Perbankan
( 2293 )Tapak Usia ke 25, Bank Mandiri Persembahkan Rekor Aset Rp2.007 Triliun
Kinerja Terus Tumbuh, BSI Dorong Peningkatan Market Share Bank Syariah
Peningkatan pangsa pasar pembiayaan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) hingga kuartal III/2023 mendorong pertumbuhan laba perseroan pada periode tersebut. Emiten dengan kode saham BRIS ini mampu mencatatkan per tumbuhan pangsa pasar pembiayaan sebesar 3,26% pada kuartal III/2023 secara tahunan (year-on-year/YoY). Pencapaian ini merupakan sinyal positif di tengah peningkatan market shareindustri perbankan syariah di Indonesia sebesar 7%.Pada kuartal III/2023, perseroan sukses mencetak laba sebesar Rp4,2 triliun atau naik 31,04% YoY. Salah satu penopang dari pertumbuhan laba yang pesat tersebut adalah meningkatnya volume pembiayaan yang mampu mendorong pendapatan margin bagi hasil tumbuh 15,74% YoY.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan bahwa kinerja yang tangguh ini menunjukkan bahwa BSI resiliencedan mampu membuktikan diri sebagai bank syariah yang memberikan kontribusi economic value yang sangat baik, di samping penciptaan social valueyang terus dilakukan untuk kemaslahatan umat.
Dia memandang bahwa sektor keuangan syariah, khususnya perbankan syariah, memiliki ciri khas dan keunikan produk yang relatif tahan terhadap goncangan ekonomi. Padahal, kondisi makro ekonomi dan situasi global yang tidak menentu saat ini menjadi tantangan tersendiri, termasuk bagi perbankan syariah.
Oleh karena itu, BSI telah menyiapkan sejumlah strategi fokus pada pembiayaan yang sehat dan orientasi jangka panjang, akselerasi business process, dan disiplin dalam monitoring kualitas pembiayaan.
Biaya Kredit Perbankan Semakin Melandai
Bank Besar Pecahkan Rekor Laba Jumbo Lagi
Fenomenal ! Bank Mandiri Cetak Rekor Bank Pertama dengan Aset Tembus Rp2.007 Triliun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mencatatkan kinerja keuangan impresif pada kuartal III/2023. Emiten berkode BMRI ini berhasil menorehkan rekor sebagai bank pertama di Indonesia dengan total aset konsolidasi menembus Rp2.007 triliun per September 2023 atau tumbuh 9,11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan bahwa kenaikan total aset turut didorong oleh laju pertumbuhan kredit serta dana pihak ketiga (DPK). Bank Mandiri berhasil menyalurkan kredit secara konsolidasi senilai Rp1.315,92 triliun per September 2023 dari posisi setahun sebelumnya senilai Rp1.167,51 triliun atau tumbuh 12,71% secara YoY.
Selaras dengan pertumbuhan kedua segmen tersebut, kredit Bank Mandiri di segmen mikro turut mencatatkan realisasi positif dengan pertumbuhan 10,09% YoY dari Rp146,6 triliun pada September 2022 menjadi Rp161,4 triliun pada akhir September 2023. Di samping itu, daya beli masyarakat yang masih solid turut mendukung pertumbuhan kredit konsumer Bank Mandiri sebesar 12,04% YoY menjadi Rp109,3 triliun di kuartal III/2023.
Kredit korporasi Bank Mandiri tetap menjadi penyumbang portofolio kredit terbesar perseroan dengan realisasi mencapai Rp449 triliun atau tumbuh 9,55% secara YoY. Pertumbuhan kredit ini beriringan dengan kinerja keuangan perseroan yang makin solid, tecermin dari laba bersih Bank Mandiri secara konsolidasi yang melesat 27,4% YoY menjadi Rp39,1 triliun hingga September 2023.
Bunga Naik, Pedang Mata Dua
BSI Terus Bersinergi untuk Kuatkan Inklusi
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. mengambil langkah nyata untuk mendukung inklusi perbankan syariah di dalam negeri dengan menjalin sinergi dan kolaborasi strategis bersama 15 lembaga keuangan di Tanah Air.Kerja sama dengan lembaga keuangan itu merupakan wujud komitmen Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam meningkatkan penetrasi keuangan syariah sekaligus memperingati Bulan Pembiayaan Syariah. Direktur Utama BSI yang juga Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Hery Gunardi mengatakan bahwa inisiatif bersama itu sebagai bentuk nyata dukungan konstruktif dari BSI beserta Asbisindo yang mewadahi berkumpulnya bank-bank syariah, terhadap inisiatif Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat sektor keuangan syariah di Indonesia.
“Saya berharap kolaborasi antara BI dan pelaku industri perbank an syariah makin erat. Baik dalam lingkup penciptaan produk juga mekanisme baru lainnya seperti pengembangan instrumen pasar uang syariah valas [valuta asing], pengembangan produk lindung nilai syariah, serta pasar uang syariah melalui mekanisme bursa komoditi,” ujar Hery.
Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Wahyu Purnama menyatakan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, terus berupaya meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Wahyu menyebutkan ki nerja keuangan syariah terus menunjukkan tren menguat setiap tahun. Hal ini tidak terlepas dari stabilnya kondisi perekonomian makro Indonesia di tengah berbagai dinamika dan ketidakpastian global.
CIMB Niaga Raih Laba Rp 6,3 Triliun
INDONESIA SHARIA ECONOMIC FESTIVAL 2023 : Kolaborasi Bank Daerah Perkokoh Bisnis Syariah
Sejumlah perbankan daerah menjalin kolaborasi guna memperkuat potensi pasar keuangan berbasis prinsip syariah.Keenam bank daerah itu adalah Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Jatim, Bank Muamalat, Bank NTB Syariah, BJB Syariah, UUS Kaltim Kaltara, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).Kelimanya menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Sertifi kat Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA).Kerja sama ini dilakukan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Business and Financing Deals – Bulan Pembiayaan Syariah Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2023 di Jakarta Convention Centre.Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim Edi Masrianto mengatakan bahwa PKS ini dilakukan untuk memperkuat potensi Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah (PUAS).
”Sinergi seperti ini diharapkan dapat lebih memperkuat struktur perbankan syariah, baik dari aspek bisnis, permodalan, asset, maupun likuiditas dan sekaligus dapat menjadi salah satu pendorong penguatan struktur moneter syariah di tanah air,” katanya dalam keterangan resminya, Jumat (27/10).
Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Hery Gunardi mengatakan bahwa perbankan syariah menunjukkan pertumbuhan positif. ”Aset perbankan syariah tumbuh lebih dari 14% YoY, pembiayaan tumbuh lebih dari 17% YoY, serta dana pihak ketiga tumbuh 10,27% YoY,” katanya.









