding dan peningkatan transaksi berbasis pendapatan non bunga atau free-based income," ungkap Direktur Distribution and Funding BTN Jasmin dalam keterangannya. Jasmin menambahkan, BTN juga sedang melakukan  pengembangan segmentasi baru pada segmen prioritas  dengan melakukan penambahan segmen private untuk nasabah  dengan AUM antara Rp 100 juta hingga Rp 500 juta. (Yetede)

Saham Bank Pilihan Saat Suku Bunga Tetap Tinggi

HR1 22 Dec 2023 Kontan

Tren suku bunga tinggi dipastikan masih berlanjut hingga awal tahun 2024. Kepastian ini muncul menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuannya di level 6% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) terakhir di 2023. Itu artinya, bunga kredit perbankan akan tetap tinggi. Kondisi ini akan membawa keuntungan bagi bank dengan rasio dana murah tinggi. Di satu sisi, biaya dana mereka akan tetap rendah. Di sisi lain, pendapatan bunga kredit akan semakin meningkat. Alhasil, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) mereka bakal tetap gemuk. Menurut Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian, yang diuntungkan dari era suku bunga acuan tinggi ini adalah bank-bank berkapitalisasi besar "Mengingat, rasio dana murah atau CASA bank-bank tersebut besar," kata dia kepada KONTAN, Kamis (21/12). Adapun bank dengan rasio CASA tinggi di antaranya Bank Central Asia (BBCA) yang mencapai 79,9% September 2023, Bank Mandiri (BMRI) 78,8%, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 63,64%. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus juga sepakat bahwa keempat bank besar itu memiliki ketahanan di era suku bunga tinggi ini. Karena mereka memiliki diversifikasi bisnis, ditambah nasabahnya juga segmented. Sehingga, pertumbuhan kredit mereka diprediksi akan tumbuh baik. Ia pun masih merekomendasikan keempat saham bank besar itu. Nico menyoroti rencana PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) untuk menggabungkan unit usaha syariahnya dengan PT Bank Muamalat Tbk. Menurutnya, penggabungan itu bisa meningkatkan penetrasi pasar syariah. Merger dan akuisisi, salah satunya dampaknya meningkatkan pangsa pasar, ujarnya. Jika itu terealisasi maka akan mengerek harga saham BBTN, karena merger itu akan memperbesar aset BBTN. Di sisi lain, Head of Research Center Mirae Asset Sekuritas Roger MM melihat aksi merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk dan PT Bank Nationalnobu Tbk layak untuk ditunggu.

BP Tapera Kelola Dana Rp7,73 Triliun

KT1 22 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menjaga transparansi dan kehati-hatian (prudent) dalam mengelola dan peserta  yang mencapai Rp7,73 triliun pada 2023. Di sisi lain, kinerja pengelola  dana sepanjang 2021-2023 tercatat cukup impresif. "Kami mengelola dana secara  transparan, hati-hati, dan aman sehingga memberi manfaat kepada peserta  Tapera," ujar Adi Setianto, Komisioner BP Tapera kepada Investor Daily. Dia juga menegaskan, dalam penyaluran dana subsidi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) senantiasa tepat sasaran dan memprioritaskan kualitas rumah  yang dibangun. Di sisi lain, BP Tapera  mencetak kinerja impresif dalam pengelolaan dana tabungan perumahan rakyat (tapera). Ini terlihat pada tingginya imbal hasil (return) Kontrak Pengelolaan Dana Tapera konvensional dan syariah tapera. (Yetede)

Menuju Bank Syariah Besar Kedua

KT1 22 Dec 2023 Tempo
JAKARTA - PT Bank Muamalat kian dekat menuju merger dengan Unit Usaha Syariah (UUS) BTN Syariah milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Komisaris Bank Muamalat Andre Mirza Hartawan mengungkapkan kedua entitas telah melakukan penjajakan yang intens untuk membahas opsi-opsi konsolidasi.  “Konsolidasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai Bank Muamalat dan menciptakan pertumbuhan anorganik kedua bank," ujarnya kepada Tempo, kemarin. Penjajakan dengan pemegang saham BTN dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai pemegang saham pengendali Muamalat. 

