FASILITAS KREDIT BANK : EMITEN PERTEBAL MODAL KERJA
Menjelang akhir 2023, sejumlah emiten meracik strategi untuk memenuhi kebutuhan likuiditas pada tahun depan. Fasilitas pinjaman perbankan menjadi opsi yang ditempuh sejumlah emiten kendati dibayangi oleh tren suku bunga tinggi.
Berdasarkan catatan Bisnis, sedikitnya sembilan emiten menandatangani perjanjian fasilitas kredit bank dalam sebulan terakhir. Mayoritas berencana menggunakan dana segar dari perbankan untuk modal kerja. Teranyar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) meraih fasilitas pinjaman dengan plafon US$197 juta dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Fasilitas tersebut dijamin a.l. dengan aset perseroan. Susan Chandra, Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Sentosa, mengatakan fasilitas pinjaman yang ditandatangani pada 18 Desember 2023 itu rencananya akan digunakan untuk membiayai keperluan umum emiten energi Grup Sinar Mas tersebut. Kebutuhan itu mencakup untuk modal kerja perusahaan dan entitas anak.“Penerimaan fasilitas pinjaman ini dapat menyebabkan rasio utang terhadap ekuitas perseroan meningkat sebesar 12,4%,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (19/12). Masih di Grup Sinar Mas, anak usaha PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) juga menarik pinjaman bank pada akhir November 2023. Sekretaris Perusahaan GEMS Sudin SH mengatakan fasilitas pinjaman diraih PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Lebih terperinci, PT Borneo Indobara (BIB) mengantongi fasilitas kredit modal kerja dengan limit Rp1,95 triliun dan PT Barasentosa Lestari (BSL) meraih fasilitas modal kerja maksimal Rp225 miliar.
Sekretaris Perusahaan TAPG Joni Tjeng menyampaikan fasilitas kredit modal kerja diraih 14 anak usaha perseroan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) senilai Rp200 miliar. Sementara itu, Direktur Keuangan JARR Temmy Iskandar menjelaskan perseroan melakukan adendum perjanjian kredit investasi senilai Rp500 miliar dengan Bank Mandiri setelah pelaksanaan merger antara PT Jhonlin Agro Lestari dengan perseroan.
Fasilitas kredit bernilai jumbo juga baru-baru ini digenggam oleh emiten tambang batu bara milik Prajogo Pengestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN). Adalah tiga bank jumbo, yakni Bank Mandiri, BCA, dan BNI menyalurkan kredit sindikasi kepada CUAN. Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi Michael mengungkapkan perseroan bersama dengan entitas anak yaitu PT Mareta Persada dan kreditur telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit berjangka dan revolvingsindikasi dengan nilai fasilitas maksimal Rp3,51 triliun dan tenor 72 bulan. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan biaya yang harus dikeluarkan emiten untuk menggalang dana lewat emisi surat utang maupun kredit bank saat suku bunga masih tinggi akan sangat besar.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Melonjaknya Rekening Macet Pinjaman Daring
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023