;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Implikasi Perang Rusia-Ukraina terhadap Perbankan

KT3 24 Mar 2022 Kompas

Sebagai bagian sanksi ekonomi dunia terhadap Rusia yang menginvasi Ukraina, Uni Eropa (UE) menendang Rusia dari jaringan SWIFT. Bahkan, 7 bank Rusia dikeluarkan dari SWIFT, namun, masih ada 2 bank besar Rusia, yan dibiarkan terhubung dengan SWIFT, yaitu Sberbank dan Gazprombank, untuk memungkinkan negara-negara UE membayar pengiriman gas dan minyak Rusia. SWIFT adalah  jaringan komunikasi internasional antar bank atau lembaga keuangan di sektor jasa keuangan di dunia. SWIFT menjadi sarana utama melakukan bisnis atau perdagangan internasional, karena SWIFT mampu  menjamin keamanan dan kecepatan tinggi dalam melakukan transaksi. Ketika jaringan SWIFT diputus, bank atau lembaga keuangan tidak mampu menjalankan bisnis.

Akibat dari dikeluarkannya Rusia dari SWIFT, perdagangan internasional Rusia akan surut dengan cepat. SWIFT juga melayani transaksi seperti transfer masuk dan keluar, LC, bank garansi dan transaksi derivative lainnya. Terputusnya akses perbankan Rusia ke SWIFT menyebabkan pendapatan non-kredit  atau pendapatan dari komisi bank-bank Rusia dari transaksi perdagangan internasional dan jasa-jasa juga turun signifikan. Pendapatan bank nasional kita dari perdagangan internasional juga ikut tersendat. Cadangan devisa Indonesia dari transaksi ekspor juga bakal tertahan. (Yoga)


Kerjasama Bank Mandiri-Indomaret

HR1 23 Mar 2022 Kontan

Dalam kerjasama ini, Bank Mandiri mengembangkan akses pembayaran dengan scan kode QRIS di Super App Livin by Mandiri berlogo kuning untuk memudahkan pembayaran di Indomaret dan mempopulerkan transaksi non tunai di masyarakat.

BI Antisipasi Tiga Resiko Pemulihan Ekonomi Global

KT1 22 Mar 2022 Investor Daily

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, terdapat tiga tantangan yang akan dihadapi Indonesia sebagai imbas dari meningkatnya resiko pemulihan ekonomi global. Pertama, percepatan normalisasi kebijakan moneter oleh negara maju sejalan dengan pemulihan ekonomi yang lebih cepat dibandingkan negara berkembang. Perry mencontohkan, Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed yang sudah menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps pada Rabu (16/3), alhasil kenaikan suku bunga Fed Fund Rate diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebanyak 7 kali.

Tantangan kedua, munculnya luka memar atau scarring effect dari pandemi Covid-19 pada perekonomian dunia termasuk negara berkembang. Alhasil diperlukan strategi yang tepat untuk memulihkan dunia usaha yang terkena dampak pandemi COVID-19. Selanjutnya tantangan yang ketiga, berkaitan dengan meningkatnya tensi geopolitik Rusia dan Ukraina yang berpengaruh terhadap melambatnya pemulihan ekonomi global. Lantaran ketegangan ini telah berdampak pada aspek kenaikan harga komoditas energi dan pangan secara global.




HSBC fasilitasi Green Loan Untuk ECO Paper Indonesia

KT1 20 Mar 2022 Investor Daily

PT Bank HSBC Indonesia memberikan pinjaman ramah lingkungan sebesar Rp 27 miliar kepada PT Eco Paper Indonesia (ECO), anak perusahaan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO). Transaksi ini mencerminkan komitmen HSBC Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan di Tanah Air. Directur Commercial Banking HSBC Indonesia Eri Budiono menjelaskan, porsi pembiayaan hijau perseroan saat ini masih rendah. "Green Loan kami masih rendah, dan kami juga masih punya dua definisi green loan. Dari HSBC dan OJK yang baru mengeluarkan taksonomi hijau. Memang kalau Indonesia dibandingkan dengan negara lain masih kecil, tapi ini momentum akan meningkat,"Jelas Eri dalam konferensi Pers, Jumat (18/3). HSBC Indonesia beraspirasi mencepatkan ekonomi bebas karbon melalui praktek keuangan yang berkelanjutan. Perseroan mendukung kelancaran pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berdampak signifikan membantu negara mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan mitigasi dampak perubahan iklim. (Yetede)

