Perbankan
( 2293 )OCBC NISP Bagikan Dividen Tunai Rp 504,8 Miliar
Dalam RUPST, disetujui bahwa dividen yang diberikan senilai 20% dari total laba bersih Tahun Buku 2021 atau sebesar Rp504,8 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp 22 per saham. Bank OCBC mencatat laba bersih sebesar Rp 2,52 triliun di tahun lalu. Keuntungan ini meningkat 20% year on year (yoy) dari pencapaian tahun 2020 yang sebesar Rp 2,10 triliun.
Bank Indonesia Siapkan Rp 175,26 Triliun
Bank Indonesia menyiapkan uang tunai Rp 175,26 triliun untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Jumlah uang yang disiapkan bertambah 13,42 % dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan pemulihan ekonomi yang berlanjut. ”Peningkatan uang yang kami siapkan tersebut didasarkan pada pertimbangan peningkatan indikator ekonomi dan peningkatan aspek mobilitas,” kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Marlinson Hakim, Senin (4/4). (Yoga)
Calon Investor Bank Neo Commerce di Right Issue
Bank Neo Commerce (BBYB) akan kembali melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. Penambahan modal untuk mendukung pengembangan digital perusahaan tersebut. Penambahan modal itu sejalan dengan pertumbuhan bisnis Bank Neo Commerce sebagai Bank Digital. Bank digital ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 5 miliar saham baru dengan nominal Rp 100 setiap saham. Sebelumnya, bank ini menyebutkan target dana yang dibidik dari right issue ini sekitar Rp 5 triliun.
Laba Bank Allo Melejit 420 Persen
PT Allo Bank Indonesia Tbk atau Bank Allo membukukan laba yang melesat 420 %, naik dari Rp 8,85 miliar tahun 2020 menjadi Rp 37 miliar pada 2021. Peningkatan laba terjadi seiring dengan pendapatan bunga bersih yang naik 310,4 persen dari Rp 47,59 miliar tahun 2020 menjadi Rp 195,3 miliar sepanjang 2021. Bank Allo juga menjual efek-efek yang dimilikinya senilai Rp 76,55 miliar tahun lalu, sementara pada tahun 2020 Bank Allo tidak menjual efek. (Yoga)
Tapera Kelola Dana KIK Rp 3 Triliun
Pengelolaan dana tabungan perumahan rakyat melalui pasar modal terus digulirkan. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat atau BP tapera telah meluncurkan kontrak investasi kolektif atau KIK senilai total Rp 3 triliun. BP Tapera meluncurkan KIK Pemupukan Dana Tapera (PDT) Pendapatan Tetap tanpa Penjualan Kembali pada 1 April 2022. Peluncuran KIK itu sebagai langkah lanjutan pengelolaan dana Tapera melalui pasar modal. Sebelumnya, BP Tapera telah meluncurkan KIK PDT Pasar Uang pada 26 Oktober 2021 dan KIK PDT Pendapatan Tetap pada 30 November 2021.
Komisioner BP Tapera, Adi Setianto, mengemukakan, KIK Pemupukan Dana Tapera merupakan suatu produk di pasar modal yang diperuntukkan bagi pengelolaan investasi pemupukan dana Tapera. Besaran dana pemupukan yang dialokasikan untuk ketiga jenis KIK adalah Rp 3 triliun. Pemupukan dana Tapera lewat pasar modal bertujuan untuk mendukung pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian PUPR dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna menyebutkan, 59,95 % penduduk Indonesia bekerja pada sektor nonformal, 74 % di antaranya belum memiliki rumah. Sedangkan dari 26 % yang sudah memiliki rumah, 87 persen butuh perbaikan rumah. (Yoga)
Laba Bersih Bank BJB Syariah Rp 21,9 Miliar
PT Bank BJB Syariah mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 86,7 miliar dan laba bersih senilai Rp 21,9 miliar pada tahun 2021. Laba bersih meningkat 494 % dibandingkan tahun sebelumnya dan di atas rata-rata industri perbankan syariah yang sebesar 16,9 %. ”Pencapaian tersebut didorong penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp 6,43 triliun, tumbuh 33 % dibandingkan tahun lalu,” kata Dirut BJB Syariah Indra Falatehan, Kamis (31/3). (Yoga)
Bank BUMN Diminta Perluas Pembiayaan
Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) diminta untuk terus memperluas pembiayaan kepada sebanyak mungkin penduduk. Ini merupakan salah satu tuntutan peran Himbara yang tak hanya mencetak laba, tetapi juga menjadi motor perekonomian nasional. Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung, Rabu (30/3), mengatakan, Himbara memiliki tanggung jawab untuk memberikan akses perbankan di seluruh Indonesia. (Yoga)
Laba BJB Syariah Rp 21,8 Miliar, Melesat 494,68%
PT. Bank Jabar Banten Syariah (Bank Bjb Syariah) berhasil mencatatkan kinerja positif. Tercatat laba perusahaan mencapai Rp 21,89 miliar atau naik 494,68% year on year (yoy) pada 2021. Direktur Utama bank BJB Syariah, Indra Falatehan, mengungkapkan, bahwa kenaikan laba tersebut berkat pertumbuhan pendapatan berbasis komisi sebesar 51,55% year on year (yoy) dan laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) naik 196,2% yoy.
Maybank Indonesia Bagi Dividen 30 Persen
Rapat Umum Pemegang Saham PT Bank Maybank Indonesia Tbk memutuskan membagikan dividen sebesar Rp 493,5 miliar atau 30 % laba bersih tahun 2021. ”Perseroan membukukan laba bersih tahun 2021 sebesar Rp 1,64 triliun, tumbuh 9,9 % dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Presdir Maybank Indonesia Taswin Zakaria akhir pekan lalu. (Yoga)
Bank Wakaf Mikro Jadi Pengungkit
Pemerintah berkomitmen merealisasikan potensi besar pesantren dalam
memberdayakan ekonomi masyarakat dengan menghadirkan Bank wakaf mikro (BWM) sebagai
bagian dari lembaga keuangan mikro syariah. BWM diharapkan menjadi alat ungkit
untuk menumbuhkan pengusaha kecil. BWM merupakan bagian ekosistem keuangan
syariah yang esensinya tidak berhenti pada penyediaan modal bagi masyarakat
kecil yang kesulitan mengakses lembaga keuangan formal. ”BWM juga ditujukan memberdayakan
komunitas dengan pola pendampingan serta mendorong pengembangan dana sosial
Islam melalui optimalisasi potensi zakat dan wakaf,” kata Wapres Ma’ruf Amin pada
peresmian Bank Wakaf Mikro Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan di Ciracas,
Jaktim, Kamis (24/3). Selain di Pesantren Pondok Karya Pembangunan, bentuk
konkret atas tanggung jawab sosial diharapkan juga dapat diimplementasikan di
pesantren-pesantren lain di DKI Jakarta.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, pemerintah mempunyai keterbatasan dalam menggunakan anggaran untuk mendukung seluruh UMKM yang jumlahnya sedemikian besar, terutama dalam mengakses keuangan. ”Untuk itu, kami mendirikan platform intermediasi untuk masyarakat kecil dan berbasis syariah yang disebut BWM,” katanya. Berdasarkan data Lembaga Keuangan Mikro Syariah BWM per 22 Maret 2022, sejak diluncurkan 5 tahun lalu, 62 BWM telah berdiri dan tersebar di 20 provinsi. Kehadiran dan manfaat BWM tersebut dirasakan 55.000 nasabah dengan akumulasi penyaluran pembiayaan Rp 87,2 miliar. (Yoga)









