;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Tapak Usia ke 25, Bank Mandiri Persembahkan Rekor Aset Rp2.007 Triliun

KT1 01 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Bank Mandiri berhasil menorehkan rekor sebagai bank pertama di Indonesia dengan total aset konsolidasi yang menembus Rp2.007 triliun per September ber 2023 atau tambah 9,11% bila dibandingkan periode tahun sebelumnya atau year on year (YoY). Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, kenaikan total aset tersebut  ikut didorong oleh laju pertumbuhan kredit dan pihak ketiga (DPK) yang mampu tumbuh positif. Tercatat, Bank  Mandiri berhasil menyalurkan kredit secara konsolidasi sebesar Rp1.315,92 triliun pada September 2023 dari posisi setahun sebelum sebesarnya Rp 1.167,51 triliun atau tumbuh 12,71% YoY. "Dalam mendorong pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri terus berfokus dalam peningkatan pelayanan dengan memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan  kebutuhan masyarakat dan nasabah. terutama dengan mendorong sektor yang prospektif disetiap wilayah," ujar Darmawan. (Yetede)

Kinerja Terus Tumbuh, BSI Dorong Peningkatan Market Share Bank Syariah

HR1 01 Nov 2023 Bisnis Indonesia (H)

Peningkatan pangsa pasar pembiayaan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) hingga kuartal III/2023 mendorong pertumbuhan laba perseroan pada periode tersebut. Emiten dengan kode saham BRIS ini mampu mencatatkan per tumbuhan pangsa pasar pembiayaan sebesar 3,26% pada kuartal III/2023 secara tahunan (year-on-year/YoY). Pencapaian ini merupakan sinyal positif di tengah peningkatan market shareindustri perbankan syariah di Indonesia sebesar 7%.Pada kuartal III/2023, perseroan sukses mencetak laba sebesar Rp4,2 triliun atau naik 31,04% YoY. Salah satu penopang dari pertumbuhan laba yang pesat tersebut adalah meningkatnya volume pembiayaan yang mampu mendorong pendapatan margin bagi hasil tumbuh 15,74% YoY. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan bahwa kinerja yang tangguh ini menunjukkan bahwa BSI resiliencedan mampu membuktikan diri sebagai bank syariah yang memberikan kontribusi economic value yang sangat baik, di samping penciptaan social valueyang terus dilakukan untuk kemaslahatan umat. Dia memandang bahwa sektor keuangan syariah, khususnya perbankan syariah, memiliki ciri khas dan keunikan produk yang relatif tahan terhadap goncangan ekonomi. Padahal, kondisi makro ekonomi dan situasi global yang tidak menentu saat ini menjadi tantangan tersendiri, termasuk bagi perbankan syariah. Oleh karena itu, BSI telah menyiapkan sejumlah strategi fokus pada pembiayaan yang sehat dan orientasi jangka panjang, akselerasi business process, dan disiplin dalam monitoring kualitas pembiayaan.

Biaya Kredit Perbankan Semakin Melandai

HR1 31 Oct 2023 Kontan
Kualitas kredit perbankan di Tanah Air semakin membaik. Hal ini tercermin dari biaya kredit atau cost of credit (CoC) di sejumlah bank yang mulai melandai. Salah satu contoh, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Per September 2023, CoC Bank Mandiri secara konsolidasi turun 50 basis poin (bps) menjadi 0,96%. Pada September 2022, rasio biaya kredit emiten bank dengan kode saham BMRI itu masih berada di level 1,46%. Rendahnya biaya kredit tersebut, menjadi salah satu penopang pertumbuhan laba Bank Mandiri di sepanjang sembilan bulan tahun ini. Per September 2023, laba BMRI melesat 27,4% secara tahunan menjadi Rp 39,1 triliun. Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, hingga September 2023, Bank Mandiri mencatat perbaikan asset quality indicators antara lain, rasio non performing loan (NPL) turun 75 bps menjadi 1,49%. Melihat pencapaian tersebut, BMRI merevisi target CoC di akhir tahun ini menjadi 1,1% dari sebelumnya 1,1% hingga 1,3%. "Kami melihat dan memproyeksikan bahwa tren perbaikan kualitas kredit akan terus berlanjut sampai akhir tahun 2023 dan stabil di 2024 mendatang," papar Siddik. Bank pelat merah lain yang juga mencatat penurunan biaya kredit adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Hingga semester pertama tahun 2023, CoC BTN turun 19 bps menjadi 1,29%. Sampai akhir tahun ini, BTN akan menjaga CoC di level 1,28%, turun dari tahun lalu yang berada di posisi 1,39%. Direktur Manajemen Risiko BTN, Setiyo Wibowo mengatakan, target penurunan CoC sejalan dengan potensi melandainya NPL. BTN akan menjaga perbaikan NPL di sekitar 3,2%-3,3%. Penurunan CoC juga mendongkrak laba CIMB. Per September 2023, bank yang melantai di BEI dengan kode saham BNGA ini meraup laba bersih Rp 6,3 triliun, naik 25,8% secara tahunan.

