Perbankan
( 2293 )Saham OCBC Naik Seusai Akuisisi
Perbankan Didorong Percepat Penyaluran KUR
BCA Pencetak Cuan Tertinggi Bagi Investor
Kinerja perbankan dalam sembilan bulan pertama tahun ini masih tampil memukau, terutama bank-bank besar. Laba bersih mereka berlanjut tumbuh tinggi.
Kemampuan perbankan mengelola modal untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham juga meningkat. Hal itu tercermin dari rasio
return one equity
(RoE).
Dalam sembilan bulan pertama 2023, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tampil sebagai bank pemberi cuan paling tinggi bagi pemilik saham perbankan di Tanah Air.
Walau bukan pencetak laba tertinggi, namun BCA tampil sebagai bank paling menguntungkan bagi investor. RoE bank ini mampu bertengger di level 23,5% pada periode Januari-September 2023, naik dari level 20,6% pada periode yang sama 2022.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) jadi penghasil laba tertinggi di Indonesia. Hingga September 2023, BRI meraup untung Rp 43,9 triliun, naik 12,4%. Namun, dari sisi pencetak untung bagi pemodal, posisi bank ini masih kalah dari BCA dan Bank Mandiri. RoE BRI ada di level 19,7% dan Bank Mandiri 22,6%.
Bank Mandiri ada di posisi kedua sebagai bank paling menguntungkan bagi pemilik modal. RoE bank ini naik 250 basis poin secara tahunan.
Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha bilang pencapaian tersebut merupakan hasil dari implementasi strategi berkelanjutan yang dimiliki Bank Mandiri selama ini. Hal ini terlihat dari efektivitas biaya operasional. Rasio CIR yang turun 228 bps jadi 38,1%. Di sisi lain, biaya kredit juga turun 50 bps menjadi 0,96%.
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menempati posisi kelima RoE tertinggi setelah BNI, naik 250 bps secara tahunan menjadi 15,4% per September 2023.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan optimistis RoE ini masih akan terus tumbuh hingga akhir tahun. Targetnya hingga 16%.
Disokong Laba yang Tumbuh Kuat
Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dalam sembilan bulan pertama tahun ini ciamik. Pertumbuhan kinerja BBRI yang diprediksi terus berlanjut bakal memoles prospek saham emiten bank pelat merah ini.
Hingga akhir kuartal III-2023, laba bersih BBRI tumbuh 12,4% secara tahunan atau
year on year
(yoy) menjadi Rp 43,9 triliun. Kenaikan laba bersih ini didorong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 4,9% yoy.
Analis NH Korindo Sekuritas, Leonardo Lijuwardi mengatakan, penyaluran kredit BBRI secara konsolidasi mencapai Rp 1.250,7 triliun, naik 12,5% yoy.
Kredit BBRI masih bertumbuh di semua segmen. Total kredit di segmen mikro menjadi penyumbang utama, dengan pertumbuhan 11,6% yoy menjadi Rp 61,5 triliun.
Porsi terbesar kredit mikro BBRI diisi oleh Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dalam riset 26 Oktober 2023, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Handiman Soetoyo dan Abyan H. Yuntoharjo mengatakan, adanya perubahan substansial pada program KUR, membuat BBRI menggeser fokusnya dengan mengembangkan pinjaman Kupedes.
Sedangkan
net interest margin
(NIM) secara konsolidasi terkerek lebih tinggi menjadi 8,05%, didukung oleh margin yang lumayan besar dari Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Pegadaian. BBRI menjaga NIM secara konsolidasi berada di 7,7%-7,9% di akhir tahun 2023.
Menurut Mirae Asset Sekuritas, sinergi yang tercipta dari
holding
ultra-mikro mulai membuahkan hasil. Pendapatan non bunga tumbuh cukup kuat, yakni 12,7% yoy. Mirae Asset menilai, sinergi dari perusahaan ultra-mikro terbukti penting dalam menciptakan sumber pertumbuhan baru dalam aset, pendapatan, dan profitabilitas.
Analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya dan Ryan Santoso dalam riset 26 Oktober 2023 mengatakan, kredit BBRI yang direstrukturisasi akibat Covid-19 turun 15% yoy menjadi Rp 70,9 triliun per September 2023. BBRI kemungkinan lebih agresif menghapus pinjaman yang direstrukturisasi akibat Covid-19.
Namun, BBRI sendiri meyakini berkeyakinan hal tersebut tidak akan meningkatkan
cost of credt
karena bank sudah mengalokasikan rasio cakupan NPL
coverage
yang besar mencapai 228% pada September. Dengan membaiknya situasi perekonomian, BBRI meyakini rasio cakupan NPL siap kembali ke level sebelum pandemi, yakni 175%-200%.
UMKM MERAH PUTIH 2023 : Bank Mandiri & Jaringan Prima Targetkan 2.000 UMKM Go Digital Baru
Bank Mandiri terus mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat terus berkembang, memberikan nilai tambah, serta mampu untuk bersaing di pasar. Salah satunya upaya Bank Mandiri agar UMKM naik kelas yakni dengan menggelar kembali program UMKM Merah Putih 2023 bertajuk “Accelerate Growth Through Digital Innovation” hasil kolaborasi antara Bank Mandiri dengan PT Rintis Sejahtera (Jaringan Prima).Kegiatantersebut berlangsung pada 14—17 November 2023 di Assembly Hall, Menara Mandiri Lantai 9, Jakarta Selatan, dengan fokus pada peningkatan kemampuan adaptasi serta perkembangan bisnis terhadap ekosistem digital.Senior Executive Vice President Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso menjelaskan bahwa tren belanja masyarakat telah beralih dari offline ke online sehingga para pelaku UMKM harus bisa menyesuaikan diri dengan tren baru supaya bisa menjual produk unggulan mereka kepada lebih banyak orang.
“Rangkaian acara UMKM Merah Putih merupakan wadah bagi para pelaku UMKM agar terus berkembang dan bertransformasi. Inisiatif ini juga selaras dengan program Pemerintah yang aktif untuk menyukseskan UMKM naik kelas dan Go Digital,” ujar Josephus dalam seremoni pembukaan di Jakarta, Selasa (14/11).Hadir pada seremoni pembukaan tersebut antara lain Staf Khusus III Kementerian BUMN Arya Sinulingga, Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi UKM Siti Azizah, Penasihat Utama IIKBM Henny Darmawan, dan Advisor Marketing PT Rintis Sejahtera Hariyanto Djumali.Dalam program UMKM Merah Putih tahun ini diharapkan lebih dari 2.000 pelaku UMKM bisa Go Digital dan memaksimalkan teknologi untuk mendorong pertumbuhan bisnis ke depan yang mampu berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.
Adapun UMKM yang terlibat antara lain puluhan UMKM Rumah Binaan (RB) Bank Mandiri dan Kementerian BUMN, mitra binaan Ikatan Istri Karyawan Bank Mandiri (IIKBM) dan Johnny Andrean Group serta alumni program Mandiri Sahabatku (MS) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Bank Mandiri juga berkolaborasi dengan mitra e-commerceTokopedia untuk mendukung transformasi digital para pelaku UMKM yang tergabung dalam UMKM Merah Putih agar bisa berjualan secara daring di Tokopedia.
Citibank Torehkan Laba Bersih Rp 1,7 Triliun
Menjaga Margin dan Kualitas Kredit
Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diproyeksikan mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar dua digit di kuartal terakhir ini. Sentimen di akhir tahun menjadi momentum bagi BBNI untuk menyalurkan kredit lebih banyak terutama untuk korporasi swasta. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus mengatakan, BBNI merupakan salah satu emiten perbankan yang mampu mencetak pertumbuhan kredit tetap positif. Kredit BBNI tumbuh sekitar 7,8% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 671,37 triliun pada kuartal ketiga tahun 2023.
Peningkatan tersebut dicapai oleh segmen business banking yan tumbuh 6,2% yoy dan segmen konsumer yang tumbuh 12,7% yoy.
BBNI mampu meraih pertumbuhan laba bersih 15,1% yoy dalam periode sembilan bulan tahun 2023 menjadi Rp 15,75 triliun. Rendahnya biaya provisi menjadi salah satu daya dorong dalam menjaga kinerja.
