Perbankan
( 2293 )Menghentikan Restrukturisasi Kredit Covid-19 Tidak Perlu Dikhawatirkan
Bersih-bersih Setelah Bank Tumbang
Oktober, Kredit Himbara Tumbuh 11,76%
DANA PIHAK KETIGA : Bank Jatim Perkuat Porsi Tabungan Simpeda
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. mengincar pertumbuhan dana murah dengan menggenjot nasabah pengguna tabungan Simpeda yang diperkirakan naik lebih dari 10% pada 2024. Senior Executive Vice President (SEVP) Consumer Banking Bank Jatim Hermita mengatakan bahwa saat ini Bank Jatim memiliki sebanyak 2,3 juta nasabah tabungan Simpeda dengan saldo total mencapai Rp15,3 triliun. “Jumlah nasabah Simpeda tersebut mengalami peningkatan rerata 10% per tahun dan pada tahun depan diharapkan tumbuh double digit atau di atas 10%,” katanya seusai gelaran Spektaria Undian Tabungan Simpeda Bank Jatim, Sabtu (2/12) malam.
“Fitur-fitur Bank Jatim terus dikembangkan mengikuti kebutuhan nasabah agar memberi kemudahan, salah satunya sekarang sudah bisa membuka rekening melalui aplikasi tanpa perlu ke cabang. Ini akan turut mendukung bertumbuhnya nasabah baru,” ujarnya.
Adapun, hingga kuartal III/2023, Bank Jatim telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp84,1 triliun atau naik 1,46% secara tahunan. Jumlah tersebut terdiri atas tabungan Rp24,97 triliun atau naik 3,43% year-on-year (YoY), tabungan giro Rp21,38 triliun turun 14,2% YoY, dan deposito Rp37,82 triliun naik 11,56% YoY. Rasio loan to deposit (LDR) Bank Jatim tercatat 61,49%. Sementara itu, jumlah pengguna JConnect Mobile Bank Jatim hingga kuartal III/2023 tercatat sebanyak 606.239 user atau tumbuh 29% YoY, dengan tren volume transaksi sebanyak 3,2 juta atau tumbuh 41% YoY dan nominalnya mencapai Rp3,3 triliiun, tumbuh 35% YoY.
Suku Bunga BI dan Pertumbuhan Kredit
Tanda-Tanda Likuiditas Bank Mulai Ketat
Kepemilikan perbankan atas surat berharga negara (SBN) mulai menyusut. Gejala ini terjadi sejalan dengan likuiditas bank yang tak selonggar tahun lalu. Likuiditas perlahan mulai mengetat, tercermin dari loan to deposit ratio atau rasio pinjaman (LDR) yang sudah naik ke level 83,92% per September dari 78,78% pada Desember 2022. LDR meningkat sejalan penyaluran kredit yang mengalir lancar, tumbuh 8,99% per Oktober 2023. Bandingkan dengan dana pihak ketiga (DPK) hanya tumbuh 3,43%.
Menurut data Kementerian Keuangan, penempatan dana perbankan di SBN sampai 28 November 2023 mencapai Rp 1.571,20 triliun, turun 13,1% dari Rp 1.808,64 triliun di periode yang sama di 2022.
Direktur Treasury & Capital Market Bank CIMB Niaga John Simon menyebut, kepemilikan bank di SBN turun lantaran likuiditas memang sudah tak selonggar sebelumnya. LDR CIMB Niaga per September 2023 berada di level 86,4%.
"Kami memperkirakan penempatan dana di SBN ke depan akan stabil, kurang lebih sama dengan level sekarang. Kami akan atur supaya seimbang, tetapi penyaluran kredit pasti akan selalu kami jaga," kata John kepada KONTAN, Jumat (1/12).
Senada, penempatan Bank Mandiri pada surat berharga juga menurun. Per Oktober 2023, jumlah surat berharga yang dimiliki bank ini tercatat Rp 224 triliun, berkurang 13,85% secara tahunan.
VP Corporate Communications Bank Mandiri Ricky Andriano menuturkan, posisi LDR Bank Mandiri naik ke 87,33% per Oktober 2023, dari 80,04% pada periode yang sama tahun lalu. "Peran intermediasi keuangan Bank Mandiri semakin baik. Kami selalu mengedepankan penyaluran kredit," kata dia.