Andre menjelaskan, dari sisi BTN, merger ini dilakukan karena regulasi mewajibkan pemisahan atau spin off UUS BTN Syariah. Sedangkan dari sisi Muamalat, merger ini dibutuhkan untuk memperkuat portofolio bisnis retail dan konsumer.  Merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12 Tahun 2023, UUS wajib dipisahkan dari bank induk ketika asetnya telah mencapai 50 persen dari aset induk atau minimal Rp 50 triliun. Ketika kondisi itu terpenuhi, UUS wajib dipisahkan paling lambat dua tahun kemudian. Pada 2022, aset BTN Syariah telah lebih dari Rp 45 triliun.

Kepastian rencana merger antara UUS BTN Syariah dan Bank Muamalat dilontarkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir. Dia menyebutkan Kementerian BUMN sudah berdiskusi dengan BPKH dan Menteri Agama untuk menjajaki sinergi antara Bank Muamalat dan BTN Syariah. Proses penggabungan kedua entitas diharapkan rampung pada Maret 2024. (Yetede)

Tumbuh Berlipat Perbankan Syariah nasional

KT1 22 Dec 2023 Tempo
JAKARTA – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan kinerja perbankan syariah menunjukkan tren positif. Per September 2023, OJK mencatat total aset perbankan syariah mencapai Rp 831,95 triliun, tumbuh 10,94 persen dari periode yang sama tahun lalu dengan pangsa pasar 7,27 persen. "Ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah semakin kuat," ucapnya. Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp 637,63 triliun; tumbuh 9,26 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan pembiayaan tumbuh 14,66 persen menjadi Rp 564,37 triliun. Meski demikian, menurut Dian, ukuran industri perbankan syariah terhitung masih dalam skala yang relatif kecil, terlebih jika berkompetisi dengan industri perbankan konvensional.

Sebagai contoh, dari 13 bank umum syariah dan 20 unit usaha syariah yang beroperasi di Indonesia, 11 bank umum dan 17 unit usaha hanya memiliki aset di bawah Rp 40 triliun. Saat ini hanya ada satu bank umum syariah yang memiliki aset di atas Rp 100 triliun, yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). "Struktur pasar ini tidak ideal karena didominasi oleh satu bank umum syariah yang besar," ucapnya. OJK pun senantiasa mendukung penguatan industri perbankan syariah, salah satunya melalui penerbitan Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2023 tentang Unit Usaha Syariah. OJK juga sedang menyiapkan peraturan tentang tata kelola syariah dan manajemen risiko bank umum serta unit usaha syariah. (Yetede)






Bank Syariah Terbesar Kedua Siap Meluncur

HR1 20 Dec 2023 Kontan

Teka-teki nama bank syariah yang akan dicaplok Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) untuk digabung dengan unit usaha syariahnya akhirnya terjawab sudah. Seperti diberitakan sebelumnya, unit syariah BTN akan digabung dengan Bank Muamalat. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini tengah memproses rencana penggabungan tersebut. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pembicaraan merger tersebut kini sedang berlangsung. Jika tak ada aral melintang, penggabungan ditargetkan bisa rampung pada Maret 2024. Erick menyatakan, kementerian sudah mengadakan pertemuan dengan Menteri Agama dan pemegang saham Bank Muamalat, yakni Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). "Gabungan antara BTN Syariah dan Bank Muamalat akan menjadi alternatif bank syariah dengan kemungkinan aset bisa masuk dalam 16 besar secara global," kata Erick, Selasa (19/12). Penggabungan Bank Muamalat dan unit usaha syariah (UUS) BTN bakal menghasilkan bank syariah terbesar kedua di Indonesia, setelah Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Sebelumnya, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengakui telah mengirimkan surat ketertarikan untuk mengakuisisi saham dua bank syariah sejak November lalu. Sementara itu, Kementerian BUMN juga masih terus melanjutkan pencarian calon investor baru untuk BSI. Dari roadshow yang sudah dilakukan ke negara-negara Timur Tengah, sudah ada calon investor yang berminat masuk ke bank tersebut. Erick mengatakan, Kementerian BUMN hanya menawarkan 10%-12% saham BSI. "Memang dalam roadshow ini, mereka ingin lebih dari 10%. Kalau bisa, mereka ingin 15% hingga 20% jadi strategic partner. Ini yang mungkin pemegang saham seperti BNI, BRI, Bank Mandiri masih perlu saling curhat," ungkapnya.

