;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Kinclongnya Kinerja Perbankan

KT3 30 Apr 2022 Kompas

Sebagian besar bank mencatat pertumbuhan kinerja yang signifikan pada triwulan pertama tahun 2022 ini. Fenomena ini menandakan perbankan telah kembali pulih setelah dua tahun tertekan akibat pandemi Covid-19. Bank-bank berstatus BUMN, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN, mencatat pertumbuhan laba bersih hingga dua digit. BRI mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 78,13 % secara tahunan menjadi Rp 12,22 triliun, sementara laba bersih Bank Mandiri tumbuh 69,52 % menjadi Rp 10,03 triliun. Adapun BNI mencatat pertumbuhan laba bersih 63,11 % secara tahunan menjadi Rp 3,96 triliun dan laba bersih BTN tumbuh 23,89 % menjadi Rp 774 miliar. Selain bank BUMN, bank-bank swasta besar juga mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan. Bank swasta terbesar di Tanah Air, BCA, mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada triwulan pertama tahun ini sebesar 14,56 % secara tahunan menjadi Rp 8,06 triliun. Sementara bank CIMB Niaga mencatatkan pertumbuhan laba bersih 19,9 % sebesar Rp 1,2 triliun.

Berdasarkan data OJK, penyaluran kredit industri perbankan sampai dengan akhir Maret 2022 mencapai Rp 5.863 triliun, atau bertumbuh 6,67 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sejak Juni 2021, pertumbuhan kredit cenderung naik semakin cepat. Seluruh segmen kredit bertumbuh, termasuk sektor UMKM yang naik 14,89 % secara tahunan. Di sisi lain, operasional perbankan juga semakin efisien seiring dengan pengembangan berbagai inisiatif layanan digital. Ini tak hanya meningkatkan efisiensi, digitalisasi juga mendorong pendapatan nonbunga dari berbagai layanan transaksi perbankan. Selain itu, layanan digital juga memperluas cakupan terhadap para debitor baru yang sebelumnya tidak terjangkau lembaga perbankan tradisional (unbank) atau (underbank). Kinerja bank yang positif juga didorong lewat kebijakan otoritas, baik OJK maupun BI. Kebijakan moneter BI yang tetap mempertahankan suku bunga acuan rendah di tengah ketidakpastian perekonomian global telah membawa tingkat suku bunga bank, baik simpanan maupun kredit, ke level yang relatif moderat. Per Maret 2022, rata-rata suku bunga kredit tertimbang dari kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi pada Maret 2022 tercatat sebesar 9,07 % atau menurun dibandingkan dengan periode sebelumnya, begitu pun dengan suku bunga dasar kredit yang menurun menjadi 7,38 %. (Yoga)


Laba Bank Mandiri Tembus Rp 10 Triliun

HR1 29 Apr 2022 Kontan

Bank Mandiri mencetak pertumbuhan laba bersih konsolidasi 69,52% year on year. Dari Rp 5,91 triliun menjadi Rp 10 triliun di sepanjang kuartal I-2022. Kinerja baik tersebut terutama didorong pertumbuhan kredit secara konsolidasi 8,93% secara year on year (yoy) mencapai Rp 1.072,9 triliun pada kuartal I-2022, ujar Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi.

KPR Jadi Penopang Kredit Perbankan

HR1 28 Apr 2022 Kontan

Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) perbankan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini semakin bergairah. Pertumbuhan kredit di segmen ini tidak hanya terjadi di Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai bank spesialis perumahan. Tapi juga terjadi di bank-bank besar yang core bisnis-nya bukan di segmen KPR. KPR menjadi salah satu penopang pertumbuhan kredit bank-bank besar sepanjang kuartal I 2022. Bank Central Asia (BCA) misalnya, membukukan KPR Rp 98,22 triliun hingga Maret 2022. Tumbuh 9,8% year on year (yoy) dari Rp 89,4 triliun pada peride yang sama tahun lalu.

Rapor Biru Memacu Prospek Saham Perbankan

HR1 28 Apr 2022 Kontan (H)

Jajaran bank-bank besar menikmati pertumbuhan laba jumbo kuartal pertama tahun 2022 ini. Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Tabungan Negara (BTN) mampu meraup pertumbuhan pendapatan bunga bersih cukup tinggi. Sementara Bank Central Asia (BCA) dan Bank BNI meraih kenaikan pendapatan cukup besar dari non bunga. Di lain sisi, pencadangan sebagian besar bank ini juga melandai, seiring optimisme pemulihan ekonomi ke depan. Seperti pencadangan BNI turun 26% year on year (yoy) menjadi Rp 3,6 triliun. Bank Mandiri juga turun 26% menjadi Rp 4 triliun di kuartal I 2022.Pencadangan BRI turun 26,6% menjadi Rp 7,47 triliun. 

