;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Kapital Tebal, Bank Kian Royal

HR1 04 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Industri perbankan rupanya punya imunitas yang baik terhadap dampak negatif pandemi Covid-19. Buktinya, rasio kecukupan modal tergolong kuat dan berada dalam tren positif selama beberapa waktu terakhir. Tak ayal, hal itu membuat pelaku industri perbankan kian percaya diri untuk memacu ekspansi kendati situasi ekonomi masih dibayangi pandemi serta risiko global yang dipicu konflik antara Rusia dan Ukraina. Sejumlah bank bahkan berani menebar dividen lumayan besar lantaran laba tahun lalu moncer. Menurut laporan stabilitas sektor jasa keuangan yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlihat capital adequacy ratio (CAR) alias rasio kecukupan modal perbankan nasional mencapai 25,78% pada Januari 2022. Angka itu jauh di atas ketentuan penyediaan modal minimum paling rendah 8% untuk bank dengan profil risiko peringkat 1, maupun 11%—14% untuk bank dengan peringkat risiko 4 atau 5.


Likuiditas Meningkat, Perbankan Tempatkan Dana di SBN

KT1 04 Mar 2022 Investor Daily

Porsi investasi perbankan di surat berharga negara (SBN) mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19. Hal ini dinilai baik untuk pendalaman pasar keuangan dan mengurangi ketergantungan terhadap investor asing. Namun, lebih ideal lagi jika keseimbangan antara perbankan, lembaga non perbankan, hingga investor individu dalam kepemilikan SBN. Dirjen pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Lucky Alfirman menuturkan, dalam kondisi pandemi, aktivitas ekonomi menurun signifikan "Hal ini disikapi bank dengan melakukan penempatan, salah satunya pada SBN yang diterbitkan pemerintah," ucap Lucky saat dihubungi, di Jakarta, belum lama ini. Lucky mengatakan, dari sisi pemerintah, terdapat kebutuhan pembiayaan yang meningkat signifikan dalam rangka  penanganan dampak pandemi dan pemulihan ekonomi. (Yetede)

Perbankan Jajaki Bisnis Metaverse

Sajili 24 Feb 2022 Surya

Perbankan di Tanah Air akan ekspansi ke metaverse. Bank mulai melihat potensi bisnis dari kanal realitas virtual ini.

Di dalam negeri, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) telah mengumumkan akan masuk ke metaverse. Keduanya akan masuk ke Metaverse Indonesia yang akan dikembangkan oleh WIR Group.

Direktur IT dan Operasi BNI, YB Hariantono, mengatakan pihaknya tertarik masuk ke metaverse setelah melihat rencana pengembangan Metaverse Indonesia yang akan dibangun deh WIR Group.

Dulunya BNI tidak tertarik merambah ke sana karena jumlah metaverse banyak sekali sementara kunci kesuksesanya akan sangat tergantung pada ekosistemnya.

"Namun, setelah mendengar WIR Group diendorse pemerintah mengembangkan Metaverse Indonesia di Jakarta, Ibu kota Nusantara dan Bali, maka akan ada pemerintahan digital di sana. Artinya, sudah ada satu use case besar yang bisa memberi nilai tambah. Jadi strategi kami masuk lewat ini. "jelas Hariantono, Rabu (23/2).


HSBC Umumkan Buyback Saham US$ 1 Miliar

KT1 23 Feb 2022 Investor Daily

HSBC mengumumkan laba besar pada 2021 dan berencana untuk membeli kembali  (buyback) saham senilai hingga US$ 1,0 miliar. Bank Inggris yang fokus bisnisnya di Asia tersebut melanjutkan pemulihannya dari pandemi virus corona dan dari restrukturisasi besar-besaran. Bank yang berkantor pusat di London, Inggris, tersebut melaporkan laba  sebelum pajak yang mencapai US$ 18,9 miliar pada 2021. Angka ini naik US$ 10,1 miliar dibandingkan tahun sebelumnya jumlah pinjaman macet sementara biaya operasional meningkat. Sebagai keuntungan bagi investor, bank juga mengumumkan rencana bagi buyback saham senilai 1,0 miliar, setelah pembelian kembali US$ 2,0 miliar yang diumumkan akhir tahun lalu. "Kami memiliki momentum yang baik menjelang 2022 dan yakin bahwa kami dapat terus mengeksekusi strategi kami. Kami juga tetap menyadari potensi dampak ketidakpastian terkait Covid-19 lebih lanjut dan inflasi yang berkelanjutan terhadap kami dan klien kami," Kata CEO Neo Noel Quinn dalam pernyataannya, Selasa (22/2). (Yetede)

Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan

HR1 21 Feb 2022 Kontan

Meski belakangan mulai memasuki musim gugur, laju harga saham bank kecil yang mengklaim menjadi bank digital telah sukses mendongkrak kekayaan pemegang sahamnya. Para konglomerat pemilik bank digital seperti Jerry Ng maupun Chairul Tanjung (CT) menjadi penerima manfaat paling besar akibat lonjakan harga saham bank digital yang menggila sejak tahun lalu. Jerry Ng untuk pertama kalinya masuk ke dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada 2020 lalu. Forbes menempatkan Jerry Ng di urutan ke-45. Taksiran Forbes, kekayaan Jerry Ng saat itu sebesar US$ 600 juta. 

Masuknya Jerry Ng sebagai wajah baru di daftar Forbes tak lepas dari langkahnya mengakuisisi PT Bank Artos Indonesia Tbk di akhir 2019 yang berganti nama menjadi PT Bank Jago Tbk (ARTO). Melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia, Jerry Ng mengakuisisi 37,65% saham Bank Artos senilai Rp 179,84 miliar. Seiring laju harga saham ARTO yang terus mendaki, kekayaan Jerry Ng makin tambun. Pada 2021, Forbes menghitung, kekayaan Jerry Ng sudah naik lebih dari lima kali lipat menjadi US$ 3,2 miliar. Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai, meski para taipan itu berhasil meraup berkah dari kenaikan saham bank digital, tapi mereka harus siap-siap jika harga saham bank tersebut turun. "Dalam kondisi pergerakan saham yang fluktuatif, pemegang saham akan melakukan berbagai cara agar kinerja sahan terjaga, " ujar Budi, Minggu (20/2).


Gandeng WIR Group, BNI Siap Ekspansi Bisnis Digital di Metaverse Indonesia

HR1 16 Feb 2022 Bisnis Indonesia

Metaverse menjadi sebuah ceruk baru bagi ekonomi dunia untuk ekspansi. Pelaku bisnis berlomba lomba menyiapkan strategi untuk mengoptimalkan ceruk peningkatan nilai tambah ekonomi digital ini. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) sebagai pioneer digital banking Indonesia pun berkomitmen turut membangun Metaverse Indonesia. Tidak hanya sebagai wave rider, BNI akan membangun ekosistem bisnis digital yang relevan di dalam Metaverse Indonesia yang juga akan diperkenalkan oleh Presiden Jokowi dalam pertemuan G20 dimana Indonesia sebagai Presidensi. 

BNI pun menggandeng WIR Group untuk mengembangkan layanan perbankan Metaverse. Hal ini menjadi langkah awal dalam journey BNI mengembangkan layanan perbankan di dunia yang lebih dari sekadar digital ini. Prosesi penandatanganan MoU Metaverse Indonesia BNI dan WIR Group ini dihadiri oleh Direktur IT & Operasi BNI Y.B. Hariantono dan CEO dan CoFounder WIR Group Michael Budi, Selasa, (15/2/2022). Y.B. Hariantono menyampaikan WIR Group merupakan mitra yang tepat untuk ekspansi BNI di Metaverse karena perusahaan basis teknologi augmented reality terbukti berpengalaman dan telah mendapat pengakuan di berbagai negara. BNI mengapresiasi WIR Group untuk konsistensinya dalam mengembangkan Metaverse. Perseroan tentunya akan lebih proaktif menggandeng banyak mitra untuk bersama-sama mengembangkan Metaverse guna memberi nilai tambah pada inovasi produk layanan BNI ke depan.

