Kenaikan Biaya Dana Jadi Tantangan Bank Tahun Ini
Suku bunga acuan yang masih bertahan tinggi di level 6% akan membuat biaya dana perbankan tahun ini semakin meningkat. Level ini diperkirakan masih akan bertahan sepanjang paruh pertama 2023, searah dengan proyeksi suku bunga The Fed. Bank Indonesia (BI) memperkirakan penurunan suku bunga acuan baru akan dilakukan semester dua mendatang.Di sisi lain, likuiditas perbankan sudah menunjukkan tanda-tanda pengetatan. Ini tercemin dari selisih pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang kian lebar. Kredit pada Januari tumbuh 11,83%, sedang DPK hanya naik 5,8%. Kondisi tersebut berpotensi semakin mendorong biaya dana atau cost of fund (CoF). Pasalnya, bank-bank akan berlomba memacu peningkatan DPK dengan menaikkan bunga simpanan. Biaya dana bank sudah mulai naik tahun lalu. Ini juga terjadi di bank dengan rasio dana murah (CASA) tinggi. Direktur Distribusi dan Jaringan BTN Jasmin mengakui biaya dana di Januari 2024 sedikit meningkat dibanding Desember. Ini karena dampak dari penyesuaian bunga deposito yang jatuh tempo akhir tahun lalu. "Ada kenaikan biaya dana di BTN akibat dampak dari penyesuaian bunga deposito," kata Jasmin kepada KONTAN, Kamis (22/2). Tahun ini, BTN menargetkan pertumbuhan DPK mencapai kisaran 9%-10%. Untuk menjaga biaya dana tidak naik signifikan, BTN memasang target rasio CASA di kisaran 53%-55%. Selain itu, bank ini akan memacu transaksi ritel dan wholesale. Lebih lanjut, Jasmin menjelaskan, komposisi DPK yang dihimpun BTN terdiri dari 78% nasabah korporasi dan 22% dari nasabah ritel. Sementara itu, SVP Retail Deposito Products and Solution Bank Mandiri Evi Dempowati mengatakan, pemberian bunga ke nasabah tentu berdampak pada biaya bunga. Namun, ia menyebut biaya dana Bank Mandiri masih terjaga sesuai dengan anggaran yang ditetapkan manajemen. Evi menjelaskan, bunga deposito Bank Mandiri, baik rupiah maupun valas, masih stabil dan kompetitif dibanding pesaing. Bunga deposito rupiah ditawarkan bervariasi sesuai jangka waktu hingga 2,5% per tahun dan deposito valas hingga 1,75% per tahun. Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, biaya dana bank ini saat ini sudah tinggi. Tingkat biaya dana tersebut diproyeksi akan bertahan tinggi hingga BI menurunkan suku bunga acuan.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023