Disokong Laba yang Tumbuh Kuat
Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dalam sembilan bulan pertama tahun ini ciamik. Pertumbuhan kinerja BBRI yang diprediksi terus berlanjut bakal memoles prospek saham emiten bank pelat merah ini.
Hingga akhir kuartal III-2023, laba bersih BBRI tumbuh 12,4% secara tahunan atau
year on year
(yoy) menjadi Rp 43,9 triliun. Kenaikan laba bersih ini didorong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 4,9% yoy.
Analis NH Korindo Sekuritas, Leonardo Lijuwardi mengatakan, penyaluran kredit BBRI secara konsolidasi mencapai Rp 1.250,7 triliun, naik 12,5% yoy.
Kredit BBRI masih bertumbuh di semua segmen. Total kredit di segmen mikro menjadi penyumbang utama, dengan pertumbuhan 11,6% yoy menjadi Rp 61,5 triliun.
Porsi terbesar kredit mikro BBRI diisi oleh Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dalam riset 26 Oktober 2023, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Handiman Soetoyo dan Abyan H. Yuntoharjo mengatakan, adanya perubahan substansial pada program KUR, membuat BBRI menggeser fokusnya dengan mengembangkan pinjaman Kupedes.
Sedangkan
net interest margin
(NIM) secara konsolidasi terkerek lebih tinggi menjadi 8,05%, didukung oleh margin yang lumayan besar dari Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Pegadaian. BBRI menjaga NIM secara konsolidasi berada di 7,7%-7,9% di akhir tahun 2023.
Menurut Mirae Asset Sekuritas, sinergi yang tercipta dari
holding
ultra-mikro mulai membuahkan hasil. Pendapatan non bunga tumbuh cukup kuat, yakni 12,7% yoy. Mirae Asset menilai, sinergi dari perusahaan ultra-mikro terbukti penting dalam menciptakan sumber pertumbuhan baru dalam aset, pendapatan, dan profitabilitas.
Analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya dan Ryan Santoso dalam riset 26 Oktober 2023 mengatakan, kredit BBRI yang direstrukturisasi akibat Covid-19 turun 15% yoy menjadi Rp 70,9 triliun per September 2023. BBRI kemungkinan lebih agresif menghapus pinjaman yang direstrukturisasi akibat Covid-19.
Namun, BBRI sendiri meyakini berkeyakinan hal tersebut tidak akan meningkatkan
cost of credt
karena bank sudah mengalokasikan rasio cakupan NPL
coverage
yang besar mencapai 228% pada September. Dengan membaiknya situasi perekonomian, BBRI meyakini rasio cakupan NPL siap kembali ke level sebelum pandemi, yakni 175%-200%.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023