Kredit dan Efisiensi Topang Kinerja Bank Mandiri

KT3 28 Apr 2022 Kompas

Bank Mandiri mencatat laba bersih Rp 10 triliun selama triwulan I-2022, tumbuh 70 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian laba bersih tersebut ditopang pertumbuhan penyaluran kredit di seluruh segmen dan peningkatan efisiensi operasional berkat digitalisasi proses layanan. Sampai akhir Maret 2021, total penyaluran kredit Bank Mandiri sebagai grup Rp 1.073 triliun, bertumbuh 8,93 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan kredit ini tercatat di semua segmen dan juga penyaluran pembiayaan pada anak-anak usaha Bank Mandiri. Segmen kredit terbesar ialah kredit korporasi yang berkontribusi 35,13 % total kredit Bank Mandiri, bertumbuh 6,1 % secara tahunan menjadi Rp 377 triliun. Penyaluran kredit segmen komersial berkontribusi 16,12 % total kredit bertumbuh 9,1 % menjadi Rp 173 triliun. Kredit UKM berkontribusi 5,77 % total kredit Bank Mandiri bertumbuh 11 % menjadi Rp 62 triliun, sedangkan kredit mikro berkontribusi 12,76 % total kredit Bank Mandiri bertumbuh 11,1 % menjadi Rp 137 triliun.

Penyaluran pembiayaan dari anak-anak usaha Bank Mandiri, antara lain Bank Syariah Indonesia (BSI), Mandiri Tunas Finance, dan Mandiri Utama Finance, juga mencatat pertumuhan. Sampai triwulan pertama tahun ini, perusahaan-perusahaan anak Bank Mandiri mencatat pembiayaan sebesar Rp 231 triliun, bertumbuh 11,9 % secara tahunan. Kontribusi perusahaan anak ini 21,52 % total kredit Bank Mandiri. Kinerja penyaluran kredit mendorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih Bank Mandiri sebesar 17,1 % menjadi sebesar Rp 20,5 triliun. Pada saat bersamaan, operasionalisasi Bank Mandiri juga makin efisien. Hal ini tecermin dari rasio beban operasional pendapatan operasional (BOPO) yang mencapai 56,37 %, menurun dari periode yang sama tahun lalu sebesar 71,38 %. Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari eksekusi strategi secara disiplin dan prudent yang dimaksimalkan perseroan dalam dua tahun terakhir. Meluasnya penggunaan digital dalam operasionalisasi dan layanan perbankan telah meningkatkan efisiensi yang juga memperluas penyaluran kredit kepada debitor. (Yoga)


Penyaluran Kredit Otomotif Kian Deras

HR1 27 Apr 2022 Kontan

Penyaluran kredit otomotif perbankan kian melaju. Hal ini terlihat dari peningkatan kredit kendaraan bermotor (KKB) di awal tahun sehingga memberi optimisme bagi perbankan. EVP Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, baki debet atau outstanding KKB Bank Mandiri telah menyentuh Rp 32,8 triliun pada April 2022. Nilai itu hampir melampaui target tahun ini sebesar Rp 33 triliun. Dengan realisasi itu, Bank Mandiri berencana merevisi target KKB menjadi Rp 34 triliun - Rp 35 triliun hingga akhir 2022.

Penyediaan Produk dan Layanan Perbankan

HR1 27 Apr 2022 Bisnis Indonesia

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Darmawan Junaidi, Direktur Hubungan Kelembagaan Rohan Hafas, Sekretaris Utama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ernadhi Sudarmanto dan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh berbincang di sela-sela penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama di Jakarta, Selasa (26/4). Bank Mandiri akan menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan yang dibutuhkan BPKP, baik lembaga atau-pun karyawan, dalam pelaksanaan fungsinya sebagai Pembina Pengendali Internal di kantor-kantor pemerintah. Kedua pihak juga menyepakati kolaborasi di bidang penguatan kompetensi SDM, seperti melalui pelatihan, seminar dan workshop serta pertukaran karyawan.

UMKM Dorong Kinerja Bank

KT3 26 Apr 2022 Kompas

Menggeliatnya kembali UMKM seiring pulihnya perekonomian turut mendukung kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Laba bersih BRI triwulan I tahun 2022 mencapai Rp 12,22 triliun, tumbuh 78,13 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen mendukung UMKM agar dapat naik kelas. BNI bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) meningkatkan penyaluran kredit bagi UMKM. Pada triwulan pertama tahun ini, BRI mencatat total penyaluran kredit Rp 1.075,93 triliun atau bertumbuh 7,43 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kredit UMKM berkontribusi 83,95 % total kredit BRI, yakni Rp 903,29 triliun. Total kredit kepada segmen UMKM pada triwulan pertama tahun ini bertumbuh 9,24 % secara tahunan. ”Kondisi UMKM yang mulai pulih mendorong penyaluran kredit BRI,” ujar Dirut BRI Sunarso pada paparan kinerja keuangan triwulan pertama 2022, Senin (25/4). Pertumbuhan penyaluran kredit itu diikuti kualitas kredit yang baik. Hal ini tecermin dari rasio kredit macet (NPL) BRI sebesar 3,09 % pada Maret 2022, menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,30 %.