Pengembangan Bisnis Bank Syariah: BMI Lanjutkan Aksi Korporasi

HR1 18 Mar 2022 Bisnis Indonesia

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. kian percaya diri untuk mengeksekusi rencana bisnis pada tahun-tahun mendatang setelah sejumlah langkah penataan internal membuahkan hasil positif. Dari sisi pemegang saham dan permodalan, Bank Muamalat Indonesia (BMI) saat ini disokong oleh entitas dalam negeri yang cukup kuat yakni Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). BPKH resmi tercatat sebagai pemegang saham pengendali BMI dengan kepemilikan 82,65%. Direktur Utama BMI Achmad K. Permana mengatakan bahwa BMI saat ini sudah jauh lebih sehat sejalan dengan langkah-langkah penataan yang dilakukan. Dari aspek permodalan, masuknya BPKH membuat perseroan optimistis menatap bisnis ke depan.

Dalam pengembangan bisnis ke depan, kata Permana, BMI akan fokus pada pasar yang selama ini cukup besar seperti haji dan umrah, juga industri berbasis halal yang terus berkembang. Selain itu, bisnis yang terkait dengan korporasi akan banyak menyasar perusahaan pelat merah. Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menyatakan rencana BMI untuk melanjutkan agenda IPO tentu perlu diimbangi dengan penguatan di berbagai aspek. Dia menilai selama ini BMI terlalu fokus ke nasabah korporasi khususnya korporasi perkebunan dan pertambangan. “Selanjutnya Bank Muamalat harus terus mengembangkan produk perbankan syariah yang mampu bersaing. Bank Muamalat tidak bisa terus melakukan bisnis biasa-biasa saja. Termasuk harus juga memgembangkan layanan digital,” kata Piter.

Pembiayaan Perbankan Syariah

HR1 17 Mar 2022 Kontan

Perbankan syariah optimistis, bisnis tahun 2022 akan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Data Otoritas Jasa Keuanga (OJK) mencatat, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 6,83% year on year (yoy) menjadi Rp 421,57 triliun pada tahun 2021.

Perbankan Swasta Siap Mengejar Target Bisnis 2022

HR1 16 Mar 2022 Kontan

Sejumlah bank swasta optimistis bisnis tahun ini akan terus tumbuh. Proyeksi itu sejalan dengan realisasi kinerja tahun lalu yang masih bisa mencetak laba lumayan meski masih di tengah pandemi. Bank Permata misalnya berhasil mengantongi laba bersih Rp 1,23 triliun pada 2021. Nilai itu meningkat 70,13% year on year (yoy) dibandingkan Rp 723,68 miliar. Direktur Utama PermataBank, Chalit Tayjasanant mengatakan, pertumbuhan kredit disokong dari segmen korporasi yang naik 12% yoy dan kredit pemilikan rumah (KPR) meningkat 22% yoy pada tahun 2021. 

Bank Mega berhasil membukukan laba bersih Rp 4,01 triliun pada akhir tahun 2021 atau tumbuh 33,23% yoy. Kenaikan laba diperoleh dari pendapatan bunga bersih yang naik 23,70% yoy menjadi Rp 4,84 triliun. Direktur Kredit Bank Mega, Madi D. Lazuardi optimistis kredit akan tumbuh 11,6% yoy atau setara Rp 7,1 triliun di 2022. "Strategi pertumbuhan kredit dititikberatkan pada segmen korporasi," ujar Madi. Adapun Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiatmadja menargetkan, pertumbuhan kredit konservatif sekitar 6%-8% sambil melihat perkembangan ekonomi terkini.


