BISNIS PERBANKAN : UMPAN BANK DIGITAL TARIK SIMPANAN
Langkah konglomerasi Astra Group terhadap masa depan bisnis perbankan mulai terbaca menyusul diluncurkannya Bank Saqu. Layanan bank berbasis digital itu menyasar pelaku usaha mikro kecil dan menengah dan wirausahawan.
Hadirnya Bank Saqu kian menyemarakkan peta bisnis bank digital di Tanah Air yang dikendalikan oleh konglomerasi.Bank Saqu merupakan transformasi bisnis bank yang sebelumnya bernama PT Bank Jasa Jakarta. Pada September 2022, PT Astra International Tbk. melalui PT Sedaya Multi Investama dan Welab Sky Limited mengambil alih saham Bank Jasa Jakarta. Hadirnya Bank Saqu mempertajam strategi bank digital dalam menghimpun dana masyarakat. Sebagai bank dengan ekosistem digital dan relatif masih baru berkembang, bank digital dikenal menawarkan ‘pemanis’ berupa suku bunga yang lebih tinggi untuk menarik masyarakat menempatkan dana simpanannya.
Menurut Presiden Direktur Bank Jasa Jakarta Leo Koesmanto, Bank Saqu menyasar pasar generasi muda, terutama para solopreneurdi Indonesia, mencakup pemilik usaha kecil, pekerja lepas, dan karyawan tetap dengan pekerjaan tambahan.
Setelah pengembangan produk simpanan di Bank Saqu, pihaknya menyiapkan langkah-langkah pengembangan lain. “Sementara ini kami fokus ke layanan personal banking lengkap. Tidak menutup kemungkinan berkembang ke layanan lainnya,” kata Leo.
Mengutip data Bank Indonesia, SBDK tertinggi di segmen ritel beberapa di antaranya diisi oleh kelompok bank digital seperti Bank Digital BCA, Seabank, Bank Neo Commerce, Bank Jago, hingga Bank Amar.
Satu sisi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyiapkan aturan mengenai transparansi suku bunga kredit perbankan yang dinilai mampu mengendalikan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan Indonesia. Bank-bank digital termasuk yang membukukan NIM tinggi.Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan kerangka mengenai aturan transparansi suku bunga masih disiapkan.
Deretan bank digital memiliki NIM seperti Seabank yang memiliki marjin bunga bersih 18,75% per September 2023. PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) mencatatkan NIM yang juga jumbo yakni 18,78% per September 2023, naik dibandingkan NIM pada periode yang sama tahun sebelumnya 15,93%.PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) juga salah satu yang memiliki NIM tinggi hingga 16,15% per Juni 2023 berdasarkan laporan hingga Juni 2023.Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan NIM di bank digital yang tinggi karena bank digital mematok suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan bank konvensional.
Dari kalangan pelaku pasar saham, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mencermati bahwa prospek saham bank digital cukup prospektif.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023