Nico yakin, BBNI akan mencatatkan kinerja positif pada kuartal terakhir tahun ini, meskipun tekanan cost of fund (CoF) atau biaya dana naik menjadi 2,1% pada kuartal ketiga 2023. Salah satu penyebab kenaikan akibat perubahan tingkat suku bunga acuan. Kenaikan suku bunga bisa meningkatkan margin, tapi di sisi lain akan menyebabkan penurunan pertumbuhan kredit.
Oleh sebab itu, fokus terhadap kualitas merupakan salah satu strategi BBNI menjaga pertumbuhan. non performing loan (NPL) BBNI sudah turun dari sebelumnya 3% menjadi 2,3% yoy per September 2023. Loan at risk (LAR) juga menjadi 14,3% pada kuartal ketiga 2023.
Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menyoroti, pertumbuhan kredit BBNI yang ditopang segmen korporasi swasta sejalan dengan solidnya perekonomian domestik. Kinerja ekspor-impor pun masih cukup bagus yang tercermin dari surplus neraca perdagangan.
Korporasi swasta menjadi incaran BBNI terutama emiten tergolong blue chip. Sektor-sektor yang saat ini banyak dilirik BNI yang berhubungan dengan hilirisasi, tambang, hingga energi.
Analis Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi menyebutkan, terkait net interest margin (NIM), BBNI tetap optimistis mempertahankan pada level 4,6% per kuartal ketiga 2023. Meskipun tekanan biaya dana mungkin akan terus berlanjut di kuartal IV karena kenaikan suku bunga acuan.
BBNI masih memiliki banyak ruang meningkatkan imbal hasil kredit. Sementara biaya kredit BBNI diperkirakan semakin turun di bawah 1,5% dibandingkan 1,9% di tahun lalu, berkat perbaikan kualitas aset.
BTN Rampungkan Akuisisi di Kuartal I-2024
PROSPEK PENYALURAN KPR : TAKTIK LUGAS PERAS LIKUIDITAS
Industri bank di Tanah Air masih berlimpah likuiditas di tengah tanda-tanda permintaan kredit yang naik. Satu sisi, dinamika politik dalam negeri dan global, memberi sentimen terhadap rencana ekspansi dan investasi yang berujung pelambatan ekonomi. Dian Ediana Rae, Kepala Ekskeutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memotret kondisi likuiditas di industri perbankan yang masih longgar saat memberikan keterangan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan pada akhir Oktober 2023. Jika merujuk data OJK, loan to deposit ratio (LDR) yang mencerminkan rasio pendanaan terhadap kredit sebesar 83,92% pada posisi September 2023. Meski masih longgar, besaran LDR itu mulai naik dibandingkan dengan posisi Desember 2022 yang berada di level 78,78%. Longgarnya likuiditas sudah berlangsung sejak pandemi Covid-19. Jauh sebelum pandemi, rata-rata LDR perbankan di kisaran 90%—92%. Bahkan, secara spesifik Dian menyebut perbankan Kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) I dan KBMI II, sangat berlimpah likuiditas. Bagi perbankan, ekses likuiditas yang besar praktis kurang menguntungkan. Bank perlu menggenjot fungsi intermediasi guna memperoleh marjin keuntungan dari dana masyarakat yang disalurkan. Satu-satunya taktik yang bisa diandalkan mengerek permintaan pembiayaan yakni menggenjot sektor konsumsi. Adanya insentif pemerintah berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk hunian dengan harga Rp2 miliar sampai dengan Rp5 miliar, menjadi angin segar bagi bank. Menurut Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan, adanya insentif PPN DTP akan mendorong animo masyarakat, terutama pembeli rumah perdana. “Kami sambut baik insentif untuk KPR. Harapannya bisa menaikkan animo masyarakat untuk segera mengambil KPR. Terutama, untuk first time buyer,” kata Lani kepada Bisnis. Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon LP Napitupulu menyatakan insentif PPN DTP dan insentif untuk hunian bagi masyarakat berpenghaislan rendah (MBR), akan berpengaruh secara psikologis terhadap calon pembeli rumah untuk segera merealisasikan rencananya.