Bank Besar Pecahkan Rekor Laba Jumbo Lagi

HR1 31 Oct 2023 Kontan (H)
Bank besar di Tanah Air masih berpesta laba dengan menorehkan rekor baru. Keuntungan yang dihasilkan kelompok bank modal inti (KBMI) 4 hingga kuartal III 2023 masih gemuk. Tiga bank terbesar kompak mencetak pertumbuhan laba bersih dua digit yang gemoy selama sembilan bulan pertama tahun ini. Menyusul Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI) meraup untung Rp 39,1 triliun!  Angka ini melenting 27,4% secara tahunan atau year on year (YoY). Meski bukan penghasil laba terbesar, namun performa pertumbuhan Bank Mandiri nampaknya paling apik dibanding dua bank lain. Laba bersih Bank Mandiri konsisten tumbuh dari kuartal ke kuartal sepanjang tahun ini.  BRI mencetak laba tertinggi, yakni Rp 43,9 triliun. Namun, pertumbuhannya paling tipis dari bank besar lain, hanya naik 12,4% secara tahunan. Perinciannya, Rp 15,5 triliun diperoleh di kuartal I, Rp 13,9 triliun pada periode April-Juni dan Rp 14,5 triliun pada Juli-September. Mirip dengan Bank Mandiri, kinerja BCA secara kuartal konsisten naik. Labanya dalam sembilan bulan mencapai Rp 36,4 triliun, tumbuh 25,8%. Sebesar Rp 11,5 triliun didapat di kuartal pertama, Rp 12,7 triliun di triwulan II, lalu Rp 12,2 triliun di kuartal III. Sedang laba BRI tumbuh lebih tipis karena biaya provisi naik 1,8%. Adapun pendapatan BRI mencapai Rp 134,8 triliun, tumbuh 8,5%. Untuk ekspansi, Bank Mandiri, BRI, BCA sama-sama kuat dan berhasil tumbuh melampaui target. Masing-masing tumbuh 12,7%, 12,5% dan 12,3%. Ketiganya sama-sama memasang target pertumbuhan kredit di kisaran 10%-12%. Pengamat Pasar Modal Budi Frensidy, pencapaian laba bersih bank-bank besar tersebut membuat saham-saham mereka kayak dikoleksi. Penilaian Budi, BBRI dan BBNI menjadi saham paling menarik. Valuasi kedua saham bank itu murah. Ditambah lagi, adanya kenaikan earning per share alias laba per saham. Analis Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menilai, hasil kinerja kuartal III membuktikan bahwa bank-bank KBMI 4 masih memiliki konsistensi dalam mencetak pertumbuhan laba. Selain itu, kualitas aset bank pada kelompok tersebut terjaga baik.

Fenomenal ! Bank Mandiri Cetak Rekor Bank Pertama dengan Aset Tembus Rp2.007 Triliun

