Bank Wakaf Mikro Jadi Pengungkit
Pemerintah berkomitmen merealisasikan potensi besar pesantren dalam
memberdayakan ekonomi masyarakat dengan menghadirkan Bank wakaf mikro (BWM) sebagai
bagian dari lembaga keuangan mikro syariah. BWM diharapkan menjadi alat ungkit
untuk menumbuhkan pengusaha kecil. BWM merupakan bagian ekosistem keuangan
syariah yang esensinya tidak berhenti pada penyediaan modal bagi masyarakat
kecil yang kesulitan mengakses lembaga keuangan formal. ”BWM juga ditujukan memberdayakan
komunitas dengan pola pendampingan serta mendorong pengembangan dana sosial
Islam melalui optimalisasi potensi zakat dan wakaf,” kata Wapres Ma’ruf Amin pada
peresmian Bank Wakaf Mikro Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan di Ciracas,
Jaktim, Kamis (24/3). Selain di Pesantren Pondok Karya Pembangunan, bentuk
konkret atas tanggung jawab sosial diharapkan juga dapat diimplementasikan di
pesantren-pesantren lain di DKI Jakarta.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, pemerintah mempunyai keterbatasan dalam menggunakan anggaran untuk mendukung seluruh UMKM yang jumlahnya sedemikian besar, terutama dalam mengakses keuangan. ”Untuk itu, kami mendirikan platform intermediasi untuk masyarakat kecil dan berbasis syariah yang disebut BWM,” katanya. Berdasarkan data Lembaga Keuangan Mikro Syariah BWM per 22 Maret 2022, sejak diluncurkan 5 tahun lalu, 62 BWM telah berdiri dan tersebar di 20 provinsi. Kehadiran dan manfaat BWM tersebut dirasakan 55.000 nasabah dengan akumulasi penyaluran pembiayaan Rp 87,2 miliar. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023