BPSI Bakal Buka Akses Perbankan Bagi 62,9 Juta UMKM

KT1 16 Feb 2022 Investor Daily

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P Joewono optimistis, Blue Print System Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 akan membuka akses bagi 91,3 juta penduduk Indonesia yang saat ini belum tersentuh layanan perbankan atau un-bankable. Selain itu, BSPI 2025 juga akan membuka akses bagi 62,9 juta UMKM kedalam ekonomi formal dan keuangan secara berkelanjutan melalui pemanfaatan digitalisasi. "BSPI 2025, sepenuhnya berorientasi pada pembangunan ekosistem yang sehat sebagai  panduan bagi pengembangan ekonomi dan keuangan digital Indonesia lebih lanjut," tutur dia. BI Meyakini digitalisasi sistem pembayaran akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Transformasi digital pada sistem pembayaran yang dilakukan regulator dan  industri merupakan bekal menjawab tantangan era new normal. (Yetede)

BI Perkirakan Kinerja Penjualan Eceran Januari Meningkat

KT1 15 Feb 2022 Investor Daily

Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja  penjualan eceran Januari 2022 terus meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan  Riil (IPR) Januari 2022 sebesar 211,0 atau tumbuh 16,0% (yoy). "Peningkatan ini karena didorong perbaikan kinerja penjualan eceran seluruh kelompok komoditas, terutama kelompok bahan bakar kendaraan bermotor dan tetap tingginya pertumbuhan subkelompok sandang," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (14/2). Namun, penjualan eceran diperkirakan terkontraksi 2,4% (mtm) pada Januari 2022, terutama pada subkelompok sandang, kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok peralatan informasi  dan komunikasi. "Ini sejalan dengan pola musiman  normalisasi permintaan  pasca perayaan Natal dan Tahun Baru," ujarnya. (Yetede)

Memacu Transformasi Digital

HR1 14 Feb 2022 Bisnis Indonesia

Tuntutan akselerasi digital perbankan semakin mengemuka seiring dengan tingginya ekspektasi publik akan layanan keuangan yang cepat, efisien, aman serta dapat dilakukan dari mana saja. Dalam beberapa tahun belakangan ini, transformasi digital di sektor perbankan bahkan menjadi suatu keniscayaan di tengah terbatasnya mobilitas masyarakat akibat pandemi Covid-19 yang juga belum berakhir. Terkini, dua bank pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., pada akhir pekan lalu menyatakan terus memperbesar belanja modal (capital expenditure/capex) untuk memperkuat transformasi layanan perbankan digital. Alhasil, transformasi digital pada akhirnya juga akan membawa para pelaku perbankan, terutama para pemimpinnya ke dalam suatu ekosistem keuangan baru. Meskipun demikian, peran bank akan tetap berada pada fungsi dasarnya sebagai lembaga intermediasi yang harus mampu memicu pertumbuhan ekonomi di seluruh sektor.


2021, Laba Adira Finance Tumbuh 18%

KT1 13 Feb 2022 Investor Daily

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencetak laba bersih mencapai Rp 1,2 triliun pada tahun lalu, tumbuh 18,2%, secara tahunan (year on year). Laba didorong oleh peningkatan margin bunga bersih dan menurunnya biaya kredit. Presiden Direktur Adira Finence  Hafid Hadeli menyampaikan, secara umum kinerja  perseroan pada 2021 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. "Dari segi profit, profit net kami meningkat  1,2% dibandingkan 2020 menjadi Rp 1,2 triliun," ujar Hafid pada media update kinerja keuangan Adira Finance, Jumat (11/2). Perseroan membukukan pendapatan bunga Rp 8,8 triliun atau turun 15% (yoy) dibandingkan tahun 2020. Hal itu dipengaruhi piutang pembiayaan yang dikelola yang menurun 8% (yoy) dibanding dengan tahun  sebelum mencapai Rp40,4 triliun pada 2021. (Yetede)

Pilihan Editor