HR1 31 Oct 2023 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mencatatkan kinerja keuangan impresif pada kuartal III/2023. Emiten berkode BMRI ini berhasil menorehkan rekor sebagai bank pertama di Indonesia dengan total aset konsolidasi menembus Rp2.007 triliun per September 2023 atau tumbuh 9,11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan bahwa kenaikan total aset turut didorong oleh laju pertumbuhan kredit serta dana pihak ketiga (DPK). Bank Mandiri berhasil menyalurkan kredit secara konsolidasi senilai Rp1.315,92 triliun per September 2023 dari posisi setahun sebelumnya senilai Rp1.167,51 triliun atau tumbuh 12,71% secara YoY. Selaras dengan pertumbuhan kedua segmen tersebut, kredit Bank Mandiri di segmen mikro turut mencatatkan realisasi positif dengan pertumbuhan 10,09% YoY dari Rp146,6 triliun pada September 2022 menjadi Rp161,4 triliun pada akhir September 2023. Di samping itu, daya beli masyarakat yang masih solid turut mendukung pertumbuhan kredit konsumer Bank Mandiri sebesar 12,04% YoY menjadi Rp109,3 triliun di kuartal III/2023. Kredit korporasi Bank Mandiri tetap menjadi penyumbang portofolio kredit terbesar perseroan dengan realisasi mencapai Rp449 triliun atau tumbuh 9,55% secara YoY. Pertumbuhan kredit ini beriringan dengan kinerja keuangan perseroan yang makin solid, tecermin dari laba bersih Bank Mandiri secara konsolidasi yang melesat 27,4% YoY menjadi Rp39,1 triliun hingga September 2023.

Bunga Naik, Pedang Mata Dua

HR1 30 Oct 2023 Kontan
Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 6% pada 19 Oktober 2023 lalu. Analis memandang keputusan bank sentral itu akan menjadi pedang bermata dua, terutama bagi emiten sektor perbankan dengan produk yang sensitif terhadap kenaikan bunga. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus mengatakan, pada dasarnya kenaikan bunga acuan BI akan meningkatkan net interest margin (NIM) perbankan. Namun, di sisi lain, kenaikan bunga acuan juga berpotensi membuat penyaluran kredit berkurang akibat tingginya bunga pinjaman. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta bilang, akan ada potensi kenaikan non performing loan (NPL) di tengah tingginya suku bunga. Karenanya, kedua analis sepakat bahwa kinerja emiten perbankan masih cukup baik di di kuartal IV ini. Nafan bilang, katalis pendorongnya adalah stabilitas perekonomian domestik yang bisa mendorong pertumbuhan konsumsi. Menurut Nafan, meski ekonomi global masih diselimuti ketidakpastian, tetapi fokus ekspor dari Indonesia ke negara-negara yang memiliki fundamental makro ekonomi yang relatif solid dan menunjukan pemulihan, seperti India, China, dan AS. Menilik hasil survei permintaan dan penawaran pembiayaan perbankan yang dirilis BI, saldo bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada September 2023 mencapai 92,6%. Angka itu lebih tinggi dari SBT Agustus di 2023 sebesar 86,2%. Adapun kenaikan berasal berasal dari kredit investasi dan kredit konsumsi. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano mencatat total kredit secara agregat untuk bank saja tumbuh 11% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 3.502 triliun di  bulan Agustus. Secara bulanan, hanya Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melaporkan pertumbuhan kredit yang sedikit lebih lambat yaitu 10,1% yoy dari bulan sebelumnya 10,4%. "Sementara itu, bank-bank BUMN melaporkan pertumbuhan kredit yang lebih cepat, seperti Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dari 11,2% ke 11,9%. Lalu, Bank Mandiri Tbk (BMRI) dari 10,2% ke 12,3%, dan Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dari 6,9% menjadi 8,5%," terang Victor dalam riset yang dirilis Senin (2/10).

BSI Terus Bersinergi untuk Kuatkan Inklusi

HR1 30 Oct 2023 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. mengambil langkah nyata untuk mendukung inklusi perbankan syariah di dalam negeri dengan menjalin sinergi dan kolaborasi strategis bersama 15 lembaga keuangan di Tanah Air.Kerja sama dengan lembaga keuangan itu merupakan wujud komitmen Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam meningkatkan penetrasi keuangan syariah sekaligus memperingati Bulan Pembiayaan Syariah. Direktur Utama BSI yang juga Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Hery Gunardi mengatakan bahwa inisiatif bersama itu sebagai bentuk nyata dukungan konstruktif dari BSI beserta Asbisindo yang mewadahi berkumpulnya bank-bank syariah, terhadap inisiatif Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat sektor keuangan syariah di Indonesia. “Saya berharap kolaborasi antara BI dan pelaku industri perbank an syariah makin erat. Baik dalam lingkup penciptaan produk juga mekanisme baru lainnya seperti pengembangan instrumen pasar uang syariah valas [valuta asing], pengembangan produk lindung nilai syariah, serta pasar uang syariah melalui mekanisme bursa komoditi,” ujar Hery. Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Wahyu Purnama menyatakan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, terus berupaya meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Wahyu menyebutkan ki nerja keuangan syariah terus menunjukkan tren menguat setiap tahun. Hal ini tidak terlepas dari stabilnya kondisi perekonomian makro Indonesia di tengah berbagai dinamika dan ketidakpastian global.

