Perbankan
( 2293 )BRI Bidik Transaksi Business Matching Rp 1,35 Triliun
Tingkatkan Inklusivitas, Bank Mandiri Buka 10.000 Rekening Tabungan bagi Penyandang Disabilitas
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mendorong inklusivitas bagi komunitas penyandang disabilitas di Tanah Air melalui Gerakan Akselerasi Ekonomi Inklusif dengan pembukaan 10.000 rekening tabungan baru bagi penyandang disabilitas yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Selain itu, Bank Mandiri juga memberikan pelatihan literasi dasar perencanaan keuangan kepada penyandang disabilitas di tiga provinsi tersebut, meliputi pengenalan produk perbankan, cara pengelolaan keuangan, pemahaman berinvestasi, serta transaksi keuangan. Target dari kegiatan itu supaya penyandang disabilitas dari segala kelompok usia mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, dapat memahami pengelolaan dan investasi keuangan. Guna memu dahkan pengenalan pro duk, bank berlogo pita emas itu menyediakan berbagai jenis produk tabungan sesuai kebutuhan calon nasabah mulai dari Tabungan NOW, Tabungan Mitra Usaha hingga Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) bagi penyandang disabilitas yang belum memiliki nomor induk kependudukan (NIK).Senior Vice President Retail Deposit Products and Solution Bank Mandiri Evi Dempowati mengatakan bahwa kegiatan itu se bagai upaya meng hadir kan akses layanan keuangan perbankan yang semakin luas ke pada penyandang dis abilitas, sekaligus se bagai peringatan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada Sabtu, 2 Desember 2023.
Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia menuturkan pembukaan rekening bagi kalangan disabilitas dapat menjadi sarana untuk perluasan literasi dan inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat, sejalan dengan komitmen pemerintah.
Lebih lanjut, Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha menjelaskan program ini akan diawali dengan pemberian rekening kepada perwakilan komunitas disabilitas secara seremonial hingga puncak pemberian rekening yang akan diselenggarakan pada acara peringatan Hari Disabilitas di Istana Negara.
Bank Nakal Penyalur KUR Siap-Siap Kena Sanksi
Pelaksanaan program bantuan pembiayaan dari negara kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terantuk persoalan serius. Adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dinilai tidak hanya lamban, namun dibalik itu juga ternyata dibumbui aroma penyelewengan.
Asal tahu saja, realisasi penyaluran KUR hingga 20 November tahun 2023 ini baru sebesar Rp 218,4 triliun. Capaian tersebut setara 73,54% dari total target penyaluran KUR yang ditetapkan pemerintah tahun 2023 ini senilai Rp 297 triliun. Padahal, target itu sendiri oleh pemerintah sudah dipangkas, dari target awal yang semula berjumlah tak kurang dari Rp 450 triliun.
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mulai pesimis target yang sudah ditetapkan pemerintah tidak bisa dipenuhi, jelang sisa tahun 2023 yang tinggal menyisakan satu setengah bulan lagi. "Sepertinya tidak tercapai, tapi kami akan berusaha paling tidak bisa mencapai 80%," ujar Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM Yulius, Selasa (21/11).
Hasil survei menunjukkan terdapat pelanggaran aturan yang dilakukan oleh bank penyalur. Pelanggaran tersebut diantaranya seperti meminta agunan tambahan kepada debitur dengan plafon di bawah Rp 100 juta.
Yulius mengungkapkan, pemerintah kini sedang mengumpulkan data bank-bank mana saja yang melanggar aturan tersebut. Jika terbukti, maka pemerintah tidak akan segan memberikan sanksi tegas berupa pencabutan subsidi bunga.
Sebagai informasi, subsidi bunga KUR Mikro dan KUR Kecil disesuaikan berdasarkan urutan akad kredit. Untuk akad pertama KUR mikro di subsidi 10% dan KUR kecil 5,5%.
GM Divisi Bisnis Usaha Kecil Bank Negara Indonesia (BNI), Sunarna Eka Nugraha memastikan tak ada pelanggaran penyaluran KUR di BNI. Hingga akhir Oktober 2023, BNI telah menyalurkan KUR Rp 15 triliun kepada 100.000 debitur. Realisasi ini 85,6% dari kuota diperoleh dari pemerintah.
Senada, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan manajemen BRI terus berupaya memastikan agar penyaluran KUR sesuai aturan karena kalau melanggar bakal dapat sanksi pinalti, bahkan subsidi bunga bisa tak dibayar.
