;

Persaingan Kian Ketat, Potensi Laba Masih Lebat

Ekonomi Hairul Rizal 20 Nov 2023 Kontan (H)
Persaingan Kian Ketat, Potensi Laba Masih Lebat

Minat investor mencuil peruntungan bisnis dari perbankan digital di Tanah Air masih besar. Terbaru, Grup Astra bersama mitranya dari Hong Kong, Weelab, bakal punya bank digital sendiri, yang diberi nama Bank Saqu. Bank digital ini akan diluncurkan hari ini (20/11). Bank Saqu merupakan konversi dari Bank Jasa Jakarta, yang dicaplok Astra dan Weelab akhir tahun lalu. Astra tampaknya melihat prospek industri bank digital masih menjanjikan. Alhasil, perusahaan konglomerasi ini comeback ke bisnis perbankan setelah beberapa tahun silam keluar dengan melepas kepemilikan di Bank Permata. Kehadiran Bank Saqu tentu akan membuat persaingan bank digital makin sengit. Pemainnya sudah tak bisa dibilang sedikit. Saat ini sudah ada 10 bank digital yang eksis di Indonesia. Sebagian besar sudah mendulang untung. Di sisi lain, transaksi aplikasi super bank besar juga tumbuh pesat sembilan bulan pertama tahun ini. Ambil contoh BCA Mobile, transaksinya sudah 15,5 miliar kali, melonjak 43,4% secara tahunan, dengan nilai transaksi Rp 4.987 triliun. Per September 2023, pengguna layanan digital BCA ini sudah 30,8 juta nasabah. Super app Bank Mandiri, Livin, mencatat prestasi serupa. Volume transaksi Livin dalam sembilan bulan pertama tahun ini tembus 2 miliar, meningkat 46% secara tahunan. Sementara pengguna Livin sudah mencapai 21 juta. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy melihat, model bisnis bank digital pada dasarnya relatif sama dengan bank konvensional, yakni mengandalkan margin bunga bersih. "Sedangkan fee based income masih jadi pendukung," terang dia, kemarin. Alhasil, bank digital berhadapan secara langsung dengan bank konvensional yang memulai digitalisasi. Ekosistem bank digital yang eksklusif terbukti mampu membuat bank digital mencetak kinerja baik. Ambil contoh, Seabank Indonesia yang secara khusus melayani ekosistem e-commerce Shopee. BCA Digital juga memanfaatkan ekosistem yang dimiliki Grup Djarum. Bank ini sukses membalik rugi jadi laba sebesar Rp 11,35 miliar. Direktur Utama BCA Digital Lanny Budiati menyebut, persaingan yang ketat akan membuat bank digital berlomba menyediakan produk dan layanan berkualitas.

Download Aplikasi Labirin :