CIMB Niaga Raih Laba Rp 6,3 Triliun

KT3 28 Oct 2023 Kompas
CIMB Niaga mencatatkan laba sebelum pajak pada triwulan III-2023 sebesar Rp 6,3 triliun atau naik sebesar 25,8 persen  secara tahunan. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan,  pada hari Jumat (27/10/2023), mengatakan, fokus utama perusahaan masih sama dengan strategi sebelumnya, yakni memperluas basis nasabah, perbaikan kualitas aset yang berkelanjutan, serta mendorong digital engagement. (Yoga)

INDONESIA SHARIA ECONOMIC FESTIVAL 2023 : Kolaborasi Bank Daerah Perkokoh Bisnis Syariah

HR1 28 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Sejumlah perbankan daerah menjalin kolaborasi guna memperkuat potensi pasar keuangan berbasis prinsip syariah.Keenam bank daerah itu adalah Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Jatim, Bank Muamalat, Bank NTB Syariah, BJB Syariah, UUS Kaltim Kaltara, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).Kelimanya menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Sertifi kat Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA).Kerja sama ini dilakukan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Business and Financing Deals – Bulan Pembiayaan Syariah Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2023 di Jakarta Convention Centre.Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim Edi Masrianto mengatakan bahwa PKS ini dilakukan untuk memperkuat potensi Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah (PUAS). ”Sinergi seperti ini diharapkan dapat lebih memperkuat struktur perbankan syariah, baik dari aspek bisnis, permodalan, asset, maupun likuiditas dan sekaligus dapat menjadi salah satu pendorong penguatan struktur moneter syariah di tanah air,” katanya dalam keterangan resminya, Jumat (27/10). Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Hery Gunardi mengatakan bahwa perbankan syariah menunjukkan pertumbuhan positif. ”Aset perbankan syariah tumbuh lebih dari 14% YoY, pembiayaan tumbuh lebih dari 17% YoY, serta dana pihak ketiga tumbuh 10,27% YoY,” katanya.

Kejar Target Penyaluran KUR Jelang Akhir Tahun

HR1 27 Oct 2023 Kontan
Realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga September 2023 masih jauh dari target. Kementerian Keuangan melaporkan realisasinya Rp 177,5 triliun. Artinya, capaian itu baru 59,7% dari kuota KUR yang ditetapkan pemerintah tahun ini, yakni Rp 297 triliun. Menteri Keuangan telah mendorong agar perbankan mempercepat penyaluran sisa kuota KUR Rp 119,5 triliun tersebut. Di sisi lain, pemerintah akan kembali menebar insentif bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 12,39 triliun tahun 2023 dan 2024 dalam berbagai program. Salah satunya lewat KUR. Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan, penyaluran KUR BRI sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini mencapai Rp 107,84 triliun. Realisasi ini baru 55,45% dari jatah KUR yang diberikan pemerintah ke BRI, yaitu Rp 194,4 triliun. Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan, untuk memacu KUR, BRI menyasar segmen ultra mikro dan menangkap potensi segmen tersebut melalui sinergi dengan Pegadaian dan PMN. Sementara itu, BNI telah menyalurkan KUR Rp 14,7 triliun hingga Oktober 2023. Capaian ini melampaui jatah dari pemerintah tahun ini, yakni Rp 13,9 triliun. GM Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Sunarna Eka Nugraha menjelaskan, pihaknya menerapkan pendekatan value chain, akuisisi nasabah potensial dan penerapan digitalisasi pengajuan kredit sebagai strategi menyalurkan KUR. Bank Sumsel Babel (BSB) telah menyalurkan KUR senilai Rp 1,7 triliun hingga 26 Oktober. Kuota KUR yang diterima bank ini untuk 2023 adalah Rp 2,4 triliun. Nilai itu setara 70,83% dari kuota yang diperolehnya. Direktur Bisnis BSB Antonius Prabowo Argo bilang, pihaknya tetap berkomitmen merealisasikan kuota tersebut.

Pilihan Editor