FASILITAS KREDIT BANK : EMITEN PERTEBAL MODAL KERJA

HR1 20 Dec 2023 Bisnis Indonesia

Menjelang akhir 2023, sejumlah emiten meracik strategi untuk memenuhi kebutuhan likuiditas pada tahun depan. Fasilitas pinjaman perbankan menjadi opsi yang ditempuh sejumlah emiten kendati dibayangi oleh tren suku bunga tinggi. Berdasarkan catatan Bisnis, sedikitnya sembilan emiten menandatangani perjanjian fasilitas kredit bank dalam sebulan terakhir. Mayoritas berencana menggunakan dana segar dari perbankan untuk modal kerja. Teranyar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) meraih fasilitas pinjaman dengan plafon US$197 juta dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Fasilitas tersebut dijamin a.l. dengan aset perseroan. Susan Chandra, Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Sentosa, mengatakan fasilitas pinjaman yang ditandatangani pada 18 Desember 2023 itu rencananya akan digunakan untuk membiayai keperluan umum emiten energi Grup Sinar Mas tersebut. Kebutuhan itu mencakup untuk modal kerja perusahaan dan entitas anak.“Penerimaan fasilitas pinjaman ini dapat menyebabkan rasio utang terhadap ekuitas perseroan meningkat sebesar 12,4%,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (19/12). Masih di Grup Sinar Mas, anak usaha PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) juga menarik pinjaman bank pada akhir November 2023. Sekretaris Perusahaan GEMS Sudin SH mengatakan fasilitas pinjaman diraih PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Lebih terperinci, PT Borneo Indobara (BIB) mengantongi fasilitas kredit modal kerja dengan limit Rp1,95 triliun dan PT Barasentosa Lestari (BSL) meraih fasilitas modal kerja maksimal Rp225 miliar. Sekretaris Perusahaan TAPG Joni Tjeng menyampaikan fasilitas kredit modal kerja diraih 14 anak usaha perseroan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) senilai Rp200 miliar. Sementara itu, Direktur Keuangan JARR Temmy Iskandar menjelaskan perseroan melakukan adendum perjanjian kredit investasi senilai Rp500 miliar dengan Bank Mandiri setelah pelaksanaan merger antara PT Jhonlin Agro Lestari dengan perseroan. Fasilitas kredit bernilai jumbo juga baru-baru ini digenggam oleh emiten tambang batu bara milik Prajogo Pengestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN). Adalah tiga bank jumbo, yakni Bank Mandiri, BCA, dan BNI menyalurkan kredit sindikasi kepada CUAN. Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi Michael mengungkapkan perseroan bersama dengan entitas anak yaitu PT Mareta Persada dan kreditur telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit berjangka dan revolvingsindikasi dengan nilai fasilitas maksimal Rp3,51 triliun dan tenor 72 bulan. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan biaya yang harus dikeluarkan emiten untuk menggalang dana lewat emisi surat utang maupun kredit bank saat suku bunga masih tinggi akan sangat besar.

Maret 2024, BTN Syariah dan Bank Muamalat Merger

KT1 20 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  berencana membuat persaingan  industri perbankan syariah lebih sehat. Salah satunya dengan melakukan penggabungan atau merger antara Unit usaha Syariah PT bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN Syariah) dengan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.  Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, bahwa perlu ada persaingan yang sehat dari industri perbankan syariah. Saat ini, hanya ada satu bank syariah besar yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), sehingga perlu ada bank syariah lainnya agar bisa bersaing dan masyarakat memiliki banyak pilihan layanan syariah. "Untuk itu, kami diskusi dengan PPKH (Badan Pengelolaan Haji) dan Menteri Agama, mungkin nggak kita bersinergi antara Bank Muamalat dan BTN Syariah, kita jadikan alternatif bank syariah besar," jelas Erick, di Jakarta, Selasa (19/12/2023). (Yetede)

Pilihan Editor