Terdongkrak Rencana Akuisisi Bank
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus memproses pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Bank Umum Syariah (BUS) yang berdiri sendiri. Salah satu opsi yang dikaji adalah lewat akuisisi bank syariah yang sudah ada. Bank Muamalat pun disebut-sebut menjadi target yang bakal dicaplok oleh BTN.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, alasan BBTN mengakuisisi bank syariah sebagai langkah untuk mempermudah proses spin off BTN Syariah. Sebab jika BUS akan membutuhkan biaya lebih mahal.
Per kuartal III-2023, Bank BTN Syariah telah memiliki aset sebesar Rp 46,27 triliun atau hampir menyentuh syarat maksimal wajib spin off menjadi BUS.
Di sisi lain, peluang ke arah Bank Muamalat terlihat lebih besar. "BBTN menargetkan penyelesaian pemisahan unit syariahnya pada akhir tahun 2023, bertepatan dengan rencana initial public offering (IPO) Bank Muamalat," tulis Edward Lowis, Senior Analis Sucor Sekuritas dalam riset, Kamis (16/11).
Edward melihat Bank Muamalat merupakan bank syariah terbesar kedua di Indonesia dengan aset sebesar Rp 66 triliun. Ini setara dengan 8% pangsa pasar dari total aset bank syariah.
Katalis lain yang akan mendorong kinerja BBTN berasal dari insentif pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk harga rumah sampai dengan Rp 2 miliar. Ini mengingat BBTN merupakan salah satu bank yang fokus ke penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya menambahkan, pada semester II ini pemulihan kredit BBTN diperkirakan meningkat. Nilai aset agunan dari kredit yang telah dihapusbuku meningkat karena lokasi aset yang baik dan permintaan properti yang meningkat. BBTN berniat untuk menjual aset agunan ini setidaknya satu kali dari nilai bukunya.
RHB Sekuritas mempertahankan buy BBTN dengan target Rp 1.370. Pilarmas menyarankan beli dengan target jangka panjang di Rp 1.700. Sucor Sekuritas juga merekomendasikan buy dengan target harga Rp 1.640.
BISNIS PERBANKAN : UMPAN BANK DIGITAL TARIK SIMPANAN
Langkah konglomerasi Astra Group terhadap masa depan bisnis perbankan mulai terbaca menyusul diluncurkannya Bank Saqu. Layanan bank berbasis digital itu menyasar pelaku usaha mikro kecil dan menengah dan wirausahawan.
Hadirnya Bank Saqu kian menyemarakkan peta bisnis bank digital di Tanah Air yang dikendalikan oleh konglomerasi.Bank Saqu merupakan transformasi bisnis bank yang sebelumnya bernama PT Bank Jasa Jakarta. Pada September 2022, PT Astra International Tbk. melalui PT Sedaya Multi Investama dan Welab Sky Limited mengambil alih saham Bank Jasa Jakarta. Hadirnya Bank Saqu mempertajam strategi bank digital dalam menghimpun dana masyarakat. Sebagai bank dengan ekosistem digital dan relatif masih baru berkembang, bank digital dikenal menawarkan ‘pemanis’ berupa suku bunga yang lebih tinggi untuk menarik masyarakat menempatkan dana simpanannya.
Menurut Presiden Direktur Bank Jasa Jakarta Leo Koesmanto, Bank Saqu menyasar pasar generasi muda, terutama para solopreneurdi Indonesia, mencakup pemilik usaha kecil, pekerja lepas, dan karyawan tetap dengan pekerjaan tambahan.
Setelah pengembangan produk simpanan di Bank Saqu, pihaknya menyiapkan langkah-langkah pengembangan lain. “Sementara ini kami fokus ke layanan personal banking lengkap. Tidak menutup kemungkinan berkembang ke layanan lainnya,” kata Leo.
Mengutip data Bank Indonesia, SBDK tertinggi di segmen ritel beberapa di antaranya diisi oleh kelompok bank digital seperti Bank Digital BCA, Seabank, Bank Neo Commerce, Bank Jago, hingga Bank Amar.
Satu sisi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyiapkan aturan mengenai transparansi suku bunga kredit perbankan yang dinilai mampu mengendalikan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan Indonesia. Bank-bank digital termasuk yang membukukan NIM tinggi.Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan kerangka mengenai aturan transparansi suku bunga masih disiapkan.