Kinerja Membiru, Saham Bank Digital Malah Merah

HR1 15 Mar 2022 Kontan

Bank-bank digital bermunculan sejak beberapa tahun terakhir. Kendati dipercaya memiliki prospek cerah, banyak bank-bank digital yang masih harus melakukan investasi untuk menggaet nasabah baru dan membangun infrastruktur layanan digital. Namun tren bakar duit itu bisa jadi segera berakhir. Ambil contoh Bank Jago Tbk (ARTO) yang mulai transformasi menjadi bank digital sejak 2020. Setelah mengalami rugi bertahun-tahun, Bank Jago mencetak laba setelah pajak senilai Rp 86,02 miliar di 2021. Di tahun 2020, ARTO rugi Rp 189,56 miliar. Perbaikan kinerja itu sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit 491% year on year (yoy) menjadi Rp 5,37 triliun pada 2021. Pinjaman kemitraan dan pinjaman dari ekosistem menyumbang bagian terbesar kredit, dengan porsi sekitar 52%. Sementara bank-bank kecil digital lain, seperti Bank Neo Commerce (BBYB), Bank Raya (AGRO), Bank Aladin (BANK) dan Bank BCA Digital masih merugi. Bank digital memang membutuhkan ekosistim yang kuat untuk mencapai kinerja positif. Bahkan, Kakao Bank asal Korea Selatan yang punya ekosistem sangat besar membutuhkan waktu dua tahun untuk cuan.


ECB Akan Kurangi Pembelian Aset Lebih Cepat

KT1 11 Mar 2022 Investor Daily

Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan bakal memperlambat pembelian aset lebih cepat dari yang direncanakan. Langkah ini diambil menyusul penilaian dampak ekonomi yang timbul dari serangan Rusia ke Ukraina. Langkah mengejutkan tersebut terjadi ditengah meningkatnya kekhawatiran bahwa perekonomian di zona euro akan segera mengalami stagnasi, yakni sebuah perpaduan yang merugikan dari pertumbuhan ekonomi yang lamban dan inflasi yang tinggi. "Jika data yang masuk mendukung ekspektasi bahwa prospek inflasi jangka menengah tidak akan melemah bahkan  setelah pembelian aset bersih kami berakhir. Dewan pengatur akan menyimpulkan  pembelian bersih dibawah  aset purchase program (APP) pada Kuartal III," demikian disampaikan ECB, yang dilansir CNBC. Selain itu, ECB juga mengubah suku bunga pada Kamis, sehingga acuan suku bunga refinancing berada pada 0%. Tingkat suku bunga pada fasilitas pinjaman marjinal berada pada 0,25% dan suku bunga di fasilitas simpanan berada dikisaran -0,5%. (Yetede)

Bank Beri Gimmick Hadiah Pacu Dana Murah

HR1 08 Mar 2022 Kontan

Perbankan berusaha menjaga likuiditas di tengah proses perbaikan ekonomi. Apalagi rasio Giro Wajib Minimum (GWM) bank umum konvensional tahun ini yang dinaikkan secara bertahap dari 3,5% menjadi 6,5% sedikit banyak bakal berdampak terhadap likuiditas bank. Dengan bunga simpanan yang masih mini, bank besar tentu harus menyiapkan strategi menjaga loyalitas nasabah. Pasalnya, bank-bank ini juga harus bersaing dengan bank-bank digital kecil yang juga gencar memberikan gimmick cashback ataupun hadiah untuk menggaet nasabah. Selain itu, pengumpulan dana murah seperti tabungan turut membantu bank menekan biaya dana. Pada ujungnya, bank bisa memacu margin bunga bersih bank.  


Pilihan Editor