Terdongkrak Rencana Akuisisi Bank
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus memproses pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Bank Umum Syariah (BUS) yang berdiri sendiri. Salah satu opsi yang dikaji adalah lewat akuisisi bank syariah yang sudah ada. Bank Muamalat pun disebut-sebut menjadi target yang bakal dicaplok oleh BTN.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, alasan BBTN mengakuisisi bank syariah sebagai langkah untuk mempermudah proses spin off BTN Syariah. Sebab jika BUS akan membutuhkan biaya lebih mahal.
Per kuartal III-2023, Bank BTN Syariah telah memiliki aset sebesar Rp 46,27 triliun atau hampir menyentuh syarat maksimal wajib spin off menjadi BUS.
Di sisi lain, peluang ke arah Bank Muamalat terlihat lebih besar. "BBTN menargetkan penyelesaian pemisahan unit syariahnya pada akhir tahun 2023, bertepatan dengan rencana initial public offering (IPO) Bank Muamalat," tulis Edward Lowis, Senior Analis Sucor Sekuritas dalam riset, Kamis (16/11).
Edward melihat Bank Muamalat merupakan bank syariah terbesar kedua di Indonesia dengan aset sebesar Rp 66 triliun. Ini setara dengan 8% pangsa pasar dari total aset bank syariah.
Katalis lain yang akan mendorong kinerja BBTN berasal dari insentif pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk harga rumah sampai dengan Rp 2 miliar. Ini mengingat BBTN merupakan salah satu bank yang fokus ke penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya menambahkan, pada semester II ini pemulihan kredit BBTN diperkirakan meningkat. Nilai aset agunan dari kredit yang telah dihapusbuku meningkat karena lokasi aset yang baik dan permintaan properti yang meningkat. BBTN berniat untuk menjual aset agunan ini setidaknya satu kali dari nilai bukunya.
RHB Sekuritas mempertahankan buy BBTN dengan target Rp 1.370. Pilarmas menyarankan beli dengan target jangka panjang di Rp 1.700. Sucor Sekuritas juga merekomendasikan buy dengan target harga Rp 1.640.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Bank Rebut Hati Nasabah Lewat Event Lifestyle
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023