;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Menghentikan Restrukturisasi Kredit Covid-19 Tidak Perlu Dikhawatirkan

KT1 06 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kredit terdampak Covid-19 akan menghentikan stimulus restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 pada Maret 2024. Dari asesmen yang dilakukan, penghentian kebijakan tersebut tidak akan mengguncang stabilitas perbankan nasional. Pasalnya perbankan telah memupuk cadangan untuk mengantisipasi berakhirnya restrukturisasi kredit apabila jatuh menjadi kredit macet (non-performing loan/NPL). Hal ini terlihat melalui pencadangan  kerugian penurunan nilai (CKPN) indutsri perbankan yang berada di level lebih dari cukup. Adapun, hingga Oktober 2023 restrukturisasi kredit tersisa Rp301,16 triliun, atau menurun Rp15,83 triliun dibandingkan posisi bulan sebelumnya Rp316,98 triliun. Stimulus itu diberikan kepada 1,22 juta nasabah atau telah berkurang 100 ribu nasabah dibandingkan dengan posisi September 2023 sebanyak 1,32 juta  nasabah restrukturisasi kredit. (Yetede)

Bersih-bersih Setelah Bank Tumbang

KT1 06 Dec 2023 Tempo
JAKARTA — Deretan bank perkreditan rakyat/bank perkreditan rakyat syariah (BPR/BPRS) yang bangkrut hingga harus dilikuidasi terus bertambah. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pun turun tangan membantu pemulihan dana nasabah BPR/BPRS yang dilikuidasi, dengan memproses pembayaran klaim penjaminan simpanan. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bagi nasabah yang simpanannya tertahan di bank yang bangkrut atau terkena likuidasi berhak mendapatkan haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku Berdasarkan data LPS, per Agustus 2023, pada BPR/BPRS jumlah rekening yang dijamin seluruh simpanannya (simpanan hingga Rp 2 miliar) mencapai 99,98 persen dari total rekening atau setara dengan 15,56 juta rekening. Adapun LPS mengklaim telah mencairkan lebih dari Rp 1,7 triliun simpanan dari nasabah BPR/BPRS yang bangkrut sejak beroperasi pada 2005. Rata-rata setiap tahun ada enam hingga tujuh BPR/BPRS yang tumbang. (Yetede)

Oktober, Kredit Himbara Tumbuh 11,76%

KT1 05 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perbankan nasional hingga Oktober 2023 berhasil menyalurkan kredit senilai Rp6.903 triliun, tumbuh secara tahunan (year on year/yoy). Dari angka tersebut, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi motor pertumbuhan kredit nasional. "Dengan pertumbuhan tertinggi  pada kredit investasi sebesar 10,22%. Ditinjau dari kepemilikan bank, pada Oktober 2023, bank BUMN menjadi kontributor  pertumbuhan kredit terbesar yaitu sebesar 11,76%," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK, Senin (4/12/2023). Berdasarkan laporan keuangan bulanan bank pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk secara bank only per oktober 2023 telah mengucurkan kredit sehingga tembus Rp1.000 triliun, tepatnya Rp1.031,4 triliun, meningkat 13,73% (yoy). (Yetede)

DANA PIHAK KETIGA : Bank Jatim Perkuat Porsi Tabungan Simpeda

HR1 05 Dec 2023 Bisnis Indonesia

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. mengincar pertumbuhan dana murah dengan menggenjot nasabah pengguna tabungan Simpeda yang diperkirakan naik lebih dari 10% pada 2024. Senior Executive Vice President (SEVP) Consumer Banking Bank Jatim Hermita mengatakan bahwa saat ini Bank Jatim memiliki sebanyak 2,3 juta nasabah tabungan Simpeda dengan saldo total mencapai Rp15,3 triliun. “Jumlah nasabah Simpeda tersebut mengalami peningkatan rerata 10% per tahun dan pada tahun depan diharapkan tumbuh double digit atau di atas 10%,” katanya seusai gelaran Spektaria Undian Tabungan Simpeda Bank Jatim, Sabtu (2/12) malam. “Fitur-fitur Bank Jatim terus dikembangkan mengikuti kebutuhan nasabah agar memberi kemudahan, salah satunya sekarang sudah bisa membuka rekening melalui aplikasi tanpa perlu ke cabang. Ini akan turut mendukung bertumbuhnya nasabah baru,” ujarnya. Adapun, hingga kuartal III/2023, Bank Jatim telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp84,1 triliun atau naik 1,46% secara tahunan. Jumlah tersebut terdiri atas tabungan Rp24,97 triliun atau naik 3,43% year-on-year (YoY), tabungan giro Rp21,38 triliun turun 14,2% YoY, dan deposito Rp37,82 triliun naik 11,56% YoY. Rasio loan to deposit (LDR) Bank Jatim tercatat 61,49%. Sementara itu, jumlah pengguna JConnect Mobile Bank Jatim hingga kuartal III/2023 tercatat sebanyak 606.239 user atau tumbuh 29% YoY, dengan tren volume transaksi sebanyak 3,2 juta atau tumbuh 41% YoY dan nominalnya mencapai Rp3,3 triliiun, tumbuh 35% YoY.