Deretan bank digital memiliki NIM seperti Seabank yang memiliki marjin bunga bersih 18,75% per September 2023. PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) mencatatkan NIM yang juga jumbo yakni 18,78% per September 2023, naik dibandingkan NIM pada periode yang sama tahun sebelumnya 15,93%.PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) juga salah satu yang memiliki NIM tinggi hingga 16,15% per Juni 2023 berdasarkan laporan hingga Juni 2023.Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan NIM di bank digital yang tinggi karena bank digital mematok suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan bank konvensional.
Dari kalangan pelaku pasar saham, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mencermati bahwa prospek saham bank digital cukup prospektif.
Diluncurkan di Jakarta, Bank Saqu Sasar Anak Muda
Bank Indonesia Terbitkan Aturan tentang SVBI dan SUVBI
Gurih Bisnis Bank Digital
Persaingan Layanan Digital Perbankan Makin Ketat
JAKARTA,ID-Peta persaingan layanan digital perbankan tampaknya kian ramai di Indonesia. Terbaru, PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) yang dimiliki oleh Astra Financial dan WeLab melalu WeLab Sky meluncurkan Bank Saqu, sebuah layanan perbankan digital yang menyasar generasi produktif yang siap memperluas produk pinjaman digital tahun depan. Direktur Astra sekaligus Director in-Charge Astra Financial Suparno Djasmin mengatakan, kehadiran Bank Saqu menjadi wujud aspirasi untuk menyediakan jasa layanan keuangan prima dan terdepan, khususnya bagi segmen ritel dan UMKM turut serta mengingatkan kesejahteraan masyarakat. Bank Saqu akan mendukung, melengkapi dan memperkuat ekosistem jasa keuangan Grup Astra, serta mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Lebih jauh, Suparno Djasmine menjelaskan bahwa setiap bisnis baru dalam Grup diharapkan memberikan kontibusi terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan. (Yetede)
Persaingan Kian Ketat, Potensi Laba Masih Lebat
Minat investor mencuil peruntungan bisnis dari perbankan digital di Tanah Air masih besar. Terbaru, Grup Astra bersama mitranya dari Hong Kong, Weelab, bakal punya bank digital sendiri, yang diberi nama Bank Saqu.
Bank digital ini akan diluncurkan hari ini (20/11). Bank Saqu merupakan konversi dari Bank Jasa Jakarta, yang dicaplok Astra dan Weelab akhir tahun lalu.
Astra tampaknya melihat prospek industri bank digital masih menjanjikan. Alhasil, perusahaan konglomerasi ini
comeback
ke bisnis perbankan setelah beberapa tahun silam keluar dengan melepas kepemilikan di Bank Permata.
Kehadiran Bank Saqu tentu akan membuat persaingan bank digital makin sengit. Pemainnya sudah tak bisa dibilang sedikit. Saat ini sudah ada 10 bank digital yang eksis di Indonesia. Sebagian besar sudah mendulang untung.
Di sisi lain, transaksi aplikasi super bank besar juga tumbuh pesat sembilan bulan pertama tahun ini. Ambil contoh BCA Mobile, transaksinya sudah 15,5 miliar kali, melonjak 43,4% secara tahunan, dengan nilai transaksi Rp 4.987 triliun. Per September 2023, pengguna layanan digital BCA ini sudah 30,8 juta nasabah.
Super app
Bank Mandiri, Livin, mencatat prestasi serupa. Volume transaksi Livin dalam sembilan bulan pertama tahun ini tembus 2 miliar, meningkat 46% secara tahunan. Sementara pengguna Livin sudah mencapai 21 juta.
Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy melihat, model bisnis bank digital pada dasarnya relatif sama dengan bank konvensional, yakni mengandalkan margin bunga bersih. "Sedangkan
fee based income
masih jadi pendukung," terang dia, kemarin. Alhasil, bank digital berhadapan secara langsung dengan bank konvensional yang memulai digitalisasi.
Ekosistem bank digital yang eksklusif terbukti mampu membuat bank digital mencetak kinerja baik. Ambil contoh, Seabank Indonesia yang secara khusus melayani ekosistem e-commerce Shopee.
BCA Digital juga memanfaatkan ekosistem yang dimiliki Grup Djarum. Bank ini sukses membalik rugi jadi laba sebesar Rp 11,35 miliar. Direktur Utama BCA Digital Lanny Budiati menyebut, persaingan yang ketat akan membuat bank digital berlomba menyediakan produk dan layanan berkualitas.