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengungkapkan, penempatan dana di surat berharga merupakan langkah menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat.
2024, Bankir Optimistis Kredit Tumbuh Dua Digit
Dapatkan Izin Cabang Penuh di Dubai, BSI Siap Me-level Up Keuangan Syariah Indonesia di Ranah Global
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menunjukkan komitmennya untuk membawa perbankan syariah Indonesia berlaga dalam ekosistem global dengan memperkuat kolaborasi strategis dengan Uni Emirat Arab (UEA) melalui optimalisasi kantor cabang penuh di Dubai. Kehadiran kantor cabang penuh BSI di pusat layanan keuangan syariah global tersebut sekaligus menjembatani kepentingan transaksi dan perdagangan antara Indonesia dan Timur Tengah.Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, mengatakan dengan perolehan izin usaha kantor cabang penuh maka BSI akan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan bisnis internasional. Lisensi tersebut membuka peluang untuk berbagai kegiatan antara lain trade finance seperti letter of credit (LC) ekspor dan impor. Selain itu, BSI dapat memfasilitasi transaksi foreign exchange dan memberikan pembiayaan sindikasi yang memadai untuk skala internasional serta rencana pengembangan bisnis perbankan ritel.
Langkah strategis mendirikan Kantor Cabang Penuh BSI di Dubai tidak hanya menjadi wujud penguatan kemitraan dengan UEA dan Arab Saudi, te tapi juga mendukung para ekspor tir nasional dan perusaha an Indonesia dalam mengembang kan bisnis di wilayah Timur Tengah.
Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik langkah BSI di pasar global khususnya di Timur Tengah. Dia berharap BSI memperkuat kontribusinya mengembangkan bisnis global perusahaan-perusahaan Indonesia di UEA dan Timur Tengah.
Di sisi lain, BSI juga turut hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) COP28 di Dubai. BSI berpartisipasi aktif dalam konferensi ini untuk menjajaki potensi kolaborasi dan investasi yang berkelanjutan.
BTN Ajukan Penawaran Akuisisi Dua Bank Syariah
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) masih getol meneruskan rencana pemisahan unit usaha syariah (UUS). Bank yang banyak menyalurkan kredit properti ini bahkan bertekad, hasil pemisahan UUS miliknya akan jadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia. Ini akan diwujudkan dengan mengakuisisi bank syariah yang saat ini sudah beroperasi. Bank yang diakuisisi tersebut kemudian akan digabung unit usaha syariah BTN, atau BTN Syariah.
Ada dua bank yang sedang diincar bank pelat merah ini. Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat ketertarikan untuk mengakuisisi saham kedua bank syariah ini. "Kami sudah mengirimkan letter of interest sejak awal November 2023," kata dia saat paparan publik BTN, Rabu (29/11).
Jika tak ada aral melintang dan bank yang dibidik menerima pinangan BTN, akuisisi diperkirakan rampung pada April hingga Juni 2024. Nixon memperkirakan proses uji tuntas membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan.
Opsi akuisisi bank dipilih sebagai jalan untuk spin off karena prosesnya lebih mudah, dibanding membangun bank baru atau melebur BTN syariah ke salah satu bank syariah. Nixon memaparkan, ini sesuai kajian konsultan.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut, struktur perbankan syariah saat ini tidak ideal, karena hanya ada satu bank besar. Menurut Dian, industri bank syariah butuh dua hingga tiga pemain besar agar kompetitif. Jadi, OJK mendorong konsolidasi. "Selama ini hanya terjadi secara organik. Sehingga perlu ada langkah-langkah anorganik," ujarnya.
Sepanjang sembilan bulan pertama 2023, PT Bank Tabungan Negara (BTN) mencetak laba bersih Rp 2,31 triliun. Capaian ini hanya tumbuh tipis sekitar 1,65% secara tahunan. Mininya kenaikan keuntungan ini disebabkan karena penurunan pendapatan bunga bersih dan meningkatnya biaya provisi.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, BTN masih optimistis target laba sebesar Rp 3,2 triliun tahun ini tercapai. "Kami ada satu deal yang disepakati dibayar pada Desember 2023, yaitu pembayaran dari Jiwasraya atas asuransi-asuransi kredit di masa lalu," ujarnya.