Suku Bunga BI dan Pertumbuhan Kredit

KT1 04 Dec 2023 Tempo
Bulan lalu, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga kebijakan BI 7-day reverse repo rate (BI7DRR) sebanyak 25 basis poin (bps) hingga menjadi 6 persen. Keputusan BI itu ditujukan untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global. Kemudian, pada November 2023, Bank Indonesia mempertahankan BI7DRR di level tersebut. Langkah otoritas moneter itu merupakan langkah pre-emptive (pencegahan) dan forward looking (melihat ke depan) untuk memitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor sehingga inflasi tetap terkendali dalam sasaran 3,0±1 persen pada 2023 dan 2,5±1 persen pada 2024. 

Seperti yang sudah-sudah, akan muncul kekhawatiran kenaikan BI7DRR akan menghambat laju kucuran kredit perbankan. Hal ini lantas akan berujung pada perlambatan ekonomi dan bahkan resesi. Kekhawatiran itu beralasan. Secara teoretis, kenaikan suku bunga kebijakan akan direspons dengan kenaikan suku bunga simpanan. Imbasnya, biaya dana meningkat, sehingga suku bunga kredit perlu disesuaikan.

Biaya pengambilan kredit perbankan kian mahal. Ini akan menyurutkan minat pelaku usaha untuk mengambil kredit. Akibatnya, kucuran kredit akan menyusut dan pertumbuhan ekonomi pun menukik. Pada kredit yang sudah berjalan, pembayaran bunga akan kian besar dan, seiring dengan perlambatan ekonomi, kredit tersebut berpotensi macet. Perlambatan ekonomi global dan bahkan resesi yang dialami beberapa negara maju tidak lepas dari tingginya suku bunga kebijakan bank sentralnya. (Yetede)

Tanda-Tanda Likuiditas Bank Mulai Ketat

HR1 04 Dec 2023 Kontan

Kepemilikan perbankan atas surat berharga negara (SBN) mulai menyusut. Gejala ini terjadi sejalan dengan likuiditas bank yang tak selonggar tahun lalu. Likuiditas perlahan mulai mengetat, tercermin dari loan to deposit ratio atau rasio pinjaman (LDR) yang sudah naik ke level 83,92% per September dari 78,78% pada Desember 2022. LDR meningkat sejalan penyaluran kredit yang mengalir lancar, tumbuh 8,99% per Oktober 2023. Bandingkan dengan dana pihak ketiga (DPK) hanya tumbuh 3,43%. Menurut data Kementerian Keuangan, penempatan dana perbankan di SBN sampai 28 November 2023 mencapai Rp 1.571,20 triliun, turun  13,1% dari Rp 1.808,64 triliun di periode yang sama di 2022. Direktur Treasury & Capital Market Bank CIMB Niaga John Simon menyebut, kepemilikan bank di SBN turun lantaran likuiditas memang sudah tak selonggar sebelumnya. LDR CIMB Niaga per September 2023 berada di level 86,4%.   "Kami memperkirakan penempatan dana di SBN ke depan akan stabil, kurang lebih sama dengan level sekarang. Kami akan atur supaya seimbang, tetapi penyaluran kredit pasti akan selalu kami jaga," kata John kepada KONTAN, Jumat (1/12). Senada, penempatan Bank Mandiri pada surat berharga juga menurun. Per Oktober 2023, jumlah surat berharga yang dimiliki bank ini tercatat Rp 224 triliun, berkurang 13,85% secara tahunan. VP Corporate Communications Bank Mandiri Ricky Andriano menuturkan, posisi LDR Bank Mandiri naik ke 87,33% per Oktober 2023, dari 80,04% pada periode yang sama tahun lalu.  "Peran intermediasi keuangan Bank Mandiri semakin baik. Kami selalu mengedepankan penyaluran kredit," kata dia. EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengungkapkan, penempatan dana di surat berharga merupakan langkah menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat.

2024, Bankir Optimistis Kredit Tumbuh Dua Digit

KT1 01 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Kalangan bangkir optimistis pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan tahun depan bisa tembus dua digit atau di atas 10% meski dari sisi eksternal masih terus dibayang-bayangi ketidakpastian yang meningkat. Ini selaras dengan proyeksi Bank Indonesia (BI) terkait  prospek pertumbuhan kredit  yang akan berada di kisaran 10-12% pada 2024 dan 11-13% pada 2025. Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BRI) Sunarso mengungkapkan, meski banyak tantangan  yang akan terjadi tahun depan, pihaknya meyakini bahwa kinerja kredit perseroan bisa tumbuh dua digit. "BRI akan tetap berusaha menumbuhkan kredit antara 10-12%," ujar Sunarso kepada Investor Daily, Kamis (30/11/2023).  Menurut dia, salah satu tantangan yang akan dihadapi perbankan ke depan adalah sisi likuiditas. (Yetede)

Dapatkan Izin Cabang Penuh di Dubai, BSI Siap Me-level Up Keuangan Syariah Indonesia di Ranah Global

