Kinclongnya Kinerja Perbankan
Sebagian besar bank mencatat pertumbuhan kinerja yang signifikan pada triwulan pertama tahun 2022 ini. Fenomena ini menandakan perbankan telah kembali pulih setelah dua tahun tertekan akibat pandemi Covid-19. Bank-bank berstatus BUMN, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN, mencatat pertumbuhan laba bersih hingga dua digit. BRI mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 78,13 % secara tahunan menjadi Rp 12,22 triliun, sementara laba bersih Bank Mandiri tumbuh 69,52 % menjadi Rp 10,03 triliun. Adapun BNI mencatat pertumbuhan laba bersih 63,11 % secara tahunan menjadi Rp 3,96 triliun dan laba bersih BTN tumbuh 23,89 % menjadi Rp 774 miliar. Selain bank BUMN, bank-bank swasta besar juga mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan. Bank swasta terbesar di Tanah Air, BCA, mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada triwulan pertama tahun ini sebesar 14,56 % secara tahunan menjadi Rp 8,06 triliun. Sementara bank CIMB Niaga mencatatkan pertumbuhan laba bersih 19,9 % sebesar Rp 1,2 triliun.
Berdasarkan data OJK, penyaluran kredit industri perbankan sampai dengan akhir Maret 2022 mencapai Rp 5.863 triliun, atau bertumbuh 6,67 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sejak Juni 2021, pertumbuhan kredit cenderung naik semakin cepat. Seluruh segmen kredit bertumbuh, termasuk sektor UMKM yang naik 14,89 % secara tahunan. Di sisi lain, operasional perbankan juga semakin efisien seiring dengan pengembangan berbagai inisiatif layanan digital. Ini tak hanya meningkatkan efisiensi, digitalisasi juga mendorong pendapatan nonbunga dari berbagai layanan transaksi perbankan. Selain itu, layanan digital juga memperluas cakupan terhadap para debitor baru yang sebelumnya tidak terjangkau lembaga perbankan tradisional (unbank) atau (underbank). Kinerja bank yang positif juga didorong lewat kebijakan otoritas, baik OJK maupun BI. Kebijakan moneter BI yang tetap mempertahankan suku bunga acuan rendah di tengah ketidakpastian perekonomian global telah membawa tingkat suku bunga bank, baik simpanan maupun kredit, ke level yang relatif moderat. Per Maret 2022, rata-rata suku bunga kredit tertimbang dari kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi pada Maret 2022 tercatat sebesar 9,07 % atau menurun dibandingkan dengan periode sebelumnya, begitu pun dengan suku bunga dasar kredit yang menurun menjadi 7,38 %. (Yoga)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023