Pada kesempatan yang berbeda, BNI bekerja sama dengan LPEI untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada segmen UMKM yang berorientasi ekspor. Kerja sama itu dalam hal pemberian penjaminan kredit syarat ringan kepada UMKM program pembiayaan fastrex dengan maksimum fasilitas hingga Rp 25 miliar. UMKM pun akan mendapat pendampingan dan pelatihan. Dirut BNI Royke Tumilaar menuturkan, tujuan kerja sama ini sejalan dengan komitmen BNI untuk mendukung mitra UMKM agar dapat naik kelas dan go global. BNI berperan sebagai lembaga intermediasi sekaligus sebagai kolaborator yang mempertemukan mitra UMKM dengan pemangku kepentingan. Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso menyampaikan, sebagai sesama agen pembangunan, BNI dan LPEI perlu bekerja sama dengan erat dalam konteks pengembangan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki oleh negeri. LPEI tengah fokus pada peningkatan fungsi lembaga dalam meningkatkan ekspor khususnya di segmen UMKM. (Yoga)


Triwulan I-2022, BCA Cetak Laba Bersih Rp 8,1 Triliun

KT3 22 Apr 2022 Kompas

Penyaluran kredit PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bertumbuh di semua segmen. Hal itu mendorong kinerja keuangan dan membuat BCA berhasil mencatatkan laba Rp 8,1 triliun pada triwulan I-2022 atau bertumbuh 14,6 % secara tahunan. Per akhir triwulan pertama 2022, total kredit BCA mencapai Rp 637,1 triliun, naik 8,6 % dibandingkan periode serupa tahun lalu. Semua segmen kredit, yakni kredit korporasi, kredit komersial dan UMKM, serta kredit konsumsi, mengalami kenaikan. Kredit korporasi memiliki kontribusi terbesar, yakni 45 % total kredit BCA, tumbuh 9,2 % secara tahunan menjadi Rp 286,87 triliun. Adapun kredit komersial dan UMKM yang berkontribusi 29,6 persen terhadap total kredit BCA bertumbuh 8,2 % secara tahunan menjadi Rp 188,80 triliun. Sementara kredit konsumsi yang memberi porsi 24,3 % total kredit BCA tumbuh 7,6 persen secara tahunan menjadi Rp 154,80 triliun.

Dalam jumpa pers paparan kinerja keuangan triwulan I-2022 BCA, Kamis (21/4), Dirut BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan, pertumbuhan kredit itu ditopang kondisi perekonomian nasional yang semakin pulih. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA selama tiga bulan pertama tahun 2022 tumbuh 2,5 % menjadi Rp 14,5 triliun. Pendapatan selain bunga bertumbuh 19,5 % menjadi Rp 5,9 triliun, yang ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 15,8 %. Pertumbuhan kredit BCA tersebut diikuti perbaikan kualitas pinjaman. Rasio kredit berisiko (loan at risk/LAR) turun ke 13,8 % di triwulan I-2022 dibandingkan 19,4 % pada periode yang sama tahun lalu. Adapun rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga 2,3 %. Di sisi lain, total dana pihak ketiga naik 17,5 % secara tahunan menjadi Rp 997,8 triliun sehingga turut mendorong kenaikan total aset BCA sebesar 15,5 % secara tahunan menjadi Rp 1.259,4 triliun di akhir Maret 2022. (Yoga)


Tiga Bulan, BRI Salurkan KUR Rp66,99 Triliun

KT1 19 Apr 2022 Investor Daily

PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) terus melanjutkan  capaiannya sebagai bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR)  terbesar di Indonesia. BRI berhasil menyalurkan  KUR  sebesar Rp 66,99 triliun kepada 1,8 juta nasabah dalam tiga bulan  pertama pada tahun ini. Penyaluran tersebut setara dengan 25,77% dari total plafon KUR yang diberikan oleh pemerintah ke BRI pada 2022 senilai Rp 260 triliun. kepada 1,6 juta nasabah, segmen kecil sebesar Rp8,67 triliun kepada 31 ribu nasabah, dan segmen ultramikro Rp1,64 triliun kepada 186 ribu nasabah.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan, salah satu kunci kebehasilan BRI dalam menyalurkan KUR yakni terbentuknya ekosistem digital yang diciptakan oleh perseroan. "Melalui digitalisasi, BRI dapat mencipatkan efisiensi proses bisnis melalui revitalisasi Mantri, enhancement BRISPOT Mikro, serta memperbagarui operating model end to end tenaga pemasar, yang berdampak pada peningkatan produktivitas Mantri dalam penyaluran KUR," Imbuh Catur. (Yetede)

Pilihan Editor