Implikasi Perang Rusia-Ukraina terhadap Perbankan
Sebagai bagian sanksi ekonomi dunia terhadap Rusia yang menginvasi Ukraina, Uni Eropa (UE) menendang Rusia dari jaringan SWIFT. Bahkan, 7 bank Rusia dikeluarkan dari SWIFT, namun, masih ada 2 bank besar Rusia, yan dibiarkan terhubung dengan SWIFT, yaitu Sberbank dan Gazprombank, untuk memungkinkan negara-negara UE membayar pengiriman gas dan minyak Rusia. SWIFT adalah jaringan komunikasi internasional antar bank atau lembaga keuangan di sektor jasa keuangan di dunia. SWIFT menjadi sarana utama melakukan bisnis atau perdagangan internasional, karena SWIFT mampu menjamin keamanan dan kecepatan tinggi dalam melakukan transaksi. Ketika jaringan SWIFT diputus, bank atau lembaga keuangan tidak mampu menjalankan bisnis.
Akibat dari dikeluarkannya Rusia dari SWIFT, perdagangan internasional Rusia akan surut dengan cepat. SWIFT juga melayani transaksi seperti transfer masuk dan keluar, LC, bank garansi dan transaksi derivative lainnya. Terputusnya akses perbankan Rusia ke SWIFT menyebabkan pendapatan non-kredit atau pendapatan dari komisi bank-bank Rusia dari transaksi perdagangan internasional dan jasa-jasa juga turun signifikan. Pendapatan bank nasional kita dari perdagangan internasional juga ikut tersendat. Cadangan devisa Indonesia dari transaksi ekspor juga bakal tertahan. (Yoga)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023