HR1 01 Dec 2023 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menunjukkan komitmennya untuk membawa perbankan syariah Indonesia berlaga dalam ekosistem global dengan memperkuat kolaborasi strategis dengan Uni Emirat Arab (UEA) melalui optimalisasi kantor cabang penuh di Dubai. Kehadiran kantor cabang penuh BSI di pusat layanan keuangan syariah global tersebut sekaligus menjembatani kepentingan transaksi dan perdagangan antara Indonesia dan Timur Tengah.Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, mengatakan dengan perolehan izin usaha kantor cabang penuh maka BSI akan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan bisnis internasional. Lisensi tersebut membuka peluang untuk berbagai kegiatan antara lain trade finance seperti letter of credit (LC) ekspor dan impor. Selain itu, BSI dapat memfasilitasi transaksi foreign exchange dan memberikan pembiayaan sindikasi yang memadai untuk skala internasional serta rencana pengembangan bisnis perbankan ritel. Langkah strategis mendirikan Kantor Cabang Penuh BSI di Dubai tidak hanya menjadi wujud penguatan kemitraan dengan UEA dan Arab Saudi, te tapi juga mendukung para ekspor tir nasional dan perusaha an Indonesia dalam mengembang kan bisnis di wilayah Timur Tengah. Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik langkah BSI di pasar global khususnya di Timur Tengah. Dia berharap BSI memperkuat kontribusinya mengembangkan bisnis global perusahaan-perusahaan Indonesia di UEA dan Timur Tengah. Di sisi lain, BSI juga turut hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) COP28 di Dubai. BSI berpartisipasi aktif dalam konferensi ini untuk menjajaki potensi kolaborasi dan investasi yang berkelanjutan.

BTN Ajukan Penawaran Akuisisi Dua Bank Syariah

HR1 30 Nov 2023 Kontan

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) masih getol meneruskan rencana pemisahan unit usaha syariah (UUS). Bank yang banyak menyalurkan kredit properti ini bahkan bertekad, hasil pemisahan UUS miliknya akan jadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia. Ini akan diwujudkan dengan mengakuisisi bank syariah yang saat ini sudah beroperasi. Bank yang diakuisisi tersebut kemudian akan digabung unit usaha syariah BTN, atau BTN Syariah. Ada dua bank yang sedang diincar bank pelat merah ini. Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat ketertarikan untuk mengakuisisi saham kedua bank syariah ini. "Kami sudah mengirimkan letter of interest sejak awal November 2023," kata dia saat paparan publik BTN, Rabu (29/11). Jika tak ada aral melintang dan bank yang dibidik menerima pinangan BTN, akuisisi diperkirakan rampung pada April hingga Juni 2024. Nixon memperkirakan proses uji tuntas membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan. Opsi akuisisi bank dipilih sebagai jalan untuk spin off karena prosesnya lebih mudah, dibanding membangun bank baru atau melebur BTN syariah ke salah satu bank syariah. Nixon memaparkan, ini sesuai kajian konsultan. Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut, struktur perbankan syariah saat ini tidak ideal, karena hanya ada satu bank besar. Menurut Dian, industri bank syariah butuh dua hingga tiga pemain besar agar kompetitif. Jadi, OJK mendorong konsolidasi. "Selama ini hanya terjadi secara organik. Sehingga perlu ada langkah-langkah anorganik," ujarnya. Sepanjang sembilan bulan pertama 2023, PT Bank Tabungan Negara (BTN) mencetak laba bersih Rp 2,31 triliun. Capaian ini hanya tumbuh tipis sekitar 1,65% secara tahunan. Mininya kenaikan keuntungan ini disebabkan karena penurunan pendapatan bunga bersih dan meningkatnya biaya provisi. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, BTN masih optimistis target laba sebesar Rp 3,2 triliun tahun ini tercapai. "Kami ada satu deal yang disepakati dibayar pada Desember 2023, yaitu pembayaran dari Jiwasraya atas asuransi-asuransi kredit di masa lalu," ujarnya.  

Tingkatkan Dividen, Perbankan Kejar Target Kinerja

KT1 30 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Sejumlah bank memicu kinerja  bisnisnya di sisa tahun ini untuk mencapai target yang ditetapkan. Hal tersebut dilakukan sejalan  dengan komitmen perbankan untuk membagikan dividen dengan nilai yang lebih besar kepada pemegang saham dari tahun sebelumnya. Seperti PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang akan membayar dividen interim pada 20 Desember 2023 dengan total nilai Rp 5,23 triliun atau Rp 42,5 per saham. Untuk dividen dari tahun buku 2023, akan dibayarkan pada tahun depan setelah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPMS). namun bank saham BBCA ini akan  meningkatkan dividen per saham yang akan diberikan kepada pemegang saham BBCA. " Kami bersyukur kualitas kredit terdampak juga lebih rendah dari rata-rata industri dan membaik dengan cepat, ini tentu  mempengaruhi kinerja. Itulah sebabnya kami bisa menjaga  dividen per share selalu meningkat. Kami harapkan payout ratio juga improving dari tahun ke tahun," jelas Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim. (Yetede)

Pilihan Editor