Serupa, Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rudi As Aturridha menekankan bahwa pihaknya merespons baik inisiatif pemerintah mendorong pertumbuhan sektor perumahan dengan berbagai insentif. Sekretaris Perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Okki Rushartomo menjelaskan belajar dari pengalaman insentif PPN sebelumnya pada Maret—Desember 2021, kemudian diperpanjang hingga Desember 2022, terjadi peningkatan permintaan KPR sekitar 5%—15% dibandingkan tahun sebelumnya. “Adapun saat ini, properti residensial dengan harga Rp500 juta hingga Rp 2 miliar menjadi segmen yang paling diminati. PPN DTP akan memengaruhi komponen pembiayaan yang disalurkan oleh bank,” kata Okki kepada Bisnis, Jumat (10/11). Ketua Umum Real Estate Indonesia atau REI Joko Suranto menyatakan agar industri properti optimal dan berkelanjutan, insentif PPN DTP oleh pemerintah harus dibarengi dengan konsep propertynomics. Propertynomics merupakan cara pandang untuk menumbuhkan kontribusi properti terhadap ekonomi. REI memproyeksikan dengan ditetapkannya kebijakan insentif PPN DTP, pasar properti bakal kebanjiran dana mencapai Rp10 triliun dengan output pada ekonomi nasional mencapai Rp1,8 triliun. Wakil Ketua Umum REI Bidang Hubungan Luar Negeri Rusmin Lawin meyakini kebijakan insentif ini dibuat untuk mendorong kemampuan beli konsumen terutama untuk kaum milenial dan yang belum memiliki rumah. Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Djunaidi Abdillah berharap agar kebijakan yang diterbitkan oleh pemerintah tidak bersifat fluktuatif agar menciptakan kondisi yang lebih tenang bagi pengusaha. ?“Kami support apa pun bentuk kemudahan yang diberikan oleh pemerintah. Itu yang kami tunggu,” katanya. Saat ini Apersi masih memiliki kuota 20.000 hunian komersial yang siap jual. Emiten properti Sinar mas Group, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) menilai kebijakan itu dapat mendorong kinerja penjualan segmen residensial. Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyatakan sampai kuartal III/2023, pihaknya telah mengamankan prapenjualan Rp6,75 triliun, atau 77% dari target periode 2023 sebesar Rp8,8 triliun. Terkhusus segmen residensial, porsinya Rp4,47 triliun. Sementara itu, Direktur PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) Harun Hajadi menekankan insentif PPN DTP akan berpengaruh besar untuk mendorong minat masyarakat untuk membeli rumah stok.
PENYALURAN KREDIT HIBANK : Porsi ke UMKM Terus Dipacu
Bank digital besutan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yakni Hibank, menargetkan porsi pembiayaan ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai 45% pada tahun depan. Adapun, hingga Oktober tahun ini, Hibank telah menyalurkan 31,8% dari total kredit yang disalurkan, atau setara dengan Rp1,74 triliun. Direktur Utama PT Bank Hibank Indonesia Jenny Wiriyanto menjelaskan, bank digital yang sebelumnya bernama PT Bank Mayora itu mengincar pasar UMKM karena potensinya besar. Namun, mengacu data MSME Empowerment Report 2022, UMKM di Indonesia masih menghadapi berbagai macam tantangan dalam mengembangkan usahanya. Di antaranya pemasaran usaha, akses ke material produksi, adopsi teknologi, proses transaksi, serta pengelolaan arus kas atau cash flow. Sebelumnya, Direktur Keuangan BNI Novita Widya mengatakan, Hibank didesain untuk lebih menonjolkan kapabilitas mobilitas yang tinggi. Salah satu contohnya yakni dengan menghadirkan sejumlah fitur yang dibutuhkan oleh pasar khususnya segmen UMKM. Novi juga menjelaskan segmen UMKM yang akan disasar oleh Hibank bukanlah UMKM underbanked yang berada di pedesaan, melainkan, sejumlah pelaku bisnis yang memiliki ekosistem seperti pedagang pasar hingga pemilik toko-toko kecil yang telah memiliki value chain.









